Share

Enzo Dan Valerante

Author: nababy
last update publish date: 2026-05-02 20:53:38

“Jangan berhenti.” Suara Marielle terdengar pelan, namun tegas dari dalam kereta.

Kusir di depan langsung mengangguk dan menarik kendali kuda lebih kuat. Di samping kereta, Claude melirik sekilas ke arah jendela yang sedikit terbuka.

“Lady… kita masih bisa beristirahat sebentar di perbatasan, saya akan mencarikan penginapan untuk Anda ” ujarnya hati-hati.

“Tidak perlu,” jawab Marielle tanpa ragu.

Claude tidak berani membantah lagi. Meski hari sudah gelap, kereta terus melaju meninggalkan desa-d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Selamat Datang Kembali

    “Tanpa kau suruh, aku juga akan memakannya,” balas Marielle dingin.Aldric hanya bisa terdiam. Dirinya sebenarnya kesal, namun untuk menjaga suasana tetap terjaga, untuk sekarang dia lebih memilih untuk mengalah.“Grand Duke, terima kasih atas bantuanmu. Karenamu, aku bisa keluar dari istana.” Suara lirih Marielle menghentikan tangan Aldric yang terus mengaduk sup di mangkuk miliknya.“Kau tidak perlu berterima kasih. Anggap saja itu balas budiku karena kau sudah membantuku melawan Heinry.”Suasana kembali hening. Perlahan Aldric mengangkat kepalanya dan melihat wanita yang duduk di seberang. Ia melihat Marielle mengangguk dengan tatapan kosong. Meski begitu, di mata Aldric Marielle terlihat sangat cantik.Namun, ia segera menepis semua itu. Ia langsung menggelengkan kepala pelan dan kembali fokus pada makanannya.“Habiskan makananmu. Dan cepat tidur, karena besok pagi kita harus melanjutkan perjalanan.”“Iya…”​Sup daging di mangkuk mereka akhirnya habis. Keheningan yang menyelimuti

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Desa Persinggahan.

    “Lady, Anda tadi sangat berani bicara tegas depan Raja. Anda tidak takut jika Yang Mulia Marah?” Diana mendekat pada Marielle saat dalam kereta kuda.“Justru itu. Aku harus membuatnya membenciku agar rumah tangga Raja dan Ratu bertahan lebih lama. Aku tidak ingin merusak rumah tangga orang,” balas Marielle enteng dengan pandangan yang terus melihat keluar jendela.“Begitu… bagi saya, Lady tadi sangat keren.” Diana menyunggingkan senyum sumringah.Marielle membalas senyum itu sebentar, lalu kembali menatap jalanan yang mereka lalui.Di dalam kereta, Marielle bersandar pada bantalan beludru, menatap pepohonan pinus tinggi yang mulai menggantikan deretan bangunan megah ibukota. Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, dadanya tak lagi terasa sesak.Sesekali, pandangan Marielle bertemu dengan Aldric yang menunggang kuda. Namun setiap mata mereka bertemu, keduanya langsung memalingkan muka. Seolah menghindari satu sama lain.​Memasuki senja, kabut tebal khas daerah pegunungan mulai turu

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kepulangan Menuju Valerante

    ​"Kau tidak boleh pergi!" ​Suara Cassian yang bernada menahan kemarahan memecah keheningan pelataran utama. Beberapa pengawal istana di ambang gerbang refleks menegakkan tubuh, merasakan atmosfer di antara para bangsawan tinggi itu mendadak menegang.​Marielle menghentikan langkahnya tepat di depan anak tangga. Ia berbalik perlahan, mempertahankan gestur tubuhnya yang tenang dan anggun. Sorot mata peraknya menatap Cassian lurus-lurus tanpa menyisipkan sedikitpun rasa takut.​"Apa yang membuat Yang Mulia menahan saya?" tanya Marielle, suaranya terdengar lembut namun tegas. "Kondisi tubuh saya sudah sangat stabil, dan batas waktu dua hari yang Yang Mulia berikan telah genap saat matahari terbit pagi ini."​Cassian melangkah maju satu langkah, mencoba menguasai situasi yang membuatnya pelik. "Marielle, keputusanmu terlalu terburu-buru. Kau baru saja membaik dari luka yang serius. Sebagai pelindung wilayah Minerva, aku tidak bisa membiarkan pahlawan yang telah menumpahkan darahnya untu

