Share

Bab 6

Aku menjadi apa….?

“Penghalang?” tanyaku, setelah sebelumnya menelan ludah, saking lamanya mencerna kata-kata itu. “Kenapa Aku harus jadi penghalang?"

Grand mahilda tidak bergeming dia pasti ingin aku mencari tahu Maksudnya. "Sebelumnya dia tidak mengatakan apa-apa tentang itu."

"Ini tidak sulit Megan sayang, kamu cukup menghalau wanita itu saja dan berpura-pura saling mencinta dengan Anthony"

“Ya… persisnya begitu…” ujar Grandma Hilda, tanpa memerdulikan reaksiku. Mataku mengerjap tak mengerti, banyak hal  yang harus akan kutanya setelah ini. “Aku tahu banyak yang ingin kau tanyakan. Pertama-tama, Kau akan kuberitahu dari awal kejadian tiga tahun yang lalu. Dengarkanlah… karena Kamu akan mengerti” ucap Grandma Hilda.

Aku menahan napasku yang sedikit tersengal berkat informasi tak terduga itu. Tapi, Aku sudah sampai disini, dan tak bisa kembali. Jadi pilihanku adalah mendengarkan saja dulu apa yang akan Grandma Hilda katakan. “Baik. Akan kudengarkan”

“Tiga tahun yang lalu Anthony dijebak oleh seorang Wanita yang perprofesi sebagai Manajer Fitnessnya. Wanita itu adalah Charlotte Grey. Dia mengaku telah dihamili oleh Anthony, Anthony yakin Dia tak pernah menidurinya. Namun Wanita itu mengatakan mereka melakukannya di Pub. Saat itu mereka tengah mabuk, kamera memang ada, dan bukti bahwa Anthony pergi bersamanya juga ada. Namun, Wanita itu terlalu siap dengan berbagai bukti. Kurasa Dia sudah merencanakannya, dan melahirkan anak itu. Anak itu bernama Abigail” Jelas Grandma, berhenti sebentar.  Dia menarik napas dengan hidung mungil keriputnya dan kemudian melanjutkan kalimatnya lagi, “Anthony tak tahu harus bagaimana, Pria itu tidak berencana menikah. Kau tahu, Anthony itu Pria yang hanya ingin main-main dengan wanita, pacarnya banyak tapi Dia tak mau menikahi siapapun dari mereka…”

Bagaimana keadaan Abigail, jadi siapa Ayahnya? Aku penasaran dengan kelanjutannya. Grandma tampaknya akan memulai lagi penjelasannya. “Charlotte memaksa untuk dinikahi. Siapa sih yang tidak ingin menikah dengan Anthony-ku yang tampan.. tapi….tidak semudah itu meminta pertanggung jawaban tanpa bukti. Tentu Aku menawarkan Test DNA. Dokter, dan Asistan Lab yang melakukannya telah kubayar agar Profesional dalam pembuktiannya. Aku sudah hidup lebih lama, jadi Aku tahu bagaimana enjadi licik.. “ jelasnya, terdengar seperti ahli yang licik. “Dugaanku benar, Aku tahu Wanita itu bisa saja berbuat curang dengan menyuap Dokter dan Analis itu, dan benar saja. Charlotte mencoba menyuap Dokternya…”

Hebat. Wanita tua kaya dan setengah licik memang hebat. “Lalu apa yang terjadi setelah itu?” tanyaku, benar-benar penasaran. Grandma Hilda tersenyum menyungging sempurna untuk keriput tuanya yang kering. “Aku tak mungkin membiarkannya pergi. Tapi untuk anaknya telah kuberi bantuan biaya.. Dia hanya bisa menariknya tiap bulan, minimal itulah yang kubantu.. meskipun itu bukan cicitku”

“Kalau seperti itu, kenapa Posisiku harus ada? Bukankah masalah telah beres?” Tanyaku.

“Tidak, Dia mencoba segala cara, Dia tahu berbeda dengan Anthony, tapi Wanita itu sepertinya terobsesi olehnya. Dia mencoba menjerat Anthony lagi. Aku kasihan pada Anaknya kenapa bisa Dia dijadikan objek oleh Ibu nakal seperti Charlotte untuk menipu kami, dan ultimatumku sampai padanya. Anthony kesal padanya, dan Wanita itu mencoba melaporkan Anthony ke Polisi”

“Disisi lain, ada seorang Wanita yang juga mencoba mendekatinya, Anthony jatuh cinta padanya, namun… ternyata Wanita itu adalah Wanita bayaran Charlotte”

Ohwm. Ternyata Suamiku itu punya kisah cinta yang seperti itu ya?hmm

“Nama Wanita itu adalah Jennice. Jeannice Mcqueen.  Kau harus mengingatnya.  Karena mungkin saja Dia mengganggunya lagi. Kau tahu kan, Anthony mulai punya perasaan padanya…Setelah tahu, bahwa Jean suruhan Charlotte, kami tahu, yang Dia inginkan bukanlah Anthony tapi kekayaannya. Bisa-bisanya Dia mengutus seorang Wanita lagi untuk merayu Anthony..”

