Home / Romansa / Mendadak Jadi Sugar Baby / Berhasil mengingat

Share

Berhasil mengingat

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-02-21 17:53:34

Ruang keluarga itu berubah menjadi medan perang tanpa suara.

Udara terasa berat. Bahkan jam dinding yang biasanya berdetak pelan kini seperti menghitung detik kehancuran hubungan ibu dan anak itu.

Dengan suara parau yang tertahan, Yudha akhirnya bicara, “Yudha kecewa sama Mama!”

Kalimat itu tidak diucapkan keras. Tapi justru karena terlalu pelan… rasanya jauh lebih menghantam.

Ola langsung terisak. “Yudha! Mama minta maaf… mama salah… mama bener-bener minta maaf!”

suaranya pecah, tangannya ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 206

    Pagi itu, suasana rumah, sudah diwarnai dengan perdebatan kecil yang cukup alot. Revan berdiri di depan pintu kamar dengan wajah yang ditekuk, sementara Vera sedang sibuk merapikan penampilannya di depan cermin. Hari ini adalah hari yang sudah dinanti-nantikan Vera, jadwal belanja perlengkapan bayi bersama Wilona."Ver, kenapa aku nggak boleh ikut? Aku bisa bawakan belanjaannya, aku bisa setir mobilnya, aku bisa pastikan nggak ada orang yang menabrak kamu di mal," ujar Revan dengan nada protektif yang sudah mencapai level maksimal.Vera menghela napas, menoleh ke arah suaminya sambil tersenyum sabar. "Van, aku cuma mau jalan-jalan santai sama Wilona. Kita mau *thrifting* barang lucu, mau pilih baju yang gemas, dan aku butuh waktu bebas walau sebentar.’’‘’Kalau kamu ikut, setiap lima menit kamu pasti tanya aku capek atau nggak, setiap sepuluh menit kamu suruh aku duduk. Aku malah nggak jadi belanja nanti.""Tapi Ver, kandungan kamu sudah tujuh bulan. Mal itu luas, orang-orang di san

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 205

    Hari berganti minggu hingga bulan. Tanpa terasa kini usia kandungan Vera sudah hampir memasuki usia tujuh bulan.Sinar matahari sore menyelinap masuk melalui jendela besar di ruang tamu kediaman mewah Revan dan Vera. Suasana rumah itu kini terasa jauh lebih hidup dibandingkan beberapa bulan lalu yang sempat beku oleh ketegangan. Di atas sofa beludru yang nyaman, Vera duduk bersandar dengan beberapa bantal menyangga punggungnya.Di hadapannya, Bunda Vita dan Wilona sedang asyik menyesap teh melati hangat. Kedatangan dua wanita paling berpengaruh dalam hidup Vera itu selalu berhasil menciptakan tawa dan obrolan yang tak ada habisnya. "Rasanya baru kemarin Bunda dengar kamu hamil, eh sekarang cucu Bunda sudah mau lahir saja," ujar Bunda Vita dengan mata berbinar penuh syukur. Ia mengusap lembut lutut menantunya. "Gimana, Sayang? Ada keluhan kaki bengkak atau susah tidur?"Vera tersenyum manis, wajahnya tampak sangat *glowing* dengan rona bahagia yang alami. "Alhamdulillah, Bun. Seja

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 204

    Wajah Revan yang tadinya pucat karena takut kehilangan, seketika berubah menjadi sumringah luar biasa. Kebahagiaan itu meluap-luap hingga ia tidak sanggup hanya duduk diam. Revan langsung berdiri dari kasur, menarik Vera ke dalam pelukannya dengan sangat erat. Ia membenamkan wajahnya di leher istrinya, menghirup aroma tubuh Vera yang menenangkan."Ya Tuhan, Ver! Ini beneran? Kamu nggak lagi bercanda buat ngetes aku kan?" tanya Revan lagi sembari melepaskan pelukannya sebentar hanya untuk menangkup wajah Vera dengan kedua tangannya.Vera tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca melihat binar bahagia di mata Revan yang begitu murni. "Iya, Van. Aku serius. Sudah enam minggu."Revan kembali memeluk Vera, kali ini lebih lembut, seolah ia baru saja menyadari bahwa ada nyawa rapuh yang sedang bersemayam di perut istrinya. Ia menciumi dahi, pipi, dan tangan Vera berkali-kali tanpa henti. Semua rasa lelah, rasa bersalah, dan ketegangan yang ia rasakan selama bebe

