แชร์

5. Hospital

ผู้เขียน: Ang.Rose
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-15 21:30:14

Rachel melakukan peregangan, makin hari dia makin sering merasa lelah setelah berdiri lama, mungkin memang karena faktor usia, menjalani profesi sebagai perawat selama 25 tahun Rachel pikir tubuhnya akan terbiasa, ternyata tidak.

Yang Rachel sadari hanyalah meskipun dia sudah bekerja selama 25 tahun, dia selalu merasa dia melakukan ini untuk pertama kalinya, karena setiap hari adalah hari baru, dia akan terus bertemu dengan pasien baru.

“Ah, indahnya hari ini,” ucap Kylie, perawat baru.

Rachel menoleh dengan sedikit perasaan yang tidak enak, seakan ada bara api yang ingin berteriak. “Apa maksudmu?”

“Ya, hari ini tak seperti hari biasanya, walau angin yang berhembus dingin, sepertinya hari ini akan sepi–”

“KYLIE!” teriak Rachel kesal, itu merupakan kata-kata keramat di UGD, dimanapun, bahwa ketika ada yang bilang sepi maka mereka tidak akan berhenti bekerja hingga jam kerja mereka selesai, ini merupakan Jinx yang dihindari.

Rachel menatap pesawat telepon yang ada di meja nurse station, dia berdoa tidak akan berbunyi, seperti sewaktu dia berdoa di dalam ambulans yang membawa Samantha dari rumah setelah mengalami kompresi panjang selama 8 menit.

Tring~! telepon itu pun berbunyi nyaring dan keras, Rachel menatap Kylie dengan tatapan yang akan memangsanya, akhirnya mau tak mau, Kylie mengangkat panggilan tersebut. “Cleave Trauma Hospital.”

“Ini EMT 105, kami akan membawa pasien kecelakaan lalu lintas, apa kalian bisa menerimanya?”

“Ya, kami bisa menerimanya,” ucap Kylie dengan perlahan.

Rachel tersenyum dengan lirih, wajahnya tak bisa dikendalikan, dia ingin marah tapi tidak bisa, dia harus fokus untuk menyelamatkan pasien. “Apa katanya?”

“Kecelakaan lalu lintas.”

Rachel hanya mengangguk. “Kalian dengar, kecelakaan lalu lintas! Semua bersiap dan kamu Kylie, tolong jangan katakan kata keramat itu lagi dan panggilkan Dokter Guter sekarang!”

Bunyi sirine dari Fire Department terdengar. “Trauma Bay 1 sudah siap?” tanya Rachel tanpa memalingkan wajahnya.

“Sudah siap.”

“Pasien kecelakaan mobil, BP drop to 70/50, concussion,” ucap Chloe seorang paramedis.

“Hai, Chloe,” sapa Rachel di tengah-tengah dia mendorong pasien. “Trauma bay 1.”

“Dokter Gutter!” teriak Rachel lagi. “Kylie kamu tidak memanggilnya?”

“Aku sudah memanggilnya,” ucapnya sambil beberapa melihat kebelakang memastikan dokter yang berambut pirang itu muncul.

“Aku disini!” teriak Gutter. “Lepaskan dia Rach, Harem mencarimu.”

“Aku? Kenapa?”

“Apa kau melihat aku tahu alasannya? Pergilah, tidak masalah, aku bisa menangani ini sendiri.”

Rachel pun percaya padanya dan pergi, ketika dia mau berbelok untuk menuju lorong lift tapi dia melihat Brick. “Oh, Kapten Brick? Chloe mungkin selesai sebentar lagi.”

“Ah ya, kamu tidak di dalam?”

Rachel menganggukkan kepala. “Tidak, kepala rumah sakit mencariku, aku harus ke atas. Aku duluan ya.”

“Hei,” Brick mencegah Rachel untuk pergi lebih jauh.

“Ada apa?”

“Aku hanya ingin bertanya, apa Sam baik-baik saja?”

Rachel terdiam sebentar, dia mengerti kalau Brick peduli padanya, tapi Rachel juga tidak tahu harus menjawab apa. Dia pun tersenyum. “Jujur saja, aku tidak tahu, terkadang aku merasa gagal menjadi ibu.”

“Hei, kamu tidak gagal, dia hanya mengambil keputusan sendiri.”

“Mungkin, tapi kalau saja aku tahu tanda-tandanya, tak mungkin jadinya seperti itu kan?”

“Belum tentu, aku sering menerima panggilan, meskipun orang tua tahu kondisi anaknya, keputusan itu tetap berada di tangan sang anak, jadi kurasa kamu tidak salah apa-apa.”

“Hmm, ya, aku mengerti, hanya saja jika aku harus mengulang masa-masa aku berdoa untuk dia kembali sadar dari koma, kurasa aku tidak bisa melakukannya lagi.”

“Aku mengerti, tapi entah mengapa aku yakin, dia tidak akan melakukan itu lagi.”

“Mudah-mudahan.”

“Hei, ajak dia ke Firehouse, dia pasti akan bersemangat,” ucap Brick sambil tersenyum.

