Se connecterZack kemudian mengecup puncak kepala Kelly dan mendekap istrinya erat. “Jangan paksa dirimu jika itu tidak sesuai dengan kemauanmu. Dengan kamu berada di sampingku saja, itu sudah lebih dari cukup. Mungkin permintaanku memang terlalu berat untukmu,” ucap Zack.
Dia merengkuh dan mengusap punggung telanjang Kelly hingga wanita itu tertidur lelap.Matahari pagi itu tampak begitu cerah dengan sinar jingga yang masuk ke kamar. Zack telah bangun beberapa menit yang lalu dan saat ini sedangBulan yang menatap tarian mereka seakan ikut senang dengan memberikan sinarnya yang semakin terang ke bumi. Di setiap hentakan yang Marck berikan pada dirinya, selalu ada rasa syukur yang dia ucapkan di dalam hati.Kini dia benar-benar memiliki tubuh dan hati Marck. Mengajaknya dalam petualangan percintaan yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidupnya. Dia merasa siap menjadi ibu dari anak-anak Marck, menyiapkan rahimnya untuk menjadi inang bagi benih Marck bertumbuh, melahirkan keturunan pria itu.Marck menjauhkan tubuhnya dari tubuh Bella tanpa melepas penyatuannya. Dia bersimpuh di depan tubuh Bella dan mengangkat satu kaki istrinya, menaruhnya di bahu dan mengusapnya lembut. Dia sedikit mengangkat tubuh Bella lalu bergerak kembali.Milik Marck terus mendesak dan menyentuh tempat-tempat tersembunyi di dalam diri Bella membuatnya tak bisa lagi menahan diri untuk meledak. Untuk kedua kalinya dia meledak dan kini menenggelamkan milik Marck dalam kel
“Lihatlah! Kamu tidak bermimpi bukan?” ucap Marck.“Rasanya seperti mimpi. Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah setiap malam akan terjadi hal seindah ini di tengah lautan?” tanya Bella masih dengan menatap langit yang mengagumkan.“Tidak selalu dan ini pertama kalinya terjadi saat aku berada di sini. Anggap saja sebagai hadiah pernikahan kita dari Tuhan,” jawab Marck.“Sepertinya kamu sudah tahu jika semua ini akan terjadi malam ini,” selidik Bella.“Tanpa sengaja aku membaca di berita beberapa hari yang lalu jika malam ini akan ada hujan meteor karena itu aku mempercepat pernikahan kita dan mengajakmu ke sini untuk berbulan madu. Perlu kamu tahu yang kamu lihat bukanlah bintang jatuh tapi meteor yang jatuh,” jelas Marck.Bella mengangguk-anggukan kepala mengiyakannya. “Meteor yang jatuh ...” gumamnya.“Aku tidak ingin kehilangan moment bulan madu kita karena kamu terlihat tidak percaya diri bisa menjalani bulan madu kita dengan ke
Bella masih berdiri di atas deck sambil melihat Marck yang berenang.“Ayo Sayang, turunlah! Airnya tidak dingin dan tenang, kamu pasti menyukainya,” teriak Marck.Bella kemudian menarik ikatan kain pantai yang melilit pinggangnya dan melepaskannya, memperlihatkan tubuh indahnya dengan pakaian renang yang sangat menggoda. Marck tampaknya berhasil membeli pakaian renang yang bisa mengeksplor keindahan tubuh istrinya.Pakaian renang itu dibeli Marck khusus untuk Bella pakai jika mereka sedang berduaan saja. Jika mereka berenang di pantai dengan banyak orang, baju Bella bisa dikatakan terlalu tertutup, tapi begitulah Marck. Dia hanya ingin menikmati keindahan istrinya hanya untuk dirinya, tidak ada yang boleh melihat tubuh terbuka Bella selain dirinya.Mata Marck tidak berkedip menatap tubuh istrinya sampai akhirnya Bella ikut terjun ke laut dan berenang mendekatinya. Bella tertawa karena ternyata apa yang dia lakukan sungguh menyenangkan. T
