بيت / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #005 Busuk Tapi Harus Ditelan

مشاركة

#005 Busuk Tapi Harus Ditelan

مؤلف: aisakurachan
last update تاريخ النشر: 2025-12-12 08:51:09

"Aku akan membeli mobil baru, tas baju dan mungkin rumah."

Ellie menyusun daftar barang yang akan dibelinya di dalam kepala, jika pekerjaan terkutuk itu selesai.

Pada saat yang normal dia tidak memikirkan soal uang, tapi ini adalah keadaan luar biasa. Hanya alasan uang yang bisa dipakai Ellie untuk membuatnya bergerak. Membayangkan harus merawat pria yang paling dibencinya di dunia... rasanya menyesakkan dan memuakkan.

Ellie ingin sekali menghentikan mobil, lalu meneriakkan umpatan ke jalan. Mungkin dengan begitu hatinya akan sedikit lega. Tapi karena sudah menerima pekerjaan ini, Ellie kan bekerja sebaik-baiknya. Singkatnya dia akan bekerja secara profesional, mendapat bayaran, lalu pergi. Begitu saja.

Ellie sudah berusaha sekuat tenaga melupakan kakak beradik Wycliff itu, tapi nasib yang kejam justru mengirimnya tepat ke hadapan Raven. Bukan Lonan, tapi Raven.

Kalau Lonan, mungkin Ellie akan sedikit lebih rela. Hanya sedikit lebih rela. Di mata Ellie, Lonan tidak jauh berbeda dengan Raven.

Setelah malam itu, Lonan tidak berusaha menghubungi Ellie, sama sekali. Lonan mengabaikan puluhan pesan suara, dan juga text yang Ellie kirimkan.

Ellie mencoba menghubungi Lonan, bukan untuk meminta agar hubungan mereka kembali seperti semula. Hatinya masih digayuti rasa bersalah, karena jelas dia menikmati cumbuan Raven.

Dia hanya ingin meminta maaf. Tapi Lonan tidak menanggapi permintaan itu. Setelah mencoba selama hampir dua bulan tanpa hasil, Ellie akhirnya ikut mengutuk Lonan.

Ellie ingin menyelesaikan masalah ruwet ini dengan lebih dewasa, tapi Lonan malah membuat Ellie merasa seperti wanita mata duitan yang sesungguhnya, karena masih terus mengejar Lonan meski hubungan mereka berakhir.

Memutuskan untuk melanjutkan hidup, Ellie mengganti nomor ponsel, dan mengalihkan pikiran dengan bekerja lebih keras untuk mencapai semua cita-citanya. Dia sengaja mengambil shift panjang di rumah sakit, dan mendaftar hampir ke semua mata kuliah, yang memastikannya tidak akan memiliki waktu luang.

Ellie mencoba segala cara untuk melupakan semua kenangan--baik yang indah maupun yang buruk--yang berkaitan dengan kedua pria Wycliff itu. Dia ingin menghilang sepenuhnya dari mereka.

Kini semua kenangan itu kembali memenuhi sel otaknya dengan jelas, seolah tidak ada waktu lima tahun berselang. Dia masih bisa mengingat bagaimana mata Raven memandangnya, saat bibir mereka menyatu.

"HENTIKAN, ELLIE!"

Ellie akhirnya berteriak putus asa, sangat keras sampai mengalahkan suara musik dari radio di dashboard. Ini karena otaknya dengan kurang ajar mengulang dengan detail kejadian di ruang kerja itu. Tubuhnya juga masih bisa mengingat dengan baik, seluruh sentuhan Raven.

Di antara seluruh amarah yang dirasakannya untuk Raven malam ini, Ellie sebenarnya juga menyimpan amarah pada dirinya sendiri. Hatinya dengan sangat lancang berani menerbitkan rasa khawatir untuk Raven. Mulutnya yang jujur menanyakan bagaimana keadaannya, begitu tahu jika pasien itu adalah Raven.

Otaknya dengan aktif membayangkan keadaan Raven yang pasti mengenaskan. Seharusnya dia bahagia saat tahu Raven terluka parah, bukan malah mengasihani.

"Baju, mobil tas, rumah, berlibur." Ellie bergumam, mengulang kembali daftar keinginannya, untuk menjaga otaknya tetap waras.

