LOGINRumah itu tidak terlalu besar tapi terlihat sangat kokoh dan menawan. Keduanya turun dari mobil dan langsung disambut udara dingin yang menyapu tubuh mereka.
“Aku akan menjemput kalian sesuai dengan jadwal kepulangan yang sudah disepakati,” ujar supir yang mengantar mereka.“Bagaimana jika kami ingin berpergian? Tampaknya di sini tidak ada mobil?” tanya Kevin sebelum sopir itu meninggalkan mereka.“Kebanyakan orang di sini berjalan kaki atau naik sepeda. Ada dua sepPiere berusaha membuka jalan baginya untuk masuk dan tenggelam di dalam Geofany, melebur menjadi satu.Saat surga itu terpampang di depannya, saat itulah dia menekan tubuhnya ke tubuh Geofany hingga wanita itu semakin terpojok ke dinding.Desahan keras menggema ketika milik Piere yang telah menggembung besar dan mengeras membelah dirinya, memenuhi miliknya hingga rasanya tak mampu lagi menampungnya.Piere semakin menekan pinggulnya, menenggelamkan miliknya dengan ke dalam milik Geofany dan melakukan penyatuan yang sempurna.“Milikmu selalu saja mengetat nikmat menyambutku,” tutur Piere.“Milikmu terlalu besar untuk bisa aku terima, tapi memberiku kenikmatan luar biasa.” Geofany membalas pujian Piere dengan pujiannya.“Jika begitu, sambutlah aku,” kata Piere lalu menggerakkan pinggulnya dengan gerakan yang menghentak dan menghujam, Geofany pun menyukainya.Punggung Geofany menabrak dinding di belakangnya setiap kali Piere
Piere menegang ketika Geofany menyebut dirinya sebagai pria brengsek. “Apa yang calon suamimu lakukan sehingga kamu bisa menyimpulkan jika dia brengsek?”Piere memanfaatkan keadaan dengan mengorek informasi dari Geofany yang sedang mabuk untuk mengetahui isi pikiran wanita itu.“Dia pria arogan dan keras kepala. Dia merusak ponselku dan tidak mau meminta maaf. Dia juga menyetujui perjodohan yang orang tua kami rencanakan secara sepihak, padahal aku tidak menginginkannya,” ungkap Geofany.“Apakah kamu tidak menyukai calon suamimu?”“Tidak sama sekali, aku membencinya. Aku sudah punya kekasih dan aku mencintainya. Aku akan menikah dengannya.”Rahang Piere mengeras mendengar pernyataan Geofany. Rasa cemburu tiba-tiba menyelinap masuk ke dalam hatinya tanpa dia undang. Dirinya tertantang untuk meluluhkan hati Geofany dan memberi wanita itu pelajaran karena merendahkan dan membandingkannya dengan pria lain. Dia harus bisa menyingkirkan kekasih
“Aku akan memberitahu Marck dan Bella jika kamu pergi bersamaku, mereka akan mengerti karena mereka sudah tahu jika kamu calon istriku,” tegas Piere.“Apa maksudmu mereka tahu tentang kita?”“Di keluarga kami, tidak ada yang disembunyikan jika urusan pernikahan jadi semua keluarga Collins sudah tahu jika kita akan menikah.”“Tidak! Aku tidak ingin menikah denganmu.”Pertengkaran mereka membuat semua orang di kantor menatap curiga. Tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri di depan orang banyak, Geofany akhirnya bersikap melunak. Dia memutuskan untuk mengikuti kemauan Piere dan tidak protes ketika pria itu menarik dan memasukkannya ke dalam mobil.Tidak ingin berdebat dengan pria arogan seperti Piere yang bisa membuat kepalanya meledak karena rasa marah, dia duduk diam di kursi mobil di samping Piere, memilih untuk membuang muka dan menatap pemandangan di luar jendela mobil dan sibuk dengan pikirannya sendiri.Piere berkonsentrasi
