Share

Menuju Valerante

Author: nababy
last update publish date: 2026-05-13 22:04:20

“Aku harus segera pergi ke Valerante secepatnya.”

Kalimat dari Cassian itu membuat ruangan kerja langsung sunyi. Rowan yang berdiri di depan meja hanya bisa terdiam tegang.

“Yang Mulia… apakah Anda yakin?” tanyanya hati-hati.

Cassian masih meremas surat dari Claude lalu meletakkannya kembali di atas meja.

“Grand Duke sudah melangkah terlalu jauh.” Nada suaranya datar.

Namun justru itu yang membuat Rowan semakin bingung. Namun dia hanya diam karena saat ini Raja sedang sangat marah.

Cassian berj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Menuju Valerante

    “Aku harus segera pergi ke Valerante secepatnya.”Kalimat dari Cassian itu membuat ruangan kerja langsung sunyi. Rowan yang berdiri di depan meja hanya bisa terdiam tegang.“Yang Mulia… apakah Anda yakin?” tanyanya hati-hati.Cassian masih meremas surat dari Claude lalu meletakkannya kembali di atas meja.“Grand Duke sudah melangkah terlalu jauh.” Nada suaranya datar.Namun justru itu yang membuat Rowan semakin bingung. Namun dia hanya diam karena saat ini Raja sedang sangat marah.Cassian berjalan menuju jendela besar ruangannya. Di luar, hujan tipis mulai turun membasahi halaman istana Minerva.“Aku sudah membiarkan Marielle pergi.” Tatapannya lurus ke luar.“Tapi sekarang Aldric malah mencoba menyakitinya lagi.” Rahang Cassian mengeras.Ia masih teringat insiden saat festival berburu, dimana Marielle diserang saat tengah berburu. Dia menyesal tidak langsung menghukum Grand Duke saat itu juga.“Aku harus menyelamatkan Marielle,” ujarnya lirih namun terdengar jelas.Rowan menegang, d

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Surat Telah Sampai

    “Grand Duke, ada seorang ksatria yang mengamuk di depan!” Jackson tiba-tiba masuk ruangan dengan terburu-buru.Aldric dan Marielle terdiam. Mendadak Marielle berlari keluar, wajahnya terlihat panik.“Serahkan Lady Marielle sekarang juga!” Suara Claude menggema keras di halaman depan kediaman Aldric.Beberapa penjaga langsung mencabut pedang. Sedangkan Claude berdiri di depan gerbang besar dengan nafas memburu setelah menunggang kuda yang dipinjamnya dari rekannya.“Cepat turunkan senjatamu!” bentak salah satu penjaga gerbang kediaman Grand Duke.Claude justru maju satu langkah.“Aku tidak datang untuk bertarung.” Tatapannya tajam ke arah mansion besar di belakang mereka.“Aku hanya ingin memastikan Lady Marielle tetap aman,” lanjutnya.Para penjaga langsung saling pandang. Merasa ada salah paham diantara mereka.“Tapi Lady itu datang sendiri. Kami tidak menculik siapapun,” ujarnya tenang untuk menenangkan suasana.Claude mengepalkan tangan. “Tetap saja aku harus memastikan dia aman.”

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Penawaran Pada Musuh

    “Grand Duke sudah menunggu Anda di ruang tamu, mari saya antar.” Jackson mempersilahkan Marielle masuk terlebih dulu.Meski Jackson tampak biasa saja di luar, namun dalam hatinya sangat terkejut. Sudah lama sekali ia tidak melihat wanita itu datang ke tempat ini atas kemauannya sendiri.Marielle berjalan memasuki mansion besar itu tanpa rasa takut sedikitpun. Ingatannya samar-samar teringat bagaimana dia menjalani hari-hari berat saat Aldric mengajarinya untuk menggunakan tubuh dan paras cantiknya untuk menggoda Raja.Pelayan-pelayan yang melihatnya langsung berbisik pelan. Tak ada yang menyangka mantan selir Raja akan datang sendiri ke tempat ini.Jackson membawa Marielle menuju ruang tamu dimana Aldric sudah menunggu.Tok! Tok!“Grand Duke. Lady Marielle datang menemui Anda.”Di dalam ruangan, Aldric yang sedang membaca dokumen langsung mengangkat kepala cepat.“Persilahkan dia masuk!”Pintu sudah terbuka. Dan Marielle terlihat berdiri tegak dengan jubah hitam yang dipakainya. Empat

