Home / Mafia / Menikahi Mafia Don / Enam Belas - Anne - Badai

Share

Enam Belas - Anne - Badai

Author: ArinaAsh
last update publish date: 2026-10-25 12:55:11
Pagi di Italia terasa sangat berbeda. Rasanya seperti aku berada di dunia lain. Sinar matahari Mediterania menyelinap melalui celah tirai, terutama ketika hari sangat cerah. Matahari bersinar tanpa dihalangi awan.

Ketika menoleh ke sekeliling ruangan, aku mendapati Vittorio telah berdiri di balkon dengan menatap ke lautan biru yang terasa tiada akhirnya. Dari punggungnya, aku tidak bisa melihat ekspresinya. Namun, aku bisa melihat rokok di tangannya. Kemeja putihnya digulung hingga ke siku, dan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikahi Mafia Don   Enam Belas - Anne - Badai

    Pagi di Italia terasa sangat berbeda. Rasanya seperti aku berada di dunia lain. Sinar matahari Mediterania menyelinap melalui celah tirai, terutama ketika hari sangat cerah. Matahari bersinar tanpa dihalangi awan.Ketika menoleh ke sekeliling ruangan, aku mendapati Vittorio telah berdiri di balkon dengan menatap ke lautan biru yang terasa tiada akhirnya. Dari punggungnya, aku tidak bisa melihat ekspresinya. Namun, aku bisa melihat rokok di tangannya. Kemeja putihnya digulung hingga ke siku, dan untuk pertama kalinya, aku melihat Vittorio tanpa pakaian formalnya. Kemarin malam, dia tidak kembali hingga aku tertidur, sehingga aku tidak tahu kapan dia kembali dan bagaimana dia tidur. Aku beringsut turun dari tempat tidur. “Apa kau tidak pernah tidur?”Vittorio tidak menjawab sebelumnya, kemudian berkata, “Selamat pagi, Angelo Mio,” ucapnya tanpa menoleh. “Untuk menjawab pertanyaanmu, aku tidur cukup.”“Kau belum kembali ketika aku tidur, dan sudah terbangun ketika aku bangun.” Aku menole

  • Menikahi Mafia Don   Lima Belas - Anne - Ilusi di Tepi Tebing

    Perjalanan udara itu terasa seperti tidak pernah berakhir. Pikiranku terus kembali pada bagaimana Vittorio berkata dia melakukan ini semua untuk melindungiku. Aku masih tidak bisa percaya bahwa orang yang disebut monster oleh semua orang tidak akan menyentuhku, kecuali aku memperbolehkannya. Padahal, kupikir, dia akan memaksaku. Aku merasa beruntung, tentu saja. Namun, aku juga merasa sangat … aneh. Bisakah aku percaya padanya? Atau ini hanyalah permainannya yang lain?Ketika kami akhirnya turun dari pesawat pribadi, angin laut yang asin langsung menyapa wajahku. Kami mendarat di sebuah bandara kecil di Italia, dan dari sana, sebuah mobil hitam dengan kaca gelap membawaku menyusuri jalan tebing yang memukau.Pemandangan laut Mediterania yang biru sungguh indah. Kalau saja, ini bukan bulan madu yang tidak kuinginkanku. Aku pasti akan sangat menikmati pemandangan itu. Meski begitu, aku tidak bisa menampik bahwa tempat ini luar biasa indah. Di sebelahku, Vittorio tidak mengatakan apa

  • Menikahi Mafia Don   Empat belas - Anne - Ikrar Sang Iblis

    Pagi itu, ruangan dipenuhi oleh penjahit dan pelayan yang sibuk mempersiapkan pengantin. Aku duduk di depan cermin besar. Pantulanku di sana tampak seperti boneka yang sangat indah. Sayangnya, boneka yang indah itu terlalu lemah dan akan hancur di tangan suamiku sendiri. Mengingat hal itu membuatku ingin menangis. Seorang pelayan masuk sembari membawa kotak beludru hitam. Ketika meletakkan kotak itu di meja rias, tangannya gemetar dan dia tidak berani menatapku.“Tuan De Luca meminta Anda mengenakan ini, Nyonya.”Napasku tercekat. Ketika membuka kotak itu, aku menemukan sebuah kalung choker dari berlian hitam dan platinum. Hukuman itu. Janji bahwa dia akan menarikku di atas altar jika aku berani melarikan diri. Tanganku bergetar dan perlahan menyentuh collar itu. Desainnya sangat elegan. Benda ini terlihat sangat mahal, tetapi tetap saja, ini akan mencekikku. Pelayan itu memasangkannya untukku dan aku harus menahan diri sebaik mungkin agar tidak menangis. Waktu pernikahan itu ak

