Share

Ancaman

Penulis: Mommy_Ar
last update Tanggal publikasi: 2026-02-12 09:33:19

Ola bersedekap tangan di dada. Bahunya tegak, dagunya sedikit terangkat. Tatapannya lurus ke depan, menembus dinding kaca besar yang memperlihatkan gemerlap kota Jakarta.

Gedung-gedung tinggi berdiri angkuh, kendaraan bergerak seperti barisan semut yang tak pernah berhenti. Semua tampak normal. Hanya hati mereka yang porak-poranda.

Wilona berdiri gelisah di belakang Ola. Jarak mereka hanya beberapa langkah, tapi rasanya seperti dibatasi jurang yang dalam.

Jemarinya saling bertaut, menggenggam
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Neneng Gejora
nah kan,,beneran dpt kata² manis bin pedas dari Ibu Ola,, yg bisa mempertahankan Wilo ya hanya Om Yudha,,, jgn sampe deh,,,nanti pas Om Yudha sadar,,jgn sampe Om Yudha malah hilang ingatan
goodnovel comment avatar
henny.orlee
yg kuat y wilo, itu lh resiko yg ga bisa di hindari kalau sesuatu yg dr awal di mulai dengan yg salah, cepat atau lambat ada sakit yg kita terima. kalau yuda sembuh dan kalian jodoh pasti mommy buat kalian jodoh selamanya. minta z sama mommy y
goodnovel comment avatar
kin
plis wilo jgn pergi. pura2 pergi aja sambil pantau. jadi kuat wilo biar ga mudah ditindas
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 167

    Pagi hari kembali berjalan seperti biasa.Cahaya matahari masuk melalui jendela apartemen, menerangi ruang makan yang kini terasa lebih hidup dibanding hari-hari sebelumnya. Aroma makanan sederhana menguar dari dapur Vera berdiri di sana dengan pakaian santainya, rambut diikat asal, sibuk menyiapkan sarapan.Sementara di sisi lain, Revan sudah rapi dengan setelan kerja. Jasnya terpasang sempurna, jam tangan melingkar di pergelangan tangannya siap menghadapi hari yang sibuk.Ia melangkah mendekat ke meja makan, menarik kursi, lalu duduk.“Hari ini mau ke mana?” tanyanya sambil menuangkan air ke dalam gelas.Vera yang baru saja selesai menata piring langsung menghembuskan napas panjang.“Gak tahu…” jawabnya lemas. Ia duduk di kursi, lalu merebahkan kepalanya di atas meja makan. “Aku bosen banget kalau gak kerja begini, sumpah.”Nada suaranya terdengar jujur. Ia terbiasa sibuk. Terbiasa bergerak. Dan sekarang… diam seperti ini justru terasa menyiksa.Revan menatapnya sekilas.“Ke rumah

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 166

    Sore hari menjelang malam, langit mulai berubah warna menjadi jingga keemasan saat mobil Revan melaju memasuki halaman rumah Mama Vita. Udara terasa lebih hangat, berbeda dengan suasana apartemen yang cenderung sunyi. Hari itu, mereka datang memenuhi undangan makan malam atau lebih tepatnya, panggilan yang tidak bisa ditolak. Begitu pintu rumah terbuka, mama Vita langsung menyambut mereka. “Akhirnya kalian datang juga!” suara Mama Vita langsung terdengar penuh semangat. “Ayo, sayang, masuk!” Namun yang membuat Revan terpaku bukan sambutannya… melainkan arah pelukan itu. Mama Vita langsung merangkul Vera dengan penuh sayang, seolah menantu barunya itu adalah pusat dunia. Revan yang berdiri tepat di sebelahnya hanya bisa melongo. “Ma… anak Mama di sini loh,” protesnya, wajahnya benar-benar tak percaya. Mama Vita bahkan tidak melirik. “Kamu sudah besar,” jawabnya enteng, nyaris tanpa jeda.

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 165

    Waktu berjalan begitu cepat. Tiga hari terakhir terasa seperti jeda yang aneh dalam kehidupan mereka bukan liburan, tapi juga bukan rutinitas biasa. Atas permintaan Mama Vita, Vera dan Revan harus tetap menginap di hotel setelah pernikahan mereka. Tidak ada alasan yang bisa mereka gunakan untuk menolak.Jadilah selama tiga hari itu, mereka hanya menghabiskan waktu di dalam kamar yang sama.Bersama.Awalnya canggung. Sangat canggung. Namun perlahan… mereka mulai terbiasa dengan kehadiran satu sama lain. Dengan obrolan-obrolan kecil, makan bersama, bahkan diam bersama tanpa harus selalu mengisi suasana dengan kata-kata.Dan kini akhirnya mereka bebas.Lift apartemen berbunyi pelan saat pintunya terbuka. Revan melangkah keluar lebih dulu, diikuti Vera di belakangnya. Langkah mereka terasa lebih ringan, seolah beban tak kasat mata yang menahan selama tiga hari terakhir akhirnya terlepas.Revan menoleh sedikit ke arah Vera.“Kamu mau tinggal di

