Share

Topeng yang Terbuka

Penulis: Nona Lee
last update Tanggal publikasi: 2026-10-18 16:20:56

"Lepaskan tangan kotormu dariku, pengkhianat!" jerit Permaisuri Zi Han, langsung menepis kasar tangan Jenderal Han dari pipinya.

Zi Han melangkah mundur beberapa tapak, matanya yang membelalak lebar memancarkan kilat kebencian dan keharuan yang membara. Suaranya bergetar hebat, namun wibawa seorang Permaisuri Agung sama sekali tidak pudar dari paras cantiknya yang pucat.

"Laporan palsu apa yang sedang kau mainkan, Han?!" desis Zi Han dengan napas memburu, meremas kain jubah birunya. "Zhao Jun
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Netty Tya
Kami harus tetap Hidup Kaisar Jun
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Keputusan Sang Naga

    "Banting pedangmu dan berlututlah di hadapanku, Kaisar... atau aku akan memotong leher Permaisurimu sekarang juga!" raung Jenderal Han dengan suara menggelegar, sementara ujung mata pedangnya menekan makin dalam hingga setitik darah segar mengalir di leher mulus Zi Han. Suasana di dalam Aula Agung mendadak membeku. Ratusan menteri menahan napas, tidak ada yang berani bergerak barang sedikit pun. Zi Han meringis pelan akibat rasa perih di lehernya. Meski rasa takut sempat mencengkeram dadanya, wanita itu menolak untuk menunjukkan kelemahan di hadapan pengkhianat tersebut. Ia melirik tajam ke arah Zhao Jun, menggelengkan kepalanya pelan untuk memberi isyarat agar kaisar itu tidak menuruti perintah Jenderal Han. "Jangan lakukan itu, Zhao Jun..." bisik Zi Han tertahan. "Biarkan aku... akh!" "Diam, Permaisuri!" bentak Jenderal Han, makin memperketat cengkeramannya di bahu Zi Han. Ia menatap Zhao Jun dengan senyuman kemenangan yang angkuh. "Bagaimana, Yang Mulia Kaisar? Waktumu tidak ba

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Amukan Sang Naga

    "Kau... kau sungguh memilih mati bersama kaisar gila ini?!" raung Jenderal Han dengan napas memburu, matanya memerah penuh rasa cemburu dan kekecewaan yang membakar. "Aku memilih pria yang memiliki kehormatan, Han!" pangkas Permaisuri Zi Han tanpa ragu sedikit pun, berdiri makin tegap di depan Zhao Jun. Zhao Jun menatap punggung ramping istrinya dengan binar mata yang teramat hangat, lalu dengan lembut menarik Zi Han ke belakang tubuhnya. Kaisar muda itu menegakkan dadanya yang memar, menyapu darah kehitaman dari sudut bibirnya. "Mundurlah di belakang pilar utama, Zi Han," bisik Zhao Jun dengan suara rendah yang amat dalam dan tenang. "Biarkan suamimu ini membereskan anjing pengkhianat ini." "Tapi Zhao Jun, tubuhmu..." "Aku adalah Panglima Tertinggi Kekaisaran Da Sheng," potong Zhao Jun dengan picingan mata yang amat tajam. "Luka dan racun ini tidak akan sanggup menjatuhkanku sebelum aku menebas kepala pengkhianat ini!" Jenderal Han meludah ke lantai, mengayunkan pedangnya ke ud

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Diantara Dua Pilihan

    "Kaisar Agung Zhao Jun... sudah mati di Perbatasan Selatan! Mulai hari ini, takhta Da Sheng berada di tangan—" "Siapa yang mengatakan aku sudah mati, Jenderal Han?!" BANG! Pintu gerbang kayu jati setinggi lima meter di Aula Agung mendadak hancur berkeping-keping! Serpihan kayu dan debu membumbung tinggi di udara, mengejutkan ratusan menteri dan prajurit pemberontak yang sedang berdiri berbaris menyaksikan upacara penobatan. Di tengah kepulan debu, sebuah sosok pria berdiri tegap memegang pedang emas yang meneteskan darah segar. Jubah perangnya compang-camping, wajahnya pucat pasi bercak darah kehitaman, namun aura membunuh dari matanya sanggup membekukan seluruh ruangan. Zhao Jun melangkah masuk dengan napas memburu. Setiap pijakan kakinya meninggalkan jejak darah di atas karpet merah Aula Agung. Kaisar muda itu menyapu pandangannya yang dingin ke sekeliling ruangan. Melihat wajah-wajah menteri, menteri keuangan, hingga pejabat istana yang selama ini dipenuhinya dengan kemewahan,

