Share

Amarah Raja

Author: nababy
last update publish date: 2026-03-10 22:57:19

Aldric menelan ludahnya sendiri sebelum memulai.

“Saya kurang tau pasti Yang Mulia, tapi saat saya datang Lady Marielle sudah tidak ada, dia sudah dibawa oleh para penjahat itu. Tapi untung para bawahan saya bergerak cepat,” jelas Aldric.

Tangan Cassian mengepal, matanya langsung beralih pada Diana yang sejak tadi sudah gemetar.

“Kau. Dasar manusia tidak becus!” bentak Cassian. Urat-urat di wajahnya terlihat cukup jelas.

Diana langsung bersujud di hadapan Cassian, “Mohon ampuni saya Yang Mulia,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
expecto patronium
ceritanya menarik. aku sangat penasaran dengan enzo
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Antara Manusia-manusia Tersakiti

    “Kenapa kau tidak langsung membunuhku saja?” tanya Cesare di sela-sela mereka tengah diam tanpa suara.Marielle tak langsung menjawab, ia hanya meletakkan pedang Cesare di lantai lalu berjalan duduk di kursi dan mengambil segelas air lalu meminumnya.Cesare masih memperhatikan gerak-gerik Marielle dalam diam. Tatapannya tetap waspada dan berusaha mencari cara untuk kabur dengan memanfaatkan kondisi psikis wanita yang ada di depannya.“Aku tidak ingin menjadi seperti tuanmu,” ujarnya pelan.“Gara-gara dia aku kehilangan orang yang paling aku sayangi didunia ini. Seseorang yang rela melindungiku dengan nyawanya meski aku tak menginginkannya.”Marielle duduk meringkuk di hadapannya. Dan itu membuat Cesare makin tak mengerti dengan jalan pikiran Marielle.“Bukankah membunuh pihak lawan yang telah membunuh orang terkasihmu adalah suatu kebenaran?” Cesare masih mencoba memancing emosi milik Marielle.Marielle kembali menatap Cesare yang terikat kencang di salah satu tiang rumahnya. Perlahan

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ksatria vs Pembunuh Bayaran

    “Claude!” Marielle membuka mata.Ia melihat sosok Claude berdiri tak jauh dari mereka dengan pedang sudah dihunuskan ke depan.Cesare mendecakkan lidah pelan. Ia tidak bisa menghujamkan belati itu sekarang jika tak ingin pedang ksatria itu menembus dari punggungnya menuju dadanya.Perlahan Cesare melepaskan Marielle lalu menarik pedang dari sarungnya. Cesare terlihat lebih waspada. Antara keduanya, gerakan mereka penuh perhitungan.Dengan gerakan cepat, Cesare maju lebih dulu berlari ke arah Claude.“Claude, awas!” Teriakan Marielle menggema keras.Mata Claude langsung membesar.Klang!Suara benturan logam memekakkan telinga.Tubuh Claude terdorong beberapa langkah ke belakang akibat tekanan kuat serangan itu.“Gerakannya sangat cepat. Untung Lady bisa bertahan sampai aku datang,” batin Claude kaget.Di hadapannya, Cesare langsung mundur untuk menjaga jarak. Tatapannya dingin, seolah sedang menganalisa kekuatan lawan.Sedangkan di sisi lawan, Claude masih bersiaga. Ia sudah siap menye

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Bertahan Hidup

    “Kau…”Marielle mundur setengah langkah pelan. Dia tahu siapa sosok yang berdiri di depannya sekarang. Dengan satu bekas luka di wajah pria itu, Marielle tidak salah menduga jika orang yang menyerangnya saat di istana dulu tengah berada di hadapannya sekarang.Cesare tersenyum tipis. Tatapannya justru bergerak menyapu isi rumah, seolah mencari sesuatu. Marielle sadar pria itu sedang memastikan apakah ada orang lain di sana.Ia langsung bicara cepat.“Kalau kau mau mencuri, aku tidak punya apa-apa.” Marielle masih terlihat siaga.Cesare kembali menatapnya. Marielle menegang. Ia menghunuskan belati itu ke depan berusaha menjadi tameng dirinya selama Claude belum datang.“Wanita seperti Anda…” Cesare melangkah satu langkah mendekat.“Terlihat sangat rapuh untuk membawa senjata seperti itu.”Marielle perlahan menggenggam belati lebih erat. Meski tangannya sedikit gemetar.“Apa Grand Duke mengirimmu?” tanyanya pe

