Share

Menuju Valerante

Penulis: nababy
last update Tanggal publikasi: 2026-05-13 22:04:20

“Aku harus segera pergi ke Valerante secepatnya.”

Kalimat dari Cassian itu membuat ruangan kerja langsung sunyi. Rowan yang berdiri di depan meja hanya bisa terdiam tegang.

“Yang Mulia… apakah Anda yakin?” tanyanya hati-hati.

Cassian masih meremas surat dari Claude lalu meletakkannya kembali di atas meja.

“Grand Duke sudah melangkah terlalu jauh.” Nada suaranya datar.

Namun justru itu yang membuat Rowan semakin bingung. Namun dia hanya diam karena saat ini Raja sedang sangat marah.

Cassian berj
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kembali Ke Istana

    ​”Kita akan istirahat di penginapan untuk malam ini Lady,” ucap Claude saat baru saja membuka pintu kereta kuda yang Marielle tumpangi.Marielle mengangguk. Ia langsung dibantu Diana untuk keluar. Matahari telah lama tenggelam, digantikan oleh hamparan langit malam yang pekat saat rombongan besar dari Valerante akhirnya memutuskan untuk menepi. Mengingat perjalanan menuju ibu kota memakan waktu hampir seharian penuh dan kondisi fisik Marielle belum sepenuhnya pulih, Cassian memerintahkan pasukan untuk bermalam di sebuah desa persinggahan.​Sebuah penginapan kecil yang cukup bersih telah dikosongkan seluruhnya demi kenyamanan sang Raja dan rombongan.​Di sudut halaman penginapan yang temaram, Aldric tampak berdiri menyendiri di bawah naungan pohon rindang. Pria Utara itu sengaja menjaga jarak, membiarkan para ksatria Valtore yang mengurus perimeter luar. Mata hitamnya bergerak lambat, sekadar mengamati keadaan sekitar dengan waspada, namun pandangannya sesekali tertuju pada jendela l

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Alasan Kembali

    "Bagaimana jika aku katakan..." bisik Cassian dengan suara parau yang sarat akan keputusasaan sekaligus penekanan. "Jika kau ikut bersamaku ke ibukota, aku akan membuka kembali kasus lama itu. Aku akan memimpin penyelidikan ulang dan membersihkan nama Enzo secara resmi, mengembalikan kehormatannya sebagai ksatria sejati, bukan sebagai seorang pengkhianat beracun."​Deg!​Mata perak Marielle seketika membelalak sempurna. Tubuhnya menegang, dan nafasnya seolah terhenti di tenggorokan. Ia langsung menoleh tajam, menatap lurus ke dalam mata Cassian yang dipenuhi ambisi untuk membawanya pulang.​Nama Enzo. Cassian benar-benar menggunakan satu-satunya kelemahan terbesar di hatinya untuk meruntuhkan tembok pertahanannya.​“Apa?!”​“Kau bisa memegang kata-kataku. Aku akan membersihkan nama Enzo untukmu.”​Marielle terdiam, dadanya naik turun menahan gemuruh emosi yang mencuat. Ia menatap Cassian dengan tatapan yang sulit diartikan. Perpaduan antara rasa sakit yang mendalam dan keputusasaan.

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Benang Merah Sang Ksatria

    “Bagaimana, Yang Mulia? Apakah ide saya bisa Anda terima?” Claude melihat pada sang Raja.​Cassian terdiam sejenak. Matanya berkilat saat memikirkan kembali kata-kata Claude. Sebuah senyuman tipis yang dingin terukir di sudut bibirnya. Itu dia. Sebuah alasan mutlak yang tidak akan bisa ditolak oleh siapapun, bahkan oleh Marielle sekalipun.​"Usulan yang bagus, Claude," ujar Cassian memecah keheningan, suaranya kembali dipenuhi otoritas mutlak. "Kita akan membawa para pengkhianat dari Kepala Keluarga Valerante yang membelot ke ibukota untuk dieksekusi di hadapan publik. Dan mengenai Lady Marielle... sebagai Raja, aku secara resmi akan menganugerahkannya gelar Pahlawan Kerajaan atas jasanya menyelamatkan nyawaku dan kontribusinya atas perang ini.”​Aldric memicingkan mata hitamnya, langsung menangkap niat terselubung dibalik keputusan mendadak Cassian. Rahangnya mengeras. Pria itu tahu Cassian sedang menggunakan kekuasaannya untuk menyeret Marielle kembali ke sisinya.​"Jika Anda memutu

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Meja Perundingan Yang Dingin

