共有

Bab 8

作者: Liazta
last update 公開日: 2024-05-15 21:43:11

Sudah 10 hari, namun rasa sakit di kakinya tidak juga hilang, hingga Eliza kesulitan berjalan.

"Eliza," panggil seorang pria.

Eliza tidak yakin ketika mendengar ada yang memanggil namanya. Namun tetap saja dia menghentikan langkah kakinya serta menoleh ke belakang.

"Hai, bagaimana kabar kamu?" Tanya pria dengan gaya sok akrabnya.

"Baik," jawab Eliza yang sedikit tersenyum.

"Masih ingat dengan saya?" Dokter berwajah manis itu tersenyum ramah dan bertanya.

"Dokter," jawab Eliza. Meskipun malam
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (266)
goodnovel comment avatar
Zaney Parera
bagus juga
goodnovel comment avatar
sesil febrianti
bgus saya suka
goodnovel comment avatar
Erlina Witin
ceritanya lanjut seru
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1016

    Alicia berjalan pelan menyusuri taman belakang hotel. Gaun pastel yang dikenakannya bergerak lembut tertiup angin malam.Lampu-lampu taman menyala hangat. Membuat suasana terasa tenang. Berbeda jauh dari riuhnya pesta di dalam.Langkah gadis itu akhirnya berhenti di dekat kolam kecil.Dan di sana— Arbi sudah menunggu.Pria itu berdiri sambil memasukkan kedua tangan ke saku celana. Tatapannya langsung berubah lembut begitu melihat Alicia datang.Sedangkan Alicia— langsung tersenyum kecil.Namun senyum itu terasa berbeda malam ini.Ada bahagia. Tapi juga ada sedih yang tidak bisa disembunyikan.“Kamu sudah datang?” gumam Arbi pelan.Alicia berjalan mendekat. Lalu berdiri tepat di depannya.“Iya, maaf kalau kamu menunggu lama. Aku harus kabur pelan-pelan,” jawabnya pelan. “Kalau nggak nanti dicurigain.”Arbi tersenyum tipis.Namun beberapa detik kemudian— senyum itu perlahan memudar.Karena tiba-tiba ia sadar.Ini mungkin menjadi malam terakhir mereka seperti ini.Besok pagi Alicia akan

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1015

    Uap hangat memenuhi kamar mandi hotel yang luas dan sunyi itu. Jasmine duduk di tepian bathtub sambil memeluk handuk kecil di dada. Pipinya masih merah muda sejak tadi. Entah karena udara hangat… atau karena pria yang berada di depannya.Atar berdiri tak jauh darinya, melipat lengan kemeja tidur yang baru saja ia kenakan kembali. Rambutnya masih sedikit basah. Beberapa tetes air jatuh perlahan dari ujung helainya menuju leher jenjang pria itu.“Mas… aku bisa sendiri…” gumam Jasmine lirih.Atar mengangkat wajah. Tatapannya lembut sekali.“Nggak percaya.”“Aku serius…”“Aku juga serius.”Nada suaranya ringan. Namun ada ketulusan yang membuat Jasmine tidak mampu membantah lebih jauh.Pria itu mengambil shower, mengatur suhu air dengan hati-hati, lalu mengarahkan aliran hangat itu perlahan ke kaki istrinya.Air mengalir lembut. Menghapus rasa pegal yang sejak tadi mengganggu.Namun justru perhatian kecil itu yang membuat dadanya semakin tidak tenang.Karena yang sedang merawatnya adalah

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1014

    Cahaya matahari pagi menyelinap lembut dari balik tirai kamar hotel. Keemasan. Hangat. Menyapu sudut ruangan dengan ketenangan yang nyaris terasa seperti mimpi.Dan pagi itu— untuk pertama kalinya dalam hidupnya— Jasmine terbangun sebagai seorang istri.Perlahan, bulu matanya bergerak. Matanya terbuka pelan, masih dipenuhi sisa kantuk dan kehangatan malam yang belum sepenuhnya pergi.Beberapa detik ia hanya diam. Menatap langit-langit kamar. Mencoba menyadari bahwa semua ini nyata.Kemudian— kenangan semalam datang begitu saja.Pelukan hangat. Bisikan lembut. Degup jantung yang saling bertabrakan dalam sunyi.Dan seketika, wajah Jasmine memanas.“Ya ampun, bagaimana aku lihat dia nanti…” gumamnya lirih sambil buru-buru menarik selimut hingga menutupi separuh wajahnya.Namun detik berikutnya— ia sadar ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikannya.Jasmine menoleh perlahan.Atar sudah bangun.Pria itu duduk santai bersandar di kepala ranjang. Rambut hitamnya sedikit berantakan, mem

