แชร์

Akhir

ผู้เขียน: Rose_White
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-04 23:23:30

“Pak Ares!”

Suara perawat itu terdengar panik sekaligus penuh harap. Ares masih membeku di tempatnya, tangannya menggenggam erat tangan Mauren yang untuk pertama kalinya terasa berbeda. Ada tekanan kecil sangat kecil yang nyata.

“Mauren?” bisiknya pelan.

Kelopak mata Mauren kembali bergetar. Lebih jelas dari sebelumnya. Meski masih tertutup. Namun tubuhnya merespons.

Perawat segera mendekat, memanggil dokter dengan cepat.

“Dokter! Ada respons dari pasien!”

Suasana mendadak berubah. Tidak lagi s
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Menjadi Istri Muda Suami Kakakku   Akhir

    “Pak Ares!”Suara perawat itu terdengar panik sekaligus penuh harap. Ares masih membeku di tempatnya, tangannya menggenggam erat tangan Mauren yang untuk pertama kalinya terasa berbeda. Ada tekanan kecil sangat kecil yang nyata.“Mauren?” bisiknya pelan.Kelopak mata Mauren kembali bergetar. Lebih jelas dari sebelumnya. Meski masih tertutup. Namun tubuhnya merespons.Perawat segera mendekat, memanggil dokter dengan cepat.“Dokter! Ada respons dari pasien!”Suasana mendadak berubah. Tidak lagi sunyi. Namun penuh ketegangan yang berbeda, bukan ketakutan tapi harapan. Beberapa menit kemudian, dokter datang. Memeriksa dengan cepat namun hati-hati.“Respon neurologisnya meningkat,” ujar dokter. “Ini tanda baik.”Ares tidak bergerak. Matanya tetap tertuju pada Mauren. Seolah takut semua ini hanya ilusi.Hari-hari berikutnya menjadi berbeda. Bukan lagi hanya menunggu dalam ketidakpastian tapi menunggu dengan harapan. Hari pertama setelah itu, Mauren masih belum sadar sepenuhnya namun responn

  • Menjadi Istri Muda Suami Kakakku   Kejujuran yang Terlambat

    Malam itu rumah sakit terasa berbeda, lebih sepi dari biasanya. Lampu-lampu di lorong menyala redup, menciptakan bayangan panjang yang terasa dingin dan kosong.Namun di salah satu ruang ICU, ada sesuatu yang tidak biasa. Sebuah meja kecil diletakkan di sudut ruangan. Di atasnya, terdapat beberapa benda sederhana.Buah-buahan, air putih dan kain putih yang dibentangkan rapi. Tidak mewah apalagi meriah. Namun cukup untuk satu makna yakni sekedar syukuran tujuh bulanan.Ares berdiri di samping ranjang Mauren sendirian. Tanpa siapa pun, tanpa Ava juga saksi. Hanya dirinya, Mauren dan calon bayi yang terus bertahan di dalamnya.Ares menatap wanita yang berstatus istri mudanya itu lama. Wajah itu masih sama, cantik, beraura lembut juga tenang. Seperti seseorang yang sedang tidur.Namun selang yang terpasang di mulut sang wanita dan dada yang naik turun dengan bantuan alat menghancurkan ilusi itu.“Sudaj tujuh bulan,” gumam Ares pelan.Suaranya hampir tidak terdengar.“Harusnya ini jadi mom

  • Menjadi Istri Muda Suami Kakakku   7 Bulan

    Hari-hari setelah itu berjalan tapi terasa tidak benar-benar hidup. Rumah sakit menjadi tempat yang paling sering dikunjungi oleh Ares dan Ava. Bukan lagi karena kepanikan tapi karena penantian.Ava duduk di kursi roda di depan ruang ICU. Tubuhnya belum sepenuhnya pulih, namun kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya. Warna di wajahnya mulai kembali, meski masih pucat. Namun matanya tidak pernah benar-benar tenang.Hari itu, untuk pertama kalinya sejak ia sadar ia selalu meminta satu hal. “Aku mau bertemu adikku.”Ares yang berdiri di sampingnya langsung mengerti. Ia tidak bertanya juga tidak menolak. Hanya mengangguk pelan.Pintu ICU terbuka perlahan. Udara dingin langsung menyambut. Ava masuk dengan langkah pelan, kursi rodanya didorong perlahan oleh Ares.Dan di sana tubuh Mauren terbaring. Tidak berubah masih diam masih sunyi. Namun bagi Ava itu terasa seperti melihat dunia yang berbeda.Tubuh Mauren tampak lebih kurus, wajahnya pucat. Selang infus terpasang di beberapa titik da