    “Lebih baik kau istirahat dahulu. Aku tahu kamu masih marah soal kematian Enzo.​” Cassian melangkah pergi. Langkahnya pelan.“Aku akan rapat dengan yang lainnya. Aku akan menghampirimu setelah selesai,” lanjut Cassian sebelum benar-benar keluar tenda.Namun Marielle hanya diam, bahkan wanita itu tak menatap Raja sedikitpun. Akhirnya, dengan hati yang berat Cassian pergi.Di dalam tenda komando utama yang megah, sebuah meja kayu jati besar membentang, dipenuhi oleh peta wilayah, laporan kerusakan, serta estimasi logistik.​Di kedua ujung meja, duduk dua pria paling berpengaruh di kekaisaran Minerva. Cassian, sang Raja, duduk dengan punggung tegak dan dagu terangkat, mengenakan jubah kebesarannya yang masih menyisakan aura dingin. Di ujung lainnya, Aldric, sang Grand Duke, bersandar dengan ekspresi kaku, matanya sedalam jurang es menatap lembaran kertas di hadapannya. Claude, Jackson, beberapa jenderal, dan para menteri ikut mengelilingi meja rapat.​"Kita mulai rapat ini," Cassian mem

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Bayang-bayang Masa Lalu

    “Yang Mulia…” Suara Marielle mendadak lirih.Cassian memegang tangan Marielle, menggenggamnya erat seperti harta karun miliknya yang sangat berharga.“Aku berjanji akan memperlakukanmu lebih baik. Tidak akan aku biarkan siapapun menghinamu, termasuk Ratu.” Cassian menatap mantan selirnya penuh harap.Namun Marielle langsung menarik kembali tangannya. Ia melihat wajah Raja dengan tatapan tidak percaya.“Maaf… tapi saya sudah tidak berminat untuk menjadi selir Anda lagi,” ucap Marielle mutlak.​Mendengar penolakan yang begitu dingin dan mutlak dari bibir Marielle, Cassian merasa seolah-olah seluruh dunianya runtuh seketika. Genggaman tangannya yang kosong di udara perlahan turun, gemetar kecil akibat syok yang luar biasa.​"Kenapa...?" tanya Cassian, suaranya tercekat di tenggorokan. Matanya menatap Marielle dengan tatapan terluka yang mendalam. "Bukankah kau... masih mencintaiku, Marielle? Semua hal yang kau lakukan selama ini, pengorbananmu terkena panah beracun saat perang... bukank

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Jadilah Selirku Kembali

    ​Suasana di dalam tenda yang semula panas oleh adu mulut antara Marielle dan Aldric, seketika membeku begitu otoritas tertinggi Minerva melangkah masuk. Cassian berjalan dengan anggun namun pasti, zirah emasnya memantulkan cahaya senja yang temaram, menciptakan kesan agung sekaligus mengintimidasi.​Aldric membalikkan tubuhnya perlahan, menghadapi sang Raja dengan rahang yang kembali mengeras. Rasa bersalah yang baru saja menghantam dadanya akibat ucapan Marielle seketika tersamarkan oleh topeng keangkuhannya yang dingin.​"Yang Mulia Raja," ujar Aldric, membungkuk formal dengan nada yang sama sekali tidak terdengar ramah. "Fasilitas darurat ini berada di bawah pengawasan wilayah saya. Wajar jika saya memastikan langsung bahwa... rakyat saya tidak kehilangan nyawanya karena kelalaian dokter."​"Dia terluka karena melindungiku, Grand Duke. Itu menjadikannya tanggung jawab mutlak kerajaan, bukan sekadar urusan domestik Valerante," balas Cassian dingin. Mata elangnya beralih dari Aldri

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Malam Sebelum Sidang

    “Lady Marielle, maaf saya harus membawa Anda dengan cara seperti ini.” Claude menurunkan Marielle dari pundaknya saat sampai di depan kamar.“Saya harap Anda bisa merelakan Enzo meski saya tahu ini menyakitkan,” ucap Claude pelan sambil membuka pintu kamar Marielle untuk membiarkannya masuk.Wanita

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Yang Terbongkar

    “Lady Marielle!” Suara Enzo menggema di antara pepohonan.Ia berlutut di samping wanita itu, satu tangan menopang bahu Marielle, sedangkan tangan yang lain otomatis mencabut pedang dari sarung di pinggang untuk membentuk pertahanan. Tatapannya bergerak liar ke segala arah, mencari bayang

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Insiden Perburuan

    “Dengan ini, festival berburu kerajaan tahun ini resmi dimulai!” Suara Cassian menggema di lapangan utama istana saat pidato pembukaan festival berburu yang akan diadakan tahun ini.Sorak para bangsawan dan tepuk tangan memenuhi udara pagi yang cerah itu. Panji-panji kerajaan berkibar, k

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kesadaran Hati

    Marielle mengerjap ketika dirinya terbangun. Ia merenggangkan badan, menghembuskan nafas pada pagi ini.“Enzo, ambilkan aku air,” ucapnya pelan.Namun tak ada jawaban. Dia langsung duduk, mengamati sekeliling. Tak ada batang hidung Enzo yang terlihat.“Kemana dia? Biasa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status