Inicio / Romansa / Mendadak Jadi Sugar Baby / Seperti selingkuhan

Compartir

Seperti selingkuhan

Autor: Mommy_Ar
last update Fecha de publicación: 2026-01-31 06:15:12

“Apa Revan di sini?” tanya Evelyn dengan nada ragu, alisnya saling bertaut.

Wilona langsung kaku.

Jantungnya berdegup kencang sampai rasanya mau meloncat keluar dari dada. Tangannya mengepal tanpa sadar, kuku-kukunya menekan telapak sendiri.

“B—bukan siapa-siapa, Kak,” jawab Wilona tergagap. “Kucing kayaknya…”

Evelyn memicingkan mata. “Masa kucing sih, Wil? Atau jangan-jangan maling?”

“Bukan, Kak!” Wilona refleks meninggikan suara, lalu buru-buru menurunkannya lagi. “Bukan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
diah nursanti
kan memang lagi selingkuh yud,, ...
goodnovel comment avatar
Evievoy Rafyno
bukan selingkuhan tapi emang selingkuh
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 224

    "Iya Bunda, harus. Satu mobil khusus untuk Vera dan Wilona supaya kami bisa mengobrol nyaman di dalam. Mobil satu lagi untuk membawa oleh-oleh buat Tika, Wilona beli banyak sekali perlengkapan bayi untuk Tika dan juga untuk tempat para pengawal. Jadi kami benar-benar aman."Bunda Vita akhirnya tersenyum lebar. Ia tahu bahwa keluarga Yudha memang tidak pernah main-main soal keamanan dan kenyamanan. "Syukurlah kalau begitu. Bunda jadi lebih tenang melepas kalian. Pokoknya kalau ada apa-apa, sekecil apa pun itu, segera kabari Bunda atau Revan. Jangan ditunda-tunda.""Siap, Bunda!" jawab Vera dengan semangat, ia memberikan pose hormat yang jenaka.Tak lama kemudian, klakson mobil Yudha terdengar di depan gerbang. Wilona menyembulkan kepalanya dari jendela mobil sambil melambaikan tangan. Vera mencium kening Kenzo untuk terakhir kalinya sebelum berangkat, membisikkan janji bahwa ia akan segera pulang.Begitu Vera masuk ke dalam mobil Alphard hitam yang nyaman, i

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 223

    Pagi itu, langit Jakarta nampak sedikit mendung, seolah mencerminkan kegelisahan yang menyelimuti hati Wilona. Setelah memastikan Rena masuk ke dalam gerbang sekolah dengan tas stroberinya yang mencolok, Wilona tidak langsung menuju kantor. Ia memutar kemudi mobilnya ke arah pemukiman padat tempat Tika tinggal sebelum menikah.Firasatnya sejak acara tasyakuran kemarin tidak bisa tenang. Keheningan Tika terasa terlalu janggal untuk seorang sahabat yang biasanya paling berisik di grup percakapan.Setibanya di depan rumah lama Tika, Wilona hanya mendapati gerbang besi yang terkunci rapat dengan tumpukan brosur iklan yang terselip di celah pagar, tanda bahwa rumah itu sudah tidak berpenghuni selama beberapa waktu. Tak menyerah, Wilona memacu mobilnya menuju unit usaha rental PS yang selama ini menjadi kebanggaan Tika. "Tika?" panggil Wilona saat ia melongok ke dalam.Bukan Tika yang muncul, melainkan Tyas, adik perempuan Tika, yang sedang sibuk membe

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 222

    Suasana di kediaman mewah keluarga Putra hari ini tampak begitu berbeda. Halaman rumah yang biasanya hanya diisi deru mesin mobil, kini disulap menjadi area syukuran yang kental dengan nuansa religius namun tetap elegan. Karangan bunga ucapan selamat berjejer rapi di sepanjang pagar, menyambut tamu-tamu yang hadir untuk mendoakan putra pertama Revan dan Vera, Kenzo Arkananta.Di dalam ruang tengah yang luas, aroma harum kayu cendana dan makanan khas tasyakuran menyerbak. Revan, yang hari ini mengenakan baju koko putih bersih dengan bordir sederhana, tampak sangat berwibawa namun wajahnya memancarkan kelembutan seorang ayah yang baru saja mendapatkan mukjizat. Vera duduk di sofa utama, tampak cantik dengan gamis senada, mendekap Kenzo yang sedang tertidur lelap dalam balutan kain sutra lembut.Hampir semua sahabat dan kerabat dekat hadir, menciptakan keramaian yang hangat. Namun, di antara suara doa dan obrolan orang dewasa, ada satu suara cempreng yang sejak tadi mendominasi suas