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1013

    Tatapan Atar perlahan berubah lembut.Tidak lagi penuh godaan.Melainkan rindu.Rindu yang selama ini ia tahan sendiri.Jasmine yang menyadari perubahan tatapan itu langsung gugup kembali.“Kenapa lihatnya begitu…”Atar tersenyum tipis.“Karena aku masih nggak percaya.”“Nggak percaya apa?”“Kalau sekarang kamu benar-benar jadi istriku.”Kalimat sederhana itu sukses membuat jantung Jasmine kembali berdebar cepat.Atar mengulurkan tangan perlahan.Jemarinya menyentuh pipi Jasmine dengan sangat hati-hati.Lembut.Seolah takut membuat perempuan itu menjauh.Jasmine menahan napas.Tatapan mereka bertemu.Dan tanpa sadar, suasana kembali berubah sunyi.Hangat.Mendebarkan.Atar mendekat perlahan, tanpa memberi kesempatan Jasmine menolak. Jasmine tidak bergerak.Gadis itu hanya menggenggam ujung selimut sambil memejamkan mata perlahan.Detik berikutnya—Atar mengecup bibir istrinya lembut.Sangat lembut.Awalnya hanya kecupan singkat penuh rasa rindu yang selama ini tertahan karena masa pin

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1012

    Pintu kamar mandi tertutup pelan.Dan Jasmine langsung menyandarkan punggungnya ke sana sambil menarik napas panjang.“Ya ampun…”Tangannya naik memegang dada sendiri.Jantungnya berdebar begitu cepat sampai ia merasa wajahnya panas seluruhnya.Mereka sekarang benar-benar sudah menikah.Suami.Istri.Hanya memikirkan status itu saja sudah cukup membuatnya gugup setengah mati.Apalagi dengan kimono tipis yang sekarang melekat di tubuhnya. Bahannya terlalu lembut. Terlalu ringan. Bahkan ia yakin pakaian itu sama sekali tidak membantu menyembunyikan apa pun.“Siapa sih yang nyiapin baju beginian…” gumamnya malu.Padahal sebelum berangkat ke hotel, ia sudah memastikan semuanya lengkap. Tapi ternyata pakaian tidur yang tersedia justru membuatnya makin tidak tenang.Di sisi lain—Atar berdiri di bawah guyuran air sambil mengusap wajahnya sendiri berkali-kali.“Tenang…”Namun semakin mencoba tenang, bayangan Jasmine tadi justru semakin jelas di kepalanya.Rambut basah.Pipi merah.Dan carany

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1011

    “Mas…”“Iya, sayang…” jawab Atar pelan sambil tetap memeluk istrinya erat, seolah belum rela melepaskannya walau hanya sebentar.Jasmine menggigit bibir bawahnya pelan. Jantungnya sejak tadi sudah berdebar tidak karuan.“Aku mau mandi…”Kalimat itu terdengar sederhana.Namun entah kenapa—mata Atar langsung berbinar.Pria itu menunduk sedikit, menatap wajah Jasmine dengan penuh arti.“Oh…” sudut bibirnya terangkat pelan. “Jadi istriku tipe yang blak-blakan ya?”“Hah?”“Ayo, kita mandi.”Mata Jasmine langsung melebar sempurna.Wajahnya berubah merah dalam satu detik.“Mas!”“Atar malah terlihat polos.”“Bukannya tadi ngajak aku mandi bareng?”“Ih! Bukan gitu maksudnya!”Jasmine langsung memukul dada suaminya pelan.“Aku mau mandi sendiri! Tapi kamu meluk terus, gimana aku bisa pergi?”Atar tertawa.Suara tawanya hangat dan menggoda di waktu bersamaan.Namun akhirnya pria itu mengendurkan pelukannya perlahan.Begitu bebas—Jasmine langsung kabur sambil mengangkat ujung gaunnya.Langkahn

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 833

    “Capek kenapa?” tanya Aishwa, kini nadanya lebih lembut.“Capek berharap,” jawab Anisa sederhana. “Dan capek marah sama diri sendiri.”Aishwa mengangguk pelan, lalu menopang dagunya. “Aku dulu juga capek,” katanya tiba-tiba. “Capek pura-pura nggak takut sama pernikahan. Padahal pas hari pertama aja

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 848

    Noah tertawa kecut, menggeleng pelan. “Aku sudah tidak sabar ingin melihat gaya baru itu—Sentuh Tapi Bikin Salah Fokus,” ucapnya, menyebutkan nama gaya itu dengan nada pasrah. “Tapi hari ini sepertinya kita harus menundanya.”Aishwa menatapnya, pura-pura kecewa. “Kenapa?”“Kita nggak mungkin ningg

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 849

    Baru setelah itu Noah melangkah cepat mendekati tempat tidur Leo.“Tenang,” ucapnya sambil menahan bahu sahabatnya agar tidak memaksakan diri bangun. “Anisa baik-baik saja.”Leo menatap Noah, matanya merah, penuh kecemasan yang belum sempat reda. “Anisa…?”“Stabil,” jawab Noah mantap. “Masih di ICU

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 851

    “Aku tidak menjanjikan kemewahan,” bisiknya di dekat telinga Anisa. “Aku hanya menjanjikan pagi-pagi yang sederhana. Kamu bangun duluan, atau aku yang membangunkanmu. Kita sarapan bersama. Kamu mengeluh capek karena kita banyak berjalan, tapi kamu tetap tersenyum.”Leo tertawa kecil di sela isaknya

    last update最終更新日 : 2026-04-03
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status