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Antara Kelinci dan Serigala

    “Mari kita mulai malam ini.” Suara Marielle terdengar pelan, namun cukup tegas untuk membuat suasana rumah kecil itu menjadi hening. Claude masih menatapnya tak percaya. “Lady, ini terlalu berbahaya.” Claude kembali mencoba membujuk. “Bukankah sudah aku bilang, jika orang itu benar pembunuh bayaran yang dikirim Grand Duke untuk membunuhku, aku harus siap menghadapinya. Karena jika aku terus berlari dan menghindar, aku pasti akan terus dikejar.” Marielle menggenggam kedua tangannya di atas meja. “Saya tahu. Tapi bisakah saya tahu alasan Grand Duke ingin membunuh Anda?” Claude melihat Marielle dalam. Marielle menunduk. Dirinya masih tidak yakin untuk membocorkan semua rahasia yang ia punya pada Claude maupun Diana. Sesaat kemudian Marielle menjawab lirih. “Aku tidak bisa mengatakannya. Ini terlalu bahaya. Jika kalian tahu, aku takut nasib kalian akan seperti Enzo.” Ruangan kembali

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Berbahaya

    “Claude!” Suara Marielle terdengar cukup keras dari arah rumah kecil itu.Claude yang sedang berdiri di dekat pepohonan langsung menoleh refleks. Dan di saat itulah bayangan hitam di balik semak bergerak cepat berusaha menghindari Claude untuk menghindari konfrontasi yang tidak perlu.Mata Claude langsung menyipit tajam ketika mendengar gemersik diantara dedaunan.“Siapa di sana?!” bentaknya spontan sambil meraih gagang pedang.Namun sosok itu sudah menghilang lebih dalam ke tengah hutan. Hanya suara dedaunan bergesekan yang tersisa.Claude langsung maju beberapa langkah hendak mengejar, namun suara langkah cepat dari belakang menghentikannya.“Claude, jangan!” Marielle berlari dari teras rumah dengan wajah pucat.Gaunnya sedikit terangkat karena langkah tergesa. Claude langsung menoleh.“Lady, ada seseorang di sana.”Marielle menghentikan langkahnya. Ia melihat sesaat ke dalam hutan lalu beralih pada Claude.“Aku tahu.” Napas Marielle terdengar tidak stabil.Ia langsung memegang leng

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Hampir Ketahuan

    “Jika ksatria itu tidak ada di sana… aku sudah menebas leher wanita itu sejak tadi.” Suara Cesare terdengar pelan di balik bayangan pepohonan.Hari ini dia sudah berada di tempat biasanya. Berdiri dalam bayang-bayang tanpa menunjukan kecurigaan. Matanya yang tajam terus mengawasi rumah kecil di ujung desa itu tanpa berkedip sedikitpun.Di halaman rumah, Marielle sedang menyiram bunga dengan wajah tenang. Sama sekali tidak menyadari bahwa seseorang sedang menghitung jarak untuk membunuhnya.Angin pagi berhembus pelan. Jari Cesare perlahan menyentuh gagang pedang di pinggangnya.“Sayang sekali…” gumamnya lirih.“Kali ini aku harus lebih berhati-hati dalam menjalankan misi ini. Aku tidak ingin gagal untuk kedua kalinya.”Pagi di Valerante terasa tenang. Cahaya matahari masuk melalui jendela kecil rumah sederhana itu, menerangi lantai kayu yang masih sedikit basah setelah dibersihkan semalam.Marielle berdiri di halaman depan sambil membawa ember kecil berisi air. Rambut peraknya diikat s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status