***

"Ada denganmu? Biasanya kau selalu teliti, aku tidak pernah melihatmu seresah ini."

Rose, teman Ellie yang mengantarnya ke bandara, heran melihat gerakan gelisah Ellie yang berkali-kali memeriksa barang bawaannya. Ellie biasanya sangat teliti dan teratur, karena tuntutan pekerjaan mengharuskannya seperti itu. Tapi kali ini dia gugup dan terlihat tidak percaya diri.

"Tidak ada. Aku hanya khawatir soal pasien yang aku tinggal." Ellie memberi alasan lemah, karena semua pasien yang ditinggalkannya, menerima keputusan ini dengan cukup baik. Bahkan Beth yang sempat memprotes, bisa mengerti jika Ellie memang lebih dibutuhkan di tempat lain.

"Bisa tidak kau berhenti memikirkan semua pasienmu sebentar saja?" Rose memutar bola mata dengan kesal.

"Ada jet pribadi yang menunggumu di sana, dan kau malah memikirkan semua pasien itu?!"

Rose kembali menunjuk pesawat jet pribadi yang disediakan Wycliff dengan takjub. Tapi Rose tidak tahu, ini bukan pertama kalinya Ellie melihat pesawat itu. Pesawat itu pernah digunakan Lonan untuk membawanya ke Swedia lima tahun lalu.

Ellie tidak tahu apakah itu pesawat yang sama, tapi semua lambang dan tulisan Wycliff-nya sama. Ellie ingat, bagaimana dirinya mencubit tangan berkali-kali, memastikan tidak sedang bermimpi. Dalam bayangannya, sikapnya pasti sama noraknya dengan Rose sekarang.

"Ah... mereka datang." Rose menunjuk pria berseragam pilot yang berjalan pelan menuju ke arah mereka.

"Berhenti menunjuk!" desis Ellie. Dia sudah sangat menyesal meminta Rose mengantarnya hari ini, Rose terlalu gampang terkesan, dan dia tidak bisa menyembunyikan rasa antusias dengan anggun. Tapi pilihan Ellie tidak banyak. Kesibukan juga berarti hidup sunyi tanpa teman.

Dia mengenal baik hampir semua pegawai di rumah sakit, tapi hubungannya dengan mereka hanya sebatas rekan kerja, tidak lebih. Rose adalah satu-satunya teman Ellie tersisa, meski mereka jarang bersama.

Rose adalah guru taman kanak-kanak. Antusiasme itu sangat cocok dengan lingkungan kerjanya, dan kesabarannya adalah sifat yang membuatnya tetap betah berteman dengan Ellie.

Ellie berdiri dengan gugup, otaknya sudah tidak bisa bekerja dengan beanr, saat membayangkan sebentar lagi dirinya akan bertemu Raven. Dia nyaris tidak mendengarkan perkenalan pilot itu, dan menjawab sapaan mereka dengan sembarangan.

Saat akhirnya dia duduk, dan memasang sabuk pengaman, kegugupan Ellie nyaris tidak tertahankan.

Dia sama sekali tidak bisa menikmati kemewahan interior dalam pesawat, dan terus memandang keluar jendela. Dia menolak setiap penawaran makanan dan minuman yang ditawarkan pramugari, karena perutnya terasa mual. Ellie merasa seperti mabuk udara, padahal sebelum ini dia tidak pernah mengalaminya.

Sudah tidak bisa mundur, Ellie harus menghadapi pria yang menjadi sumber mimpi buruknya setelah ini.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
Yanti
penasaran, dulu gimana ellie bisa pulang ke London ya. wkwkw
goodnovel comment avatar
carlotta
pernah baca tp cuma sampai saat dia merawat raven berbulan2 dia tdk pernah melihat lonan
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Menipu Sang CEO Buta   #End - Suatu Tempat Di Masa Depan