“Jawaban kedua sepertinya cukup masuk akal. Piere sedang cemburu padamu karena kamu lebih memilih mengobrol bersama Alan dibanding mengajaknya bicara. Pria Collins suka didengarkan dan terkadang cemburunya terlewat batas,” tutur Bella.“Cemburu …? Yang benar saja? Di antara kami hanya ada kebencian, bagaimana caranya dia cemburu padaku,” balas Geofany.“Hati-hati saja, kadang benci jadi cinta,” goda Bella dengan senyum penuh arti.“Tidak akan, sampai mati pun aku tidak akan jatuh cinta padanya.”“Hati-hati kalau bicara!” Bella mengingatkan.Keadaan Piere semakin hari semakin parah. Dia yang biasanya bisa melampiaskan gairahnya bersama wanita manapun, mendadak seperti pria impoten. Mungkinkah kini dia sedang terkena karma?Kebutuhan biologis yang tak terlampiaskan, mempengaruhi emosinya. Pekerjaannya menjadi berantakan dan konsentrasinya terpecah ke mana-mana.Butuh teman mengobrol, membuat Piere pergi ke kantor Marck kar
“Aku setuju dengan perjodohan ini. Aku menyukai Geofany dan aku ingin menikahinya,” ucap Piere dengan seringai sinis terkembang di ujung bibirnya. Zack dan Kelly langsung berdiri mendengar putranya. “Senang sekali mendengarnya, anak kita ternyata saling menyukai,” ujar Zack tertawa sambil menatap Athur. Athur menyambutnya dengan tawa yang lebih keras. “Sini Sayang, kemarilah! Papa tidak mengira kamu langsung menyetujuinya. Apa yang Papa bilang benar bukan? Piere adalah pria yang tidak mudah untuk ditolak,” ujar Athur. “A-aku t-tidak menyetujui per …” “Jangan malu-malu, Aunty sangat senang dengan keputusan kalian. Ehm … sekarang jangan panggil Aunty tapi panggil Mama saja.” Kelly memotong perkataan Geofany lalu berjalan mendekati wanita yang berdiri di belakang Piere. Dia memeluk calon menantunya penuh kasih sayang, membuat Geofany tidak bisa menolak sikap lembut wanita itu. Geofany akhirnya memilih diam ketik
Beranjak dari sana, pertanyaan bergulir. Kapan dia meniduri wanita tersebut? Beberapa detik kemudian, tubuhnya tersentak ketika ingatan tentang wanita itu muncul. Meski malam itu dirinya mabuk tapi dia tidak melupakan wajah itu. Wajah wanita yang meninggalkannya begitu saja setelah percintaan panas mereka dan tidak memperdulikannya.Sialnya, dia yang biasanya tidak peduli dengan wanita yang ditidurinya, saat itu begitu mengharapkan Geofany agar wanita itu menghubunginya kembali, tapi Geofany menghilang bak ditelan bumi dan sampai detik mereka bertemu kembali, wanita itu tetap tidak menghubunginya. Hal itu membuat Piere begitu kesal.“Sombong sekali wanita itu, dia pikir dia lebih penting dari semua wanita-wanitaku,” batin Piere.“PIERE …!” seru Zack pada putranya yang diam saja.Lamunan Piere seketika buyar mendengar seruan papanya. Dia kemudian menyapa Geofany dengan dingin berniat untuk mengintimidasi wanita tersebut. “Hei …” ucap Pier
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me
Leah langsung berbalik dan menatap manik mata pria itu. “Kamu masih bermimpi buruk?” tanya Leah sambil menangkup pipi Owen. Owen mengangguk mengiyakan.“Tapi Olivia bilang kamu sudah sembuh sepenuhnya.” Leah mengingat perkataan Olivia.“Benarkah? Sepertinya dia mengata
Zack kemudian mengecup puncak kepala Kelly dan mendekap istrinya erat. “Jangan paksa dirimu jika itu tidak sesuai dengan kemauanmu. Dengan kamu berada di sampingku saja, itu sudah lebih dari cukup. Mungkin permintaanku memang terlalu berat untukmu,” ucap Zack.Dia merengkuh dan mengusap pungg







