공유

6. A Friendship

작가: Ang.Rose
last update 게시일: 2026-07-16 21:30:17

“Akhirnya!” seru Rachel sambil menutup pintu loker, dia menghela nafas panjang, duduk di kursi ruang ganti sambil meluruskan kaki sebelum dia memakai sepatu. Tapi sepertinya ketenangan itu tak berangsur lama.

“Rach!” sebelum seruan itu terdengar, Rachel sudah bisa mendengar derap langkah kaki.

“Astaga–haruskah kau berteriak? Tidak ingat dengan umurmu?”

“Biarlah umurku, tapi aku tetap merasa jiwaku masih muda.”

“Tidak salah merasa begitu, ada apa? Gosip baru?”

“Oh iya, baru, katanya baru terjadi kemarin malam.”

“Oh God,” Rachel sudah tahu kemana arah pembicaraan ini. Dia pasti habis mendengar tentang itu.

“Kau dan Kapten Brick sudah sejauh apa!?”

Bingo. “Tidak ada, aku dan dia hanya berteman, kau tahu sendiri dia yang menyelamatkan Sam,” benar sudah tebakan Rachel, April sedang membicarakan tentang dia dan Brick yang bicara.

“Loh! Itu maksudku! Pertama dia menyelamatkan anakmu, lalu bertanya tentang anakmu, lalu bertanya tentang kabarnya, terus dia akan bertanya tentang, kamu! Ibunya!” teriak April dengan semangat yang menggebu-gebu.

“Astaga,” Rachel kembali menggelengkan kepalanya tidak percaya, temannya ini yang benar-benar mendukungnya dengan Brick. “Cepatlah ganti, kamu harus bertugas untuk menjadi kepala perawat, masih punya waktu untuk bergosip tentangku?”

“Oh, percayalah sayang, aku punya waktu, punya banyak amat waktu,” ucap April sambil mengedipkan matanya.

Rachel pun berdiri. “Sudah ya sayang, aku pulang, aku butuh tidur setelah 2 hari menggantikanmu.”

“Hati-hati, matahari sudah tinggi hari ini.”

“Kamu pikir aku vampir?”

“Bukankah begitu?”

“Sudahlah, bye April, sampai nanti.”

Rachel keluar dari ruang ganti dia berjalan sampai keluar pintu UGD sambil sesekali menyapa teman-temannya yang lain. Ketika sampai di luar dia tidak langsung berjalan ke arah mobilnya, seperti biasa dia berdiri dulu sambil melihat matahari.

Tapi ketika dia menikmati matahari pagi yang cukup cerah itu, dia melihat sebuah mobil BMW hitam terparkir di parkiran khusus dokter. Mobil yang familiar oleh Rachel, dia tahu itu mobil siapa.

Perempuan itu akhirnya turun dari mobil, Rachel sengaja tidak langsung pulang, dia ingin tahu apa dia akan menghampiri atau tidak, ternyata benarlah dugaan dia, perempuan menghampirinya.

“Halo, Rachel, kamu baru pulang?”

“Ah ya, aku 24 jam sejak kemarin, hari ini baru pulang, kepala perawat UGD hari ini April, dia sama denganku, bahkan lebih jago.”

“Ah, aku yakin semua orang disini kompeten. Kamu berdiri disini, dijemput anakmu?”

“Anakku? Tidak, anakku masih tidur, kalau dokter punya anak?”

“Ah ya, ada, dia sudah berumur 35 tahun tapi masih selalu membuatku khawatir. Apalagi setelah kecelakan besar itu.”

“Kecelakaan? Kapan?”

“Desember nanti genap 4 tahun, dia kecelakaan di malam tahun baru. Kenapa?”

“Ah tidak, maaf, karena yang aku tahu keluarga Cassarendra sangat terkenal dan aku tidak ingat mendengar berita itu.”

“Ah, iya memang berita kecelakaan itu ditutupi oleh pengacara keluarga dan perusahaan.”

Rachel meremas tas yang dia pegang. Hal seperti ini tak pernah dia dengar sebelumnya. “Kalau begitu, aku pulang dulu dok, terima kasih.”

“Ya, hati-hati Rach, salam untuk anakmu.”

***

Rachel sampai ke rumah, dia langsung naik ke lantai 2 mengecek keadaan Samantha, anaknya masih terlelap, ini masih jam 7 pagi dan itu hal yang wajar untuk Samantha.

