Share

Amarah Raja

Author: nababy
last update publish date: 2026-03-10 22:57:19

Aldric menelan ludahnya sendiri sebelum memulai.

“Saya kurang tau pasti Yang Mulia, tapi saat saya datang Lady Marielle sudah tidak ada, dia sudah dibawa oleh para penjahat itu. Tapi untung para bawahan saya bergerak cepat,” jelas Aldric.

Tangan Cassian mengepal, matanya langsung beralih pada Diana yang sejak tadi sudah gemetar.

“Kau. Dasar manusia tidak becus!” bentak Cassian. Urat-urat di wajahnya terlihat cukup jelas.

Diana langsung bersujud di hadapan Cassian, “Mohon ampuni saya Yang Mulia,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Sebuah Rencana Nirempati

    “Lady Marielle?” Suara Enzo membuyarkan lamunannya. Cepat-cepat Marielle langsung membenarkan posisi duduknya kembali. Ia menjadi salah tingkah. Wajahnya terasa panas hingga membuat pipinya merah merona.“Kenapa jantungku masih berdebar sangat kencang?” rutuknya dalam hati.“Lady Marielle, Anda tidak apa-apa? Wajah Anda terlihat sangat merah.” Enzo mendekat, mencoba memastikan jika Marielle baik-baik saja.Satu tangannya terangkat menyentuh dahi Marielle pelan. Membuat pemiliknya kalang kabut.Wanita itu langsung berdiri, dan menjauh. Sedangkan Enzo hanya melihatnya bingung.“Aku tidak apa-apa,” jawabnya cepat. “Aku rasa aku harus kembali ke kamar. Jadi, sampai jumpa nanti.” Marielle berlari kencang keluar dari perpustakaan. Meninggalkan Enzo sendirian.Enzo melangkah maju, hendak mengejar, namun langkahnya terhenti.“Lady…?” gumamnya pelan.Marielle menutup pintu perpustakaan, wajahnya masih merah seperti kepiting rebus. Ia terus memegangi pipinya, bersandar di tembok untuk mengatur

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Jatuh Cinta Padanya

    Marielle mundur beberapa langkah melihat wajah Cassian yang menunjukkan raut menyeramkan.“Maaf Yang Mulia… perut saya merasa sakit, jadi saya meminta Enzo mengantar saya ke kamar untuk istirahat.” Suaranya lirih, wajahnya penuh pinta belas kasih.Cassian terdiam.Sorot matanya yang semula tajam perlahan melunak saat menatap wanita di hadapannya. Ada kekhawatiran yang tak sempat ia sembunyikan.“Kenapa tidak bilang padaku? Aku sangat cemas mencarimu di aula pesta.” Suaranya merendah. Satu tangannya terangkat, menyibak helaian rambut Marielle dengan gerakan pelan, bertolak belakang dengan aura dingin yang biasa ia tunjukkan.Marielle tak menjawab. Ia menunduk, untuk menghindari tatapan itu.“Kelinci kecil?” Suara Cassian kembali terdengar.Ia mengangkat wajahnya perlahan. “Maaf… saya melihat anda sedang berdansa, jadi tidak mungkin kalau saya mengatakan saat itu juga.”Cassian menghembuskan nafas kasar, tangannya mengusap wajahnya sendiri dengan frustasi yang tertahan. Rahangnya meng

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kamu Pergi Kemana?

    Musik mulai mengalun, lembut dan teratur.Satu per satu pasangan melangkah ke lantai dansa, mengikuti irama yang mengisi seluruh aula.Orang-orang sibuk memandangi para pasangan yang tengah menari di lantai dansa, tak terkecuali Marielle.Ia tersenyum senang melihat Raja dan Ratu begitu serasi dalam irama musik yang mempesona. Untuk pertama kali ia melihat Ratu Elira tersenyum indah, begitu dengan Cassian yang tengah mengeratkan satu tangan di pinggang Ratu.“Mereka sangat serasi ya,” ucap Marielle pelan.“Benar. Mereka adalah pasangan yang paling bersinar di malam hari ini.” Enzo menyahuti.“Kau benar.”Di mata Marielle, Elira dan Cassian adalah pasangan yang sempurna, tapi harus berakhir tragis oleh kesalahannya.“Aku tidak akan membiarkan kalian bercerai hanya karena wanita seperti ini. Aku akan berusaha keras untuk mempertahankan pernikahan kalian,” batin Marielle.Wanita itu menghirup nafas dalam kemudian mengeluarkannya kembali. Ia menegakkan bahu, melihat ke arah Enzo.“Enzo, a

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Maukah Kau Berdansa Denganku?

