공유

Rekan Lama

작가: Miss Wang
last update 게시일: 2026-02-17 19:58:54

Pria itu berhenti tepat di depan Clara, jaraknya cukup dekat untuk membuat gadis itu menahan napas. Tatapannya tenang, tapi ada sesuatu di sana—tajam dan menimbang.

“Aku Adrian,” ucapnya akhirnya, suaranya rendah dan matang. “Adrian Khil. Rekan lama Raymond.”

Ia mengulurkan tangan, gerakannya santai namun penuh kendali.

Clara menelan ludah. Jantungnya berdetak lebih cepat dari yang ia mau. Ia mengangguk sopan, jemarinya terangkat hendak membalas uluran itu—

“Lama tak bertemu.” Suara Raymond mem
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Apakah Sudah Waktunya Pergi?

    Sementara di tempat yang tak lagi mengenal siang ataupun malam... Tak ada matahari. Tak ada bulan. Tak ada batas cakrawala. Yang terbentang di hadapan Clara hanyalah hamparan cahaya putih yang seolah tidak memiliki ujung. Cahaya itu lembut, tidak menyilaukan mata, justru menghadirkan ketenangan yang belum pernah ia rasakan selama bertahun-tahun. Di kejauhan, dua sosok berdiri berdampingan. Semakin lama... Semakin jelas. Seorang pria paruh baya dengan senyum teduh yang selalu membuatnya merasa aman. Di sampingnya berdiri seorang wanita berwajah lembut dengan mata penuh kasih sayang. Air mata Clara langsung memenuhi pelupuk matanya. Dadanya sesak oleh kerinduan yang selama ini hanya mampu ia simpan dalam diam. "Papa..." Suara itu keluar begitu lirih. Hampir seperti bisikan. "Mama..." Bibirnya bergetar hebat. Ia bahkan tidak menyadari air mata telah lebih dulu mengalir membasahi kedua pipinya. Sudah bertahun-tahun ia memendam keinginan sederhana itu.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara...

    Kalimat sederhana itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada tangisan. Lelah. Bukan karena mengurus perusahaan. Bukan karena menghadapi musuh. Bukan karena memimpin organisasi sebesar keluarga Antonio. Melainkan karena rasa takut yang terus menggerogoti hatinya sejak Clara jatuh pingsan. Tatapannya masih lurus ke depan. Kosong. "Aku selalu berpikir..." "...selama aku cukup kuat..." "...aku bisa melindungi semua orang yang kusayangi." Ia tertawa pelan. Tawa yang terdengar pahit. Hampa. "Ternyata aku tidak sekuat itu." Ken menggigit bagian dalam pipinya. Ia ingin mengatakan bahwa semua ini bukan kesalahan Raymond. Bahwa tidak ada seorang pun yang mampu melawan penyakit seperti ini. Namun kalimat-kalimat itu terasa terlalu kecil. Tidak akan mampu mengurangi rasa sakit yang sedang dialami pria di sampingnya. Di balik pintu ICU... Suasana semakin menegangkan. "Kadar trombosit?" "Masih terus menurun!" "Bagaimana fungsi hati?" "Enzim hati men

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Kenangan

    BIPPPPPPPPPPP...Suara panjang dari monitor jantung memecah keheningan koridor rumah sakit.Nadanya melengking tajam.Dingin.Menusuk.Menggema sepanjang lorong ICU yang diterangi cahaya lampu putih kebiruan.Setiap orang yang berada di sana spontan menghentikan langkahnya.Beberapa perawat saling berpandangan.Seorang dokter muda mempercepat langkah memasuki ruang ICU.Sementara di luar...Raymond Antonio masih berdiri membelakangi pintu ruang perawatan intensif.Tubuhnya tegak.Namun ketegangan yang sejak tadi menopang dirinya perlahan mulai runtuh.Kedua tangannya yang semula terkepal erat di sisi tubuh mulai mengendur sedikit demi sedikit.Buku-buku jarinya yang memutih perlahan kembali berwarna.Bukan karena ia mulai tenang.Melainkan karena seluruh tenaga di tubuhnya seakan habis terkuras.Ia tidak lagi mencoba mengejar dokter.Tidak lagi bertanya.Tidak lagi memaksa siapa pun menjelaskan keadaan Clara.Tatapannya kosong menembus lantai granit mengilap di bawah kakinya.Seolah s

