LOGINAriana yang takut terjadi sesuatu pada suaminya, mendekati Leo dan menggenggam tangan pria itu. “Jika kamu merasakan sakit lagi, ceritakan padaku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan padamu dan kehilanganmu. Semenjak kepergian Pelope, aku merasa kesepian. Semenjak kamu datang, hidupku menjadi lebih berwarna. Kamu memberikan kekuatan dan semangat baru padaku, aku tidak tahu akan menjadi seperti apa hidupku tanpamu.”
Mendengar hal tersebut, Leo mendekap istrinya dan mKesal dengan hal itu, dia menarik wanita yang menggodanya tersebut ke kamar langganannya lalu mendorong wanita itu dengan kasar ke atas ranjang. Tangannya menyingkap rok mini yang wanita itu pakai lalu menurunkan celana dalam wanita itu.Ketika wanita itu ingin menyentuh dan membuka pakaiannya, David menampar tangannya dan membalikkan wanita itu sehingga tubuhnya memunggunginya. Dia merasa nyaman dengan posisi tersebut karena tidak perlu melihat wajah wanita itu yang membuat gairahnya semakin menghilang.Tanpa pemanasan, dia menghentakkan miliknya ke dalam milik wanita itu. Teriakan keras antara rasa nikmat dan sakit dirasakan wanita itu. Pinggul David bergerak menghentak. Sayangnya bukan kenikmatan yang dia rasakan.Saat dirinya menutup mata, ada rangkaian peristiwa yang terpecah dalam kepalanya. Bayangan seorang wanita cantik yang mendesah di bawahnya, datang mengusik. Sayangnya cahaya matahari pagi menutup wajah wanita itu sehingga dia tidak bisa meliha
“Lalu bagaimana dengan ternakmu,” Nyonya Brown mengingatkan.“Untuk itulah aku ke sini. Ambilah semua yang tersisa di rumahku karena aku tidak bisa membawanya. Kamu telah sangat membantuku selama ini dan aku tidak memiliki apa-apa untuk membalas kebaikanmu. Jadi aku menyerahkan apa yang tersisa padaku untukmu. Aku masih memiliki sedikit tabungan dan akan pergi ke kota. Aku mengira aku bisa tinggal sampai tua di sini untuk menemanimu, ternyata takdirku berkata lain.”Tubuh Nyonya Brown menegang mendengar hal tersebut, perasaan kehilangan itu dia rasakan kembali. Dulu rasa itu dia rasakan ketika anak-anaknya pergi ke kota untuk mencari kehidupan mereka sendiri, kini dia kembali harus mengalaminya ketika Ariana berniat pergi dari tempatnya.“Aku sangat sedih mendengar kamu ingin pergi tapi aku tidak bisa menahanmu, sama seperti aku tidak bisa menahan kepergian anak-anakku. Aku tidak akan mengambil ternak dan barang-barangmu, tapi akan menjaganya untukmu. Aku
“TIDAK …! Aku tidak bisa melupakan suamiku begitu saja. Leo tidak boleh melupakanku,” seru Ariana.“Semua diluar batas kendaliku. Aku tidak bisa membantumu, Ariana,” ucap Pelope yang sebenarnya memang sengaja tidak ingin membantu adiknya.“Aku harus bertemu Leo, jika dia melihatku, aku yakin dia akan mengingatku,” desak Ariana.“Kamu tidak akan bisa menemuinya. Keluarga Collins terlalu protektif. Mereka akan langsung memasukkanmu ke penjara jika melihatmu. Aku sudah bersusah payah membujuk mereka agar tidak menuntutmu, jangan membuat usahaku sia-sia karena kamu berkeras ingin menemui David. Kini David dan dirimu bagaikan langit dan bumi, secara normal dia tidak akan melirikmu. Kamu malah akan terlihat seperti wanita bodoh yang terobsesi padanya jika memaksakan diri bertemu dengannya,” ucap Pelope.“Jangan menghinaku, Pelope. Leo mencintaiku dan aku pun mencintainya. Dia tidak pernah memandang fisik dan penampilanku tapi dia melihat siapa aku seben
Ariana berusaha mengumpulkan ingatannya dan terakhir yang dia ingat adalah dia tertidur di kamarnya sendiri, tapi entah kenapa dia terbangun di sebuah ruangan dengan dinding berwarna putih dan bau obat yang menyengat. Kepalanya masih berdenyut sakit membuatnya semakin bingung dengan keadaannya saat ini. Apa yang terjadi pada dirinya? Dia menyapukan pandangannya mencari seseorang yang bisa dia tanya, tapi dia hanya sendiri di ruangan itu. Dia berusaha untuk bangun tapi kesulitan karena tubuhnya masih terasa lemas, ketika mengangkat tangan, terlihat jarum infus tertancap di tangannya.“Ariana, kamu sudah bangun?” tanya seorang wanita tua yang baru saja masuk ke ruangan di mana Ariana terbaring.“Nyonya Brown? Bagaimana aku bisa berada di sini?” tanya Ariana merasa lega karena akhirnya melihat seseorang yang dia kenal.Nyonya Brown adalah tetangga terdekat Ariana, walaupun rumah mereka berjarak dua km. Dia sering pergi ke rumah Ariana untuk sekedar
Sadar jika dirinya tak bisa mengangkat Leo sendiri ke mobil, dia mencoba meminta tolong. Berharap ada penduduk yang sedang lalu lalang di jalan yang berada dekat dengan rumahnya.“Tolong …!”“Tolong …!”Teriak Ariana berkali-kali sampai tenggorokannya sakit, tapi tidak ada satu pun orang yang mendengar teriakannya.Di tengah keputusasaannya, pintu rumahnya tiba-tiba terbuka lebar. Ariana tidak tahu siapa yang membuka pintu rumahnya karena silau cahaya matahari yang mengenai matanya. Yang dia tahu tiba-tiba …Plaaakkk …Sebuah tamparan sangat keras mendarat di pipinya, rasanya panas dan sakit, telinganya sampai berdengung merasakan sakit tersebut. Dia sendiri belum menyadari apa yang terjadi. Dirinya masih syok, matanya masih kabur karena air mata yang menutupi pandangannya.“Jauhi putraku, wanita jalang! Jangan pernah menyentuh apalagi mendekatinya.” Hanya suara itu yang terekam di kepalanya.Tidak lama kemudian
Ariana yang takut terjadi sesuatu pada suaminya, mendekati Leo dan menggenggam tangan pria itu. “Jika kamu merasakan sakit lagi, ceritakan padaku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan padamu dan kehilanganmu. Semenjak kepergian Pelope, aku merasa kesepian. Semenjak kamu datang, hidupku menjadi lebih berwarna. Kamu memberikan kekuatan dan semangat baru padaku, aku tidak tahu akan menjadi seperti apa hidupku tanpamu.”Mendengar hal tersebut, Leo mendekap istrinya dan mengusap punggung wanita itu. “Kamu tidak akan kehilanganku. Aku akan memberitahumu jika keadaanku tidak membaik.”Dua berita yang dia dengar pagi ini membuat Ariana cukup emosional. Pertama tentang identitas Leo yang sebenarnya dan yang kedua tentang keadaan Leo yang tiba-tiba memburuk, padahal sudah berbulan-bulan keadaan pria itu baik-baik saja.Ariana kemudian masuk ke pelukan suaminya dan membenamkan wajahnya di dada pria itu. Tangannya memeluk pinggang Leo seakan tidak ing
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du