    Musim panas di Italia tahun ini, mulai mencapai puncak. Udara yang hangat hanya tinggal kenangan saja.Hanya ada panas menyiksa, yang hanya bisa dilawan dengan segelas es teh dan pohon rindang. Kegiatan favorit semua orang di Genoa, saat ini adalah berpiknik, di sekitar tempat yang sejuk. Karena itu tidaklah mengherankan, melihat sekelompok keluarga bersantai di tepi sungai, siang itu.Yang mengherankan, suara ribut pertengkaran yang terdengar, justru berat dan dalam. Bukan lengkingan ceria atau pun teriakan lucu, yang biasa dikeluarkan saat anak-anak bertengkar.Pertengkaran justru terjadi antara dua pria yang jelas berusia paling tua, dalam rombongan itu. Mereka duduk di atas batu yang ada di tepi sungai, dengan es teh di tangan.Tidak terlihat kalau mereka berdua adalah penyumbang pajak yang terhitung sangat besar pada negara masing-masing tempat mereka tinggal. Perdebatan dan omelan seperti itu, membuat mereka tampak seperti pria paruh baya keras kepala, yang sifat bijak-nya belum

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 10 - Koleksi Dan Kerinduan

    "Apa ini?" Ivy menatap takjub, ke sekeliling apartemen Matteo. Unit apartemen itu tentu saja sama persis dengan miliknya. Semua tatanan interior persis sama. Berwarna putih bersih dan rapi.Tapi jika Ivy mempertahankan tatanan seperti saat membeli, Matteo membuat perubahan mencolok di ruang tengah.Ruang yang seharusnya berisi sofa, dengan TV dan perapian elektrik, berganti rupa menjadi studio lukis. Sofa dan yang lain telah di pindahkan ke tepi. Ada tiga buah easel yang berdiri di depan jendela, menampung kanvas separuh penuh. Aroma thinner danDi sekitarnya, tergantung beberapa lukisan, ada juga kanvas yang sudah selesai dilukis, bersandar pada tembok. Ada juga yang bergantung di dinding.Ivy seakan berada dalam lautan warna yang berpadu memanjakan mata."Kau mencoba melukis manusia?" Ivy menunjuk salah satu kanvas yang ada di easel. Dan menjadi satu-satunya kanvas yang tergambar sosok manusia.Matteo mengangguk. "Tapi sulit."Bagian wajah lukisan itu belum sempurna, meski rambut gel

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 9 - Sama Dan Beda

    Raven mengikuti Ellie sambil menunduk dalam-dalam, kembali ke lantai paling atas. Ellie tidak mengucap satu patah kata pun, semenjak keluar dari apartemen Ivy. Dia hanya memandang galak pada Matteo, yang menunggunya dengan cemas, lalu berbalik pergi.Menimbang Ivy masih tenang berada dalam apartemennya, maka itu berarti dugaan Raven amat sangat benar. Ellie mungkin berniat mengatakan semua pada Ivy, tapi tak mampu, setelah menimbang resiko.Raven menarik nafas panjang, dengan galau. Kini dia harus mencari jalan agar Ellie mau memaafkannya. Raven mulai merasa kehidupan Matteo dan Ivy menyebalkan, karena sampai membuatnya bersusah payah seperti ini.Dulu Raven menyelesaikan masalah salah paham Lonan dengan mengajak Ellie menikah, tapi tak mungkin mengadakan pernikahan dua kali, jadi cara itu tak bisa lagi dipakai.Ellie menghenyakkan tubuh ke sofa, lalu melipat tangan di depan dada, menyilangkan kaki, dan masih dilengkapi oleh palingan wajah, yang menolak untuk memandang Raven. Ellie mun

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 8 - Tahu Dan Marah

    Sumpah serapah diteriakan Matteo dalam hatinya, saat mendengar Ivy menyambut hangat dan menerima bunga itu. Bunga itu buruk sekali seharusnya, karena sama sekali tidak ada warna ungu di sana, tapi Ivy tetap ramah menyambut hadiah itu.Matteo mengeratkan genggaman pada pintunya, saat melihat mereka berdua masuk. Ini adalah ujian terbesar dalam masa pengintaian itu. Matteo ingin sekali menendang pintu apartemen Ivy, dan menyeret pria itu keluar."Berpikir! Berpikir!" Matteo bergumam gelisah, sementara kakinya mondar-mandir tak bisa diam, seakan memaksa otaknya bekerja mencari solusi. Namun kemudian Matteo malah mendesis kesal, saat menemukan jawaban. Karena jawaban itu bukan pilihan menyenangkan. Pilihan pintar, tapi tidak menyenangkan.Matteo menyambar ponsel dengan wajah enggan. Dia tidak ingin melakukan ini, tapi hanya ini satu-satunya jalan yang bisa ditempuh saat ini, sementara dia tidak mungkin muncul di hadapan Ivy. Dan Matteo tahu dia ada di rumah, karena melihatnya masuk ke gedu

