Share

Bab 44

Author: Liazta
last update publish date: 2024-08-17 22:55:03

Mengapa ada manusia seperti Wati. Ibnu cucunya sendiri, namun mengapa dengan kejam menulis pesan seperti ini.

Eliza memegang dadanya yang terasa sakit dan juga sesak. Ibnu sudah tidak ada, namun mengapa mereka seperti tidak sedih sedikitpun atas kepergian Ibnu. Air matanya tiba-tiba saja menete dengan sendirinya. Bukan hanya dirinya yang tidak diakui sebagai menantu, namun juga Ibnu.

Begitu banyak pesanan yang masuk di ponselnya, namun Eliza tidak sanggup membacanya satu persatu.

Tiba-tiba saja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (24)
goodnovel comment avatar
Retno jati
mana bisa kaku bersikap adil sandy ibu mu selalu jadi penyerang yang terbaik bagi Eliza dan kamu tak bisa berbuat apa apa
goodnovel comment avatar
Andreas Susanto
kog balik ke awal kisah yura michael ndak lanjut lagi?
goodnovel comment avatar
Ratna Wahyuni
Betuullll... banyak alur yg diulang2. Keknya thor baru belajar nulis novel
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1038

    ​Arbi duduk bersandar di sofa, namun matanya tidak sedetik pun beralih dari meja kaca dan sofa panjang di hadapannya. Di sana, berbagai kotak akrilik transparan berhias pita satin mewah berjejer rapi. Semuanya dikemas dengan sangat cantik dan berkelas. Mulai dari sepatu desainer, tas bermerek internasional, sandal, handuk premium, pakaian jalan, baju tidur sutra, pakaian dalam, satu set alat make-up dari brand kosmetik ternama, hingga satu set perhiasan lengkap. Mulai dari anting, kalung, cincin, gelang, hingga jam tangan mewah. Semua barang-barang ini dibeli langsung di toko-toko resminya. Eliza, dan Kiara, tidak mau memesan secara online, demi menghemat tenaga. Mereka memilih untuk melihat langsung prodak nya. Semuanya barang-barang dipilih dengan teliti.​Melihat deretan hantaran yang sudah ditata dengan sangat rapi itu, dada Arbi mendadak terasa sempit. Jantungnya berdebar semakin cepat, memompa darah berbalut rasa gugup sekaligus tidak sabar.​"Kenapa masih melamun di situ? Ayo

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1037

    Nathan kemudian memandang Arbi dengan binar bangga. "Aku senang melihat kesuksesan mu." "Semua ini karena bimbingan mas Nathan." Bagi Arbi, Nathan bukan sekadar abang angkat atau kerabat. Nathan adalah mentor, guru, dan pelindung.Setiap kali Arbi melakukan kesalahan bodoh dalam hidup, Nathan adalah orang pertama yang turun tangan menyelamatkannya tanpa banyak menghakimi. Pria itu pula yang membimbingnya di dunia bisnis, mengajarkan Arbi dengan keras bahwa dunia korporasi tidak seindah yang tampak di permukaan. “Di dunia bisnis, Arbi, kamu harus belajar membedakan mana kawan dan mana musuh yang memakai topeng persahabatan,” kalimat Nathan itu yang selalu Arbi pegang hingga perusahaannya bisa berdiri tegak seperti sekarang."Duduk, Arbi. Jangan berdiri terus seperti terdakwa," kelakar Nathan, suaranya berat namun bersahabat.Setelah semua duduk bersila dengan cangkir teh di tangan masing-masing, Lusi membuka suara, menyampaikan maksud kedatangan mereka. Suasana seketika berubah serius

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1036

    Mansion megah keluarga Hermawan berdiri kokoh di bawah langit malam Jakarta. Bagi Arbi, tempat ini bukan sekadar simbol kekayaan, melainkan sebuah rumah aman. Begitu mobil yang dikendarainya berhenti di pelataran, debar dada Arbi semakin tak karuan. Malam ini, di dalam bangunan itu, masa depannya akan ditentukan.Lusi menepuk lembut tangan putranya sebelum turun. "Tenang. Mereka keluarga kita."Di ruang keluarga yang hangat, Nathan dan Eliza ternyata sudah menunggu. Begitu melihat langkah Arbi dan Lusi, Eliza langsung berdiri dengan senyum lebar yang selalu berhasil menenangkan badai di kepala Arbi.Sejak Marwan—papi Arbi—meninggal dunia, Elizalah sosok yang selalu berdiri di garda terdepan untuknya. Hubungan mereka sebenarnya rumit jika dirunut dari masa lalu. Elizabeth sempat bercerai dengan Sandy, yang merupakan saudara satu ayah dengan Arbi. Secara hukum, status Eliza sebagai kakak ipar sudah lama tanggal. Namun bagi Arbi, sekat-sekat masa lalu itu tidak pernah ada. Eliza jauh leb

