LOGINZack kemudian mengecup puncak kepala Kelly dan mendekap istrinya erat. “Jangan paksa dirimu jika itu tidak sesuai dengan kemauanmu. Dengan kamu berada di sampingku saja, itu sudah lebih dari cukup. Mungkin permintaanku memang terlalu berat untukmu,” ucap Zack.
Dia merengkuh dan mengusap punggung telanjang Kelly hingga wanita itu tertidur lelap.Matahari pagi itu tampak begitu cerah dengan sinar jingga yang masuk ke kamar. Zack telah bangun beberapa menit yang lalu dan saat ini sedang“Aku harus pergi ke kota,” ungkap Bella.“Apakah untuk urusan pekerjaan?” tebak Felix.“Bukan urusan masalah pekerjaan. Aku akan kembali dan menetap di kota, meninggalkan tempat ini,” jawab Bella dengan nada sedih.“Apa yang membuatmu tiba-tiba harus pindah ke kota?” tanya Felix bersikap sabar.“Ada sesuatu yang tidak bisa aku bicarakan denganmu yang mengharuskan aku untuk pindah ke kota,” jawab Bella.“Lalu bagaimana dengan hubungan kita,” selidik Felix.“Itulah yang ingin aku bicarakan padamu saat ini.”Tubuh Felix seketika menegang ketika mendengar perkataan Bella. “Jangan bilang kamu ingin kita putus,” Felix langsung mengambil kesimpulan.Mata Bella menatap Felix dengan rasa bersalah, membuat pria itu bisa menebak apa yang akan Bella ucapkan. “Maafkan aku, Felix. Aku harus mengambil keputusan berat ini,” ujar Bella dengan nada penuh penyesalan. Rahang Felix mengeras mendengar hal tersebut, tanganny
Felix, pria yang sangat menyenangkan dan ramah, dia juga sangat peduli dengan orang-orang di sekitarnya karena itulah ketika Felix mendekatinya, dia merasa tidak keberatan. Hubungan mereka semakin lama semakin dekat hingga akhirnya Felix menyatakan perasaan padanya.Awalnya dia masih ragu, apakah dia akan menerimanya atau tidak karena jujur, hatinya masih terisi oleh Marck. Namun jika dia tidak berani keluar dari cangkang, dia akan terus terkungkung dengan masa lalunya, untuk alasan itulah dia mengiyakan ketika Felix memintanya menjadi kekasihnya.Mungkin rasanya tidak adil bagi Felix karena terlihat sebagai pelarian baginya, tapi dia selalu berusaha untuk menghargai pria itu.“Aku tidak menyangka jika kamu akan menerimaku,” ujar Felix sambil tersenyum dan memeluk Bella saat itu.“Kenapa kamu berpikir aku tidak akan menerimamu?” tanya Bella.“Karena kamu adalah wanita yang sangat mandiri, aku khawatir kamu mempunyai ekspektasi yang tinggi
Dia memilih menjadi konsultan online yang tidak mewajibkan dirinya untuk keluar rumah, jadi rasanya semua doa yang Jossie ataupun Leah harapkan agar dia mendapatkan pria yang lebih baik dari Marck menjadi sia-sia.Pekerjaan yang dia pilih membuatnya terkurung di rumah dan Bella memang sengaja menghindar dari semua hubungan dewasa pria dan wanita. Dia mengurung diri dalam dunianya sendiri.Mungkin memang benar jika dia sangat membenci Marck, tapi hatinya juga dipenuhi oleh pria itu. Jika dia dan Marck tidak bisa bersatu, maka dia pun tidak bisa bersama dengan pria lain. Sebuah keputusan yang bodoh tapi itulah yang sudah menjadi keputusan hidupnya.Selepas kepergian Bella, Marck menjadi semakin tertutup dan semakin dingin. Leah dan Owen khawatir dengan keadaan putranya, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Marck begitu menutup diri. Jika dulu dia digosipkan menyukai sesama pria, sekarang hati Marck begitu beku. Tidak ada pria dan tidak ada wanita di dalam