“Sam atau aku?” tanya Rachel kembali sambil tersenyum.

“Well, kalian berdua sama pentingnya. Katakan saja kapan kalian mau datang, aku akan membuatkan jamuan untuk kalian.”

“Terima kasih, aku pergi dulu.”

Rachel masuk ke dalam lift dan tersenyum, Brick pun menunggu di depan pintu lift hingga tertutup baru dia kembali ke mobil pemadam.

***

Emily sambil mengangkat gelas yang ada di depannya, dia menatap teman lamanya yang sepertinya bingung kenapa dia ada disini, sedangkan dia memiliki rumah sakit sendiri.

“Oh! Ayolah, kenapa kau menatapku begitu?”

“Bagaimana tidak, memang rumah sakitmu tidak repot? Aku merasa terbantu jika memang kau mau bekerja disini, tapi kau yakin?”

Emily tersenyum kembali, dia meletakan kembali cangkir yang dia pegang. Lalu menyilangkan kaki dan menatap Harem yang duduk di depannya. “Begini, aku hanya mendengar temanku butuh bantuan karena itu aku kesini. Membantumu,” ucapnya sambil menekankan kembali kata membantu.

“Jujurlah, apa yang kau cari sebenarnya?”

“Aku akan memberitahumu, tapi nanti.”

“Lalu Filly? Kau membiarkan suamimu bekerja sendirian?”

“Oh jelas tidak,” Emily tersenyum. “Anak emas itu kembali dan dia berniat untuk menetap beberapa waktu, jadi semuanya aman.”

“Oh pantas saja, Hans kembali karena itu kau berani keluar, jadi ada sesuatu yang kau cari di rumah sakitku?”

“Mungkin, tapi aku belum tahu apa itu. Lagi pula, aku sedang mencari cara supaya anakku mau berobat kepada Daniel.”

“Daniel? Memang dia akan kembali?”

“Aku mengirimkan email padanya, memintanya untuk melihat kondisi Charlie.”

“Tapi tetap, ini tidak menjawab pertanyaanku.”

Tok… Tok…

pembicaraan mereka berhenti karena suara ketukan itu, orang yang sejak tadi ditunggu Harem. Dibukanya pintu itu dan membiarkan Rachel masuk.

“Kau mencariku? Haruskah menyuruh Guter untuk bicara, sedangkan kau punya nomor ponselku?”

“Sabar, tenanglah. Kebetulan dia sedang di ruangan ketika orang ini sampai,” ucap Harem sambil menunjuk Emily yang sedang duduk.

Rachel pun mengikuti arah tangan Harem dan melihat Emily sedang duduk sambil tersenyum padanya, dia pun berdiri sambil mengulurkan tangan.

“Ini dokter bedah umum yang baru, yang sudah lama kau minta.”

Rachel terdiam sebentar entah kenapa, sedangkan Emily wajahnya semakin cerah seraya senyumnya pun makin melebar. “Oh, halo dok, maaf jika aku kurang sopan, Rachel Enderwinne.”

“Tidak masalah, Emily Cassarendra,” jawabnya.

Rachel terpaku, wajahnya pun pucat dia terkejut, melihat itu Harem tak mengerti, ada apa yang terjadi, seakan keduanya saling mengenal ketika mendengar nama masing-masing. Di saat itu Harem mengerti, ini incaran Emily.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   25. The Eyes

    Charlie duduk di kursinya, dia menatap ke pintu ruangan yang tertutup itu, ruangannya tidak seperti ruangan lain yang memiliki pintu kaca, tempatnya benar-benar tertutup, bahkan kacanya saja juga tertutup tirai.Charlie tidak ingat dia tidak suka cahaya, seingatnya dia begitu menikmati musim panas tapi tiba-tiba dia tidak suka dengan cahaya entah efek kecelakaan atau memang karena benturan di kepalanya.Hans sudah mengatakan dengan gamblang kalau kepalanya sudah berbeda dari sebelumnya, banyak struktur saraf yang disusun ulang karena benturan berulang kali, jadi tidak aneh jika dia merasa tidak seperti biasanya.Pintu ruangannya terbuka, Charlie sudah bisa memprediksi siapa yang muncul, sudah pasti 2 orang itu. Sahabatnya, Ben dan asistennya yang meskipun sudah bekerja untuk perusahaannya tapi Charlie tidak pernah merasa kalau Blake bekerja untuknya.“Kapan aku akan mendapatkan undangan pernikahan kalian?” tanya Charlie.“Oh astaga,” Blake kembali mengeluh bagaimana tidak setiap kali u

