로그인Zack kemudian mengecup puncak kepala Kelly dan mendekap istrinya erat. “Jangan paksa dirimu jika itu tidak sesuai dengan kemauanmu. Dengan kamu berada di sampingku saja, itu sudah lebih dari cukup. Mungkin permintaanku memang terlalu berat untukmu,” ucap Zack.
Dia merengkuh dan mengusap punggung telanjang Kelly hingga wanita itu tertidur lelap.Matahari pagi itu tampak begitu cerah dengan sinar jingga yang masuk ke kamar. Zack telah bangun beberapa menit yang lalu dan saat ini sedangBella masih berdiri di atas deck sambil melihat Marck yang berenang.“Ayo Sayang, turunlah! Airnya tidak dingin dan tenang, kamu pasti menyukainya,” teriak Marck.Bella kemudian menarik ikatan kain pantai yang melilit pinggangnya dan melepaskannya, memperlihatkan tubuh indahnya dengan pakaian renang yang sangat menggoda. Marck tampaknya berhasil membeli pakaian renang yang bisa mengeksplor keindahan tubuh istrinya.Pakaian renang itu dibeli Marck khusus untuk Bella pakai jika mereka sedang berduaan saja. Jika mereka berenang di pantai dengan banyak orang, baju Bella bisa dikatakan terlalu tertutup, tapi begitulah Marck. Dia hanya ingin menikmati keindahan istrinya hanya untuk dirinya, tidak ada yang boleh melihat tubuh terbuka Bella selain dirinya.Mata Marck tidak berkedip menatap tubuh istrinya sampai akhirnya Bella ikut terjun ke laut dan berenang mendekatinya. Bella tertawa karena ternyata apa yang dia lakukan sungguh menyenangkan. T
Setelah berganti pakaian dan melilitkan kain di pinggangnya untuk menutup baju renangnya yang terbuka, Bella membuat minuman dan mengeluarkan makanan yang ada lemari penyimpanan.Saat keluar untuk membawa makanan dan minuman tersebut, seketika dia menahan nafas melihat Marck berbaring di atas selimut tebal dengan bertelanjang dada. Hanya celana pendek ketat berwarna putih yang menempel di tubuhnya, memperlihatkan dada bidang dan perut berotot serta kaki kokoh panjang yang menggoda.Pria itu tidur terlentang dengan mata terpejam dan dengan menggunakan kedua tangan yang terlipat sebagai bantalnya. Rasanya seperti dewa yunani yang turun dari langit dengan tubuh sempurna. Dia yakin, kekayaan pria itu ikut andil dalam membentuk tubuh sesempurna itu. Makanan sehat, olahraga mahal, konsultan gizi, menjadikan fisik Marck sangat sempurna.Tiba-tiba saja kepercayaan dirinya runtuh melihat kesempurnaan pria itu. Dia hanya berdiri dengan nampan makanan di tangannya, m
Mata Bella tak berkedip menatap bibir Marck yang terbingkai dengan rahang yang kokoh dan maskulin. Dia menelan ludah, sadar jika mulai hari ini bibir itu menjadi miliknya, tidak akan ada lagi wanita yang akan menyentuh apalagi merasakannya. Seketika sisi posesifnya muncul, menginginkan Marck hanya untuk menjadi miliknya.Marck menurunkan kepala dan mendekatkan bibirnya ke bibir Bella. Jantung Bella berdebar kencang menyambut sentuhan pertama dari pria yang sekarang ini sudah menjadi suaminya. Tubuhnya meremang ketika bibir lembut Marck menyapu bibirnya. Lidah pria itu mengusap dan menelusup masuk ke dalam mulutnya mengajaknya menari. Jari Bella meremas kerah tuxedo mahal milik Marck ketika merasakan cecapan pria itu.Tangan Marck menekan tengkuk Bella sehingga wanita itu tak bisa menolak cecapan suaminya yang semakin intens. Bella memejamkan mata, tampak pasrah menikmati rasa bibir panas Marck.Lumatan bibir mereka terhenti ketika pend