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pertemuan Yang Tiba-tiba

    “Claude!” Diana melambaikan tangan yang tengah berdiri di depan bar.Claude menghentikan laju kudanya dan segera turun.“Ayo kita pulang, kita tidak bisa meninggalkan Lady Marielle sendirian.”Jantung Diana berdetak lebih kencang. Ia langsung berlari menuju Claude.“Apakah orang itu benar-benar datang?” tanyanya khawatir.“Kita bahas di rumah. Ayo!” Claude mengulurkan tangan yang kemudian diraih oleh Diana.Kedua orang itu segera menaiki kuda yang sama dan langsung kembali menuju rumah. Dalam perjalanan, laju kuda Claude lebih kencang dibanding saat berangkat tadi. Membuat Diana harus berpegangan pada pinggang Claude lebih kencang.Malam itu suasana di rumah Marielle sangat kacau. Apalagi saat Diana baru mulai masuk, dia langsung berteriak hingga Claude terpaksa menutup mulutnya cepat.“Diana tenanglah.” Marielle langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri wanita itu.Diana masih terguncang. Dia hanya bisa mengangguk sambil melihat keadaan rumah yang sudah berantakan. Perlahan pand

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Antara Manusia-manusia Tersakiti

    “Kenapa kau tidak langsung membunuhku saja?” tanya Cesare di sela-sela mereka tengah diam tanpa suara.Marielle tak langsung menjawab, ia hanya meletakkan pedang Cesare di lantai lalu berjalan duduk di kursi dan mengambil segelas air lalu meminumnya.Cesare masih memperhatikan gerak-gerik Marielle dalam diam. Tatapannya tetap waspada dan berusaha mencari cara untuk kabur dengan memanfaatkan kondisi psikis wanita yang ada di depannya.“Aku tidak ingin menjadi seperti tuanmu,” ujarnya pelan.“Gara-gara dia aku kehilangan orang yang paling aku sayangi didunia ini. Seseorang yang rela melindungiku dengan nyawanya meski aku tak menginginkannya.”Marielle duduk meringkuk di hadapannya. Dan itu membuat Cesare makin tak mengerti dengan jalan pikiran Marielle.“Bukankah membunuh pihak lawan yang telah membunuh orang terkasihmu adalah suatu kebenaran?” Cesare masih mencoba memancing emosi milik Marielle.Marielle kembali menatap Cesare yang terikat kencang di salah satu tiang rumahnya. Perlahan

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ksatria vs Pembunuh Bayaran

    “Claude!” Marielle membuka mata.Ia melihat sosok Claude berdiri tak jauh dari mereka dengan pedang sudah dihunuskan ke depan.Cesare mendecakkan lidah pelan. Ia tidak bisa menghujamkan belati itu sekarang jika tak ingin pedang ksatria itu menembus dari punggungnya menuju dadanya.Perlahan Cesare melepaskan Marielle lalu menarik pedang dari sarungnya. Cesare terlihat lebih waspada. Antara keduanya, gerakan mereka penuh perhitungan.Dengan gerakan cepat, Cesare maju lebih dulu berlari ke arah Claude.“Claude, awas!” Teriakan Marielle menggema keras.Mata Claude langsung membesar.Klang!Suara benturan logam memekakkan telinga.Tubuh Claude terdorong beberapa langkah ke belakang akibat tekanan kuat serangan itu.“Gerakannya sangat cepat. Untung Lady bisa bertahan sampai aku datang,” batin Claude kaget.Di hadapannya, Cesare langsung mundur untuk menjaga jarak. Tatapannya dingin, seolah sedang menganalisa kekuatan lawan.Sedangkan di sisi lawan, Claude masih bersiaga. Ia sudah siap menye

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status