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   24. At Glance

    Dalam hitungan detik, melihat orang yang dia pikir sudah mati itu, Samantha selalu berpikir, jika ada saatnya mereka bertemu lagi apa yang akan dia lakukan, menamparnya, memukulnya, memeluknya, menangis atau apa. Sam tidak bisa menemukan sesuatu yang pas.Tapi kini ketika akhirnya saat itu tiba, hari dimana mereka benar-benar bertemu lagi, Sam justru terpaku, terdiam bahkan tidak bisa bicara apa-apa. Matanya hanya bisa menatap orang itu seperti dulu, seperti ketika mereka pertama kali bertemu di auditorium kampus.Tatapan yang tidak bisa dia jelaskan, dulu mungkin ada penjelasannya, bahwa dia mengincar orang ini, dia menyukai orang ini karena fisiknya. Tapi kini—Sam sadar bahwa matanya tak berkedip, dia tidak bisa bergerak, bahkan bernafas pun sulit.Plak! Suara hentakan tepuk tangan yang berada di depan wajahnya membuat Sam tersadar dari lamunannya. Hingga keluar dari mulutnya. “Oh astaga.”“Astaga? Kau yang berdiri terpaku begitu, bahkan tidak mendengar orang memanggilmu, siapa dia?

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   23. 2020, The First Meeting

    September 2020.“Ya, sampai disini penjelasan materinya,” Charlie menatap jam tangan yang dia pakai memastikan dia benar menyampaikan materai dalam 40 menit.Charlie sejak tadi melihat seorang perempuan yang duduk di paling depan, perempuan yang dia lihat bersama Jessica sebelum masuk ke dalam auditorium. Perempuan yang tinggi dengan rambut brunette yang panjang, tubuhnya tidak terlalu kurus tapi proporsional.Anak itu tanpa menunggu Charlie membuka sesi tanya jawab sudah mengangkat tangannya lebih dulu.“Aku belum membuka ruang tanya-jawab.”“Anda sudah selesai menyampaikan materi jadi kurasa aku sudah bisa bertanya, kurasa semua orang juga penasaran dengan hal yang sama.”Gemuruh teriakan ya kami ingin tahu berkumandang di ruang besar itu, seakan mereka sedang menonton konser dan dia adalah idola yang sedang ditunggu-tunggu.“Oke, you made your point, jadi pertanyaannya apa?”“Aku yakin pertanyaan ini adalah pertanyaan banyak orang. Jawab yang mana, anda sudah memiliki pacar, istri

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   22. The Sounds

    Samantha melihat jam tangan sudah pukul 10 pagi. Victor sudah dia kabari lewat pesan singkat, seperti biasa Victor membalasnya dengan simbol hati. Victor sudah cukup sibuk dengan hidupnya, melihat berita semalam, sepertinya dia akan sibuk untuk beberapa hari ini.Sesuai dengan arahan dari Ben dia menunggu Ben di lobby, entah penyambutan apa yang dimaksud, Samantha memegang gelang yang dia pakai, entah mengapa dia cukup gugup hari ini, dia tidak tahu apa bisa memenuhi ekspektasi mereka atau tidak.Ini adalah pertama kalinya dia bekerja untuk orang lain setelah dulu dia selalu bekerja untuk dirinya sendiri dan itu tidak memungkinkan.“Samantha,” suara itu memanggilnya, suara yang rendah dan begitu gelap seperti suara orang-orang mafia di film-film dan suara itu seperti mengingatkannya pada sesuatu.“Ya, hai.”“Kau tiba sebelum jam 10? Kenapa selalu pagi?”Sam mencoba tersenyum. “Tidak ada alasan, hanya senang untuk datang lebih awal.”Ben mengangguk. “Aku mengerti, kalau begitu ayo masu

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   21. Got the Job

    Samantha duduk sambil tetap melihat laki-laki itu.“Jadi, siapa namamu?”“Namaku, Samantha Enderwinne.”Samantha tidak berpaling dari laki-laki di depannya, Samantha yakin dia seperti pernah mendengar suaranya ataupun mata itu, seperti dia pernah melihatnya. Tapi dia sulit mengingat semuanya.“Namaku, Ben Turner, ini Lea Shey dan Hugo Ralph. Kamu tahu lowongan pekerjaan ini dari Jill?”“Ya, aku tahu darinya, tapi aku tahu sepertinya kalian membutuhkan lulusan dari Flox.”Orang yang bernama Hugo dan Lea pun berhenti mendadak, mereka berdua saling bertatapan dari balik badan Ben. Mereka seperti mendapatkan barang bagus.

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   20. Rose Wine (2)

    Ben terdiam dia melihat keluar jendela, begitu banyak mobil lalu-lalang, bayangannya tentang kecelakaan waktu itu kembali muncul, dia sudah melihat rekaman CCTV dan itu sangat menyeramkan.“Hei, jadi kenapa kau mengajak bertemu sebenarnya?” tanya Patrick sambil memotong steak.“Sudah ku bilang ini karena sudah hampir 4 tahun.”“Ya terus kenapa dengan 4 tahun. Kau resah karena dia tidak ingat juga atau apa?” tanya Hans sambil lanjut makan.“Ben, sudah ku katakan itu bukan salahmu.”Hans mengerutkan keningnya, sepertinya dia mengerti apa maksudnya. “Kau merasa bersalah dengan apa yang terjadi dengan Samantha?”“Kalau

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status