Home / Romansa / Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku / 48. Memperbaiki Citra Siapa?

Share

48. Memperbaiki Citra Siapa?

Author: prasidafai
last update publish date: 2026-08-17 19:38:16
Keheningan seketika menyelimuti seluruh sudut ruang tamu.

Jemari Puspa yang semula bertumpu di atas pangkuannya perlahan menegang. Dadanya terasa terimpit sesak.

Tatapan mata Puspa bergerak gelisah, bergantian mengamati raut wajah Rangga dan suaminya.

‘Jangan terpancing,’ batin Puspa memohon.

Tanpa sadar, jemari Puspa terulur menyentuh punggung tangan Jarren yang bertumpu di atas sofa.

Otot di sepanjang garis rahang Jarren tampak menegang sesaat sebelum akhirnya dia menarik napas panjang dan mel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
kenapa ya cewek seneng banget menantang dan denial dengan hal² yang justru menyakiti dirinya sendiri...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   141. Apa Pun, Asal Jarren Kalah

    Brak!Suara benturan nyaring menggema di dalam ruang rapat sewaktu Rangga menggebrak meja kaca dengan kedua telapak tangannya.Suasana ruangan yang semula hening seketika pecah oleh luapan murka yang tak lagi tertampung.“Sialan! Brengsek!” umpat Rangga dengan rahang mengeras dan napas terengah-engah, menatap pintu kayu yang baru saja tertutup rapat di balik punggung Jarren.Dimas melangkah tenang mengikuti Jarren keluar dari ruang konferensi, meninggalkan Rangga yang berdiri murka di tengah ruangan.“Maaf, Pak,” cicit sang sekretaris pelan, melangkah mendekati atasan yang kini tengah diselimuti aura mematikan.Rangga menoleh, melemparkan tatapan mata merah penuh rasa benci. “Apa lagi?!”“Firma kita ... baru saja kedatangan tim audit pusat dari kantor kepolisian dan kejaksaan, Pak,” lapor sang sekretaris dengan suara bergetar takut.Sekejap, wajah Rangga yang semula pucat langsung memerah padam. Pembuluh darah di leher dan pelipisnya menegang tebal, menyadari bahwa Jarren benar-benar

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   140. Jebakan

    “Kamu yang akan tamat hari ini, Jarren,” desis Rangga dingin, menyipitkan matanya tajam seolah sanggup menguliti lawan bicaranya hidup-hidup.Jarren tidak membalas dengan amarah. Pria itu justru menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, sedikit memiringkan kepala.“Oh, ya? Kenapa?” tanya Jarren teramat santai.Ruangan konferensi yang tidak terlalu luas itu mendadak terasa semakin sesak, dingin, dan sarat tekanan. Atmosfer tegang menguar hebat tatkala Rangga dan Jarren resmi mengibarkan bendera perang terbuka.“Tujuh ratus juta,” cetus Rangga seraya memajukan tubuhnya. “Kamu mengeluarkan uang sebanyak itu untuk melunasi utang keluarga Puspa sebelum kamu menikahinya.”“Benar,” sahut Jarren tanpa kedipan mata.Rangga menyunggingkan senyum sengit, merasa baru saja menancapkan belati awal. “Sertifikat rumah yang ditinggali keluarga Puspa yang merupakan warisan keluarga mereka, sekarang ada di tanganmu.”“Benar juga,” bala

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   139. VVIP

    Setitik air mata luruh melewati pipi Puspa, menyerap ke dalam kain hijabnya sewaktu rekaman di layar ponsel itu terus berputar.Suara benturan keras, cacian beracun, hingga lambaian tangan Rangga yang tak segan meremukkan tubuh para asisten rumah tangganya terpampang tanpa cela. Hampir 90 persen dari rekaman yang tersimpan itu memperlihatkan sosok Sena kecil yang mematung di sudut ruangan, menyaksikan kebiadaban sang ayah dengan tubuh gemetar ketakutan.Puspa memejamkan matanya erat-erat, meremas jemarinya sendiri. Dia tak sanggup lagi menyaksikan potongan trauma yang dipaksakan masuk ke kepala anak sekecil Sena.Dengan dada yang bergemuruh heboh, Puspa merengkuh tubuh Sena yang terlelap di sisinya, menyalurkan kehangatan yang tersisa.Setibanya di pelataran rumah megah bernuansa dingin itu, Puspa tidak bertindak gegabah.Tahu betul betapa liciknya hukum di tangan pria kaya, Puspa segera menghubungi perangkat RT setempat serta petugas kepolisian untuk mendobrak pintu utama yang terku

