Compartir

Bab 109

Autor: Lyla Veil
last update Fecha de publicación: 2026-08-27 13:51:52

Hari yang tak pernah kubayangkan akhirnya tiba. Kebohongan yang kami susun rapi kini mendapati puncak panggungnya. Hari pernikahan—entah aku harus menyebutnya apa—rekayasaku dengan Hans.

Sejak pagi, Paviliun Lavender diselimuti kesibukan yang tenang. Ibu Diana benar-benar menepati janjinya untuk menyiapkan segalanya dengan layak, meski aku telah meminta acara yang sederhana saja. Sebuah gaun pengantin putih polos tanpa perhiasan mewah terbalut di tubuhku. Gaun itu sangat indah, dipotong dengan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 128

    Pasca insiden mencekam yang menimpa Yumna, persiapan pernikahan Tuan Sinyo dan Nona Salma tetap dipaksa berjalan seolah tak terjadi apa pun.Kemurkaan Tuan Sinyo yang sempat mengancam Nyonya Rika secara terbuka rupanya menyulut dendam baru. Tak mau kehilangan kendali, Nyonya Rika mendesak Tuan Ananta untuk mempercepat pesta pernikahan. Jadwal yang seharusnya masih dua minggu lagi mendadak dipangkas menjadi tinggal seminggu. Otomatis, seluruh fokus penghuni Mansion Ananta teralihkan pada persiapan besar pernikahan putra mahkota dan putri keluarga pejabat tersebut.Kesibukan para pekerja yang hilir mudik memasang dekorasi di Mansion berbanding terbalik dengan suasana di Paviliun Lavender yang diliputi kecemasan dingin dan keheningan yang menekan.Pagi itu, aku mendapati Nona Salma sedang duduk sendirian di gazebo tepi taman. Langkahku perlahan mendekatinya seraya membawa nampan berisi teh hangat. Nona Salma yang biasanya t

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 127

    Kabar tertangkapnya pelayan gadungan di pelataran luar mansion ternyata membawa buntut yang jauh lebih kelam dari yang diperkirakan. Belum sempat Hans menggali informasi lebih dalam atau memaksa wanita itu menyebutkan nama dalang di balik perintah tersebut, penyamar itu mengambil keputusan nekat. Di dalam ruang kurungan bawah tanah, wanita itu mengakhiri hidupnya sendiri dengan menelan kapsul racun yang disembunyikan di balik lidahnya.Kematian yang mendadak itu menyebarkan teror yang nyata ke seluruh Paviliun Lavender. Kenyataan bahwa Nyonya Rika memiliki eksekutor yang rela mati demi menjaga rahasianya membuat suasana paviliun makin mencekam. Ibu Diana tak berhenti berzikir dengan jemari gemetar, menatap setiap sudut ruangan dengan cemas. Yumna yang baru saja lolos dari maut makin terguncang jiwanya, mengurung diri di dalam kamar di bawah pengaruh obat penenang dari dokter.Tengah malam, ketika keheningan mansion terasa begitu menekan, Tua

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 126

    "Kak Sil, perutku... sakit sekali..." bisik Yumna terputus-putus. Keringat dingin membasahi dahinya, sementara tangannya mencengkeram erat seragamku.Melihat rona wajahnya yang kian pucat dan muntahan yang terus keluar, ingatan akan ilmu medis dasar yang pernah kupelajari kembali berputar cepat di kepalaku. Sup itu baru saja masuk ke lambungnya dan racunnya belum sepenuhnya terserap oleh pembuluh darah. Kita harus memicu netralisasi racun serta mengencerkan konsentrasinya di dalam organ pencernaan secepat mungkin sebelum berdampak buruk pada janinnya.Ibu Diana mendekat dengan tubuh gemetar, matanya berkaca-kaca menatap Yumna. "Silvia, bagaimana ini? Ibu harus bagaimana?""Ibu, tolong segera telepon dokter!" kataku tegas, berusaha tetap tenang meski lenganku sendiri terus berdenyut perih menahan pendarahan. Aku membalut tanganku dengan sapu tanganku, menahannya dari darah yag terus mengucur. "Minta beliau datang secepatn

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 125

    Dua hari telah berlalu sejak acara fitting gaun pengantin di Gedung Utama, namun suasana mansion justru terasa semakin dingin dan menekan.Sepanjang hari, perhatianku tak bisa lepas dari sosok Nona Salma. Wanita yang biasanya memancarkan keanggunan ceria itu mendadak berubah menjadi amat pendiam. Ia lebih banyak mengurung diri atau duduk melamun di tepi kolam taman, menatap kosong ke arah air dengan sorot mata yang redup dan hampa. Tidak ada lagi celoteh manja atau godaan halus yang biasanya ia lontarkan. Perubahan drastis itu terjadi sejak percakapan kami di taman, sejak pesan misterius di ponselnya membuat rona wajahnya pucat pasi.Kesenyapan di Paviliun Lavender terasa makin menyiksa karena Tuan Sinyo belum juga kembali. Pria bertopeng itu menghilang tanpa kabar sejak kemarin sore. Ruang kerjanya terkunci rapat, dan keberadaannya yang tak menentu membuat dadaku terus diliputi kegelisahan yang tak beralasan.Di sisi lain, Yumna semakin tenggelam dalam kenangan bersama Dwi Ankara. Ia