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kegagalan Sang Raja

    ​”Dasar! Merepotkanku saja!” Aldric berdecih pelan, namun terdengar jelas oleh Marielle.Punggung tegap Aldric perlahan menjauh dan menghilang di belokan lorong. Marielle berdiri di ambang pintu untuk waktu yang cukup lama, menatap ruang kosong yang ditinggalkan Grand Duke itu sebelum akhirnya melangkah mundur dan menutup pintu rapat-rapat.​"Lady..." Diana mendekat dengan wajah cemas luar biasa. Tangannya gemetar pelan saat memegang lengan gaun Marielle. "Apakah ucapan Grand Duke tadi benar? Raja... benar-benar bermaksud ingin meracuni Anda?"​Marielle memejamkan mata sejenak, menghembuskan nafas panjang. Ketika ia membuka matanya kembali, sorot perak itu memancarkan tekad yang tak tergoyahkan.​"Aku tidak tahu. Tapi untuk sekarang kita harus lebih berhati-hati," sahut Marielle dingin. "Yang Mulia Raja memang tidak pernah berubah. Tapi aku tidak menyangka jika dia akan berbuat sejauh ini untuk menahanku."Marielle berdiri mematung sejenak. Pikirannya terus menuju sang Raja dimana a

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pengakuan Grand Duke

    ​"Pergi dari hadapanku sebelum aku benar-benar memindahkannmu ke kandang kuda, Tristan!" usir Aldric dengan nada menahan geram.​Tristan membungkuk tegak bagai papan lalu buru-buru melangkah keluar, meninggalkan sang Grand Duke yang masih mengusap wajahnya kasar.​Aldric menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya agak memerah campuran antara gengsi yang tersenggol dan rasa takut kalau Marielle menganggapnya terlalu mencampuri urusannya.​”Ini tidak bisa dibiarkan,” batin Aldric kaku. “Kalau aku tidak meluruskan ini, wanita itu akan makin besar kepala.”​Dengan langkah lebar dan jubah hitam yang melambai tegas, Aldric akhirnya memutuskan untuk mendatangi paviliun Marielle sendiri. Masa bodoh jika orang-orang istana melihatnya. Keadaan sudah terlalu gawat mengingat Cassian punya waktu kurang dari dua hari untuk melancarkan rencananya agar Marielle tidak jadi meninggalkan istana.​​Sesampainya di depan pintu kamar Marielle, ia mengetuk pintu sedikit kencang. ​Marielle yang sedang mem

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Misi Rahasia Yang Gagal

    ​”Pagi ini Lady harus makan yang bergizi agar cepat sembuh hihihi…” Diana bergumam sendirian sambil menyiapkan sarapan untuk Marielle.Di lorong istana, Diana berjalan terburu-buru membawa nampan berisi sarapan hangat dan segelas cangkir teh untuk Marielle.​Namun, tepat di depan pintu kamar Marielle, seorang ksatria berbadan tegap dengan jubah serigala perak khas Valerante mendadak melangkah keluar dari balik pilar dan menghadang jalan Diana.​"Tunggu sebentar," ujar ksatria itu dengan raut wajah sangat serius. Tangannya langsung terulur ingin memeriksa piring sarapan di atas nampan. ​Diana yang masih memendam trauma dan ketakutan mendalam pada pihak Grand Duke seketika membelalakkan mata. Ia menarik nampannya mundur dengan nafas memburu.​"Apa-apaan ini?!" bentak Diana setengah berbisik, matanya menatap tajam ksatria itu. "Mau apa kau menyentuh makanan Lady Marielle?!"​"Saya harus memeriksa semua makanan dan minuman

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Sebuah Tekad

    “Hah! Semakin dipikirkan semakin membuatku pusing,” keluhnya, mengacak-acak rambut kasar. Sudah banyak kertas yang tercoret oleh skema rencana bertahan hidup, dirinya membuat tiga skema. Mulai dari kabur dari istana, mengikuti arahan Duke, dan mendekati Ratu Elira, sang tokoh utama. Ia memilah-m

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Di Luar Rencana

    “Apa? Makan malam bersama Ratu?!” Suara Cassian meninggi, seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Marielle mengangguk, bola matanya membesar dan berbinar. Kali ini dirinya tidak boleh gagal, dia harus segera mungkin bicara pada Ratu. Dia langsung meraih tangan Cassian menggenggamnya erat de

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tolong Dengarkan Aku

    “Lady Marielle, apakah anda yakin ingin bertemu dengan Yang Mulia Ratu?” tanya Diana sekali lagi untuk memastikan.Marielle masih berdiri didepan cermin, merapikan gaun indah yang membalut tubuhnya. Sekali lagi ia menatap dari kejauhan lantai dua, Ratu tengah berbincang dengan serigala licik Valtor

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perubahan Yang Terlihat

    Jemari Cassian membelai lembut pipi Marielle yang masih terlelap di sampingnya. Wajahnya terlihat setengah terbenam di bantal, dan sisanya masih menghadap pada sang pujaan. “Maaf Marielle, aku harus membunuh cintamu pada Raja agar kau tetap hidup.” Cassian mendengarnya dengan jelas semalam. Dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status