Share

115. Katanya Baik

Author: prasidafai
last update publish date: 2026-09-18 23:16:52
“Kamu biasanya nggak peduli pendapat orang lain,” sahut Jarren santai, tangannya tetap berada di atas kemudi saat mobil melintasi pekarangan rumah utama yang luas.

Puspa menghembuskan napas panjang, menatap bayangan pohon-pohon peneduh yang terpantul di kaca jendela.

“Soal penerimaan dalam keluarga, aku kurang percaya diri,” aku Puspa jujur.

Tanpa perlu penjelasan lebih jauh, Jarren langsung mengerti kepedihan yang tersirat dalam nada suara istrinya.

Wanita di sampingnya ini memang memiliki
prasidafai

kamus bahasa Jawa: - Bude: Kakak perempuan orang tua - Pakde: Kakak laki-laki orang tua - Bule: Adik perempuan orang tua - Pakle: Adik laki-laki orang tua

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
fix berarti Jarren wong Jowo yooo.. Bule = Bulik ya ??
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
dan yg aneh lagi, Mpus kaya udah hapal aja di mana letak toilet smp kamar nya.. bukannya ini pertama kali Mpus ke rumah itu yak..?
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
rasanya ada yg agak janggal deh, itu kan Mpus & Jarren bru nyampe di rumah keluarga besar dan keluarga besar Jarren sudah pd ngumpul, kenapa malah Mpus yg bilang "selamat datang" ? dan serta merta kenal pak de, bu de, kayanya agak janggal. tau dr mana Mpus itu pak de, bu de dll..?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   164. Kenangan Palsu

    Puspa menatap langit-langit kamar dengan pandangan hampa.Ucapan Jarren mengenai riwayat genetik itu mengalun samar di benak Puspa, tetapi pertahanan dirinya buru-buru menolak gagasan tersebut.“Jangan mengada-ada, Mas,” bisik Puspa parau, mengalihkan wajahnya ke arah jendela. “Asma itu penyakit umum. Banyak orang mengidap hal yang sama tanpa harus punya hubungan darah.”Jarren tak membalas perdebatan itu dengan kata-kata. Pria itu menekan tombol panggil di sisi ranjang.Tak berselang lama, dokter spesialis paru masuk bersama dua perawat.Dengan tenang, sang dokter menjelaskan detail medis secara gamblang bahwa asma alergi atau atopi memiliki tingkat keterikatan genetik yang sangat tinggi, kerap diturunkan langsung dari orang tua kandung ke anaknya.Puspa menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga rasa perih merayap di lidahnya. Tangan kanannya mengepal erat, meremas sprei rumah sakit hingga kusut.“Apa ada cara lain buat

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   163. Cuma Aku

    Detak jarum jam dinding seolah terhenti sewaktu iris mata Jarren terpaku pada deretan huruf di layar ponselnya. Jemarinya membeku, tak sanggup menggeser tampilan dokumen hukum yang kian menelanjangi kenyataan.“Puspa Manora,” gumam Jarren lirih. “Ada berapa banyak orang di dunia ini yang bernama Puspa Manora?”“Cuma aku,” sahut sebuah suara tenang dari arah belakang.Jarren memutar kepala secara refleks.Di ambang pintu kamar mandi, Puspa berdiri seraya mengeringkan helai-helai rambut basahnya menggunakan selembar handuk kecil.Piyama longgar pinjaman dari Tantri melambai pelan seiring helaan napasnya yang teratur.“Kamu tahu dari mana?” tanya Jarren cepat, menatap istrinya lekat-lekat.Puspa menghentikan usapan handuknya, menatap balik tanpa berniat mengikis jarak. “Aku pernah iseng riset kecil-kecilan di internet sama media sosial. Nggak ada satu pun akun atau artikel yang mencatat nama lengkap Puspa Manora selain mili