Dia kembali turun ke dapur, dia mencuci tangannya, namun matanya terkejut melihat ada sebuah paper bag yang terlipat di dekat wastafel. “Prince Cafe?”

Setelah mengelap tangannya dia membuka kulkas, dan benar saja ada sisa sandwich di kulkas, Rachel melihat anaknya untuk beberapa saat. “Dia?”

Rachel mengambil ponsel dia menghubungi seseorang yang sudah pasti tahu apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba setelah sekian lama anaknya pergi kesana lagi.

“Ya, Rach, ada apa?”

“Kau tahu sesuatu kenapa Sam tiba-tiba pergi ke Prince Cafe?”

“Ah itu. Aku sudah mencoba bertanya, tapi ujungnya kami hanya bertengkar, dia tidak apa-apa kan?”

Rachel terdiam sebentar. “Dia... tidak apa-apa, dia bilang sesuatu tapi? Ah ya aku baru ingat dia bilang dia bertengkar denganmu, jadi kalian bertengkar karena ini?”

“Ya, kita bertengkar karena itu. Dia bilang hanya ingin kesana karena orang itu tak pernah terlihat lagi di Los Angeles.”

“Ya tentang itu.”

“Kenapa soal itu? Ada berita tentangnya?”

“Kenapa kau berpikir begitu?”

“Habis—entah mengapa perasaanku mengatakan, jawabannya akan ada sebentar lagi.”

“Kurasa mungkin. Biar aku mencari jawaban dulu nanti kalau aku sudah dapat jawaban pasti aku akan beri tahu. Aku juga tidak tahu dugaan ku benar atau tidak, sebelum kita mengambil langkah lebih jauh.”

“Aku mengerti, tidurlah Rach, kamu butuh istirahat.”

“Oke, kabari aku jika ada sesuatu.”

Rachel pun mematikan panggilan telepon itu lalu pergi kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya dan tidur, dia punya waktu sampai besok sebelum dia kembali bekerja.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   9. Graduation

    Hari kelulusan pun tiba, Victor jadi menginap dirumah, dia memilih untuk tidur di sofa daripada di ruang studio milik Samantha, studio itu tidak ada bedanya dengan studio milik Victor yang butuh tempat steril untuk tidur.Samantha memakai flower dress berwarna krem bermotif bunga lily dengan jaket denim, tidak ada aturan khusus untuk pakaian saat wisuda kelulusan karena untuk beberapa saat juga pakaian itu akan di tutup dengan jubah kelulusan.“Wow, look at you,” ucap Victor sambil bertepuk tangan.“Ada apa? Ini bajuku yang biasanya.”“Bukan kamu Sam, lihat Rachel,” jawab Victor sambil menunjuk Rachel yang ada di belakang tangga.Sam pun menol

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   8. Breakfast

    Samantha perlahan-lahan membuka matanya, cahaya matahari yang tak seberapa itu masuk melalui celah jendela dan tirai, meskipun silau, Sam tetap tidak ingin beranjak dari tempat tidurnya.Ia mengambil ponsel sambil memeriksa berita di board kampus, besok adalah hari kelulusan dia dan Victor, tapi mengingat pertengkaran hebat mereka kemarin, dia tidak tahu apakah bisa tidak terlihat aneh besok.“Ah,” Sam menghela nafas kesal. “Kenapa bisa aku sebodoh itu.”“Oh ya, kamu cukup bodoh pergi ke Prince Cafe tanpa mengatakan apa-apa pada Victor, berjalan sendiri pula,” suara itu membangunkan Sam.“Mam!” teriaknya lalu keluar dari kasur dan memeluk ibunya. “Kita tinggal satu rumah tapi aku merasa aku jarang melihatmu.”

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   7. Wondering

    Langit telah berubah gelap, waktu jaga Emily kini sudah selesai, dia keluar dari ruangan berjalan untuk pulang, sambil jalan dia menyapa beberapa dokter dan perawat yang sudah bekerja sama dengannya, benar kata Rachel mereka menangani pasien 5-7 orang sehari, bahkan hari ini saja, dia sudah melakukan 3 kali operasi bedah.“Sudah dapat apa yang kau cari?” tanya Harem sambil Emily menunggu lift.Emily hanya tersenyum. “Apa maksudmu? Kenapa bicara begitu?”“Aku lihat tadi kau bicara dengan Rachel, sudah dapat apa yang kau cari?”Emily menatap Harem heran. “Astaga, aku lupa kau salah satu sahabatku yang paling pintar.”“Oh, orang yang jauh-jauh dari Jerman kau minta datang kembali ke Los Angeles itu lebih pintar dariku.”“Ah, Daniel, ya dia memang lebih pintar dari siapapun.”Harem menyerahkan sebuah dokumen pada Emily. “Ini akan jadi tindak pidana kalau orang-orang tahu aku yang menyerahkan ini padamu. Berikan pada Pengacara itu.”Emily mengambil dokumen itu dan membacanya. “Oh astaga.”

