Accueil / Fantasi / My Blind Mate / 83. jerit luka Sisilia

Partager

83. jerit luka Sisilia

Auteur: Shaveera
last update Date de publication: 2026-06-26 21:10:22

Alpha Sisilia Sniders terus berjalan menuju ke ruangan khusus milik tetua. Esther masih mengikuti dari belakang hingga akhirnya berhenti di depan pintu dengan ketinggian 5 meter.

Belum sempat tangan Esther mengetuk pintu itu sudah terbuka lebih dulu. Seorang omega keluar dengan membawa nampan penuh dengan cairan darah.

"Apa yang terjadi dengan tetua?"

"Dia sedang terluka, Alpha."

Mendengar kabar itu membuat Alpha Sisilia Sniders segera membuka paksa pintu tersebut. Langkahnya begitu panjang b
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • My Blind Mate   83. jerit luka Sisilia

    Alpha Sisilia Sniders terus berjalan menuju ke ruangan khusus milik tetua. Esther masih mengikuti dari belakang hingga akhirnya berhenti di depan pintu dengan ketinggian 5 meter. Belum sempat tangan Esther mengetuk pintu itu sudah terbuka lebih dulu. Seorang omega keluar dengan membawa nampan penuh dengan cairan darah. "Apa yang terjadi dengan tetua?""Dia sedang terluka, Alpha."Mendengar kabar itu membuat Alpha Sisilia Sniders segera membuka paksa pintu tersebut. Langkahnya begitu panjang bahkan seakan berlari. Dia merasa tidak sabar untuk melihat kondisi tetua pack. Saat dia sudah berada di ambang pintu kamar tetua yang terbuka membuatnya hanya berdiri mematung. Tubuh tetua terlihat sedikit lemah dengan tabung khusus yang terhubung dengan kedua lubang hidung. "Ada apa ini, Tetua?""Maafkan keteledoran saya, Alpha!""Apa maksudnya ini?"Kedua mata tetua terpejam, napasnya mau tersengal. Ada sesuatu yang membuatnya sulit untuk berucap. Suaranya seakan terhenti di tenggorokan. Se

  • My Blind Mate   82. bertemu dan menyatu

    Beberapa kali Edward menyakinkan diri bahwa lolongan panjang itu milik pasangannya, tetapi sinar bulan masih sulit menampilkan keseluruhan sinar membuat langkahnya mulai ragu. Desah napas berat berulang kali menguap dari bibirnya hingga keresahan tampak jelas di wajahnya. Meskipun semua berusaha dia tolak tetapi gairahnya masih terus bergerak naik hingga jakunnya tidak bisa berhenti. Kedua tangannya mengepal menahan gejolak asmara. "Tak baik menahan semua di sana, Alpha!" Suara rendah penuh penekanan terdengar, saat kepala menoleh ke belakang terihat sosok tetua sudah berdiri di ambang pintu dengan senyum penuh arti. Edward hanya menatap diam, bibirnya tertutup rapat. "Pergilah untuk puaskan seluruh jiwa raga, Alpha. Dia dalam kesulitan yang mendasar, jadi sebelum masa itu datang sambutlah!" Tetua berkata dengan nada rendah juga penuh permohonan. "Dua hari lagi waktunya berkunjung dewi bulan. Apakah tidak mengganggu?""Jika Anda ingin semua lancar, segerakan niat itu!"Untuk sesa

  • My Blind Mate   81. kabar sampai juga ke Edward

    Suasana malam yang sedikit panas seperti hati Alpha pemilik kastil hitam--King Lycan Edward Slovasky. Kedua tangannya mengepal saat kedua matanya membaca deretan kalimat yang menyatakan bahwa pasangannya sedang menjalin kerja sama dengan Orion Pack. "Mengapa harus pada pria itu kamu meminta bantuan, Sweety? Jika untuk membalaskan dendammu saja aku sanggup." Gurat emosi menjalar di setiap kulit lengannya. Alpha berdiri menjulang menatap pada arah timur, bangunan bercorak perak memancar jelas nan jauh. Pandangannya masih mampu melihat semua yang dilakukan oleh pasangannya--Alpha Female Sisilia Sniders. "Bahkan untuk memberiku kabar saja seakan kami sulit. Apakah aku harus menekanku, Sayang? Rinduku sudah memuncak.""Datangi saja, Edward!" bisikan lembut dari serigalanya membuat tubuh Edward mulai bergetar. "Tapi--," jawab Edward ragu. Terdengar tawa sumbang di ujung telinga Edward. Tawa yang begitu membuatnya jengah, tetapi aap yang dikabarkan Beta Ramon begitu menyakitkan hatinya.