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 7 - Menatap Dan Jauh

    Mungkin terdengar sinting, tapi Matteo sungguh merasa iri kepada bangku taman. Dia iri karena bangku itu bisa berada dekat dengan Ivy, sementara dirinya harus puas hanya dengan memandang saja.Saat ini dia merasa lebih sial dari bangku taman yang sedang diduduki Ivy, dan juga kesal luar biasa, karena melihat Ivy tersenyum saat menatap ponselnya.Matteo bersedia membayar mahal, untuk tahu siapa yang sedang mengirim pesan pada Ivy, dan membuatnya tersenyum seperti itu. Matteo bersungguh-sungguh berharap pesan itu bukan dari laki-laki lain.Kemarin Matteo hampir saja kehilangan kendali, dan menyerbu ke dalam Westwood, karena melihat Sean berada di sana. Untung saja Matteo ingat, jika Ivy masih menganggap Sean sebagai anak-anak. Dia tidak perlu mengkhawatirkan soal Sean. Pemuda itu boleh beredar di sekeliling Ivy, dan Ivy tetap tidak akan memiliki perasaan lebih padanya.Matteo menyesal karena sempat melupakan kemampuan Ivy untuk menarik banyak pria saat Dante menjelaskan rencana ini. Dia

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 Extra 6 - Kejutan Dan Kebetulan

    Tapi belum cukup bagi Marion. Dia melepaskan genggaman Matteo, lalu mengelus pipi Matteo dengan tangan gemetar."Tapi tidak seharusnya aku meninggalkanmu. Aku tahu apa yang dilakukan iblis itu padamu di ruangan gelap itu. Seharusnya aku membawamu pergi. Tapi aku terlalu takut saat itu. Kalau pergi seorang diri, aku berharap dia tidak akan terlalu marah. Jika membawamu serta, aku yakin dia akan berusaha sangat keras mencariku, meski harus menggali ke dalam lubang yang paling dalam sekalipun. Aku membuatmu menjadi tameng, dengan meninggalkanmu di sana."Sangat jelas terlihat, Marion memendam perasaan itu berulang kali. Tangannya yang mengelus pipi Matteo bergetar dengan sangat hebat, dan wajahnya kini basah kuyup.Matteo meraup tangan yang kini terasa dingin itu, dan memandangnya."Aku sebelum hari ini, mungkin akan marah mendengar ini, tapi aku yang sekarang tidak akan marah maupun membencimu..... Mom." Lidah Matteo sedikit kaku saat mengucapkan kata yang sudah puluhan tahun tidak perna

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #397 Teman dan Keburukan

    Ivy mengarahkan kamera ponsel dengan sedikit malas, mengambil gambar Monumen Potsdamer Platz, yang terlihat jelas dari tempatnya berdiri.Monumen itu cepat berlalu, karena kapal yang ditumpanginya terus berjalan menyusuri Spree River, yang membelah kota Berlin. Paket wisata dengan kapal menyusuri su

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #395 Salah dan Percaya

    Ivy menekan icon merah. Mengakhiri panggilan dengan sedikit terlalu bersemangat, tapi dia tidak ingin lagi mendengar suara Matteo.Ivy tahu diri. Bisa jadi niatnya akan goyah jika terus mendengar suara merdu itu. Suara Matteo masih sama terdengar empuk menyenangkan, meski sudah melewati udara.Suara

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #394 Benar dan Hilang

    Matteo sudah ingin meledak saat itu juga, namun sadar hal itu hanya akan menambah tontonan segar bagi orang-orang di situ.Matteo menyambar tangan Ivy, dan menariknya keluar. Terus berjalan dengan langkah lebar, menuju ke dalam rumah utama.Ivy yang mencoba mencerna apa yang terjadi, mengikutinya ta

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #393 Teman dan Kesalahan

    Mata Matteo semakin terlihat gelap, saat membaca sisa artikel itu.Di situ tertulis, jika Ivy adalah predator yang mencari kehangatan lelaki di bawah umur. Kasus itu tidak menjadi kriminal, karena telah lewat bertahun-tahun, dan korban tidak lagi diketahui keberadaannya.Lelaki yang menjadi pusat ka

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status