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 124

    Nona Salma menatap lurus ke dalam mataku. Tidak ada sorot amarah, keangkuhan, atau niat jahat di sana hanya ada kejujuran yang begitu bening sekaligus rapuh."Ada hubungan apa sebenarnya antara kamu dan Tuan Sinyo?" tanya Nona Salma pelan, namun setiap katanya menembus tepat ke dadaku. "Apakah... ada perasaan lebih di antara kalian? Lebih dari sekadar Tuan dan pelayannya?"Aku membisu kaku. Lidahku terasa kelu. Bagaimana Nona Salma bisa bertanya seperti ini? Apakah rahasia kami sudah terbongkar? Apakah ia melihatku dan Tuan di kamar semalam? Tidak... tidak..."Nona Salma... saya hanya pelayan di sini –""Silvia, tolong jangan berbohong padaku," potong Nona Salma lembut. Ia mengelus punggung tanganku dengan lembut. "Aku melihat bagaimana caranya menatapmu. Refleksnya saat melindungimu, cara matanya selalu mencarimu di ruangan... itu bukan tatapan seorang majikan pada pelayannya. Pria tidak akan bertindak sejauh itu jika tidak ada rasa yang mendalam."Nona Salma melanjutkan.“Aku meliha

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 123

    “Kamu lihat kan, Sayang, ini pilihan Silvia. Persis seperti pilihanmu...” ujar Nona Salma memperlihatkan kain itu pada calon suaminya.“Dua-duanya juga boleh Salma, semuanya cocok untukmu...” sela Nyonya Rika. “Nanti Tante buatkan dua, sekarang kamu diukur dulu ya.”“Sungguh Tante, saya dapat dua gaun?” tanya sumringah Salma.Aku hanya berdiri di sana, melihat mereka yang sibuk dengan kain-kain dan pengukuran baju.Selama kurang lebih satu jam melihat Nona Salma melakukan pengukuran dan mencoba beberapa gaun rasanya dadaku makin perih. Bagaimana Tuan Sinyo menatapnya dan bersanding dengannya sama-sama membuat perih hati juga mata. Tapi aku harus menahan rasa ini sampai semuanya usai.“Terima kasih, Tante atas semua ini... saya sangat senang,” ujar Salma sambil tersenyum dan menyentuh tangan calon Ibu mertuanya itu.Salma menoleh pada calon suaminya. “Iya kan, Sayang... kamu juga suka kan...Tuan Sinyo hanya menatapnya sekejap, lalu menoleh pada ibu tirinya kemudian tanpa menjawab ia s

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 6

    “Iya, Eyang. Silvi di sini.” bisikku.“Jangan menangis... Eyang memang sudah sakit... sejak lama. Ini bukan... salahmu,” ujarnya dengan nafas yang putus-putus. Beliau mengangkat tangan, memberi kode agar aku berhenti bicara dan mendengarkan. “Eyang senang kamu pulang. Sayangnya... waktu Eyang mungk

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 5

    Melihat bibir Eyang mulai membiru, aku berteriak frustrasi, “Kenapa nggak ada rumah sakit dekat sini?!”“Ini bukan kota, Mbak! Minim rumah sakit!" jawab Bara tanpa menoleh, terus memacu Hilux-nya.“Mas, ada kotak P3K?” suaraku mendadak tegas. Bara menunjuk ke bawah kursi depan. Aku merogohnya cepa

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 4

    Aku dan Eyang duduk saling berpegangan tangan. Dengan manja, aku membaringkan kepalaku di bahu Eyang. Sudah lama sekali tidak seperti ini. Aku hanya ingat Eyang Gun samar-samar karena jarang sekali kami bertemu. Pertemuan kami terakhir seingatku saat aku kelas enam sekolah dasar. Tapi kini berada d

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 3

    “Jauh banget ya satu jam itu, kalau di kota satu jam itu dekat...” kataku masih tak percaya jarak satu jam ternyata jauh beneran.“Ya, beda Mbak... satu jam di kota dengan di desa.” Jawabnya, “Mbak dari kota mana?”“Metrojaya, Mas...”“Oh, jauh sekali. Nggak ada bawa koper?” tanya Bara sambil menge

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status