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 221

    Langkah kaki kecil Rena menghentak lantai marmer rumah dengan penuh emosi. Wajahnya yang biasanya cerah kini ditekuk sedalam mungkin, memberikan kesan mendung yang nyata bagi siapa pun yang melihatnya. Yudha menyusul di belakang, berjalan dengan langkah gontai dan bahu yang sedikit merosot, membawa tas sekolah mungil bermotif karakter kartun milik putrinya.Wilona yang sedang menyesap teh hangat di ruang tengah langsung bangkit saat mendengar suara pintu terbuka. Ia sudah menunggu kabar sejak Yudha menelepon bahwa ada "insiden" di sekolah."Kenapa hem? Kok mukanya sampai ditekuk begitu?" tanya Wilona lembut saat Rena melintas di depannya dengan napas yang masih memburu."Gapapa! Sebel sama Reno nakal! Pokoknya Rena nggak mau main sama Reno lagi!" jawab Rena tanpa menoleh sedikit pun. Ia terus berjalan cepat menuju kamarnya di lantai dua, lalu terdengar suara pintu yang ditutup dengan cukup keras meski tidak sampai membanting.Wilona beralih menata

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 220

    Reno menghentakkan kakinya ke tanah, menunjukkan rasa tidak sukanya yang mendalam. Rena tertegun sejenak. Kata "hamil" yang baru saja diucapkan Reno terdengar seperti petir di siang bolong bagi telinganya. "Mama kamu... hamil?" pekik Rena dengan suara yang cukup nyaring. Reno mengangguk dengan lesu. "Iya. Kata Mama di perutnya ada adik bayi. Nanti katanya aku harus sayang sama adik bayi! Aku gak mau!’’ Mendengar konfirmasi itu, ekspresi wajah Rena berubah drastis. Alih-alih merasa senang untuk temannya, Rena justru merasa dunianya runtuh. Wajahnya semakin cemberut, matanya mulai memerah karena rasa iri yang membakar hati kecilnya. "Kenapa nggak adil sih! Kenapa bukan Bunda saja yang hamil, kenapa malah Mama kamu!" teriak Rena frustrasi. Reno yang kaget dibentak seperti itu langsung membalas, "Ya mana aku tahu! Bukan aku yang bikin perut Mama jadi hamil!’’ "Ahh sebelll! Rena sebel sama Reno!

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 219

    Sinar matahari pagi yang cerah menembus celah gorden kamar, menciptakan garis-garis emas di atas sprei sutra yang tampak berantakan. Wilona menggeliat pelan, merasakan tubuhnya sedikit pegal namun ada sensasi hangat yang menjalar di dadanya. Tangan kokoh Yudha masih melingkar protektif di pinggangnya, seolah tidak membiarkan satu inci pun jarak tercipta di antara mereka. Memori tentang gairah semalam, tentang janji-janji yang dibisikkan di tengah desahan, kembali terlintas dengan jelas. Pipinya seketika merona merah, ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Yudha yang masih terlelap.Namun, ketenangan itu hancur dalam hitungan detik.BRAK! BRAK! BRAK!Suara gedoran pintu yang brutal dan tidak sabaran itu membuat keduanya tersentak. Yudha langsung terduduk tegak, matanya mengerjap berusaha mengumpulkan kesadaran yang masih tercecer."Bunda! Ayah! Buka pintunya!" suara cempreng Rena terdengar menggelegar dari balik pintu.‘’Astaga Mas, anak kam

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Double date

    Wilona dan Revan berjalan mendekati pintu tempat Evelyn dan Yudha berdiri. Langkah Wilona terasa berat, seolah lututnya berubah jadi kapas.Bukan karena Revan, tapi karena tatapan Yudha yang sejak tadi menancap padanya.“K–kalian sejak kapan nguping?” suara Wilona terdengar gugup, hampir

    last updateÚltima actualización : 2026-03-20
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Main api di toilet

    Cklek!Suara pintu toilet terbuka membuat Wilona tersentak seperti disambar petir.Ia memutar tubuhnya cepat dan hampir menjatuhkan napasnya sendiri ketika melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.Yudha.Tubuh tinggi tegap itu bersandar di pintu, wajahnya separuh tertutup bayangan lorong, namun

    last updateÚltima actualización : 2026-03-20
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Diambang dilema

    Revan dan Wilona duduk di ayunan dekat kolam renang, tempat yang penuh kenangan. Tempat mereka dulu tertawa, berlarian, saling dorong sampai jatuh ke kolam ketika masih kecil.Dan kini mereka duduk diam, ayunan itu bergerak perlahan tertiup angin sore, tapi hati Wilona justru terasa semakin berat.

    last updateÚltima actualización : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Aroma cowok

    Yudha baru saja menghentikan mobilnya di depan gerbang kompleks perumahan. Suasana siang itu terik, matahari seakan menusuk kulit. AC mobil yang masih menyala membuat kontras rasa dingin–panas semakin jelas ketika Wilona buru-buru melepas seatbeltnya.“Stop Om, berhenti di sini aja!” seru Wilona

    last updateÚltima actualización : 2026-03-19
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status