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1035

    Arbi mengembuskan napas berat. "Sebenarnya... dari dulu aku takut jadi orang kaya, Mi. Hanya saja, takdir sepertinya punya rencana lain." Arbi mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah mewah mereka. "Rumah kita sekarang jauh lebih besar dari yang dulu. Kehidupan kita berubah total. Aku senang bisa menjadikan Mami seperti ratu di sini. Dan semua ini... hasil kerja kerasku, doa mami , dan mas Nathan, yang selalu menjadi dewa dan Dewi penyelamat untuk ku."Arbi memang bisa saja sukses secara instan jika dia mau memanfaatkan koneksi keluarga Hermawan. Namun, harga dirinya terlalu tinggi. Dia memilih jalur keras; bekerja di tempat yang mengutamakan otak dan tenaga, bukan menjual kedekatan.Lusi menatap putranya dengan dahi berkerut, heran. "Semua orang bermimpi jadi orang kaya, Arbi. Kenapa kamu malah takut?""Aku takut sombong, Mi. Aku takut uang mengubahku menjadi orang lain. Menjadi anak yang durhaka karena terlalu sombong dan angkuh."Mata Lusi melembut. Dia menggeser duduknya, lalu

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1034

    Arbi menyandarkan punggungnya ke sofa, menatap lurus ke langit-langit ruang tamu yang tinggi. Di luar, matahari senja mulai tenggelam, memantulkan semburat jingga di dinding rumah baru mereka. Rumah yang megah, jauh berbeda dari rumah yang dulu. Rumah yang ia beli dari hasil gajinya di sebuah perusahaan. Namun, di balik kemewahan ini, ada gemuruh di dada Arbi yang tidak bisa diredam oleh dinding beton seharga miliaran rupiah."Sepertinya anak Mami sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat?"Suara lembut itu memecah keheningan. Lusi berjalan mendekat, membawa secangkir teh hangat sebelum duduk di kursi tepat di hadapan putranya. Wajah wanita paruh baya itu memancarkan ketulusan yang murni, tatapannya selalu berhasil membuat Arbi merasa aman, seberapa pun kerasnya dunia luar menghantamnya.Arbi menegakkan duduknya, memandang ibunya dengan senyum tipis yang dipaksakan. Rasa ragu itu kembali merayap, mencengkeram hatinya."Menurut Mami... apakah sudah waktunya aku pergi ke Paris?" Arbi

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1033

    Paris tetap sibuk seperti biasanya.Kota itu dipenuhi langkah-langkah manusia yang sedang mengejar mimpi. Lampu-lampu jalan yang tidak pernah benar-benar tidur. Dan musim dingin yang terasa lebih tenang dibanding empat tahun lalu.Di salah satu universitas ternama di —Alicia berjalan keluar dari ruang kelas sambil membawa laptop dan beberapa buku ekonomi tebal di pelukannya.Penampilannya jauh lebih dewasa sekarang.Rambut panjangnya tergerai rapi. Tatapannya tenang. Dan cara bicaranya tidak lagi seceroboh gadis manja yang dulu selalu mengikuti Arbi ke mana-mana.Kini— Alicia sudah menyelesaikan pendidikan sarjananya.Dan sekarang ia sedang melanjutkan program magister di bidang ekonomi dan bisnis internasional.Bukan tanpa alasan.Karena sejak dulu— ia sudah memiliki satu tujuan yang tidak pernah berubah.Membantu Arbi.Membantu pria itu membangun perusahaan yang lebih besar lagi di masa depan.“Alicia!”Seorang dosen memanggilnya dari belakang.Gadis itu langsung menoleh sopan.“Ye

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 856

    Gudang itu terasa seperti labirin. Lorong demi lorong membentang panjang, dipenuhi pintu besi yang tampak sama satu dengan lainnya. Lampu neon yang berkedip membuat bayangan di dinding menari, seolah mengintai setiap langkah Marchel.Napasnya berat, keringat bercucuran meski udara di dalam dingin m

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 584

    Lorong semakin gelap. Michael dan Samuel berlari cepat, namun langkah mereka tertahan ketika terdengar suara-suara berat dari balik rak besi.“Tunggu…” Samuel mengangkat tangannya memberi kode.Dari balik bayangan, tiga pria muncul dengan senjata laras panjang. Wajah mereka bengis, mata tajam penuh

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 613

    “Anisa, besok ke sekolah pakai taksi saja. Opa lebih tenang kalau kamu berangkat dengan taksi,” ucap Marwan sambil menatap cucunya penuh cemas. Meski Anisa sudah berkali-kali bilang bisa mandiri, tapi hati seorang kakek tetap saja tak tega melihat wajah cucunya yang lelah setelah seharian berjuang.

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 615

    Di dalam kamar yang sunyi, Yura merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ponsel masih ia genggam erat, seolah benda kecil itu adalah satu-satunya penghubung dengan Michael. Air matanya sudah mengering, tapi hatinya masih terasa sesak."Kenapa selalu aku yang berusaha? Kenapa bukan dia? Apa dia benar-be

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status