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Topeng yang Terbuka

    "Lepaskan tangan kotormu dariku, pengkhianat!" jerit Permaisuri Zi Han, langsung menepis kasar tangan Jenderal Han dari pipinya. Zi Han melangkah mundur beberapa tapak, matanya yang membelalak lebar memancarkan kilat kebencian dan keharuan yang membara. Suaranya bergetar hebat, namun wibawa seorang Permaisuri Agung sama sekali tidak pudar dari paras cantiknya yang pucat. "Laporan palsu apa yang sedang kau mainkan, Han?!" desis Zi Han dengan napas memburu, meremas kain jubah birunya. "Zhao Jun adalah seorang kaisar dan panglima perang yang tak terkalahkan! Dia tidak mungkin tewas semudah itu di tangan pemberontak... kecuali jika ada iblis yang merancangnya dari dalam!" Jenderal Han tidak marah atas penolakan itu. Ia justru memiringkan kepalanya sedikit, menyunggingkan senyum miring yang teramat dingin dan licik. Panglima yang selama ini tampak begitu setia dan rendah hati itu kini sepenuhnya melepaskan topeng kepalsuannya. "Kau selalu menjadi wanita yang sangat cerdas, Zi Han," cib

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Perjuangan Sang Kaisar

    "Mati kau, pengkhianat!" teriak Zhao Jun dengan suara parau menggelegar. SREET! Pedang emas di tangan sang kaisar menebas leher dua prajurit bertopeng sekaligus dalam satu ayunan melingkar yang bertenaga. Darah segar memuncrat membasahi tanah pasir dan jubah kebesarannya yang kini compang-camping. Napas Zhao Jun memburu hebat, dadanya naik turun dengan tidak teratur. Racun Pencabut Nyawa yang disusupkan Jenderal Han ke dalam ransum minumannya kian merayap cepat, membakar tenggorokan dan membekukan persendiannya. Luka panah lama di bahunya kembali terbuka, mengalirkan darah yang tak kunjung berhenti. Di sekelilingnya, lima belas pengawal bayangan terbaiknya telah gugur satu per satu, tewas mengenaskan demi melindungi sang penguasa. Zhao Jun kini berdiri sendirian di tengah amukan ratusan prajurit pemberontak. "Kaisar Zhao sudah di ambang kematiannya! Tebas kepalanya sekarang!" jerit sang pemimpin pemberontak bertopeng besi seraya menerjang dengan pedang terangkat tinggi. Zhao Jun

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Serangan di Perbatasan

    "Ada yang tidak beres dengan suasana bukit ini, Yang Mulia," bisik seorang perwira pengawal bayangan seraya menarik kekang kudanya, menatap selasar lembah yang dikelilingi tebing-tebing curam Perbatasan Selatan. Angin lembah bertiup kencang, membawa aroma tanah basah bercampur bau belerang yang samar. Hari sudah menjelang sore, dan kabut tebal berwarna keabu-abuan mulai merayap turun dari puncak bukit, memotong jarak pandang rombongan kekaisaran yang hanya terdiri dari lima puluh prajurit pilihan. Zhao Jun menghentikan kuda hitamnya di barisan paling depan. Kaisar muda itu memegang dada kirinya yang sedikit berdenyut. Sejak menempuh perjalanan jauh pagi tadi, lukanya memang terasa nyeri, namun kini sensasi aneh, sebuah rasa mual dan dingin yang menusuk hingga ke tulang, mulai merayap di aliran darahnya. "Sesuai jadwal yang disusun Jenderal Han, para utusan petinggi perbatasan seharusnya sudah menyambut kita di pintu gerbang benteng lama ini," ujar perwira itu lagi, menunjuk ke arah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status