Share

Pemakaman

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-01-28 10:01:42

Angin sore berembus pelan, menggoyangkan dedaunan dan mengantar kesunyian pemakaman itu.

Hampir semua orang sudah pulang, namun Wilona tetap duduk di antara dua makam orang tuanya, tidak bergeser sedikit pun.

Tanah merah yang masih basah menempel di ujung jarinya. Pandangannya kosong.

Wajahnya pucat. Tidak ada air mata, tidak ada suara. Seolah seluruh dirinya terkunci pada titik itu dan enggan kembali pulang ke dunia nyata.

Evelyn duduk di sampingnya, menatap dengan cemas. S
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
diah nursanti
hanya Yudha yg bisa jadi pawangnya kayaknya
goodnovel comment avatar
Evievoy Rafyno
sabar will tenang will .... aku bantu nangisss
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 208

    Mereka menoleh serempak. Jenny berjalan santai ke arah mereka, satu tangannya sengaja mengusap-usap perutnya yang mulai membuncit, seolah ingin memamerkan eksistensi nyawa di dalamnya. Kali ini ia sendirian, Sari tampaknya masih tertinggal di dalam toko untuk menyelesaikan sesuatu."Mau apa lagi kamu, hah?" seru Wilona dengan nada yang sudah siap untuk meledak. Ia melangkah satu langkah ke depan, menempatkan dirinya sebagai tameng hidup bagi Vera."Cih, nggak usah ikut campur. Urusan aku itu sama Vera, bukan sama asisten setianya," kata Jenny sinis, matanya menatap Wilona dengan jijik sebelum beralih ke arah Vera.Vera terdiam. Sejak memasuki trimester ketiga, hormon kehamilannya membuat suasana hatinya sangat mudah goyah. Ada rasa lelah yang luar biasa saat melihat wajah Jenny yang selalu penuh dengan tipu daya. Namun, Vera mencoba berdiri tegak, meski tangannya sedikit gemetar di sisi tubuhnya."Kita sama-sama hamil, Ver. Tapi lihat kenyataannya

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 207

    Vera dan Wilona menoleh serempak. Jantung Vera seolah berhenti berdetak sesaat ketika melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Itu Jenny. Dan yang lebih menyakitkan, di belakang Jenny berdiri seorang wanita paruh baya yang sangat Vera kenali, Sari, ibu kandungnya."Mama, aku mau yang ini! Warnanya pas banget sama konsep kamar bayi aku nanti," kata Jenny dengan nada manja yang dibuat-buat, sambil menggoyang-goyangkan lengan Sari.Pramuniaga itu tampak kebingungan dan serba salah. "Mohon maaf Kak, untuk tipe edisi terbatas ini hanya sisa satu unit ini saja. Dan kebetulan Ibu ini sudah memesannya lebih dulu.""Gak mau! Aku pokoknya mau yang ini, Ma! Masa aku pakai barang yang pasaran? Pokoknya ini harus buat aku!" Jenny merengek, matanya menatap Vera dengan tatapan menantang dan penuh kebencian yang masih sama seperti dulu.Vera masih bergeming. Ekspresi wajahnya mendadak datar, sedatar dinding beton. Ia menatap Sari, wanita yang seharusnya menjadi

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 206

    Pagi itu, suasana rumah, sudah diwarnai dengan perdebatan kecil yang cukup alot. Revan berdiri di depan pintu kamar dengan wajah yang ditekuk, sementara Vera sedang sibuk merapikan penampilannya di depan cermin. Hari ini adalah hari yang sudah dinanti-nantikan Vera, jadwal belanja perlengkapan bayi bersama Wilona."Ver, kenapa aku nggak boleh ikut? Aku bisa bawakan belanjaannya, aku bisa setir mobilnya, aku bisa pastikan nggak ada orang yang menabrak kamu di mal," ujar Revan dengan nada protektif yang sudah mencapai level maksimal.Vera menghela napas, menoleh ke arah suaminya sambil tersenyum sabar. "Van, aku cuma mau jalan-jalan santai sama Wilona. Kita mau *thrifting* barang lucu, mau pilih baju yang gemas, dan aku butuh waktu bebas walau sebentar.’’‘’Kalau kamu ikut, setiap lima menit kamu pasti tanya aku capek atau nggak, setiap sepuluh menit kamu suruh aku duduk. Aku malah nggak jadi belanja nanti.""Tapi Ver, kandungan kamu sudah tujuh bulan. Mal itu luas, orang-orang di san

