Home / Fantasi / My Blind Mate / 9. sadar dari koma

Share

9. sadar dari koma

Author: Shaveera
last update publish date: 2026-05-04 09:26:23

Sudah tiga hari tubuh wanita muda yang dibawa Rebecca mengalami pingsan. Selama itu pula Rebecca merawat dengan baik. Pagi ini cahaya merah pagi menerobos masuk lewat celah jendela dan jatuh tepat pada dahi wanita itu.

"Haus, aku butuh air!"

Suara lirih menyapa Rebecca membuat wanita itu segera bangkit dari kursi goyangnya. Sudah beberapa malam dia tidak tidur hanya ingin menunggu waktu bangunnya wanita muda nan cantik.

Rebecca mengulurkan gelas berisi air putih, tetapi tidak ada respon dari
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • My Blind Mate   79. mencoba menjalin hubungan

    "Lihat, aku tidak apa-apa. Lalu insting yang mana?"Esther tersenyum hambar, lalu dia turun dari atas pohon. Kemudian berjalan meninggalkan tempat tersebut. Namun, baru saja beberapa langkah sebuah anak panah meluncur menuju ke arahnya. Tubuh Esther bergerak ke samping kanan lebih cepat dari laju anak panah tersebut. Melihat apa yang terjadi dengan Esther membuat Alpha merasa bersalah. Dia segera turun untuk memastikan kondisinya. "Bagaimana?""Masih jauh dari nyawa, Nona. Jangan khawatir!""Jaga keselamatanmu, Esther. Kau sangat berarti bagi hidupku untuk selamanya. Ingat itu!"Esther hanya tersenyum tipis, dengan santai dia melangkah meninggalkan Alpha Sisilia Sniders sendiri. Hal ini membuat alpha mendengus kasar. "Dasar seenaknya sendiri saja. Datang dan pergi sesuka hatinya!" Dengus Alpha Sniders. Alpha Sniders pun melanjutkan perjalanannya menuju ke packhouse milik Alpha Sinclair's. Langkahnya terus menerobos pertahanan para warior milik Orion Pack. Mereka hanya berdiri terd

  • My Blind Mate   78. perkebunan anggur

    Melihat kilatan peristiwa yang telah dilakukan oleh serigalanya membuat Alpha Ortega menghela napas panjang. Dia terharu akan usaha serigalanya memperjuangkan perasaannya pada wanita penolongnya itu. Luka yang diderita oleh serigalanya secara otomatis menyatu dengan kulitnya. Alpha itu tersenyum masam, dia yang inginkan itu tetapi bukan dia yang memulai. Meskipun begitu luka yang diakibatkan Dia melangkah masuk ke dalam packhouse dan terus melangkah tanpa memedulikan panggilan Beta Ajay. Alpha terus melangkah menuju ke ruang pribadinya, lalu dia duduk di belakang meja kerja yang tersedia di sana. Pikirannya masih terbayang akan perjuangan serigalanya menemui ratu Lycan pujaan hatinya. Perlahan bulir bening keluar dari sudut matanya, dia bersedih. "Terima kasih, Jay. Kau telah berjuang untukku, kini biarkan aku berjuang untukmu!" Setelah berkata kedua mata Alpha terpejam, dia mencoba menyembuhkan luka yang diderita serigalanya hingga tidak menyadari pintu ruangan dibuka oleh omega

  • My Blind Mate   77. Mulai bergerak

    Alpha Sisilia Sniders berdiri di atas menara. Tubuhnya yang telah bertransformasi menjadi serigala melolong kuat. Suaranya seakan mengabarkan pada dunia werewolf dialah penguasa alam saat ini. Lolongan yang kuat dan panjang mendapat balasan dari berbagai ruang dan waktu. Suara itu terdengar hingga seantero hutan Jungkla yang telah kuasai oleh beberapa pack. Di sisi hutan utara ada Orion Pack, pimpinan pack yang mampu mendengar suara Queen Lycan tersenyum. Dia mengenali suara itu adalah milik serigala wanita buta yang dulu telah menolong pack nya dari serangan pack lainnya. "My Queen, rupanya kamu sudah bangkit. Aku akan berusaha semampuku untuk dapatkan hatimu." Alpha Sinclair Ortega berkata sesaat setelah dia membalas lolongan Queen Lycan. "Jangan mimpi, dia bukan pasanganmu. Aku tidak merasakan auranya!" kata Jay serigala alpha. "Aku inginkan dia jadi mateku, bukanlah aku punya hak untuk itu?""Iya, tapi ingat derajatmu dalam kawanan pusat. Dia terlahir untuk menjadi seorang ra

