LOGINDalam perjalanan menjenguk kekasihku yang sedang lembur, aku mengalami kecelakaan hebat. Aku meneleponnya puluhan kali untuk meminta pertolongan, tapi tak satu pun yang dia angkat. Menatap gedung kantor kekasihku yang lampunya masih terang benderang tak jauh dari sana, aku pun tenggelam dalam keputusasaan. Saat aku terbangun di rumah sakit, aku melihat sebuah unggahan dari bawahan kekasihku. [Aku harus bagaimana kalau masih dimarahi atasan tengah malam begini?] Foto yang diunggah, memperlihatkan bayangan dua orang yang terpantul di pintu kaca. Jarak di antara mereka sudah jauh melampaui batas profesional. Dengan sisa-sisa harapan, aku kembali menghubungi kekasihku. Kali ini, panggilanku akhirnya tersambung. Aku tidak bisa menahan isak tangis dan berkata, "Welly, aku kecelakaan ...." "Ziana, aku masih sibuk. Biar asistenku saja yang mengurusnya, ya? Patuh dikit ya, aku akan pulang menemanimu setelah perjalanan dinas ini selesai." Baru saja aku ingin bicara lagi, suaranya yang membentak memotong ucapanku, "Kendal! Perjalanan dinas hanya boleh membawa satu koper, kamu bawa tiga koper itu mau pindahan atau liburan?" Kendal, anak magang yang baru direkrut oleh Welly. Aku menatap layar ponsel yang telah diputus sepihak itu, air mata mengering di wajahku. Aku pun mengalihkan panggilan ke nomor orang tuaku dan berkata, "Perjodohan yang sudah keluarga atur itu ... aku setuju."
View MoreAku dan Alex ternyata sangat cocok dalam segala hal. Setelah saling menyatakan perasaan, hubungan emosional maupun fisik kami berkembang sangat pesat. Esok adalah hari pernikahan kami. Malam ini, kami mengadakan pesta melepas masa lajang masing-masing.Alex berpesan dengan cemas, "Kalau ada apa-apa, segera telepon aku."Aku tertawa dan berkata, "Memang akan ada masalah apa? Pergilah bersenang-senang."Agar semua orang bisa menikmati pesta, aku hanya menyuruh pengawal berjaga di luar.Namun, aku tidak menyangka Welly akan menyelinap masuk ke pestaku.Di pertengahan pesta, saat semua orang mulai mabuk, aku pun merasa lemas. Seseorang menyodorkan segelas air. Aku mengira itu temanku, jadi aku meminumnya beberapa teguk.Tak lama kemudian, kepalaku terasa berat dan aku pun pingsan sepenuhnya.Saat membuka mata, aku melihat wajah menjijikkan Welly."Kamu gila! Beraninya kamu menculikku! Alex nggak akan melepaskanmu!"Aku bicara dengan sisa tenaga yang ada, lalu aku melihat Kendal tertawa s
Ciuman ini terasa sangat posesif dan lama. Baru setelah aku merasa hampir kehabisan napas, Alex melepaskanku. Welly gemetar karena amarah.Alex melangkah mendekati Welly dengan penuh tekanan dan berkata, "Sepertinya bisnis Perusahaan Warha belakangan ini masih terlalu lancar, sampai Pak Welly punya waktu luang untuk mempertanyakan perasaan kami sebagai tunangan."Welly menatapnya dengan tatapan benci sekaligus takut. "Pak Alex, apa hebatnya membawa urusan bisnis ke dalam perasaan? Kalau berani, ayo kita bersaing secara adil!""Ziana, kamu nggak perlu takut. Aku hanya sedang jatuh di dunia bisnis. Beri aku waktu, aku akan kembali ke puncak dan memberimu kehidupan yang kamu inginkan."Aku menatap album foto itu tanpa menyahut. Hal itu membuat Welly semakin besar kepala dan berkata, "Pak Alex, apa gunanya bisnismu sukses? Apa gunanya menjadi orang terkaya? Kamu nggak akan pernah bisa mendapatkan hati Ziana. Ikatan perasaan di antara kami nggak bisa dibandingkan dengan apa pun!"Alex me
(Sudut Pandang Tokoh Utama)Saat pertama kali melihat Alex, aku memang merasa dia tampak sangat familiar.Begitu pandanganku jatuh pada jam tangan di pergelangan tangannya, barulah sebuah dugaan muncul di benakku. Aku berkata, "Kamu orang asing di jalan waktu itu?"Sadar aku masih merangkul lengannya, aku segera menarik tanganku. Kilatan kekecewaan melintas di wajahnya, lalu dia mengangguk pelan."Aku sangat suka jam tangan ini." "Hanya saja, mantan pacarmu sepertinya nggak akan menyerah semudah itu. Perlu bantuanku?"Aku menggeleng dan berkata, "Aku akan menyelesaikannya sendiri, hal ini nggak akan mengganggu perjodohan kita."Aku menunjuk ke arah perhiasan-perhiasan itu. "Semua ini terlalu berharga. Jam tangan yang kuberikan padamu mungkin nggak ada apa-apanya dibanding harga perhiasan ini. Sebaiknya kamu ambil kembali saja." Lagi pula, jam tangan itu kuberikan padanya secara tidak sengaja."Bulan depan kita akan menikah. Istri Alex layak mendapatkannya." "Simpan saja dengan tenan
(Sudut Pandang Orang Ketiga)Hingga tiba di rumah, Welly masih tidak mau percaya bahwa Ziana benar-benar akan menikah dengan orang lain. Apalagi orang itu adalah putra kedua Keluarga Rosvi, calon penguasa Perusahaan Rosvi di masa depan.Welly teringat betapa dominannya dia di depan Ziana dulu. Ziana selalu mencintainya dengan tulus, dan semua orang di sekitarnya menjadi saksi atas hal itu. Namun, tatapan dingin dan acuh tak acuh Ziana di toko tadi, terasa seperti bongkahan es yang menyumpal mulutnya. Sangat asing.Welly mulai menggeledah rumahnya dengan kalut, tapi dia menyadari keadaan rumah masih sama seperti sebelumnya. 'Ziana pasti hanya sedang merajuk dan menunggu untuk dibujuk,' pikirnya. Namun, Ziana adalah seorang nona besar yang tidak pernah mementingkan harta benda, dan kejadian hari ini sama sekali tidak terlihat seperti akting.Welly mengurung diri di ruang kerja dengan pikiran yang kacau. Dalam kemarahannya itu, dia menendang tempat sampah hingga terguling. Dari dalam






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.