Share

Rasa Yang Aneh

Penulis: nababy
last update Tanggal publikasi: 2026-09-16 20:34:29

​”Mana mungkin aku mengusir bawahanku sendiri hanya untuk berduaan denganmu,” ucap Aldric sambil membenarkan kerah bajunya.

Marielle menatap Aldric lurus-lurus, tidak menunjukkan rasa gentar sedikitpun meski aura pria di hadapannya terasa menekan. Wanita itu hanya menghela nafas lalu kembali berfokus dengan apa yang sedang ia kerjakan sekarang.

​"Saya hanya ingin menyelesaikan laporan pasokan hari ini, Yang Mulia," ujar Marielle dingin, suaranya memotong keheningan canggung di antara mereka. "J
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rasa Yang Aneh

    ​”Mana mungkin aku mengusir bawahanku sendiri hanya untuk berduaan denganmu,” ucap Aldric sambil membenarkan kerah bajunya.Marielle menatap Aldric lurus-lurus, tidak menunjukkan rasa gentar sedikitpun meski aura pria di hadapannya terasa menekan. Wanita itu hanya menghela nafas lalu kembali berfokus dengan apa yang sedang ia kerjakan sekarang.​"Saya hanya ingin menyelesaikan laporan pasokan hari ini, Yang Mulia," ujar Marielle dingin, suaranya memotong keheningan canggung di antara mereka. "Jika tidak ada hal mendesak mengenai dokumen rekonstruksi, saya rasa kita tidak perlu memperpanjang pembicaraan di sini."​Marielle segera membalikkan badan, melangkah tegas berniat keluar dari ruang draf.​"Marielle, tunggu!" Aldric mencoba membuka suara. Suaranya terdengar tidak sebas biasanya, ada sedikit keraguan yang tertahan di sana.​Namun, Marielle mempercepat langkah kakinya tanpa menoleh sedikitpun. Kehadiran Aldric yang tiba-tiba, ditambah dengan sikapnya yang mengusir Tristan tanpa al

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ruang Draft

    “Aku harus tenang. Wanita itu tidak ada apa-apanya dibanding Elira.”Aldric memejamkan matanya rapat-rapat, mengusap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangan. Nama Elira yang baru saja ia gaungkan dalam hati terasa seperti perisai rapuh yang berusaha ia gunakan untuk menahan laju perasaan asing yang makin liar.Namun, semakin ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, semakin jelas ingatan tentang kehangatan jemari Marielle dan aroma lavender yang tertinggal di udara mengusik pikirannya.​"Sial," umpatnya rendah pada keheningan ruang kerja. Aldric menyandarkan punggungnya, menatap langit-langit pualam dengan nafas memburu. Ia benci bagaimana fokusnya bisa terganggu hanya karena satu senyuman formal dan tarikan tangan yang terkesan biasa saja dari wanita itu.​Sementara di luar ruangan, Marielle melangkah menyusuri koridor dengan tumpukan berkas di pelukannya. Langkah kakinya terdengar teratur dan mantap, beradu halus dengan lantai batu yang dingin. Bagi Marielle, fokus utamanya saat i

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rasa Nyaman Saat Bersamamu

    ​”Baiklah… meskipun saya menolak, Anda pasti tetap akan melakukannya.”Akhirnya Marielle mengalah demi kedamaiannya sendiri. Karena sejak pertama kali masuk dalam ruangan mewah ini, dia sudah bertekad untuk tidak terpancing emosi.“Bagus. Mulai besok kau akan bekerja di ruanganku. Aku sudah menyiapkan meja kerja untukmu.”“Apa?!”“Ingat, ini demi Valerante.” Aldric seketika tersenyum tipis seusai menyelesaikan kalimatnya. Pria itu langsung memotong kembali steak daging rusa yang sudah tersaji, sedangkan Marielle hanya bisa menggeram rendah karena merasa dipermainkan oleh lelaki tersebut.Penetapan perintah mutlak dari Aldric malam itu menyisakan atmosfer kaku yang bertahan hingga keesokan harinya. Sesuai dengan ucapannya, sang Grand Duke benar-benar mengosongkan sebagian besar jadwal formalnya di istana demi menyertai Marielle.​Pagi ini, di ruang kerja utama bangunan selatan Kastil Valtore, ruangan luas bercat putih dengan jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah pegununga