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   6. A Friendship

    “Akhirnya!” seru Rachel sambil menutup pintu loker, dia menghela nafas panjang, duduk di kursi ruang ganti sambil meluruskan kaki sebelum dia memakai sepatu. Tapi sepertinya ketenangan itu tak berangsur lama.“Rach!” sebelum seruan itu terdengar, Rachel sudah bisa mendengar derap langkah kaki.“Astaga–haruskah kau berteriak? Tidak ingat dengan umurmu?”“Biarlah umurku, tapi aku tetap merasa jiwaku masih muda.”“Tidak salah merasa begitu, ada apa? Gosip baru?”“Oh iya, baru, katanya baru terjadi kemarin malam.”“Oh God,” Rachel sudah tahu kemana arah pembicaraan ini. Dia pasti habis mendengar tentang itu.“Kau dan Kapten Brick sudah sejauh apa!?”Bingo. “Tidak ada, aku dan dia hanya berteman, kau tahu sendiri dia yang menyelamatkan Sam,” benar sudah tebakan Rachel, April sedang membicarakan tentang dia dan Brick yang bicara.“Loh! Itu maksudku! Pertama dia menyelamatkan anakmu, lalu bertanya tentang anakmu, lalu bertanya tentang kabarnya, terus dia akan bertanya tentang, kamu! Ibunya!”

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   5. Hospital

    Rachel melakukan peregangan, makin hari dia makin sering merasa lelah setelah berdiri lama, mungkin memang karena faktor usia, menjalani profesi sebagai perawat selama 25 tahun Rachel pikir tubuhnya akan terbiasa, ternyata tidak.Yang Rachel sadari hanyalah meskipun dia sudah bekerja selama 25 tahun, dia selalu merasa dia melakukan ini untuk pertama kalinya, karena setiap hari adalah hari baru, dia akan terus bertemu dengan pasien baru.“Ah, indahnya hari ini,” ucap Kylie, perawat baru.Rachel menoleh dengan sedikit perasaan yang tidak enak, seakan ada bara api yang ingin berteriak. “Apa maksudmu?”“Ya, hari ini tak seperti hari biasanya, walau angin yang berhembus dingin, sepertinya hari ini akan sepi–”“KYLIE!” teriak Rachel kesal, itu merupakan kata-kata keramat di UGD, dimanapun, bahwa ketika ada yang bilang sepi maka mereka tidak akan berhenti bekerja hingga jam kerja mereka selesai, ini merupakan Jinx yang dihindari.Rachel menatap pesawat telepon yang ada di meja nurse station,

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   4. Bestfriend

    Januari 2022. Victor melihat rumah Samantha yang sudah penuh dengan mobil pemadam dan mobil ambulans, jantungnya berdegup kencang, sampai membuat tubuhnya gemetar, keringat dingin mulai muncul di punggung, dahi dan tangannya.Tidak pernah terbayangkan di pikiran Victor hari ini akan terjadi, perasaan bersalah memenuhi pikirannya. Dengan tangan yang gemetar dia melepaskan sabuk pengaman, meninggalkan mobilnya, tidak peduli apakah mobilnya menghalangi jalan, dia berlari masuk ke dalam rumah.Victor berlari menaiki tangga hampir dua-tiga tangga sekali dia pijak dan ketika pintu yang familiar dengannya terbuka, ada banyak orang di depannya. Ketika dia melihat petugas pemadam ada didepan pintu, kakinya seakan tidak menapaki bumi.Kakinya gemetar, dia terdiam dan berjalan perlahan, mendekati pintu, matanya mencoba mencari sahabatnya, betapa terkejutnya dia ketika melihat Samantha terbaring di lantai yang dingin, Rachel berada disampingnya sambil bersandar ke salah satu paramedik.Yang Vict

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status