  • Menikahi Mafia Don   Tiga Belas - Anne - Ilusi Kebebasan

    Besok adalah hari pernikahanku. Rasa takut itu membuatku tidak bisa tidur. Hari yang mengerikan itu akhirnya tiba dan aku tidak akan bisa melarikan diri lagi.Aku duduk di tepi kasur dan menatap perhiasan yang Vittorio belikan untukku. Perhiasan yang luar biasa cantik ini justru terasa seperti memerangkapku di sini. Tidak hanya itu, keanehan yang Vittorio tunjukkan padaku sebelum dia menghilang juga membuatku tidak bisa tidur.Saat aku membuka kotak perhiasan itu, sesuatu terjatuh ke karpet. Huh? Aku tidak ingat pernah memasukkan benda ini.Dengan perlahan, aku mengambil benda yang jatuh itu. Ini … kunci? Kunci logam kecil dan selembar kertas kusut.Pelayan di butik itu. Seseorang memasukkan sesuatu ke dalam kotak perhiasan untuk memberikan pesan

  • Menikahi Mafia Don   Dua belas - Anne - Ilusi Sangkar Emas

    Pagi itu, suasana terasa lebih mencekam dari biasanya. Ada dua pengawal Vittorio yang menjagaku ketika aku pergi untuk melakukan fitting perhiasan. Kedua pengawal itu membisu, Vittorio memastikan bahwa mereka tidak akan mengobrol denganku. Keheningan itu membuatku gugup, tetapi ketakutan ini tidak hanya datang dari suasana mobil. Kata-kata Valeria terus berputar di kepalaku, bersama dengan bekas luka mengerikan di tubuhnya. Peringatan tentang Vittorio sebagai monster yang menghancurkan wanita yang dia inginkan membuatku merinding. Valeria berkata bahwa aku akan menjadi korban Vittorio selanjutnya.Aku menggenggam tanganku erat-erat di pangkuan. Namun, percuma. Gemetar itu tidak mau berhenti. Akhirnya, kami tiba di sebuah butik eksklusif di Manhattan. Aku pernah mendengar kawasan ini sebagai kawasan elit, tetapi aku tidak pernah kemari. Meskipun keluargaku adalah pengusaha kaya, tempat ini masih tetap terlalu mahal untukku. Begitu pintu terbuka, aku langsung melihat Vittorio yang me

  • Menikahi Mafia Don   Sebelas - Anne - Rahasia Tengah Malam

    Aku tidak bisa tidur. Sekalipun waktu telah menunjukkan pukul dua pagi, kata-kata wanita itu tetap membuatku terjaga, seolah berusaha mengganjal pikiranku untuk terus terjaga. Vittorio menyembunyikan sesuatu.Aku tahu bahwa Vittorio pasti menyembunyikan sesuatu. Dia adalah seorang ketua mafia. Aku justru akan bingung jika dia tidak memiliki satu atau dua rahasia. Namun, apakah aku berani untuk mengungkap rahasia itu? Terutama ketika wanita itu terlalu, mencurigakan. Bagaimana jika itu hanya jebakan? Darimana dia tahu bahwa di air mancur tidak ada CCTV? Bagaimana jika ini hanyalah satu dari sekian kegilaan Vittorio? Vittorio itu gila. Setidaknya aku tahu sejauh itu. Namun, apakah dia akan benar-benar mencoba mengujiku?Aku tidak tahu. Namun, satu hal yang pasti, rasa penasaran ini mengalahkan rasa takut. Kemungkinan kecil bahwa tidak semua orang di rumah ini tunduk pada iblis itu membuatku mendapatkan sebuah harapan. Harapan kosong. Aku segera mendorong keraguan itu jauh-jauh. D

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status