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Makan Malam

    “Makan malam bersama Anda?” Marielle menatap Aldric dengan alis terpaut tipis. Di bawah temaram cahaya senja, raut wajah sang Grand Duke tampak begitu serius meski semburat merah tipis di ujung telinganya masih enggan menghilang sepenuhnya.​Marielle mendengus pelan, mengeratkan pegangannya pada tumpukan berkas di pelukannya agar tidak merosot. "Membahas logistik saat makan malam? Anda sungguh tidak mengenal kata istirahat, Yang Mulia."​"Ini demi efisiensi waktu, Marielle," sahut Aldric cepat, berusaha memoles nada suaranya agar kembali terdengar dingin, berwibawa, dan profesional. "Count Vance akan mulai menyusun angka pastinya nanti malam. Semakin cepat kita mematangkan alur distribusi logistik, semakin cepat proyek ini bisa berjalan tanpa hambatan birokrasi."​Marielle memperhatikan gestur tubuh Aldric dengan saksama. Pria tegap itu berdiri agak kaku di depannya, menatapnya lurus-lurus seolah-olah jawaban 'tidak' dari Marielle akan merusak seluruh skema besar rekonstruksi wilay

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rasa Canggung Dan Khawatir

    ​"Siapa juga yang minta ditolong oleh Anda, Grand Duke?" balas Marielle dengan nada tak kalah sengit, walau jarinya masih sedikit gemetar saat melempar bola kain itu pelan ke arah anak-anak pengungsi.​Anak-anak itu dengan cepat memungut bolanya dan berlari menjauh seraya membungkuk takut. Marielle lalu membalikkan badan, berjalan mendahului Aldric tanpa memandangnya sedikit pun. Ia segera menyusul Count Vance dan perwira militer yang berpura-pura sibuk memeriksa peta tanah demi mencairkan atmosfer yang sempat membeku.​"Mari kita lanjutkan surveinya," cetus Marielle, berusaha tampil seprofesional mungkin.​Selama dua jam berikutnya, mereka bertiga membedah seluruh area pengungsian secara menyeluruh. Hasil survei langsung di lapangan membuka banyak fakta penting yang tak tercatat di dalam lembaran audit lama milik Vane. Marielle mencatat dengan cermat bahwa dari total lima puluh tenda darurat di Sektor Tiga, masih ada tiga puluh dua kepala keluarga yang menanti kepastian hunian perma

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Debaran Di Dada

    “Saya tahu kok kalau jalannya tidak rata,” balas Marielle dingin.Marielle langsung kembali fokus mengobrol dengan Count Vance, itu membuat Aldric makin kesal.Kereta kuda mewah yang membawa rombongan sang Grand Duke akhirnya melambat dan berhenti di area terbuka. Begitu pintu kereta dibuka, hawa dingin bercampur aroma tanah basah dan asap kayu bakar langsung menyapa indra penciuman mereka. Tempat pengungsian Sektor Tiga itu membentang cukup luas, diisi oleh deretan tenda-tenda kain tebal berwarna abu-abu yang tampak amat sederhana.​Seorang perwira militer berbadan tegap dengan jubah bertambal simbol wilayah Valerante bergegas melangkah mendekat. Di belakangnya, beberapa prajurit mengikuti dengan langkah kaku namun penuh kedisiplinan.​"Selamat datang di Kamp Sektor Tiga, Yang Mulia Grand Duke, Count Vance, dan Lady Marielle!" sapa perwira itu seraya menundukkan kepalanya dalam-dalam, memberikan penghormatan tertinggi militer.​Aldric mengangguk tipis, gestur tegas seorang pemimpin

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kedua Hati Yang Terpatri

    “Yang Mulia Ratu, ada yang ingin saya sampaikan pada Anda.” Salah satu dayang menghampiri Elira.Dayang itu mulai berbisik di telinganya, dan membuat mimik wajah Elira berubah seketika.“Jadi itu sebabnya dia langsung mengurung diri di ruang kerjanya,” ucapnya pelan sambil merem

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Hasrat Terpendam

    “Selamat pagi Yang Mulia,” sapa Diana sambil membungkuk saat baru saja masuk ke dalam kamar Marielle.Cassian sudah duduk bersandar pada sandaran kasur, jemarinya sibuk membelai rambut Marielle yang masih terlelap.“Kau. Buatkan makanan kesukaan Marielle. Aku rasa dia membutuhkannya sekarang,” ujar

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ingatan Masa Lalu

    “Marielle!” Suara Cassian terdengar samar-samar. Marielle membuka mata disebuah tempat asing nan gelap. Rasanya sangat dingin dan mencekam, membuatnya sedikit ketakutan. “Di mana ini…?” bisiknya, tatapannya melihat ke semua arah tempat gelap. Ia memeluk dirinya sendiri, mengelus lengannya untuk

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Di Luar Rencana

    “Apa? Makan malam bersama Ratu?!” Suara Cassian meninggi, seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Marielle mengangguk, bola matanya membesar dan berbinar. Kali ini dirinya tidak boleh gagal, dia harus segera mungkin bicara pada Ratu. Dia langsung meraih tangan Cassian menggenggamnya erat de

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status