  • My Blind Mate   80. kabar tersebar

    "Gila, secepat itu pergerakan mereka!" Suara Alpha Baron menggelegar di ruang kerjanya. Bahkan tapak tangannya sampai menggebrak meja begitu kabar kerjasamanya Alpha Sniders berjalan lancar dengan Orion Pack. Tatapan Alpha Baron menajam pada Luna Cery. Dia merasa kinerjanya Luna tidak maksimal. "Bukan seperti itu, Alpha. Saat itu tujuanku lolos, maka aku pun segera menjauh.""Lalu? Apa harus mundur, tidak! Kita harus segera dapatkan kekuasaan Kastil Perak."Luna Cery diam, dia tidak berani menatap langsung pada alpha. Meskipun lelaki itu adalah pasangannya, tetapi saat dikuasai oleh emosi dia merasa tidak sanggup untuk menghentikan. Yang ada justru tubuhnya yang akan terasa remuk. Hancur. Alpha Baron kembali fokus pada file yang dibawa bawahannya. Dia mencoba berpikir ulang untuk menanggulangi masalah kerjasama kedua pack tersebut. "Bagaimana jika Rhena yang ajukan kerjasama pada Alpha Harlan Stuward?" Usul Alpha Baron, "bukankah dia juga miliki usaha perkebunan anggur?"Dahi Luna

  • My Blind Mate   79. mencoba menjalin hubungan

    "Lihat, aku tidak apa-apa. Lalu insting yang mana?"Esther tersenyum hambar, lalu dia turun dari atas pohon. Kemudian berjalan meninggalkan tempat tersebut. Namun, baru saja beberapa langkah sebuah anak panah meluncur menuju ke arahnya. Tubuh Esther bergerak ke samping kanan lebih cepat dari laju anak panah tersebut. Melihat apa yang terjadi dengan Esther membuat Alpha merasa bersalah. Dia segera turun untuk memastikan kondisinya. "Bagaimana?""Masih jauh dari nyawa, Nona. Jangan khawatir!""Jaga keselamatanmu, Esther. Kau sangat berarti bagi hidupku untuk selamanya. Ingat itu!"Esther hanya tersenyum tipis, dengan santai dia melangkah meninggalkan Alpha Sisilia Sniders sendiri. Hal ini membuat alpha mendengus kasar. "Dasar seenaknya sendiri saja. Datang dan pergi sesuka hatinya!" Dengus Alpha Sniders. Alpha Sniders pun melanjutkan perjalanannya menuju ke packhouse milik Alpha Sinclair's. Langkahnya terus menerobos pertahanan para warior milik Orion Pack. Mereka hanya berdiri terd

  • My Blind Mate   78. perkebunan anggur

    Melihat kilatan peristiwa yang telah dilakukan oleh serigalanya membuat Alpha Ortega menghela napas panjang. Dia terharu akan usaha serigalanya memperjuangkan perasaannya pada wanita penolongnya itu. Luka yang diderita oleh serigalanya secara otomatis menyatu dengan kulitnya. Alpha itu tersenyum masam, dia yang inginkan itu tetapi bukan dia yang memulai. Meskipun begitu luka yang diakibatkan Dia melangkah masuk ke dalam packhouse dan terus melangkah tanpa memedulikan panggilan Beta Ajay. Alpha terus melangkah menuju ke ruang pribadinya, lalu dia duduk di belakang meja kerja yang tersedia di sana. Pikirannya masih terbayang akan perjuangan serigalanya menemui ratu Lycan pujaan hatinya. Perlahan bulir bening keluar dari sudut matanya, dia bersedih. "Terima kasih, Jay. Kau telah berjuang untukku, kini biarkan aku berjuang untukmu!" Setelah berkata kedua mata Alpha terpejam, dia mencoba menyembuhkan luka yang diderita serigalanya hingga tidak menyadari pintu ruangan dibuka oleh omega

  • My Blind Mate   32. kembali merasa sakit

    Sisilia melihat kepergian Edward yang begitu jantan. Bahkan wanita muda itu menyusutkan tubuhnya, meringkuk di dinding jendela merasakan kesakitan yang teramat sangat. Dia sendiri juga tidak mengerti mengapa sakitnya penolakan masa lalu kembali terasa. Serigalanya melolong dalam diam penuh air mat

  • My Blind Mate   31. Sambutan di Kastil Perak

    Akhirnya langkah panjang Edward sampai di perbatasan wilayahnya dengan Kastil Perak. Terlihat sosok Alfonso yang berdiri tegak menghadang Edward. Namun, pria itu justru menyapa hangat pada sosok yang lebih tua darinya. "Saya hanya ingin mengembalikan nona kalian tidak lebih."Alfonso hanya mengang

  • My Blind Mate   29. Pengakuan Johan

    Bagaimana kamu bisa tahu ilmu pengobatan, siapa sebenarnya kamu, Nenek Tua?""Saya(perempuan) hanya tukang cari kayu bakar, tidak lebih, Tuan. Tetapi di sini saya mencium adanya aroma darah yang berbeda, seperti bukan darah manusia," ungkap Rebecca. Johan menatap sosok Rebecca yang telaten menumbu

  • My Blind Mate   25. kekalahan Johan

    Edward tidak memedulikan apa yang dikatakan oleh Johan. Dia lebih fokus pada penyembuhan Sisilia. Wanita itu terlihat menggeram lirih, dengan lembut Edward membelai puncak kepalanya. "Edward, bagaimana kamu bisa tahu aku di sini?" tanya Sisilia dengan terbata-bata. Edward hanya diam menatap pada

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status