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   138. Dikunci

    Suara dering ponsel di atas meja kerja memecah keheningan ruang guru.Puspa yang baru saja meletakkan spidol usai mengoreksi lembar jawaban siswa mendadak menghentikan gerakannya.Mata wanita itu menyipit membaca nama yang tertera di layar smartphone-nya.[Ibu Atika - Guru Kelas Sena]Puspa mengernyitkan dahi.“Kenapa Bu Atika telepon aku lagi? Apa Bu Atika nggak bisa menghubungi Kak Rangga karena dia lagi ada pertemuan dengan Mas Jarren?” gumamnya lirih pada diri sendiri.Sambil menghela napas panjang dan membetulkan posisi duduknya yang terasa agak mengganjal akibat perut lima bulannya, Puspa menggeser tombol hijau.“Assalamualaikum. Ya, Bu Atika, ada apa?” sapa Puspa sehalus mungkin.“Waalaikumsalam, Bu Puspa. Maaf sekali saya harus menghubungi Ibu lagi di jam kerja,” sahut Atika di ujung telepon penuh penyesalan.“Apa terjadi sesuatu pada Sena lagi, Bu?” Puspa mencoba menebak arah pembicaraan.“Iya, Bu. Sena terus-menerus mencari Bu Puspa sejak pagi,” tutur Atika ragu-ragu.Sebuah

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   137. Kemana-Mana

    Lutut Puspa mendadak lemas. Kertas kecil berukuran persegi di jemarinya bergetar hebat, diiringi irama jantung yang berdegup kencang menghantam rongga dada. Melihat perubahan drastis pada istrinya, Jarren bergegas memangkas jarak. “Ada apa, Mpus?” Pria itu merangkul bahu Puspa, tatapannya sarat khawatir. Puspa mengerjapkan mata berkali-kali, berusaha menguasai pasokan udara di tenggorokannya yang terasa sangat kering. Tanpa sanggup bersuara, Puspa mengulurkan kertas mawar putih itu ke hadapan suaminya. Jarren menerimanya, lalu membaca kata-kata yang tertera di sana. Seketika, alis tegapnya bertaut rapat, rahangnya mengeras tajam. “Pengirimnya sudah pasti Rangga, kan, Mas, kalau begini?” cecar Puspa panik, menggenggam erat pergelangan tangan Jarren. “Maudy sudah ditahan, dan yang tahu soal utang tujuh ratus juta itu cuma kita dan keluargaku. Kak Rangga pasti masih punya akses entah ke Ibu atau Kak Marsya.” Memori ucapan Maudy di koridor apartemen mendadak melesak liar di k

  • Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku   136. Salah Sasaran

    “Bukan urusanmu, Puspa,” ketus Maudy tajam. Puspa mendengkus pelan. Dia tidak membalas cercaan itu, tetapi sepasang matanya tidak sedikit pun teralih dari figur Maudy yang tampak mengiris hati sekaligus ganjil. “Kami datang bukan untuk menangkap atau menyudutkan Anda, Bu Maudy,” tutur petugas lembaga perlindungan anak yang duduk di sebelah Jarren, memajukan tubuhnya tenang. “Kehadiran kami di sini murni demi memverifikasi kondisi Sena, sekaligus mengklarifikasi beberapa informasi mengenai latar belakang pengasuhan anak tersebut.” “Verifikasi apa lagi?” Maudy bersedekap dada, menyandarkan punggungnya pada sofa kusam dengan raut tajam. “Perihal kehamilan Anda bertahun-tahun yang lalu.” Petugas itu merapikan lembaran berkas di pangkuannya sebelum menatap Maudy lurus-lurus. Seketika, Maudy membisu. Bibirnya yang pucat mengatup rapat, sementara raut mukanya berubah pucat. Puspa mengamati setiap sent

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status