  • Menjadi Istri Muda Suami Kakakku   Koma

    “Operasinya berhasil, Pak.”Kalimat itu langsung membuat napas Ares terlepas.Tubuhnya yang sejak tadi tegang perlahan melemah. Ia hampir kehilangan keseimbangan, beruntung kursi di belakangnya menahan tubuhnya.“Bagaimana kondisi mereka, Dok?” tanyanya cepat.Dokter masih berdiri di hadapannya, wajahnya serius.“Keduanya berhasil melewati prosedur,” jelasnya. “Tapi kondisi mereka masih belum stabil. Kami akan memantau dalam beberapa jam ke depan.”Ares mengangguk, mencoba mencerna.“Kapan mereka sadar?”Dokter menggeleng pelan.“Kami belum bisa memastikan. Tubuh mereka mengalami trauma besar. Kita harus menunggu.”Menunggu lagi, kata itu kembali terasa menyesakkan.Malam itu terasa panjang mungkin terlalu panjang. Ares duduk di kursi ruang tunggu, tidak benar-benar bergerak. Ponselnya berdering beberapa kali, tapi ia tidak mengangkat.Dunia di luar terasa tidak penting lagi yang ada hanya dua pintu ruang perawatan Ava dan ruang ICU Mauren.Dua nyawa, dua dunia yang sangat berarti bag

  • Menjadi Istri Muda Suami Kakakku   Sebuah Keputusan

    Lorong rumah sakit itu terasa lebih panjang dari biasanya. Lampu putih di langit-langit memantul dingin di lantai, menciptakan bayangan yang terasa asing. Suara roda ranjang pasien bergema pelan, mengisi keheningan yang terlalu berat untuk ditanggung.Ava dibawa lebih dulu. Tubuhnya lemah, hampir tidak bergerak. Matanya setengah terbuka, namun kesadarannya mulai mengabur.“Ava aku di sini.” Ares berjalan di samping ranjang, menggenggam tangannya erat.Ia tidak peduli siapa yang akan melihat, tidak peduli siapa yang tahu yang ia tahu hanya satu, ia tidak ingin kehilangan Avanya.Ava menggerakkan jarinya sedikit dengan gerakan yang lemah namun cukup untuk membalas genggaman itu.“Ares,” suaranya hampir tak terdengar.“Iya, aku di sini,” jawab Ares cepat.Ava menatapnya samar. Ada banyak hal yang ingin ia katakan. Namun tubuhnya tidak lagi memberi cukup waktu.“Jangan ... menyesal ...."Kalimat itu terucap secara putus-putus juga pelan namun jelas di dengar Ares.Ares menggeleng cepat. “

  • Menjadi Istri Muda Suami Kakakku   Retakan Hati Mauren

    Kalimat dari dokter itu masih menggantung di udara. Menyisakan keheningan yang entah harus berapa lama.“Kami hanya bisa menyelamatkan salah satu dari mereka.”Ruangan seakan kehilangan suara. Tidak ada yang bergerak, tidak ada juga yang berani berbicara. Hanya suara detak jantung yang terasa semakin keras di telinga masing-masing.Ares menatap dokter itu dengan mata tak percaya.“Apa maksudnya ‘salah satu’?”Dokter menghela napas pelan sebelum menjelaskan.“Prosedur ini sangat berisiko Pak, apalagi dengan kondisi pendonor yang sedang hamil. Kami harus memprioritaskan keselamatan dalam skenario terburuk, kami mungkin harus memilih.”Ares mundur selangkah. Tubuhnya terasa lemah tak bertenaga. Ini bukan lagi tentang keputusan yang paling sulit. Tapi ini lebih seperti tentang siapa yang harus dikorbankan.Ava berdiri dengan tubuh yang hampir tidak mampu menopang dirinya sendiri namun tatapannya tetap tenang. Seolah ia sudah menerima kemungkinan apabila suaminya lebih memilih Mauren yang

  • Menjadi Istri Muda Suami Kakakku   Retak di balik sempurna

    ---Ava duduk di balkon lantai tiga rumah mereka, wanita cantik berusia dua puluh delapan itu memegang secangkir teh melati yang sudah mendingin. Angin malam menyentuh kulitnya yang pucat, membuat gemetar tangannya yang sudah lelah menopang beban yang tak terucapkan. Pandangannya kosong, mengarah p

  • Menjadi Istri Muda Suami Kakakku   Tekanan

    Ares memijat pelipisnya yang berdenyut. Ia duduk di ruang kerjanya dengan kepala penuh beban. Sudah beberapa minggu ini ibunya semakin sering membahas soal cucu.Awalnya, ia hanya menganggapnya sebagai keluhan biasa, tapi belakangan intensitasnya semakin meningkat. Hari ini, ia baru saja menghadiri

  • Menjadi Istri Muda Suami Kakakku   Penawaran yang mengejutkan

    ----Langit senja melukis semburat jingga di balik tirai jendela besar ruang keluarga. Mauren baru saja menyelesaikan pekerjaannya di kamar ketika langkah-langkah kecil membawanya turun ke lantai bawah. Niatnya sederhana—hanya ingin mengambil segelas air. Namun langkah itu, yang awalnya biasa saja,

  • Menjadi Istri Muda Suami Kakakku   Jeratan pesona adik ipar

    ----Langit sore menyelimuti kota dengan warna keemasannya. Di beranda rumah mewah itu, Mauren duduk sambil menyesap teh hangatnya. Angin tipis membawa aroma hujan yang sebentar lagi akan turun. Matanya tertuju pada halaman depan, tempat Ares dan Ava bercanda di bawah pohon flamboyan. Tawa Ava mele

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status