공유

Bab 73

작가: Liazta
last update 게시일: 2024-10-02 21:37:30

Hari ini adalah hari pertama Eliza kuliah. Dia pun baru sampai di rumah di jam 06.00 sore. Begitu mobil Nathan berhenti di parkiran mansion, Eliza langsung turun dan berlari masuk ke dalam rumah.

"Noah, mommy pulang. Noah... Noah..," Eliza berlari sambil berteriak memanggil anaknya. Seharian tidak bertemu Noha tentu saja membuat Eliza sangat rindu. Kira-kira hari ini apa yang telah dilakukan oleh sang anak?

Hanya ini pertanyaan yang muncul dipikiran nya.

Noha yang sedang main kerincing di ruan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (31)
goodnovel comment avatar
O’neil
Banyak typo nya, diusahakan sebelum up di riview dulu thor. Dan semakin kesini chapternya semakin pendek, padahal bayar koinnya sama.
goodnovel comment avatar
Yusuf Tafseer
Noah, Noha bahkan kadang jadi Nona wkwkwk perhatikan pengetikan kata .........
goodnovel comment avatar
caravan2710
ada yg ngeh juga...
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1047

    Michael akhirnya membuka suara lebih dulu, memecah keheningan di antara para pria.“Jadi…” Michael menjeda kalimatnya, menatap Arbi dari ujung kepala hingga ujung kaki. “...datang juga akhirnya.”Arbi menelan ludahnya pelan, berusaha menguasai suaranya agar tidak bergetar. “Iya, Mas.”Samuel menyipitkan mata sedikit, menimpali dengan suara beratnya. “Empat tahun.”“Iya.”“Lumayan lama," katanya dengan tersenyum tipis.“Iya…” jawab Arbi pendek.Tatapan Samuel masih belum berubah, tajam dan menyelidik. Dan entah kenapa, Arbi merasa dirinya seperti sedang diinterogasi oleh komplotan mafia kelas atas.Darren tiba-tiba ikut bicara dengan nada suara yang terkesan santai namun dingin. “Masih hidup ternyata.”Mendengar itu, Arbi refleks menjawab jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam, “Aku juga heran.”Suasana hening selama dua detik.Lalu, di luar dugaan, sudut bibir Darren bergerak naik, membentuk garis tipis yang menyerupai senyuman. Bahkan Michael sampai harus menundukkan kepalanya se

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1046

    ​"Ya iyalah! Ketemu kalian itu rasanya seperti sedang reuni keluarga paling ribut seantero jagat raya!" seru Aruna bersemangat.​Belum juga kehebohan itu mereda, Kiara ikut menyusul datang dari arah belakang rombongan sambil membuka kedua tangan lebar-lebar. "Heii! Peluk aku juga, dong!"​"KIARAAA!"​Dan dalam hitungan beberapa detik saja, empat wanita matang itu benar-benar berkumpul membentuk lingkaran. Mereka saling peluk, saling mencubit gemas, tertawa lepas, dan menembakkan rentetan pertanyaan secara bersamaan sampai tidak jelas lagi siapa yang sedang berbicara dan siapa yang sedang mendengarkan.​"Kamu sehat, kan?"​"Lusi, astaga, kulitmu sekarang kenapa makin glowing begini?"​"Eliza, serius, kamu ini tidak capek ya punya cucu yang super aktif semua?"​"Aku capek, tapi aku bahagia sekali!"​Tawa mereka kembali pecah berderai. Sementara itu, Mawar yang memilih duduk tenang di kursi tunggu bandara bersama Hermawan, hanya bisa tersenyum simpul menatap pemandangan penuh kebahagiaan

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1045

    ​Alicia menatap dada bidang di hadapannya selama beberapa detik, menimbang-nimbang. Ia kemudian mengambil satu langkah maju. Namun, alih-alih menenggelamkan diri ke dalam pelukan hangat itu, gadis itu justru mengerem langkahnya tepat di depan dada Arbi.​Arbi langsung mengerutkan keningnya heran, kedua tangannya masih menggantung di udara. "Kenapa nggak jadi peluk?"​Alicia menggigit bibir bawahnya, menatap Arbi dengan binar mata malu-malu yang menggemaskan. "Mau, sih..."​"Terus?"​"Tapi jangan di sini..."​"Kenapa?"​Alicia melirik gelisah ke sekeliling aula kedatangan bandara yang masih padat oleh lalu lalang manusia. "Maluuu..."​Tawa Arbi langsung pecah mendengarnya. Suara tawa yang berat, rendah, dan penuh kehangatan—suara yang selama ini hanya bisa Alicia dengar lewat speaker ponselnya yang cempreng.​"Loh?" goda Arbi pelan, sengaja menurunkan wajahnya sedikit agar sejajar dengan Alicia. "Katanya dulu kamu yang paling barbar? Nggak punya urat malu, hm?"​"Itu kan dulu..." cicit