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 205

    Hari berganti minggu hingga bulan. Tanpa terasa kini usia kandungan Vera sudah hampir memasuki usia tujuh bulan.Sinar matahari sore menyelinap masuk melalui jendela besar di ruang tamu kediaman mewah Revan dan Vera. Suasana rumah itu kini terasa jauh lebih hidup dibandingkan beberapa bulan lalu yang sempat beku oleh ketegangan. Di atas sofa beludru yang nyaman, Vera duduk bersandar dengan beberapa bantal menyangga punggungnya.Di hadapannya, Bunda Vita dan Wilona sedang asyik menyesap teh melati hangat. Kedatangan dua wanita paling berpengaruh dalam hidup Vera itu selalu berhasil menciptakan tawa dan obrolan yang tak ada habisnya. "Rasanya baru kemarin Bunda dengar kamu hamil, eh sekarang cucu Bunda sudah mau lahir saja," ujar Bunda Vita dengan mata berbinar penuh syukur. Ia mengusap lembut lutut menantunya. "Gimana, Sayang? Ada keluhan kaki bengkak atau susah tidur?"Vera tersenyum manis, wajahnya tampak sangat *glowing* dengan rona bahagia yang alami. "Alhamdulillah, Bun. Seja

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 204

    Wajah Revan yang tadinya pucat karena takut kehilangan, seketika berubah menjadi sumringah luar biasa. Kebahagiaan itu meluap-luap hingga ia tidak sanggup hanya duduk diam. Revan langsung berdiri dari kasur, menarik Vera ke dalam pelukannya dengan sangat erat. Ia membenamkan wajahnya di leher istrinya, menghirup aroma tubuh Vera yang menenangkan."Ya Tuhan, Ver! Ini beneran? Kamu nggak lagi bercanda buat ngetes aku kan?" tanya Revan lagi sembari melepaskan pelukannya sebentar hanya untuk menangkup wajah Vera dengan kedua tangannya.Vera tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca melihat binar bahagia di mata Revan yang begitu murni. "Iya, Van. Aku serius. Sudah enam minggu."Revan kembali memeluk Vera, kali ini lebih lembut, seolah ia baru saja menyadari bahwa ada nyawa rapuh yang sedang bersemayam di perut istrinya. Ia menciumi dahi, pipi, dan tangan Vera berkali-kali tanpa henti. Semua rasa lelah, rasa bersalah, dan ketegangan yang ia rasakan selama bebe

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 203

    Suasana kamar tidur utama sore itu terasa begitu tenang. Sinar matahari yang mulai meredup menyelinap melalui celah gorden, menciptakan bayangan panjang di atas ranjang. Setelah momen makan bersama yang cukup manis dan menghangatkan hati, Revan merasa sedikit lebih tenang. Ia duduk bersandar di kepala ranjang sambil mengecek tabletnya, meninjau perkembangan proyek terbaru yang sempat terbengkalai karena fokusnya terbagi untuk urusan rumah tangga.Tak lama, Vera duduk di sampingnya, namun pikirannya tidak sedang berada di ruangan itu. Ia meremas ujung pakaiannya, mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberanian yang ia miliki. Kata-kata Wilona terus bergema di kepalanya: “Cepat atau lambat dia pasti tahu.”"Revan," panggil Vera dengan suara yang begitu pelan dan penuh keraguan.Revan seketika mengalihkan pandangannya dari layar tablet. Ia melihat gurat kegelisahan di wajah istrinya. Dengan sigap, ia meletakkan tabletnya di atas meja nakas dan memutar posisi tubuhnya menghadap Vera."Iya,

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Seperti selingkuhan

    “Apa Revan di sini?” tanya Evelyn dengan nada ragu, alisnya saling bertaut.Wilona langsung kaku.Jantungnya berdegup kencang sampai rasanya mau meloncat keluar dari dada. Tangannya mengepal tanpa sadar, kuku-kukunya menekan telapak sendiri.“B—bukan siapa-siapa, Kak,” jawab Wilona te

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Yudha sensitif

    Tubuh Wilona yang semula meronta akhirnya melemah. Nafasnya tersengal, jemarinya gemetar hebat, dan beberapa detik kemudian matanya perlahan terpejam. Revan yang sejak tadi berada paling dekat langsung menangkap tubuhnya sebelum jatuh membentur tanah.“Wil… Wilona!” panggilnya panik.

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Ke Bandara

    “Wil, tunggu dulu, ih!” Vera berhasil mengejar Wilona yang sudah melangkah cepat menuju pintu keluar mall. Nafasnya sedikit terengah, tapi ia tetap berusaha mengejar sahabatnya. Wilona menoleh sekilas, mata berbinar kesal.“Kamu ngambek lagi?” tanya Vera setengah geli, setengah khawatir.

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Wilona pingsan

    Wilona buru-buru merogoh tasnya dengan tangan gemetar. Ponselnya hampir terjatuh, tapi ia tangkap lagi dengan panik. Ia langsung menekan nomor ibunya, nomor yang hafal di luar kepala.Nada sambung… lalu mati.Tidak aktif.Wilona menahan napas, lalu mencoba lagi. Nada sambung bahk

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status