Ternyata seperti itu. Akhirnya Aku mengerti kenapa Anthony tidak begitu peduli dan marah saat itu “KALIAN PEREMPUAN SAMA SAJA” itu yang Dia katakan.  Jadi itulah maksudnya. Semua bukan mengejar cinta, tapi uangnya. Kurasa semua didunia ini suka uang. Dan lagi Aku menikah dengannya karena uang. Namun kasusku berbeda. Ada yang harus kupenuhi.

“Megan…” Grandma menyadarkanku dengan panggilannya.

“Ya, Nyonya…”

“Kenapa formal sekali? Tak perlu memanggilku nyonya. Kau terlalu formal” timpalnya.

"Grandma..."sahutnya.

"Ya, itu lebih baik. Kau harus belajar memanggilku grandMa dari sekarang"

“Ya, Grandma..” sebetulnya masih malu bagiku untuk memanggilnya langsung seperti itu tapi sudahlah memang aku harus membiasakan diri dengan kebiasaan keluarga ini.

“Anthony akan tinggal dikota ini, jadi Kau akan menjadi Istrinya untuk sementara ini… orangtua angkatmu tak tahu tentang ini kan?”

“Tidak. Ini murni perjanjianku denganmu grandma” jawabku. “Tapi…” Aku harus mengatakan isi pikiranku. “Apakah Aku benar-benar akan menikah dengan Anthony selama satu tahun?"

 "Ya 1 tahun hingga Dayanara kembali" sahutnya. Oh namanya dayana raya wanita yang akan menjadi istri asli dari Anthony Barnett. Aku juga jadi penasaran bagaimana sosok wanita itu, sosok wanita yang dipercaya bisa membuat Anthony berubah.

"Kurasa Dayanara adalah pilihanku yang paling tepat untuk cucuku yang malang itu.. semua pria di dunia ini pasti membutuhkan cinta, dan Anthony sesungguhnya mendambakan sosok wanita yang bisa memberinya ketentraman dan kenyamanan, tanpa memperdulikan kekayaan yang dia punya, hanya Cinta."

Mendengar itu Aku juga dengan tulus mendoakan Anthony agar dia segera bertemu dengan wanita yang yang cocok dengannya. Ya, Dayanara itu. Dan akhirnya tugasku selesai.

Grandma Hilda mengaitkan kedua ruas jari-jemarinya. Dia masih terdiam. Aku hanya bisa mengikutinya, ketika wajahnya terlihat memikirkan sesuatu yang berat. “Maka dari itu…., Kau jangan sampai jatuh cinta pada Anthony… dan jangan buat Dia jatuh cinta denganmu...”

“Itu.. tak akan… kujamin… meskipun Dia tampan, Aku punya tipe idealku sendiri” sahutku dengan sangat percaya diri.

“Bagus… baguslah…., kuharap Kau memegang kata-katamu Megan"

Tentunya Kau boleh memegang kata-kataku kuat-kuat Nyonya. Aku tidak akan jatuh cinta pada pria itu.

"Dayanara dan Anthony itu sangat cocok."

Cocok? Sedikit, ada rasa tak nyaman dalam batinku karena berarti Aku bukan Wanita yang cocok dalam anggapan Grandma. Dan juga, kata cocok bukan kata yang pas dalam kacamata berpikirku. PANTAS adalah kata yang cocok. Wanita bersahaja di luar sana yang sedang ditunggu oleh grandma dan Anthony pasti ada lah wanita yang sangat luar biasa.  Ia pasti pantas bersanding dengan Anthony yang kaya raya.

“Megan… Bisakah kau mengambil berkas map berwarna hijau dalam laci pertama sebalah kanan mejaku?” pinta Grandma Hilda tiba-tiba.

“Oh tentu, Aku akan bantu ambil” sahutku. Aku kemudian berdiri dan beranjak dari kursiku. Aku berjalan beberapa langkah menuju lemari itu dan menariknya.  Ada map hijau dan sepertinya agak berat. “Ambillah, bawa kemari” pintanya lagi. Aku mengangguk dan berjalan kearahnya, lalu memberinya map itu.

Grandma Hilda membukanya. “Ini adalah isi perjanjian kontrakmu denganku… ingat Anthony tak boleh sampai melihat ini. Kau mengerti?”

Aku mengangguk. Tapi kenapa kontrak itu tak meminta persetujuanku dulu? Siapa tahu kontraknya akan merugikanku dikemudian hari?