“Aku khawatir jika suatu hari nanti kamu akan bosan padaku dan meninggalkanku karena aku tidak bisa menjadi istri yang sempurna,” Bella masih berusaha mempertahankan dinding pertahanannya.“Aku tidak membutuhkan istri yang sempurna karena aku sendiri tidak sempurna. Aku membutuhkan wanita yang setia di sampingku dan bisa bersamaku untuk saling melengkapi kekurangan kita masing-masing,” ucap Marck dengan bijaksana.Mendengar hal tersebut dinding pertahanan Bella runtuh seketika. Kesempatan itu digunakan Marck dengan baik. Pria itu kemudian membalikkan tubuh Bella dan membawa ke dalam pangkuannya, agar wanita itu tidak bisa menghindarinya lagi. Dia lalu menggenggam tangan Bella dan menatapnya tajam.Dengan penuh keseriusan, Marck kembali melamar wanita itu. “Jadi sekarang, apakah kamu bersedia menikah denganku dan melengkapi kekurangan kita masing-masing menjadi kesempurnaan di dalam sebuah pernikahan?”Air mata Bella seketika menetes, tanpa keragua
Marck langsung meraih tubuh Bella dan membawanya ke pantai. Saat sudah berada di air dangkal, dia menggendong dan membawa tubuh Bella menjauh dari laut.Melihat handuk Bella yang tergeletak di atas pasir, dia meletakkan tubuh wanita itu di atas handuk tersebut dan berusaha memeriksa keadaan Bella.Dengan jari tangannya, Marck mencari tanda kehidupan di nadi yang berada di pergelangan tangan dan leher Bella. Dia bisa bernafas lega ketika masih bisa merasakan denyut nadi Bella yang berdetak sedikit lemah.Pernah belajar pertolongan pertama, Marck mencoba memberi nafas buatan pada Bella untuk menyadarkan wanita itu. Baru saja dia ingin menurunkan kepalanya, tiba-tiba mata Bella terbuka lebar, senyum di bibirnya merekah, membuat Marck terlonjak kaget.“Ini yang namanya bersenang-senang,” gumam Bella yang langsung mendorong dada Marck dan berlari menjauh dari pria itu.Awalnya Marck masih membeku, tidak menyadari apa yang terjadi. Dirinya syok
Beruntung apa yang dia lakukan tidak membuat Marck terbangun. Dia dengan perlahan menjauhkan tubuhnya dari posisi semula, tapi terpekik terkejut ketika Marck tiba-tiba melingkarkan tangannya dan mendekapnya dengan erat, seolah itu adalah bantal guling yang bisa pria itu peluk seenaknya.Tangannya sudah berniat untuk mendorong dada Marck untuk melepaskan diri pelukan pria itu, tapi aroma tubuh Marck begitu menggoda sekaligus menenangkan. Kapan lagi dia bisa mendapatkan kesempatan seperti sekarang ini?Bella kemudian memberanikan diri untuk membalas melingkarkan tangannya di pinggang kokoh Marck, menyembunyikan wajahnya di dada pria itu dan menghirup aroma Marck sebanyak mungkin sebagai penghantar tidur. Merasakan semua itu, hatinya merasa tenang, perutnya yang sakit kini berangsur terasa nyaman berkat botol hangat yang Marck memberikan padanya. Matanya terasa berat, lalu perlahan terpejam, tak lama kemudian dia menyusul Marck ke alam mimpi.Debur
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me
Leah langsung berbalik dan menatap manik mata pria itu. “Kamu masih bermimpi buruk?” tanya Leah sambil menangkup pipi Owen. Owen mengangguk mengiyakan.“Tapi Olivia bilang kamu sudah sembuh sepenuhnya.” Leah mengingat perkataan Olivia.“Benarkah? Sepertinya dia mengata