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Mama, Papa

    Sementara, itu di Mansion Antonio... Malam semakin larut. Hujan turun tipis membasahi taman belakang. Butiran air memantulkan cahaya lampu taman hingga terlihat seperti kristal-kristal kecil yang berjatuhan dari langit. Namun suasana hangat yang biasanya memenuhi rumah besar itu telah menghilang. Ruang keluarga terasa sunyi. Jam antik di dinding berdetak pelan. Noah duduk meringkuk di sofa dengan kedua lutut dipeluk erat. Matanya sembab karena terlalu lama menangis. Sesekali ia mengusap hidungnya menggunakan lengan piyama dinosaurus kesayangannya. Di meja depan mereka, Bu Eli menyalakan sebuah lilin kecil. Nyala apinya bergoyang pelan tertiup embusan angin dari jendela. "Nenek..." Suara Noah terdengar lirih. "Mama pasti sembuh, kan?" Bu Eli menoleh. Senyumnya berusaha terlihat setenang mungkin. Padahal dadanya sendiri dipenuhi kecemasan. Wanita itu menggenggam kedua tangan kecil Noah. "Iya." Jawaban itu keluar dengan suara yang sedikit bergetar. "Mari kita berdoa.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Gawat

    "Kondisi Nyonya Clara memburuk." Kalimat singkat itu meluncur pelan dari bibir dokter senior, tetapi dampaknya menghantam Raymond jauh lebih keras daripada ledakan peluru yang pernah ia hadapi sepanjang hidupnya. Untuk beberapa detik, dunia di sekelilingnya seakan kehilangan suara. Koridor VIP yang sejak tadi dipenuhi langkah kaki perawat mendadak terasa begitu jauh. Cahaya lampu putih di langit-langit terlihat menyilaukan. Bahkan suara pendingin ruangan yang terus berdengung perlahan menghilang dari pendengarannya. Yang tersisa hanyalah wajah dokter di hadapannya. Dan kalimat itu. Kondisi Nyonya Clara memburuk. Raymond berdiri membeku. Rahangnya mengeras, tetapi sorot matanya kehilangan fokus. "Apa..." Suaranya terdengar parau, nyaris tidak keluar. "Apa maksudmu, Dokter?" Dokter senior itu menarik napas panjang sebelum menjawab. Ia sudah bertahun-tahun menangani pasien dalam kondisi kritis, tetapi menyampaikan kabar buruk kepada keluarga tidak pernah menjadi hal yang mudah.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Kritis

    Raymond menatap tangan itu cukup lama. Lalu perlahan menerimanya. Mereka kembali ke lantai VIP beberapa menit kemudian. Suasana rumah sakit jauh lebih dingin dibanding sebelumnya. Lampu-lampu putih koridor memantulkan bayangan panjang di lantai mengilap. Seorang perawat yang melihat kondisi Raymond langsung berlari mengambil handuk besar. "Tuan..." Perawat itu menyerahkan handuk dengan gugup. Ken menerimanya lebih dulu. Lalu menyampirkannya ke bahu Raymond. "Keringkan diri Anda." Raymond tidak bergerak. Masih diam. Masih kosong. Ken menghela napas. Kemudian mengambil handuk lain dan mengusap rambut Raymond yang basah. Pemandangan yang mungkin akan membuat seluruh kota tercengang jika melihatnya. Tangan kanan Raymond selama bertahun-tahun. Orang kepercayaannya. Sahabat yang tidak pernah diakuinya secara langsung. "Ken." "Ya, Tuan?" Raymond memejamkan mata. Lalu berkata pelan. "Jangan bilang siapa pun." Ken mengangkat alis. "Tentang apa?" "Aku menangis." Bebe

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Ingin Dipecat

    Malam turun perlahan di kota itu.Lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu, memantulkan cahaya kuning lembut di aspal yang masih menyimpan sisa hangat siang hari. Dari jendela kecil kamarnya, Clara berdiri diam menatap langit yang mulai gelap.Angin malam masuk perlahan melalui celah jendela.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Iri dan Dengki

    Clara tercekat.Untuk sesaat napasnya seperti tertahan di tenggorokan. Jarak di antara mereka begitu dekat hingga ia bisa merasakan hangat napas Raymond menyentuh sisi pipinya.Pandangan mereka bertemu. Tatapan Raymond tajam, dalam, seolah mencoba menembus sesuatu yang tersembunyi.Di balik masker

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Amanda

    Jennifer yang berdiri beberapa langkah di belakangnya langsung terdiam. Alisnya sedikit terangkat, jelas ia tidak menyangka permintaan itu.“Tuan…?” ucapnya ragu.Raymond masih duduk menghadap jendela besar yang membentang dari lantai hingga hampir menyentuh langit-langit. Jennifer menarik napas p

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Kembali Datang

    Mobil hitam itu benar-benar berhenti tepat di depan pintu utama hotel. Kilau bodinya memantulkan cahaya matahari pagi yang lembut, membuatnya tampak semakin mencolok di antara kendaraan lain.Beberapa staf mulai berbisik panik. “Cepat rapikan posisi kalian…”“Dia benar-benar datang lagi…”“Kenapa

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status