  • My Blind Mate   76. laporan omega

    Sekelompok serigala berlari, mereka tampak dari golongan Delta dan hunter. Gemuruh suara derap membuat pikiran Alpha menjadi bimbang. Dia memiliki insting yang kuat. Jarak masih cukup jauh, tetapi penciumannya sebagai lycan terkuat tidak diragukan lagi. Edward melangkah panjang ke gerbang utama untuk menyatakan apa yang didengar dan diciumnya. Derap hewan berkaki empat makin dekat jaraknya. Kedua mata alpha menyipit memastikan penglihatannya bersama Beta Ramon. "Seperti mereka lebih cepat dari kabar yang tersiar, Beta.""Sepertinya, Alpha. Apakah yang akan Anda lakukan?""Kita tunggu kabar sesungguhnya!"Asap makin tebal akibat derap langkah kaki para binatang berkaki empat. Hingga jarak makin tipis perlahan kawanan itu melakukan perubahan secara spontan dan bersamaan. Setelah semua sudah dalam wajib manusia, langkahnya pun berbeda. Meraka tidak berani menatap langsung pada wajah alpha. Kepalanya menunduk. "Bagaimana kabar kalian?"Hening, hanya suara deru angin yang bertiup sedi

  • My Blind Mate   75. rasa yang dimiliki Edward

    Esther masih setia menemani majikannya berdiri di tepi danau. Dia hanya diam tanpa bersuara lagi, kedua matanya menatap pada gelapnya malam tanpa bintang. "Malam ini bulan masih tampak sedih, Esther. Mungkin nanti hingga bulan separo aku menemui pria brensek itu.""Untuk apa, Nona. Rasanya akan buang waktu percuma.""Tidak, justru dengan begini kau akan melangkah tenang meninggalkan masa silam."Esther mengembuskan napas kasar, dia menoleh melihat wajah Alpha. Tamoak gurat sedih yang terpancar di wajah cantik itu. "Kali ini Anda sudah murni dapat melihat, Nona. Akankah semua ini menjadi dilema begitu wajah Alpha Stuward terlihat nyata?""Ada apa dengan wajahnya, bagiku dia adalah pria brengsek. Selalu ingin diperhatikan dan dipuaskan tetapi tidak mau berbalas.""Baiklah, hati-hati saja saat berjumpa dengan pria licik itu!"Alpha Sniders mengangguk, lalu dia berbalik badan dan melangkah masuk ke dalam kastil. Pikirannya mulai berselancar mencari sesuatu sebagai bukti. Esther mengiku

  • My Blind Mate   74. perjanjian singkat

    Berulang kali suara Sisilia menyerukan nama Edward, tetapi tidak ada bukti keberadaan lelaki itu. Tubuh wanita itu bergetar, meskipun dia tahu danau itu adalah buatan tetapi kedalamannya telah berubah seiring waktu. Hati Sisilia menjadi resah, ketakutan mendera jiwanya yang mulai berwarna. Dia tidak ingin terjadi sesutu pada lelakinya. Ini adalah kesempatan kedua yang diberikan oleh dewi bulan padanya. Sudah lama sakitnya terlupakan akibat sentuhan dan perhatian dari lelaki itu. "Edward, maafkan aku. Kuharap muncullah!"Suara penuh kasih terucap lirih, Sisilia kembali teringat kisah sedihnya. Kedua tangannya mencengkeram pasir dan melemparnya sekuat tenaga. "Kau harus kembali dengan cintamu, aku ... aku mencin--." Kalimatnya terhenti kala telinganya mendengar pergolakan air di permukaan danau. Saat itu juga kepala Sisilia terangkat untuk melihat apa yang terjadi. Sosok Edward muncul ke permukaan, lalu lambat laun tubuhnya terlihat menyeluruh. Tidak lupa salah satu lengannya terang

  • My Blind Mate   7. Dibuang Lagi

    "Gila itu orang, tubuh mulus seperti ini di hancur lebur kan hingga tanpa sisa!" umpat Piter. Meskipun pria tampan itu mengomel dia tetap melakukan apa yang diperintahkan atasannya. Ada rasa nyeri yang menjalar di dalam tubuh Piter kala dilihatnya darah segar mengalir dari pangkal paha Sisilia. "

  • My Blind Mate   6. Penolakan

    Mobil porche merah memasuki sebuah kastil tua yang terlihat begitu kokoh. Tanpa terhambat, mobil tersebut langsung masuk ke halaman kastil dan disambut dengan wajah sengit seorang pria paruh baya. "Ada perlu apa hingga seorang Harlan Stuward datang langsung ke gubug reyot?" tanya Baron-ayah Rhena

  • My Blind Mate   5. Hamil

    Beberapa hari yang lalu sebelum semua terjadi, Sisilia merasa bahwa tubuhnya sedang tidak baik. Maka dia pun meminta ijin pada Harlan untuk memanggil dokter untuknya. Dan semua terjadi. Saat itu seakan dunia dalam genggamannya, dia hamil anak Harlan. Meskipun semua berawal dari kekerasan dan ketid

  • My Blind Mate   4. Wanita Lain yang Ditandai

    Sudah satu bulan penuh Sisilia berada di mansion milik Harlan. Selama itu pula dia tidak bisa bebas berkeliaran bahkan untuk mengenakan pakaian layak pun tidak pernah. Apa yang dilemparkan Harlan hanya dua kain tipis dan mungil yang mampu untuk menutupi dua aset vitalnya. Akan tetapi meskipun dipe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status