INICIAR SESIÓNPiere menegang ketika Geofany menyebut dirinya sebagai pria brengsek. “Apa yang calon suamimu lakukan sehingga kamu bisa menyimpulkan jika dia brengsek?”
Piere memanfaatkan keadaan dengan mengorek informasi dari Geofany yang sedang mabuk untuk mengetahui isi pikiran wanita itu.“Dia pria arogan dan keras kepala. Dia merusak ponselku dan tidak mau meminta maaf. Dia juga menyetujui perjodohan yang orang tua kami rencanakan secara sepihak, padahal aku tidak menginginkannya,” un“A-apa …?” tanya Geofany gagap dengan jari Piere yang masih menempel di bibirnya. “Bibirmu, apakah masih merasa panas? Lelehan marshmallow sudah hilang seharusnya kamu sudah baik-baik saja,” tutup Piere. “I-iya, aku sudah baik-baik saja,” jawab Geofany sambil menjauhkan bibirnya dari jari Piere. Mata Geofany tiba-tiba terpaku menatap bibir Piere yang sedang menyunggingkan senyuman manis. Tanpa tahu siapa yang memulai, tiba-tiba seperti magnet dengan kutub yang berbeda yang saling tarik-menarik, bibir mereka telah menyatu dan melumat lembut. Rasa marshmallow yang tertinggal di bibir mereka menambah manis cecapan keduanya. Sapuan bibir Piere yang menghanyutkan, membuat Geofany terlena. Bahkan ketika Piere menaikkan tubuh wanita itu ke atas pangkuan, Geofany tidak memberontak, tapi malah menanggapinya dengan senang hati. Sapuan lembut itu berubah menjadi lumatan panas. Tangan Piere
“Apa maksudmu membicarakan di belakang?” desak Piere yang semakin penasaran dengan apa yang dibicarakan para istri Collins tersebut. Geofany berjinjit dan mendekatkan bibirnya ke telinga Piere dan berbisik. “Membicarakan tentang bagaimana cara mengalahkan suami mereka di ranjang dan saling berbagi tips.” “APAAA ...?” seru Piere yang mengagetkan semua orang yang ada di sekelilingnya. Semua orang yang sedang menikmati dansa mereka, menoleh ke arah Piere dan Geofany dengan tatapan bertanya. Geofany langsung menutup mulut Piere dengan tangannya dan memasang raut wajah seolah tidak terjadi apa-apa. Mata wanita itu membulat menegur Piere. “Jangan bicara keras-keras!” Piere yang telah sembuh dari keterkejutannya, tersenyum merespon sikap Geofany. Dia tidak mengira jika para wanita Collin, para sepupu, aunty dan mamanya ternyata punya perkumpulan yang sungguh menggelikan. Dia kemudian menurunkan tangan Geofany yang masih menutup mu
Baru saja Geofany akan melakukan hal yang sama, Piere menahan tangan Geofany dan meraih sabuk pengaman wanita itu. “Biar aku bantu,” ucapnya singkat. “Terima kasih,” balas Geofany yang tiba-tiba merasa kikuk di depan Piere, padahal biasanya dia merasa biasa saja meski berdekatan. “Masih marah?” gumam Piere sambil menggenggam hangat tangan Geofany. Piere tahu jika hati Geofany masih terasa berat ikut dalam liburan keluarganya, tapi dia yakin Geofany akan menikmati liburan bersama keluarganya jika sudah mengenal karakter para anggota keluarga Collins. Bukannya menarik tangannya, Geofany hanya menatap Piere sekilas. “T-tidak,” ucapnya yang tiba-tiba gagap. Dia kemudian membuang muka menyembunyikan kegugupannya. “Shiitt …! Ada apa denganku? Aku rasa ada yang sedang tidak beres denganku, mungkinkah aku sedang jet lag?” batin Geofany. “Kamu akan menikmati liburanny
Wajah Geofany memerah mendengar perkataan Bella. “Aku tidak berbakat menjadi wanita kaya, aku tidak bisa menjadi wanita elegan seperti kalian dan Piere bukanlah tipeku. Pria itu terlalu dingin dan keras kepala,” sanggah Geofany.“Jangan menolak nasib baik yang datang padamu,” kata Bella sambil mengedipkan satu mata, lalu kembali ke meja kerjanya sendiri. Keduanya kemudian larut dengan pekerjaan masing-masing.Sepulang kerja, seperti biasa Piere datang ke kantor untuk menjemput Geofany. “Apakah akhir pekan ini kamu ada acara?” tanya Piere pada Geofany ketika mereka dalam perjalanan pulang.“Tidak, ada apa?” tanya Geofany heran.Piere tersenyum mendengar jawaban wanita di sampingnya karena itu berarti dia punya peluang untuk mengajak Geofany pergi. “Bisakah kamu menemaniku?”“Menemanimu ke mana?”“Keluargaku punya acara liburan di akhir pekan ini. Kami mempunyai pulau pribadi dan berencana menghabiskan waktu liburan di sana,” jelas
Tidak ingin berlama-lama dengan bayangan yang membuat tubuhnya memanas, Geofany menjauh dari cermin di depannya dan berniat untuk mandi. Tubuhnya tertegun, melihat pemandangan yang sangat memalukan. Dia melihat pakaian dalamnya bertumpuk dengan pakaian dalam seorang pria di lantai kamar mandi.Pipinya memanas dengan rona merah yang tampak jelas menghiasinya, bagaimana dia bisa melakukan hal memalukan tersebut? Seakan apa yang dia lakukan dengan pria asing itu bukanlah dirinya yang sebenarnya.Dengan cepat dia mengambil dan menyingkirkan pakaian dalamnya. Selesai mandi, satu masalah datang. Apa yang akan dia pakai ke kantor? Bahkan pakaian dalamnya basah dan pakaian luarnya kotor.Namun masalah itu terselesaikan ketika dirinya membuka pintu kamar mandi. Matanya menangkap sebuah kotak berwarna biru langit dengan pita putih di atasnya berada di atas meja dekat dengan jendela kamar. Dia tidak sempat melihat sebelumnya saat dia beranjak dari ranjang dan masuk k
Piere langsung menatap minuman yang Geofany pesan dan membau aromanya. Rahangnya mengeras ketika tahu jika pria itu telah mencampurkan sesuatu di gelas Geofany.“Kita pergi dari sini, kamu tidak aman di sini,” kata Piere lalu membawa Geofany pergi dari klub dan masuk ke mobilnya. Seperti biasa, dia membawa Geofany ke apartemennya.Ketika dia menghentikan mobilnya, terlihat Geofany terlelap di bangku mobil. Dia mengeluarkan wanita itu dan menggendongnya sampai apartemen. Meletakkan Geofany di atas ranjang dan membuka pakaiannya, memberi ruang agar wanita itu bisa bernafas dengan bebas.Yakin jika Geofany telah aman dan tidur dengan nyenyak, Piere masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, berniat menyusul Geofany tidur. Mungkin sudah saatnya dia memberitahu yang sebenarnya pada wanita itu jika selama ini mereka telah berhubungan.Geofany terbangun dengan tenggorokan yang terasa kering dan haus. Pandangannya mengabur dan tidak bisa melihat de
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d