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1044

    ​Pandangan mata Arbi langsung terkunci pada satu titik.​Pada Alicia.​Dan tepat pada detik itu juga, jantungnya berdentum begitu keras hingga rongga dadanya terasa sesak. Empat tahun ia dipaksa menelan bulat-bulat rasa rindu yang menyiksa, menatap bayangan semu di balik layar kaca. Namun sekarang, gadis itu benar-benar berdiri di depan matanya.​Nyata. Hidup. Dan bernapas di ruang yang sama.​Arbi mendadak lupa cara menggerakkan kakinya selama beberapa detik. Seluruh persendian tubuhnya terasa kaku, seolah semen cor baru saja mengeras di sekeliling kakinya. Padahal, sepanjang belasan jam berada di dalam kabin pesawat tadi, otaknya sudah merancang ribuan skenario gila. Tentang bagaimana ia akan langsung merengkuh tubuh Alicia, tentang bagaimana ia akan membisikkan kata rindu, atau tentang bagaimana Alicia mungkin akan berlari kencang lalu melompat ke pelukannya seperti dulu.​Namun realitas menamparnya telak. Arbi justru tidak mampu bergeser satu inci pun.​Sebab, Alicia yang berada d

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1043

    Suaranya terdengar begitu mantap dan berwibawa saat menjelaskan strategi bisnis di depan ratusan pasang mata pengusaha senior. Alicia menatap layar tanpa berkedip."Ganteng banget..." bisiknya, jemarinya perlahan bergerak menyentuh permukaan layar, mengusap rahang tegas Arbi di sana.Dulu, laki-laki itu hanyalah seorang Arbi yang hobi terlihat sangat malu-malu dan salah tingkah jika sudah berhadapan dengan Alicia. Sekarang? Arbi telah menjelma menjadi sosok mandiri yang dikagumi banyak orang. Dan yang membuat dada Alicia bergemuruh adalah kenyataan bahwa semua kerajaan bisnis itu dibangun Arbi dari nol. Tanpa menyentuh bantuan keluarga Hermawan, tanpa memanfaatkan relasi siapa pun. Arbi memeras darah dan keringatnya sendiri hanya demi satu tujuan: datang ke Paris dengan kepala tegak dan membuktikan pada ketiga kakak laki-lakinya bahwa ia layak.Mata Alicia mulai berkaca-kaca. "Kenapa kamu sejauh ini sih berjuangnya, bodoh..." bisiknya lirih, air mata kebanggaan mulai menggenang."Aku

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1042

    ​Begitu kelas ekonomi makro dinyatakan selesai, Alicia nyaris menjadi manusia pertama yang melesat keluar pintu. Langkah kakinya yang dibalut heels berketukan cepat di sepanjang koridor, mengabaikan beberapa mahasiswa yang mencoba mengejarnya.​"Miss Alicia! Tugas kelompok untuk minggu depan—"​"Nanti upload saja di portal kampus!" jawab Alicia tanpa menoleh, terus berjalan cepat.​"Miss, soal pembagian tema presentasi—"​"Kelompok bebas!"​"Miss, bukannya biasanya Miss yang pilihkan sendiri supaya adil?"​"Iya, tapi khusus hari ini... demokrasi!"​Mahasiswa-mahasiswanya langsung saling berpandangan heran di depan pintu kelas. Untuk pertama kalinya, Miss Alicia yang terkenal anggun, tenang, dan sangat perfeksionis, terlihat seperti orang yang jiwanya tertinggal di tempat lain. Dan tebakan mereka tidak salah. Jiwa Alicia memang sudah terbang ke bandara sejak fajar menyingsing.​Begitu sampai di apartemennya—​BRAK!​Pintu kayu itu tertutup keras. Alicia melempar tas tangannya ke sofa,

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 177

    Cuih!Wati meludah karena mencium aroma tubuh napi yang berbau busuk.Wanita berkulit gelap, dengan tubuh tinggi dan besar itu memandang Wati. Cuih!"Perempuan kotor, bau sekali," caci Wati. Agar tidak mencium aroma bau napi tersebut, Wati menutup hidungnya. Wanita narapidana itu tidak terima dihina ol

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 193

    "Nggak apa-apa tadi Liza sudah tanya kalau kurang boleh tambah? kata apak boleh," kata Eliza."Kenapa panggilnya apak?" tanya Hermawan."Iya, kalau orang Minang suka bilangnya apak, untuk bapak, amak untuk mamak," jelas Eliza."Oh." Mawar dan Hermawan menganggukkan kepalanya. "Kalau kata apak boleh tam

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 173

    Apa ia tidak salah lihat. Eliza mengucek matanya berulang-ulang kali untuk memastikan bahwa pandangannya benar-benar bermasalah. Tidak mungkin Nathan yang akan menjadi gurunya. Setahu Eliza, Nathan tidak memiliki kemampuan beladiri."Mau sampai berapa lama berdiri di situ?" Nathan memandang jam yang

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 182

    Eliza mengecek berkas yang disiapkan pengacara Edwin. "Semua bukti perselingkuhan saudara Sandy dan saudari Mirna sudah saya lampirkan. Termasuk pesan chat serta foto dan video perselingkuhan mereka sebelum menikah secara siri. Saya juga melampirkan pesan chat dari Mama mertua serta kakak-kakak ipar

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status