“Bacalah dulu, kujamin Kau tidak rugi… AKu pun mengambil keuntungan darimu dengan tidak perlu berhubungan dengan Charlotte lagi” Grandma seperti tahu isi pikiranku. Ya, sebaiknya kubaca dulu. Ternyata ada sesuatu didalamnya. “Buku tabungan?” tanyaku spontan, berikut sebuah kartu kredit, ah tidak ini kartu kredit unlimited, black card. “Itu untukmu. Yang ada di buku tabungan adalah uang sudah kujanjikan padamu…” ucapnya.

Kulihat nominalnya, dan luar biasa. “300.000 ribu dolar?”mataku membulat dan samar.”Ini…. tidak seperti permintaanku…?” tanyaku, tak percaya dengan apa yang kulihat. “Kau akan menjadi istri, didepan orang-orang… jadi Kau seharusnya memakai sisanya untukmu.  Dengan uang sebanyak ini, Aku bisa melanjutkan sekolah. Bayar hutang Ayahku dan membantu Martha membiayai pengobatan Mom. “Kartu kreditnya juga bisa kau pakai…” sahut Grandma.

"Tidaknya ini terlalu banyak-"

“Peganglah." Suara tegasnya membuatku diam. "Aku punya syarat terakhir untukmu.. Kau harus bisa menghadapi Charlotte… Dia wanita yang mengerikan.. bila Dia bisa menggunakan anak dan Wanita untuk mendekati Anthony… bisa saja Dia menggunakan cara lain… sekali lagi kau harus bersiap…” Ya, itulah tantanganku. Mendapatkan uang ini jelas tak cuma-cuma. Dua tahun untuk menghalau seorang Wanita bernama Charlotte, mungkin tak akan mudah.

Tapi ini terlalu banyak, dan kartu kredit, memangnya apa yang bisa kubeli?Grandma… tapi kartu ini… Aku tidak butuh kartu kredit, Aku bisa membelanjakan sisa uang anda yang masih banyak…” jawabku.

“Ambil saja, gunakan bila perlu. Aku tahu Kau wanita yang cekatan dan super hemat, tapi Kau Istri Anthony, banyak mata yang akan melihat padamu.. belanja lah baju uang cocok. Kau layak dengan peranmu..”

Dalam benakku yang payah ini, hanya bisa mengartikannya menjadi kalimat 'Aku adalah wanita miskin yang tak boleh berperilaku miskin setelah menikah dengan orang kaya'. "Baik akan ku simpan bila grandma ingin seperti itu"

"Baiklah.." kulihat raut wajahnya lebih tenang dengan jawabanku.

"Grand ma aku yang bertanya satu hal lagi.. Anthony melarangku kemana-mana dan harus dalam pengawasannya... Apa aku boleh menolak? Sebelumnya aku adalah wanita yang bebas.. maksudku aku juga ingin bisa bertemu teman-teman, Ya setidaknya tidak di rumah terus"

GGrand ma tersenyum dan memegang tanganku ada sebuah isyarat kata sabar dari senyumnya yang menuju setelahnya yang membuatku menelan ludah kemudian. "Terima tidak tahu apa yang kalian bahas untuk pernikahan kalian, Tapi satu hal yang perlu kau tahu Anthony tidak melakukan itu untuk kepentingannya sendiri. Karena cucuku itu unik sebaiknya kamu ikuti aturannya dulu.."

Aku hampir menahan napas mendengar kalimat aneh yang baru saja terlontar dari bibir bijaksana seorang nenek dari Anthony. Kukira dia akan membela ku habis-habisan tapi ternyata, dia malah mendukung cucunya. "Kalian memang menikah secara kontrak, tapi apapun yang kalian lakukan atau Antony minta padamu itu bukan urusanku... "Lagi dia tersenyum, seakan itu adalah bukti nyata kutukan pernikahan kontrak ini, dan sang nenek yang mengiyakan perbuatan cucunya sebagai sesuatu yang logis dan tak perlu dia komentari. "Tapi-"

"Ikuti saja Dia dulu. Kalau kau menurut, dia pasti akan memberikanmu kesempatan"

"kesempatan.... Apa?"

"Kesempatan untuk memiliki hidup bebas" entah kenapa lagi-lagi aku melihat senyumnya seperti menikmati sesuatu akan apa yang aku alami. Apa grandma Hilda memang seaneh ini? Ataukah dia dan Anthony bekerja sama? Lagi kau lihat senyumnya menyerigai, seakan mengatakan selamat datang dalam keluargaku yang aneh....

Masa sih?

***

Mereka memang unik aslinya, Coba kamu cari tahu aja Megan, enggak terlambat kok, baru satu hari nikah kah? Hehehe.

-bersambung-

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status