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 164

    “Eughhhh…”Wilona menggeliat pelan di atas ranjang, menarik selimut sedikit lebih tinggi sebelum akhirnya membuka mata dengan berat. Cahaya matahari yang menyelinap dari celah tirai langsung menyambutnya, menandakan pagi sudah datang.Ia mengerjap beberapa kali, masih berusaha mengumpulkan kesadaran.Di sisi lain kamar, sosok suaminya sudah tampak rapi dengan kemeja kantor, berdiri di depan cermin sambil merapikan penampilannya.“Mas…” panggil Wilona dengan suara serak, masih setengah sadar.Yudha langsung menoleh. Senyum hangat terukir di wajahnya saat melihat istrinya sudah bangun.“Selamat pagi, sayang,” ucapnya lembut.Ia berjalan mendekat, lalu tanpa ragu mencium kening Wilona singkat.“Cup.”Wilona sedikit mengerucutkan bibirnya, masih bergelung di tempat tidur.“Kok gak bangunin aku?” protesnya pelan.Yudha justru terkekeh kecil, duduk di tepi ranjang.“Kamu semalem begadang sampai jam berapa sama Tika?” tanyanya santai, ta

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 163

    Langkah kaki mereka yang semula riuh tiba-tiba terhenti. Saat Vera berusaha mengejar, kakinya tanpa sengaja tersandung kaki meja di samping ranjang.“Ah—!”Tubuhnya kehilangan keseimbangan.Bruk!Ia jatuh dengan posisi tidak sempurna, tangannya refleks menahan tubuh, namun justru membuat kukunya tertekuk keras.“Huaaaa sakitttt!” jerit Vera, suaranya langsung pecah menahan perih yang menjalar cepat.Revan yang tadi masih tertawa, seketika wajahnya berubah panik.“Ver!” Ia langsung berlari mendekat, napasnya masih ngos-ngosan. “Makanya jangan usil, kamu sih lari-larian!”“Kamu yang rese, Van!” balas Vera sambil meringis, matanya mulai berkaca-kaca.“Iya iya, maaf… aku yang salah,” ucap Revan cepat, nada suaranya langsung melunak.Tanpa banyak bicara, ia membantu Vera bangkit dengan hati-hati, memastikan tidak ada bagian lain yang terluka. Ia menuntunnya duduk di tepi tempat tidur, tangannya tetap siaga menopang pundak Vera.Revan kemudian b

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 162

    Tak lama, keheningan canggung itu pecah oleh suara notifikasi ponsel milik Vera.Ting!Vera refleks menoleh, lalu segera meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Ia berdiri sedikit menjauh dari Revan, seolah mencari ruang aman untuk bernapas.Begitu layar menyala, alisnya langsung mengernyit. Pesan dari Wilona dan ia segera membukanya.“Enjoy your first night. It might hurt a little at first, but it will be worth it.”Dan seketika itu juga, mata Vera berhasil membola dengan sempurna.“Astaga!’’ lirihnya hampir tak terdengar.Belum sempat ia mencerna sepenuhnya isi pesan itu, notifikasi lain kembali masuk Dari Tika. Dengan jari yang sedikit gemetar, Vera membuka pesan berikutnya.“Semoga malam ini ‘gawang’-nya jebol ya, Ver. Aku sama Wilona udah siapin semuanya sebagus mungkin. Semoga keponakan kita cepat launching!”Vera benar-benar membeku di tempat. Wajahnya memerah sampai ke telinga, napasnya tercekat, sementara otaknya seperti berhenti bekerja beberapa detik.Perlahan, ia

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Renata Zevannia

    Di depan ruang perawatan Rena, suasana terasa begitu berat. Lampu lorong rumah sakit menyala terang, tapi tak mampu mengusir dingin yang menjalar di dada masing-masing orang yang berdiri di sana. Melalui kaca transparan, terlihat seorang gadis kecil terbaring lemah di atas ranjang pasien. Wajahnya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Berhasil mengingat

    Ruang keluarga itu berubah menjadi medan perang tanpa suara.Udara terasa berat. Bahkan jam dinding yang biasanya berdetak pelan kini seperti menghitung detik kehancuran hubungan ibu dan anak itu.Dengan suara parau yang tertahan, Yudha akhirnya bicara, “Yudha kecewa sama Mama!”Kalimat itu tidak d

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Sebuah Fakta

    ‘’Mama kamu!’’ ucap Evelyn bergetar.Brakkk!Seketika itu Yudah menggebrak meja di depannya. Dia menatap Evelyn dengan sangat tajam.‘’Jangan membawa nama ibuku dimasalah kita!’’ Yudah seolah tidak terima.‘’Aku—“‘’Sorry Evelyn, sepertinya sekarang aku tahu, kenapa aku bisa b

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Rena bukan Lena

    kata Reno kesal, lalu menatap Rena tajam. “Dan buat kamu, aku gak mau minta maaf. Karena kamu yang salah!”“Renooo!”Dirga langsung memijat pelipisnya yang berdenyut hebat. Dalam hati ia mengeluh panjang.‘Ngurus anak satu tidak semudah mengurus perusahaan… Kalau boleh jujur… lebih ba

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status