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 203

    Suasana kamar tidur utama sore itu terasa begitu tenang. Sinar matahari yang mulai meredup menyelinap melalui celah gorden, menciptakan bayangan panjang di atas ranjang. Setelah momen makan bersama yang cukup manis dan menghangatkan hati, Revan merasa sedikit lebih tenang. Ia duduk bersandar di kepala ranjang sambil mengecek tabletnya, meninjau perkembangan proyek terbaru yang sempat terbengkalai karena fokusnya terbagi untuk urusan rumah tangga.Tak lama, Vera duduk di sampingnya, namun pikirannya tidak sedang berada di ruangan itu. Ia meremas ujung pakaiannya, mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberanian yang ia miliki. Kata-kata Wilona terus bergema di kepalanya: “Cepat atau lambat dia pasti tahu.”"Revan," panggil Vera dengan suara yang begitu pelan dan penuh keraguan.Revan seketika mengalihkan pandangannya dari layar tablet. Ia melihat gurat kegelisahan di wajah istrinya. Dengan sigap, ia meletakkan tabletnya di atas meja nakas dan memutar posisi tubuhnya menghadap Vera."Iya,

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 202

    Setelah kepergian Wilona, keheningan di apartemen itu terasa berbeda. Tidak lagi mencekam seperti hari-hari sebelumnya, melainkan lebih tenang dan kontemplatif. Vera berdiri diam di balkon, membiarkan angin sepoi-seperti mengacak rambutnya, sementara kata-kata Wilona terus berputar di kepalanya. Sahabatnya itu benar, membenci Revan mungkin terasa memuaskan untuk ego sesaat, namun ada nyawa lain yang kini bergantung pada kedamaian hatinya.Dia akan jadi seorang Ibu, memaafkan akan jauh lebih baik.Vera menghela napas berat, mencoba mengusir sisa-sisa rasa sesak yang masih bersarang di dadanya. ‘Gimana Sayang? Kamu mau maafin papa kamu hem ?’’ tanya Vera mengusap perut nya datar.‘Maafin Mama ya kalau Mama egois,’‘Benar kata sahabat Mama, papa kamu berhak tahu keberadaan kamu.’‘Baiklah, mala mini, kita kasih kejutan ke papa kamu ya?’Ia menatap langit Jakarta yang mulai berubah jingga, menyadari bahwa menghukum Revan dengan kediaman hanya akan membuat suasana semakin beracun bagi

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 201

    Beberapa hari telah berlalu sejak badai besar menghantam apartemen itu. Suasana di dalam rumah yang biasanya penuh dengan obrolan ringan kini berubah menjadi sunyi yang canggung, namun ada sesuatu yang berbeda dari sisi Revan. Sejak konfrontasi soal foto di Surabaya itu, sikap Revan benar-benar berubah drastis. Ia seolah tersentak dari tidurnya dan menyadari bahwa ia hampir saja kehilangan poros hidupnya.Revan tidak lagi menjadi pria yang gila kerja hingga lupa waktu. Kini, jadwal harian pria itu sangat teratur dan bisa ditebak. Ia baru akan berangkat ke kantor pada pukul sembilan pagi, setelah memastikan Vera sudah bangun dan mendapatkan sarapan yang layak, meskipun ia harus memesannya dari restoran karena ia masih trauma dengan kejadian *steak* tempo hari. Dan tepat pukul tiga sore, sosoknya sudah kembali muncul di depan pintu apartemen. Tidak ada lagi lembur, tidak ada lagi pertemuan di luar jam kantor, dan tidak ada lagi alasan "terjebak badai".Di kantor pun, Revan melaku

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Dua jamur

    Sementara itu, di depan rumah Wilona, suasana justru jauh berbeda dengan yang terjadi di rumah Yudha.Evelyn duduk di kursi teras sambil menatap jalanan sepi komplek. Tangan kanannya mengetuk-ngetuk pahanya tak sabar, sementara kaki kirinya sudah sejak tadi bergetar gelisah.“Astaga Wil,

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Warteg??

    “Ah itu kak, Wilo lagi sarapan… iya lagi sarapan di luar!”Wilona berusaha terdengar santai, tapi jelas suaranya gemetar parah.“Sarapan?” Evelyn mengerutkan dahi di seberang sana, ‘’Yang bene raja dong Wil, jam satu siang, kamu baru sarapan?”“Iya, Kak… sekalian makan siang. Kan ini weekend, jadi

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Ketemu mantan

    “Kalau kamu masih utamain dunia kamu,” potong Yudha tegas, “silakan. Biar aku yang mundur.”“Yudhaaa!” Evelyn memanggil, panik. Matanya mulai berkaca-kaca.Yudha bangkit dari kursinya, mengambil jaketnya tanpa menoleh. “Keputusan ada di kamu.”Tanpa menunggu jawaban, Yudha melangkah p

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Kemeja panjang

    Siang harinya, Wilona terbangun dengan rambut acak-acakan dan mata masih sayu. Kepala terasa sedikit berat, tapi hidungnya menangkap sesuatu yang jauh lebih kuat daripada rasa malas yang menempel di tubuhnya, aroma masakan.Perutnya langsung keroncongan tanpa permisi.Dengan langkah gontai, tanpa

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status