Share

023 || Perbatasan

Penulis: Diva
last update Tanggal publikasi: 2026-02-21 23:41:35

Selir Wei Ruyin melirik pada Han Ruoxi. Hanya sekilas, kemudian ia kembali menatap Yuwen Shuang.

“Lalu, di mana suamimu, Shuang’er?”

Pertanyaan itu membuat Yuwen Shuang terdiam. Rasa sesak kembali hadir, ia tetap mempertahankan senyumannya.

Rasa sesak itu hanya berlangsung sesaat. Yuwen Shuang menurunkan pandangannya, seolah sedang merapikan ujung lengan bajunya sebelum kembali mengangkat wajah dengan tenang.

“Jenderal sedang berada di barak militer,” jawabnya lembut. “Ada urusan yang harus s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   170 || Ambisi Huo Ren

    Malam di Heishan berubah kacau. Belum sampai setengah shichen sejak pasukan kekaisaran memasuki hutan, suara jeritan pertama terdengar dari arah selatan. Lalu disusul suara panah. Dan setelah itu, hutan kembali sunyi. Sunyi yang justru membuat bulu kuduk berdiri. Di antara kabut hitam, pasukan kekaisaran mulai kehilangan arah. Jalur yang tadi mereka lewati mendadak berubah. Pohon-pohon besar tampak sama di segala sisi. Bahkan suara langkah rekan sendiri terdengar jauh dan tidak jelas. “Komandan, kita kehilangan kelompok depan.” Seorang wakil pasukan melapor dengan wajah tegang. Huo Ren menatap sekitar dengan dingin. Kabut malam makin tebal. Bahkan cahaya obor mulai sulit menembus gelap. “Terus maju.” “Komandan, wilayah ini aneh.” Tatapan Huo Ren langsung tajam. “Takut?” Prajurit itu langsung menunduk. Namun belum sempat siapa pun bicara lagi, suara ranting patah terdengar dari samping. Puluhan pemanah langsung mengangkat busur. Siluet samar bergerak cepat di antara pepoho

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   169 || Memasuki Hutan

    Api tungku di dalam rumah kayu berderak pelan. Tak ada seorang pun langsung bicara setelah Zhao Fenglin mengucapkan kalimat itu. Ada pengkhianat di pasukan barat. Kalimat sederhana, namun cukup membuat seluruh ruangan terasa lebih dingin. Wei Chen menatap Zhao Fenglin lama sebelum akhirnya bertanya pelan, “Kau yakin?” Zhao Fenglin bersandar lemah di ranjang kayu. Wajahnya masih pucat karena demam, namun sorot matanya tetap tajam. “Malam itu hanya beberapa orang yang tahu jalur pergerakanku.” Gu Liang mengerutkan rahang. “Termasuk kita.” “Ya.” Shen Yu melipat tangan di dada sambil menatap lantai beberapa saat. “Berarti seseorang sengaja memberi informasi pada Huo Ren.” Suasana kembali sunyi. Di luar rumah, suara angin malam bercampur langkah penjaga yang mondar-mandir di desa. Kepala Desa Heishan akhirnya membuka suara. “Kalau orang istana benar-benar masuk ke sini malam ini, apa rencanamu?” Wei Chen menoleh. “Kami akan menahan mereka di luar desa.” Pria besar itu mende

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   168 || Penghianat?

    Angin malam bertiup dingin melewati celah-celah rumah kayu Desa Heishan. Kabut semakin tebal. Dari kejauhan, cahaya obor pasukan kekaisaran tampak samar bergerak di antara pepohonan hitam seperti bayangan hantu. Di dalam rumah, suasana menjadi semakin tegang. Kepala Desa Heishan menatap Zhao Fenglin beberapa saat sebelum akhirnya berbicara. “Kalau mereka datang untukmu, kami bisa menyerahkanmu keluar desa.” Gu Liang langsung mengangkat kepala tajam. “Apa?” Namun Zhao Fenglin justru tetap tenang. Tatapannya bertemu langsung dengan pria besar itu. “Kalau aku di posisi Anda, aku juga akan berpikir sama.” Jawaban itu membuat Kepala Desa sedikit menyipitkan mata. Wei Chen melangkah maju. “Kami tidak datang untuk menyeret Heishan ke masalah.” “Kalian sudah melakukannya saat membawa setengah pasukan istana ke hutan ini.” Suasana kembali hening. Tak ada yang bisa membantah. Heishan memang wilayah terasing yang selama puluhan tahun menghindari urusan kekaisaran. Jika pasukan istana