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   162. Sangat Rahasia

    Guncangan di dada Tantri merambat cepat melintasi getaran suaranya yang parau.Usapan jemarinya pada lembaran tisu dapur kian kasar, memburu sisa air mata yang tak henti merembes di pelupuk mata Tantri.“Menurut cerita teman Bude, secara sah, bayi perempuan itu seharusnya diasuh oleh nenek dari pihak ayahnya,” tutur Tantri dengan raut pias yang amat kentara. “Tapi ... nggak lama setelah tragedi itu, neneknya juga dipanggil Yang Maha Kuasa. Dari sana, jejaknya putus total. Nggak ada satu pun teman alumni yang tahu siapa yang akhirnya membawa dan merawat bayi itu.”Puspa membisu di tempatnya. Helaan napasnya terasa kian berat dan menyiksa, bagai ada beban tak kasat mata yang dihantamkan tepat di atas ulu hatinya. Rasa perih asing melingkupi dada Puspa.Jarren yang duduk di samping Puspa mencondongkan tubuhnya ke depan, memangkas jarak.“Bude, aku minta kontak teman Bude yang di kepolisian itu. Kasus penelusuran dokumen lama sepert

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   161. Bawaan Hamil

    Sebuah gejolak cemas mendadak merayap naik, membelenggu rongga dada Puspa tatkala matanya menangkap guratan pucat di paras anggun milik Tantri.Tantri melipat bibirnya rapat, jemarinya bergetar pelan saat kembali melayangkan pertanyaan dengan nada teramat hati-hati. “Puspa, ini bukan cuma sekadar kebiasaan bawaan hamil kamu, kan?”Dahi Puspa mengernyit halus. Dia mengusap perutnya yang kian membesar seraya menguraikan jawaban jujur.“Bukan, Bude. Dari sebelum aku kenal Mas Jarren, bahkan dari aku kecil, kalau makan semangka, aku memang selalu telaten misahin bijinya kayak gini.”Jarren yang duduk bersisian di samping Puspa tak lagi sanggup membendung rasa penasarannya.“Ada apa sebenarnya, Bude? Kok Bude kelihatan gelisah dan tegang banget?” Manik mata legam pria itu menatap lekat pada sang bude.Hening menyelimuti ruang makan sejenak.Tantri menghela napas panjang yang terdengar amat berat, mencoba menata emosi yang men

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   160. Biji Semangka

    Tawaran ramah dari Tantri mengudara seiring dengan usapan hangat di bahu Puspa. Jika sanggup memilih, Puspa ingin sekali menepis halus dan mencari ribuan alasan untuk menolak.Namun pendar tulus di sepasang mata paruh baya itu terlampau pekat, mengunci lidah Puspa hingga tak sanggup melontarkan kata sanggahan.Tanpa memberi celah bagi Puspa untuk berkilah, Tantri langsung membayar satu buah semangka utuh pada sang pedagang.Wanita paruh baya itu dengan ceria menuntun Puspa, memandu wanita hamil itu untuk masuk ke dalam mobil mewahnya yang terparkir tak jauh dari kios.Perjalanan singkat itu berlanjut tanpa hambatan.Tidak sampai sepuluh menit berlalu, sedan mewah yang mereka tumpangi melintasi pintu gerbang besi berukir tebal, melaju lambat menelusuri pekarangan rumah berarsitektur klasik yang amat megah.“Ini rumah Bude, Puspa,” ujar Tantri lembut, mengusap punggung tangan Puspa dengan belas kasih yang meluap. “Bude cu

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   159. Merah Merona

    Satu alis Dimas terangkat, menangkap gelagat tak biasa dari atasan yang mendadak ingin bertamu tanpa undangan resmi.Dimas mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba mencerna manuver licik yang tengah dilancarkan Jarren.Seakan mengerti betul intrik di balik senyum tipis bosnya, Dimas menghela napas seraya berujar tegas, “Puspa nggak tinggal di rumah saya, Pak.”Jarren bergeming. Mata legamnya menancap lurus, mengunci wajah Dimas cukup lama. Atmosfer di koridor kantor mendadak terasa begitu menyempit.“Saya tetap perlu memeriksanya secara langsung.” Jarren berkilah dengan suara berat yang tak menerima bantahan.Dimas mengusap tengkuknya, menyadari bahwa menolak kemauan pria berkuasa di hadapannya ini hanya akan memicu kecurigaan yang lebih besar.Tanpa pilihan lain, Dimas mengangguk pasrah.Beberapa puluh menit kemudian, deru mesin sedan mewah Jarren memelan, berhenti tepat di pekarangan sebuah rumah sederhana bertingkat satu. Sebelum memutar gagang pintu mobil, Dimas menoleh penuh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status