Share

Bab 42

Author: Cancer Girl
last update publish date: 2026-03-22 12:56:38

Acara di Ballroom Hotel Anandika Green akhirnya memasuki sesi penutup.

Setelah penampilan terakhir selesai dan suasana panggung mulai mereda, MC kembali naik untuk menutup rangkaian acara malam itu.

"Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir, serta para pengisi acara yang telah memeriahkan malam ini. Selanjutnya, kami persilakan Bapak dan Ibu untuk menikmati jamuan makan yang telah disediakan."

Lampu ruangan perlahan dibuat lebih terang.

Musik berubah menjadi alunan lembut yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 67

    Satu bulan berlalu dengan sangat cepat. Selama sebulan itu, banyak hal berubah terutama bagi Charol.Album pertamanya yang berisi sepuluh lagu akhirnya resmi beredar di pasaran. Awalnya tidak ada yang menyangka. Bahkan Dimas dan Rizal hanya berharap album tersebut bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.Namun, kenyataannya jauh melampaui ekspektasi. Lagu-lagu Charol mulai diputar di mana-mana. Di radoi, di kafe, di pusat perbelanjaan, bahkan video penampilannya saat menyanyi mulai ramai dibagikan di media sosial.Nama Charol perlahan menjadi perbincangan.Banyak orang penasaran dengan penyanyi pendatang baru yang memiliki suara khas dan penuh penghayatan itu.Pagi itu, Charol baru saja bangun tidur. Ia masih mengenakan piyama sederhana ketika keluar dari kamar. Aroma roti bakar langsung menyambutnya.Di dapur, Suli sedang sibuk menyiapkan sarapan."Mbak!" serunya begitu melihat Charol. "Wah!""Wah apa?" tanya Charol heran.Suli langsung menghampirinya sambil membawa ponsel. "Mbak s

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 66

    "Kenapa kamu diam saja? Cepat jawab!" bentakan Nunik memecah keheningan ruang tamu.Niar tersentak. Ia menundukkan kepala sesaat.Otaknya berputar cepat mencari alasan. Semuanya terjadi terlalu mendadak, dan ia sama sekali tidak menyangka rahasia tentang sertifikat rumah akan terbongkar secepat ini.Pak Jaya ikut angkat bicara. Nada suaranya jauh lebih dingin dari biasanya. "Pasti kamu gadaikan sertifikat itu, dan uangnya kamu pakai buat menyenangkan laki-laki nggak jelas itu."Niar langsung mengangkat kepala. "Enggak, Pa!"Namun, suara bantahannya terdengar tidak meyakinkan. Dalam hati ia mulai panik."Duh, gawat, gimana nih? Mana aku belum dapat uangnya buat nebus."Keringat dingin mulai muncul di pelipisnya. Untungnya, ia masih sempat berpikir jernih."Tapi baru satu bulanan juga. Jatuh temponya enam bulan. Masih ada waktu. Aku harus cari alasan dulu supaya Mama sama Papa nggak marah."Niar menarik napas panjang, lalu mencoba memasang ekspresi sedih. "Ma, Pa." Ia menunduk. "Aku mi

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 65

    "Kamu nggak usah drama deh." Aloy langsung memotong ucapan Niar sebelum wanita itu sempat menjelaskan lebih jauh."Aku tahu kamu mau ngebujuk aku kan biar aku nggak marah lagi sama kamu." Nada suaranya terdengar meremehkan.Niar yang berdiri di depan pintu langsung mengernyit kesal."Aku nggak bakal marah sama kamu." Aloy melanjutkan sambil melipat kedua tangan di dada, "kalau kamu ada uang lima ratus jutanya."Kalimat itu membuat wajah Niar memerah menahan emosi. Tangannya mengepal kuat di samping tubuh. Rasanya ia ingin melempar sesuatu ke wajah pria itu.Namun, ia masih berusaha menahan diri. "Dasar mata duitan," batin Niar geram.Sejak datang tadi, Aloy bahkan tidak bertanya kabarnya, tidak bertanya mengapa ia datang, juga tidak tertarik pada apa yang ingin ia sampaikan.Yang ada di kepala pria itu hanya uang, uang, dan uang.Niar menarik napas panjang. "Oke," katanya dingin. "Kalau kamu nggak mau dengerin aku." Ia menatap Aloy tajam, "awas ya jangan nyesel."Setelah mengucapkan i

