LOGIN“Apa ...? Sarapan di sini?” ekspresi Dorian menanggapi perkataan Viola dengan heran. Apakah di desa ini, sudah menjadi tradisi membawa makanan ke rumah orang lain dan ikut makan bersama di rumah tersebut?
“Apakah hanya ada dua piring? Ada istriku juga di rumah ini,” kata Dorian.“Istrimu ...? Oh astaga, aku lupa tentang istrimu. Aku hanya menyiapkan dua porsi untukku dan untukmu. Bagaimana ini?” Viola tampak bersalah. Padahal dari awal dia memang sengaja membawa dua porsi ma“Apakah rencana kita akan berhasil?” gumam Leah pada suaminya. “Entahlah, semoga saja berhasil. Sudah saatnya Marck mengenal seorang wanita.” Bella duduk kaku dan tegang di kursi mobil yang dikendarai oleh Marck. Matanya menatap lurus ke depan dengan mulut terkatub. Dia bahkan tidak berani menatap pria di sampingnya. Meredam kegugupan, dia meremas dan memainkan jarinya sepanjang perjalanan. “Aku benar-benar tidak suka dengan caramu mendekati orang tuaku. Apakah kamu tidak bisa menerima penolakanku dengan halus?” geram Marck. “Saya benar-benar tidak sengaja bertemu dengan mama Anda, saya tidak berbohong dan saya sama sekali tidak berniat untuk mendekati orang tua Anda. Bahkan saya tidak tahu jika Nyonya Leah adalah mama Anda. Lebih mengejutkan lagi saat saya tahu jika kalian semua adalah anggota keluarga Collins termasuk Jossie. Jika saja saya mengetahuinya sejak awal saya tidak akan ...” Perkataan Bella seketika terhenti ka
“Apa yang Tuan Marck lakukan sehingga hubungan mereka selalu berakhir tidak baik? Apakah para wanita itu tidak menginginkan Tuan Marck ketika mereka tahu apa yang terjadi?” tanya Bella ingin mengetahui Marck lebih banyak lagi.Leah menatap Bella tanpa mengatakan sesuatu. Dia seolah sedang mempertimbangkan apakah dia akan menceritakan keburukan putranya atau tidak pada wanita yang baru saja dikenalnya itu. Dia meneliti ekspresi Bella yang tidak terbaca. Hanya ini kesempatan yang dia miliki untuk membuat putranya bisa menjalani hubungan normal dengan seorang wanita.“Marck sering kali melakukan kekerasan yang tidak dia sadari pada pasangannya jika wanita yang bersamanya membahas masalah fisik. Hal itulah yang membuatnya tidak pernah bisa berhubungan lama dengan seorang wanita. Dia merasa jijik dengan dirinya sendiri karena pelecehan tersebut. Kemarahan itu tersimpan rapat di dalam hatinya dan bisa muncul kapan saja tanpa bisa diprediksi. Jika Marck marah, di dalam pi
“Perkataanmu sangat keterlaluan Marck! Papa tidak pernah mengajarkan hal sekasar itu padamu. Kita harus bicara. Ikut Papa!” tegur Owen dengan raut wajah marah. Dia mengajak Marck untuk bicara empat mata, menegur dan memberi pengertian pada putranya.Tidak bisa menolak kemauan Papanya, Marck menjauh dari Jossie dan mengikuti langkah papanya menuju ruang kerja pria itu.Melihat suasana yang tidak menyenangkan Bella akhirnya bersuara. “Maaf karena kedatanganku malah menghancurkan makan malam kalian. Sebaiknya aku pergi saja dari sini.”“Kamu tidak menghancurkan makan malam kami, sikap Marck saja yang keterlaluan terhadapmu. Sebaiknya lupakan saja apa yang Marck katakan padamu karena sikap Marck memang seperti itu pada semua wanita, bukan hanya padamu saja. Jadi aku harap kamu tidak tersinggung dan tetap bersedia makan malam bersama kami,” kata Leah berusaha membujuk dan menenangkan Bella.“Benarkah Marck bersikap kasar pada semua wanita? Tapi yang ak
