ログインZack kemudian mengecup puncak kepala Kelly dan mendekap istrinya erat. “Jangan paksa dirimu jika itu tidak sesuai dengan kemauanmu. Dengan kamu berada di sampingku saja, itu sudah lebih dari cukup. Mungkin permintaanku memang terlalu berat untukmu,” ucap Zack.
Dia merengkuh dan mengusap punggung telanjang Kelly hingga wanita itu tertidur lelap.Matahari pagi itu tampak begitu cerah dengan sinar jingga yang masuk ke kamar. Zack telah bangun beberapa menit yang lalu dan saat ini sedang“Ada proyek besar yang harus aku kerjakan. Jika aku berhasil, aku akan mendapat pekerjaan tetap dan bisa memberikan kehidupan yang baik untukmu. Aku berharap kamu mau bertahan di sampingku. Tanpa harta keluargamu dan aku akan bertanggung jawab penuh atas kehidupanmu. Saat ini, tolong mengertilah keadaanku,” Dorian masih terus bergumam di tengkuk Athena.Merasa ada yang memeluk dan mengajaknya bicara, tapi matanya sangat berat untuk terbuka, Athena hanya bergumam tidak jelas menanggapi apa yang Dorian lakukan. Dorian semakin erat memeluk Athena dan akhirnya tidur sambil terus memeluk wanita itu.Athena merenggangkan tubuhnya, terasa sedikit pegal. Rasanya seperti ada yang menindih tubuhnya semalam. Dia merasa heran ketika aroma Dorian sangat kental terasa di ranjangnya.“Apakah aku sangat merindukannya? Hingga sekarang hidungku mulai penuh dengan aroma pria itu,” gumam Athena.Ketika turun dari ranjang, matanya te
Kata cerai yang terucap begitu saja dari mulutnya malah membuat dirinya terbeban. Dia belum siap untuk melepaskan Dorian, tapi pria itu sepertinya memang tak bisa digenggamnya.Dengan menyeret kakinya malas, Athena turun dari ranjang dan keluar dari kamar. Matanya menoleh ke arah kamar Dorian dan menatapnya untuk waktu yang lama. Otaknya tidak menyuruh tubuhnya bergerak, tapi kakinya melangkah begitu saja mendekati kamar tersebut.“Dorian, apakah kamu sudah bangun?” seru Athena sambil mengetuk pintu kamar pria itu, tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar.“Bolehkah aku masuk?” tanya Athena lagi. Tanpa menunggu jawaban dari Dorian, dia masuk tanpa izin dari pemilik kamar. Sayangnya, dia harus menelan kekecewaan karena kamar itu ternyata kosong, bahkan ranjang Dorian sudah rapi. Sepertinya pria itu pergi pagi-pagi sekali.“Ke mana Dorian pergi pagi-pagi seperti ini?” gumamnya.Athena melangkah masuk dan menelusuri k
“Lumayan parah, airnya membanjiri rumput dan masuk ke kandang. Baru pertama kali ini kami mengalami hal tersebut,” jawab Viola.“Baiklah, aku akan segera ke sana untuk membantu kalian. Aku akan memakai pakaianku lebih dulu,” jawab Dorian dengan cepat.Viola tersenyum penuh kemenangan mendapatkan jawaban tersebut. Dia menatap Athena dengan tatapan mengejek.Athena segara berlari mengikuti Dorian ketika pria itu masuk ke kamar. “Apakah kamu benar-benar mau pergi ke peternakan?” tanya Athena.“Tentu saja, apakah kamu tidak mendengar apa yang tadi aku ucapkan?” balas Dorian.“Jangan pergi! Tetaplah di sini dan temani aku.”“Jangan bersikap egois Athena. Peternakan Tuan Baros sedang membutuhkan bantuan, tentu saja aku akan membantunya. Dulu ketika aku membutuhkan pekerjaan, dia yang menerimaku bekerja dan membantuku. Tidak mungkin aku menutup mata ketika sekarang dia butuh bantuan.”“Aku ras
Tak lama kemudian, Athena kembali dan duduk menghadap Dorian. Tanpa tahu apa yang dipikirkan suaminya, dia menyuapi Dorian dengan penuh semangat. Dorian dengan senang hati menerima suapan istrinya. Namun bukan hanya itu yang dia lakukan, tangannya mulai nakal dengan mengusap kaki bagian atas Athena dan menggodanya di sana.“Dorian, jauhkan tanganmu!” tegur Athena, tapi Dorian sama sekali tidak menjauhkan tangannya.Setiap kali Athena menjauhkan tangan Dorian, tangan itu kembali mengusapnya. Hingga akhirnya dia lelah menyingkirkannya. Dia membiarkan Dorian terus mengusapnya sedangkan dia fokus menyuapi pria itu.Pekikkan lirih lolos dari bibir Athena ketika tangan Dorian menelusup masuk ke balik celana yang dia pakai, mengusap miliknya yang telah memanas dan lembab. Mengetahui hal tersebut, seringai terkembang di ujung bibir Dorian.“Aku masih lapar, tetap suapi aku!” ucap Dorian dengan nada tak mau dibantah.Mau tidak mau, Athen
Dia harus benar-benar memasang matanya ketika menerobos hujan lebat. Jarak pandangnya sangat terbatas, tapi dia tetap nekat karena memikirkan Athena ketakutan di rumah. Dorian membanting setirnya ke luar jalur ketika tiba-tiba sebuah batang pohon hampir saja menjatuhi mobilnya.“Shiittt …!” umpat Dorian. Dia pun kemudian mengemudikan mobilnya kembali.Sampai di rumah, tidak ada lampu yang menyala. Semuanya gelap gulita. Dia langsung berlari masuk ke rumah yang terlihat sepi.“Athena ...!” panggil Dorian, tapi tidak ada jawaban.“Athena ...!” panggilnya lagi, tetap saja tidak ada jawaban.Pikirannya mulai ke mana-mana, dia membayangkan Athena terbaring di lantai karena pingsan. Dia membuka kamar Athena, tapi tidak ada wanita itu di sana. Dia masuk ke kamarnya sendiri, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan wanita itu.Hingga akhirnya ujung mata Dorian menangkap seseorang yang sedang menggigil ketakutan
“Mungkin saja kamu iri dengan Viola karena dia wanita yang baik, lembut dan juga pintar memasak. Semua yang kamu tidak bisa lakukan, bisa dilakukan oleh Viola,” balas Dorian membuat hati Athena semakin meradang mendengar Dorian memuji wanita pembohong tersebut.“Aku tidak pernah mempunyai pikiran sepicik itu. Aku tidak melakukan apa pun, aku tidak bersalah dan aku tidak akan minta maaf pada wanita itu,” seru Athena tegas.“Dia mendapatkan lima jahitan di kakinya, itu bukan sesuatu yang sepele. Bukan sebuah candaan atau lelucon. Mungkin kamu tidak sengaja melakukannya, tapi sangat mustahil Viola melukai dirinya sendiri. Memangnya dia sudah gila?” Dorian tetap berkeras.“Aku tidak heran jika dia mampu melukai dirinya sendiri, dia memang wanita gila,” teriak Athena.“ATHENA ...! Jaga mulutmu!” bentak Dorian yang membuat Athena menatap Dorian dengan penuh kekesalan. Dia segera berlari masuk ke kamar, tak ingin bicara lagi dengan pr