Setelah berganti pakaian dan melilitkan kain di pinggangnya untuk menutup baju renangnya yang terbuka, Bella membuat minuman dan mengeluarkan makanan yang ada lemari penyimpanan.Saat keluar untuk membawa makanan dan minuman tersebut, seketika dia menahan nafas melihat Marck berbaring di atas selimut tebal dengan bertelanjang dada. Hanya celana pendek ketat berwarna putih yang menempel di tubuhnya, memperlihatkan dada bidang dan perut berotot serta kaki kokoh panjang yang menggoda.Pria itu tidur terlentang dengan mata terpejam dan dengan menggunakan kedua tangan yang terlipat sebagai bantalnya. Rasanya seperti dewa yunani yang turun dari langit dengan tubuh sempurna. Dia yakin, kekayaan pria itu ikut andil dalam membentuk tubuh sesempurna itu. Makanan sehat, olahraga mahal, konsultan gizi, menjadikan fisik Marck sangat sempurna.Tiba-tiba saja kepercayaan dirinya runtuh melihat kesempurnaan pria itu. Dia hanya berdiri dengan nampan makanan di tangannya, m
Mata Bella tak berkedip menatap bibir Marck yang terbingkai dengan rahang yang kokoh dan maskulin. Dia menelan ludah, sadar jika mulai hari ini bibir itu menjadi miliknya, tidak akan ada lagi wanita yang akan menyentuh apalagi merasakannya. Seketika sisi posesifnya muncul, menginginkan Marck hanya untuk menjadi miliknya.Marck menurunkan kepala dan mendekatkan bibirnya ke bibir Bella. Jantung Bella berdebar kencang menyambut sentuhan pertama dari pria yang sekarang ini sudah menjadi suaminya. Tubuhnya meremang ketika bibir lembut Marck menyapu bibirnya. Lidah pria itu mengusap dan menelusup masuk ke dalam mulutnya mengajaknya menari. Jari Bella meremas kerah tuxedo mahal milik Marck ketika merasakan cecapan pria itu.Tangan Marck menekan tengkuk Bella sehingga wanita itu tak bisa menolak cecapan suaminya yang semakin intens. Bella memejamkan mata, tampak pasrah menikmati rasa bibir panas Marck.Lumatan bibir mereka terhenti ketika pend
“Aku khawatir jika suatu hari nanti kamu akan bosan padaku dan meninggalkanku karena aku tidak bisa menjadi istri yang sempurna,” Bella masih berusaha mempertahankan dinding pertahanannya.“Aku tidak membutuhkan istri yang sempurna karena aku sendiri tidak sempurna. Aku membutuhkan wanita yang setia di sampingku dan bisa bersamaku untuk saling melengkapi kekurangan kita masing-masing,” ucap Marck dengan bijaksana.Mendengar hal tersebut dinding pertahanan Bella runtuh seketika. Kesempatan itu digunakan Marck dengan baik. Pria itu kemudian membalikkan tubuh Bella dan membawa ke dalam pangkuannya, agar wanita itu tidak bisa menghindarinya lagi. Dia lalu menggenggam tangan Bella dan menatapnya tajam.Dengan penuh keseriusan, Marck kembali melamar wanita itu. “Jadi sekarang, apakah kamu bersedia menikah denganku dan melengkapi kekurangan kita masing-masing menjadi kesempurnaan di dalam sebuah pernikahan?”Air mata Bella seketika menetes, tanpa keragua
Leah langsung berbalik dan menatap manik mata pria itu. “Kamu masih bermimpi buruk?” tanya Leah sambil menangkup pipi Owen. Owen mengangguk mengiyakan.“Tapi Olivia bilang kamu sudah sembuh sepenuhnya.” Leah mengingat perkataan Olivia.“Benarkah? Sepertinya dia mengata
“Kenapa kamu mengaturku? Terserah aku mau tidur di mana,” balas Zack dengan nada dingin. Matanya tiba-tiba menatap dada Kelly yang sedikit terbuka dan memperlihatkan sesuatu yang menyembul di antara penutup jubah mandinya.Kelly yang mengikuti arah tatapan Zack, langsung mengeratkan jubah mandinya
Ketika mobil Zack sudah sampai di depan kediaman Collins, Kelly keluar dari mobil sambil menggendong Ethan. Langkahnya terhenti ketika melihat Nicole sudah berdiri menyambut mereka. Senyum terkembang di bibir wanita itu, senyum yang membuat Kelly merasa muak.Merasa sesuatu mengancam kedekatannya d
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d