“Aku pulang terlambat karena harus membelikan baju seorang wanita yang terkena tumpahan kopiku,” jelas Leah. “Tumben sekali kamu bersikap ceroboh, apakah ada yang sedang mengganggu pikiranmu?” selidik Owen. Selama menikah dengan Leah, Owen sangat tahu kepribadian istrinya yang sangat hati-hati. Jika sampai dia menumpahkan kopi ke tubuh orang dan bersikap ceroboh, Owen yakin jika istrinya tersebut sedang memikirkan sesuatu yang membuat konsentrasinya hilang. “Soal Marck. Apakah dia sudah mengenalkan seorang wanita padamu untuk dijadikan istri?” tanya Leah dengan raut wajah khawatir. “Sikap Marck masih keras kepala dan tidak ingin dipaksa soal pernikahan. Dia belum mengenalkan siapa pun padaku, bahkan kami belum bicara semenjak aku menemuinya terakhir kali,” jawab Owen. “Apakah kamu yakin Marck tidak menyukai sesama pria seperti berita yang beredar di media massa?” Leah memastikan. “Mana yang kam
Hubungan pekerjaan membuat mereka intens bertemu, keduanya menjadi sangat dekat dan tanpa sadar saling membutuhkan satu sama lain.Hingga hubungan pekerjaan itu sedikit melenceng ketika suatu hari Marck menghimpitnya ke dinding ruang kerjanya dan melumat bibirnya dengan intens. Dia sangat syok hingga tak mampu berkutik. Dia hanya diam ketika Marck menjelajahi bibir dan lehernya, bahkan meninggalkan jejak panas di sana.Beberapa detik kemudian, Marck menjauh dengan tatapan mata nanar dan menyedihkan. Melihat raut wajah itu, dia ingin menyentuh Marck tapi dengan cepat menyuruhnya pergi dari ruangan. Semenjak itu sikap Marck padanya semakin dingin, tanpa Marck tahu jika apa yang pria itu lakukan telah mengunci hatinya.Sadar dari lamunan, gelas kopinya telah kosong. Bahkan dia tidak ingat jika sudah meminumnya. Dia kemudian beranjak dari tempat duduknya berniat kembali bekerja tapi tiba-tiba pyarrrr ... Kopi panas mengguyur bagian depan bajunya.“Auu
“Kamu selalu sering menyebut nama Bella, ada apa dengan wanita itu? beruntung dia bukan seorang pria, jika dia seorang pria, aku pasti sudah sangat cemburu pada orang itu.”“Apakah kamu ingin mengatakan jika aku mampu berselingkuh di belakangmu,” gerutu Jossie sambil mengerucutkan mulutnya kesal.“Aku tidak mengatakannya, jangan menyimpulkan yang tidak-tidak,” bantah Kevin.“Tapi aku tahu dengan jelas maksudmu.”Mata Kevin langsung menatap tajam mata istrinya. “Ingat Jossie, jika kamu mulai berpikiran aneh-aneh dan marah karena sesuatu yang tidak benar, aku akan membuatmu tidak bisa berangkat kerja dan kita akan habiskan waktu seharian di atas ranjang. Aku akan dengan senang hati menghukummu,” ancam Kevin.“Oke ... oke ... aku tidak marah,” ucap Jossie menyerah sambil mengangkat kedua tangan.“Jadi ada apa dengan Bellamu itu? Kenapa kamu tampak begitu peduli dengannya?” selidik Kevin.“
Sedangkan Hazel yang melihat hal tersebut hanya bisa menggerutu tak jelas karena tidak berani meminta bantuan pada majikannya itu.“Duduk di depan, aku tidak ingin duduk di sebelah seorang pelayan,” ucap Ethan dengan nada jijik pada Hazel ketika mereka masuk ke mobil. Hazel mengangguk pa
Tak lama kemudian, Athena kembali dan duduk menghadap Dorian. Tanpa tahu apa yang dipikirkan suaminya, dia menyuapi Dorian dengan penuh semangat. Dorian dengan senang hati menerima suapan istrinya. Namun bukan hanya itu yang dia lakukan, tangannya mulai nakal dengan mengusap kaki bagian
Leah langsung berbalik dan menatap manik mata pria itu. “Kamu masih bermimpi buruk?” tanya Leah sambil menangkup pipi Owen. Owen mengangguk mengiyakan.“Tapi Olivia bilang kamu sudah sembuh sepenuhnya.” Leah mengingat perkataan Olivia.“Benarkah? Sepertinya dia mengata
Namun sampai detik ini, belum ada pendonor yang cocok. Jadi, Olivia mengandalkan obat-obatan untuk bertahan selama menunggu ada pendonor yang cocok. Selama itu pula, Olivia tinggal bersama dengan Owen dan Owen merawatnya dengan baik.Owen kemudian memperkenalkan Olivia pada Zack dan