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   167 || Hutan Selatan

    Hutan Heishan semakin gelap saat malam benar-benar turun.Kabut tebal bercampur asap dingin membuat jarak pandang hanya beberapa langkah. Pria tua itu terus berjalan di depan tanpa pernah ragu memilih jalan, seolah mengenal setiap batu dan akar di tempat itu.Rombongan Zhao Fenglin mengikutinya dalam diam.Tak lama kemudian, suara air mulai terdengar.Mereka melewati celah batu sempit sebelum sebuah lembah tersembunyi muncul di balik kabut. Beberapa rumah kayu berdiri di antara pohon-pohon hitam, dengan lentera redup menggantung di depan pintu.Desa Heishan.Namun suasananya jauh dari damai.Saat rombongan mereka muncul, bayangan-bayangan langsung bergerak dari balik rumah dan pepohonan. Anak panah ditarik. Pedang terhunus.Puluhan pasang mata menatap mereka penuh waspada.Pria tua itu akhirnya berhenti.“Turunkan senjata kalian,” katanya dingin.Tak ada yang langsung bergerak.Seorang pria bertubuh besar melangkah keluar dari salah satu rumah. Wajahnya dipenuhi bekas luka panjang, se

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   166 || Heishen

    Menjelang malam, rombongan Wei Chen akhirnya memasuki wilayah hutan hitam di utara.Pepohonan di sana jauh lebih rapat dibanding lereng sebelumnya. Batang-batang besar menjulang tinggi hingga hampir menutupi seluruh cahaya langit. Kabut menggantung rendah di antara akar dan semak liar, membuat udara terasa lembap dan dingin.Tak ada suara burung. Tak ada suara binatang.Hanya langkah kaki mereka yang pelan di atas tanah basah.Gu Liang masih membawa Zhao Fenglin di punggungnya, meski kini napas pria besar itu sendiri mulai berat.“Kalau kau tambah berat lagi, aku benar-benar akan membuangmu ke sungai,” gerutunya.Zhao Fenglin yang setengah sadar membuka mata sedikit. “Kau terlalu lemah.”“Lihat? Dia masih sempat menghina orang.”Shen Yu tertawa pendek dari belakang.Namun senyum mereka cepat menghilang saat Zhao Fenglin mendadak batuk keras.Tubuhnya menegang sesaat sebelum darah segar menetes dari sudut bibirnya.Langkah Gu Liang langsung berhenti.Wei Chen menoleh cepat, wajahnya me

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   165 || Masih Hidup?

    Kabut semakin tebal saat mereka meninggalkan lereng utara. Tak ada seorang pun yang berjalan terlalu jauh dari Zhao Fenglin. Bahkan Gu Liang yang biasanya paling ribut kini terus memperhatikan langkah pria itu dengan wajah gelap.Setelah dua hari hilang di pegunungan, kondisi Zhao Fenglin jauh lebih buruk dari yang mereka bayangkan.Demamnya semakin tinggi. Beberapa kali langkahnya goyah meski tetap dipaksa stabil.Namun tak sekali pun ia mengeluh. Wei Chen berjalan di sisi kirinya sambil terus mengawasi sekitar.“Kita tidak bisa turun ke kaki gunung,” katanya rendah. “Pasukan kekaisaran pasti mulai menutup jalur keluar.”Shen Yu yang berjalan paling belakang menyeringai tipis. “Kalau begitu kita sembunyikan dia di sarang harimau.”Gu Liang mendengus. “Aku serius ingin memukulmu suatu hari.”“Aku juga serius.” Shen Yu menyahut tak mau kalah.Mereka terus bergerak melewati jalur sempit berbatu. Hujan semalam membuat tanah licin, sementara kabut membatasi jarak pandang hanya beberapa la

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   018 || Mimpi Buruk?

    “Ibu ….”Suara itu kembali lolos dari bibir Yuwen Shuang. Selir Li Mei kembali berbalik. Ia mendekat kembali, jantungnya berdebar tanpa alasan yang jelas. Kedua mata itu masih terpejam, bulu matanya bergetar pelan seolah sedang terjebak dalam mimpi yang tak ingin dilepaskan.“Ibu, jangan pergi .…”

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   020 || Kabar Penting?

    Jantung Han Ruoxi berdegup lebih keras.Ia tidak tahu permintaan apa yang akan disampaikan.Ia menunggu dengan sabar ucapan lanjutan dari Selir Li Mei.“Kalau besok, lusa, atau kapanpun. Ada orang Istana yang datang berkunjung kemari, tolong beritahu aku,” lanjut Selir Li Mei dengan pelan. Derajat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   011 || Izin?

    ‘Suami?’ Sejujurnya itu masih terasa asing di pendengarannya. Yuwen Shuang menatap Han Ruoxi dengan senyuman sebelum menjawab. “Jenderal Zhao pergi ke ruang belajar, Nyonya,” jawab Yuwen Shuang pada akhirnya. Han Ruoxi terdiam mendengar panggilan Yuwen Shuang padanya. “Putri, maaf sebelumnya. Ak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   012 || Ruang Belajar Jenderal

    Yuwen Shuang melangkah menyusuri koridor. Kini tujuannya jelas, ia ingin menemui Zhao Fenglin di ruang belajar. Di kepalanya ucapan Mei’er berputar, tatapannya fokus ke depan. Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya memberikan hormat. Wajah mereka terkejut, tapi Yuwen Shuang tak peduli. Ia hanya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status