Leah hanya terdiam semakin kecewa dengan hal tersebut, tapi tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk mengikat putranya bersama Bella. Setelah dari rumah sakit, Leah mengantarkan Bella pulang.Menahan kegembiraannya seharian, membuat Bella berteriak senang dan melompat saat masuk ke kamarnya. Seperti orang gila, dia merentangkan tangannya dan memutar tubuhnya sambil tersenyum menikmati kebebasannya.Merasa kepalanya pusing dan berputar, Bella menghempaskan tubuhnya di atas ranjang menikmati kebebasannya. Satu masalah telah selesai, satu beban telah terangkat dari pundaknya, dia merasa jauh lebih lega sekarang.Matanya menatap langit-langit kamar, terlihat merenungkan sesuatu. Dia kemudian bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke meja yang sering dia gunakan untuk bekerja. Dia mengambil kertas dan pena, lalu menulis sesuatu yaitu surat pengunduran dirinya.Dia sudah merancang semua ini. Jika dia tidak hamil, dia ingin mengundurkan diri dan menjauh
Bella merasa ingin mati karena tidak bisa bernafas, sedetik kemudian Marck melepaskannya dan dia terbatuk dengan kencang. Tidak sampai di situ saja, Marck menampar keras beberapa kali bagian tubuhnya hingga dia merasakan rasa sakit yang menyengat.Air mata Bella seketika berlinang karena Marck benar-benar memperlakukan dia seperti wanita jalang yang dulu sering kali memuaskan pria itu.“Jika ingin membenciku, maka bencilah! Aku dan penuhi hatimu dengan kebencianmu hingga tidak ada lagi cinta yang bisa kamu rasakan,” geram Marck kemudian. Bella tidak mengerti apa yang Marck maksud. Ketakutan dan rasa sakit yang dia rasakan saat ini tidak mampu mengartikan setiap perkataan yang pria itu ucapkan. Tubuhnya gemetar hebat ketika Marck membuka kakinya dengan lutut dan menahannya sehingga dia tidak bisa menutup lagi.“Marck, sadarlah! Hentikan sebelum kamu menyesali semuanya. Please, jangan lakukan ini! Aku mohon padamu, aku benar-benar minta maaf jika a
Marck memiringkan tubuhnya dan berbaring menatap sofa yang biasa Bella gunakan untuk tidur. Rasanya sangat sepi tanpa Bella di kamarnya. Beberapa hari terakhir, dia sudah terbiasa dengan keberadaan Bella.Dia kemudian turun dari ranjang dan berjalan mendekati sofa yang ditatapnya. Dia naik ke sofa itu dan meringkuk di sana. Apa yang Mama katakan memang benar, sangat tidak nyaman untuk tidur di sofa tersebut dan Bella berhari-hari tidur di sofa ini.Di saat itulah, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Marck meneteskan air mata karena seorang wanita. Dia menangis di sofa tempat Bella tidur menyesali perbuatannya. Dia pun tidur meringkuk di sana sampai pagi.Marck segera pergi ke rumah sakit ketika Jossie memberitahu jika Bella sudah diperbolehkan untuk pulang. Dia ingin menjemput Bella dan membawa wanita itu untuk pulang dan memperbaiki kesalahannya.Sesampainya di rumah sakit, mamanya sudah berada di sana dan sedang memasukkan semua pakaian Bella
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me
Tak lama kemudian, Athena kembali dan duduk menghadap Dorian. Tanpa tahu apa yang dipikirkan suaminya, dia menyuapi Dorian dengan penuh semangat. Dorian dengan senang hati menerima suapan istrinya. Namun bukan hanya itu yang dia lakukan, tangannya mulai nakal dengan mengusap kaki bagian
Leah langsung berbalik dan menatap manik mata pria itu. “Kamu masih bermimpi buruk?” tanya Leah sambil menangkup pipi Owen. Owen mengangguk mengiyakan.“Tapi Olivia bilang kamu sudah sembuh sepenuhnya.” Leah mengingat perkataan Olivia.“Benarkah? Sepertinya dia mengata
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.