    Jari Marielle mengepal pelan di sisi gaunnya. Namun wajahnya tetap tenang, seolah tak ada apa pun yang sanggup mengguncang hatinya sekarang. “Apa Anda pikir ancaman seperti itu masih bisa membuat saya takut?” ucapnya pelan, suaranya nyaris datar. Aldric tersenyum tipis, matanya menyipit penuh minat. “Bukan ancaman, Lady Marielle,” bisiknya lembut, “aku hanya mengingatkan dimana posisi Anda.” Marielle menahan napas sejenak, lalu mengalihkan pandangannya. “Kalau hanya itu yang ingin Anda sampaikan, saya rasa percakapan ini sudah selesai.” Ia hendak melangkah pergi. Baru selangkah kakinya berjalan, ia mendengar Hugo bicara. “Kau hanya seorang budak. Jangan terlalu memaksakan diri.” Suara berat Hugo terdengar dari samping. Langkah Marielle terhenti. Dan Hugo Krane menatapnya dari jarak dekat, senyum tipis terukir di wajahnya. “Berusaha terlihat kuat, padahal ketakutan di dalam.” Marielle perlahan menoleh. Tatapannya kini jauh lebih dingin. “Aku sudah bukan milikmu lagi,” jawa

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pesta Malam Tahun Baru

    Denting gelas kristal saling bersahutan, bercampur tawa para bangsawan yang memenuhi aula istana. Cahaya lilin memantul di dinding marmer, menciptakan kilau hangat di tengah malam akhir tahun.Malam pembukaan pesta tahun baru akhirnya dimulai.Pesta tahun baru biasanya berlangsung selama tiga hari tiga malam, dengan berbagai acara yang telah dijadwalkan setiap harinya.Para tamu kehormatan dari luar negeri dan para bangsawan mulai memenuhi aula pesta.“Lady Marielle, semuanya sudah siap.” Diana mundur beberapa langkah seusai mendandani Marielle dengan gaun biru pilihannya sendiri.Wajahnya sangat memukau. Tubuh rampingnya juga terlihat indah dengan gaun biru yang memeluk setiap lekuk tubuh.Marielle berputar, melihat bayangannya di cermin.“Ternyata wajahku sangat cantik ya,” batinnya.“Lady… saya akan mengantarkan Lady menuju tempat pesta.” Enzo yang sudah menunggu dari tadi membungkuk, menawarkan diri.Marielle mengangguk. Dia berjalan menuju pintu. Diikuti Enzo setelahnya.“Malam i

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Heinry, Pangeran Eldora

    Lorong istana tampak jauh lebih ramai dari biasanya. Para pelayan berlalu-lalang membawa kain, bunga, dan lilin-lilin besar.“Enzo, kenapa istana jadi seramai ini?” tanya Marielle, alisnya sedikit berkerut.“Karena pesta tahun baru akan segera dilaksanakan Lady. Jadi orang-orang ini sedang mempersiapkan dekorasi untuk malam pesta dansa nanti.”Mendengar kata pesta dansa, tubuh Marielle langsung menegang.Pesta Dansa.Ia teringat dalam pesta dansa itu Marielle yang sudah meniru gaun Ratu, dia juga memaksa dirinya untuk berdansa dengan Raja. Hingga terjadi insiden dimana dia terjatuh yang membuat gaunnya robek cukup lebar. Membuatnya menjadi bahan canda dan tawa oleh para bangsawan dan tamu negara.Gadis itu menggeleng keras. Dia tidak ingin berakhir memalukan seperti di cerita asli. Ia terdiam sejenak, menampar kecil pipinya berkali-kali.“Tidak, aku tidak mau hal itu terjadi,” bisiknya pelan.“Lady, anda baik-baik saja?” Enzo khawatir melihat perubahan sikap dari Marielle.Marielle me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status