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 64

    Rasa penasaran mulai menggerogoti pikiran Niar.Sejak melihat Charol keluar dari bank bersama Suli, hatinya terasa tidak tenang. Ada sesuatu yang janggal.Tanpa berpikir panjang, Niar segera menyalakan motornya dan mengikuti mereka diam-diam.Beberapa menit kemudian, mobil Charol berhenti di sebuah restoran mewah di pusat kota.Niar ikut menghentikan motornya tak jauh dari sana. Ia buru-buru memakai topi dan masker.Menutupi wajahnya serapat mungkin."Jangan sampai ketahuan, kalau aku menyelidiki mereka," batinnya.Ia lalu berjalan masuk ke restoran dengan hati-hati. Dari balik masker, matanya terus mencari keberadaan Charol dan Suli.Dan tak lama, ia menemukan mereka duduk di dekat jendela Niar langsung memilih meja yang tidak terlalu jauh. Namun, cukup aman agar tidak dikenali.Ia duduk membelakangi sebagian ruangan.Sesekali melirik diam-diam. Seorang pelayan datang menghampiri."Silahkan, Mbak, mau pesan apa?""Es lemon tea saja," jawab Niar cepat.Pelayan itu mengangguk lalu perg

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 63

    Bab 63Suasana kafe mulai sedikit ramai menjelang sore.Beberapa pengunjung datang silih berganti.Namun di sudut dekat jendela, Aloy masih duduk berhadapan dengan Suli.Pria itu tampak begitu percaya diri. Sesekali ia tersenyum sendiri membayangkan keuntungan besar yang akan ia dapatkan.Sementara Suli tetap memainkan perannya dengan sempurna, tenang, elegan, dan meyakinkan."Jadi," kata Suli sambil meletakkan gelasnya pelan. "Kalau uangnya sudah siap, nanti aku bantu proses investasi emasnya."Aloy langsung mengangguk cepat. "Oke, siap."Ia membungkuk sedikit lalu menarik koper hitam yang sejak tadi berada di samping kursinya.Koper itu tampak cukup berat. Dengan hati-hati, Aloy mendorong koper tersebut ke arah Suli. "Ini uangnya."Suli melirik koper itu sekilas, lalu membukanya sedikit. Matanya menangkap tumpukan uang rapi di dalamnya. Lima ratus juta lengkap.Suli segera menutup kembali koper itu. Meski dalam hati ia cukup terkejut melihat uang sebanyak itu, wajahnya tetap santai.

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 62

    "Hallo?"Suli menjawab panggilan itu dengan nada santai.Sementara Charol duduk diam di sampingnya.Tatapannya fokus.Dari seberang, suara Aloy terdengar jelas. "Ayo ketemu di kafe dekat alun-alun. Aku sudah ada uang buat investasi."Suli sengaja menyalakan loudspeaker.Sehingga seluruh percakapan terdengar jelas di ruang tamu kecil itu.Charol menyandarkan tubuhnya perlahan.Sudut bibirnya terangkat tipis.Akhirnya, umpannya benar-benar dimakan.Suli melirik ke arah Charol. Dan Charol membalas dengan anggukan kecil."Oke," kata Suli santai. "Sekarang aku menuju ke lokasi.""Siap, aku tunggu."Panggilan pun berakhir.Ruangan langsung hening beberapa detik.Lalu, Suli menoleh cepat ke arah Charol."Aloy jadi investasi."Charol tersenyum penuh kemenangan. "Bagus."Tatapannya dingin. Namun, ada kepuasan besar di sana.Suli tertawa kecil. "Dia benar-benar gampang dibodohi, ya."Charol terkekeh pelan. "Bukan gampang dibodohi." Ia menyilangkan tangan di dada. "Dia cuma terlalu serakah."Sul

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 34

    Di sebuah tempat yang jauh dari keramaian kota, berdiri sebuah gudang tua yang sudah lama tidak digunakan.Bangunan itu tampak kusam dengan cat tembok yang mengelupas dan pintu besi yang berkarat. Di sekelilingnya hanya ada semak-semak liar dan tanah kosong yang jarang dilewati orang.Angin sore be

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Bab 23

    Malam turun perlahan, membawa hawa dingin yang menyelinap lewat celah jendela kontrakan kecil itu.Di dalam kamar sempit yang kini dipenuhi aroma parfum mahal, Suli berdiri kaku di depan cermin. Gaun hitam selutut membalut tubuhnya dengan pas.Rambutnya yang biasanya diikat sederhana kini tergerai

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Diusir dari Rumah Sendiri

    Sore menjelang petang, cahaya matahari meredup perlahan di balik tirai ruang tamu. Rumah yang biasanya terasa hangat kini diliputi keheningan yang ganjil. Olla terbangun dengan kepala masih terasa berat, tubuhnya lemas seolah baru melewati perjalanan panjang tanpa ia ingat bagaimana caranya. Bel

  • Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami   Balik Nama

    Pagi itu Aloy membuka mata, namun, ia belum sepenuhnya bangun. Cahaya matahari yang menyelinap dari balik tirai hotel terasa menusuk kelopak matanya.Kepalanya berat, tenggorokannya kering, dan ingatannya kabur oleh sisa-sisa alkohol semalam. Ia mengerang pelan, berusaha bangkit, hingga sebuah suar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status