Share

My Blissful Marriage
My Blissful Marriage
Author: Crystalicious.V

Prologue

last update Last Updated: 2025-12-08 08:12:39

Saat awal bertemu dulu, Selene mengira ia akan menikahi pria yang berbahaya dan harus diwaspadai.

Pria dengan rambut pirang dan bermata biru itu terkenal dingin, to the point dan tidak suka basa-basi..

Orang-orang mengenal Leonard Romano sebagai pria yang hidup sesuai dengan nama yang diberikan padanya sejak lahir. Leonard, yang memiliki arti singa, dan juga simbol kekuatan, keberanian, dan kepemimpinan.

Tidak salah...

Tapi apakah kalian tahu jika singa itu masih satu keluarga dengan kucing?

.

.

.

Malam itu, dari dalam sebuah penthouse luas yang bernuansa monochrome seorang wanita berambut ash brown bergelombang sedang duduk santai di atas sofa berwarna abu-abu.

Pendingin udara berdengung lembut, bercampur dengan aroma kopi yang baru saja diseduh gadis itu.

Selene Romano dengan santai mengotak atik tablet yang berada di tangannya, sibuk menyelesaikan laporan penelitian yang belum ia selesaikan. Beberapa menit berlalu sampai pria yang katanya “berbahaya” itu muncul dari arah home office miliknya dan langsung bergerak menghalangi seluruh sisi nyaman sofa.

“Leonard.”

Tidak ada respon.

Pria dengan tinggi 185 cm itu tak berkutik dan tetap berbaring tengkurap di sofa, kepalanya ditempatkan di atas paha Selene seperti kucing besar yang menemukan posisi ternyaman di dunia. Bahu lebarnya bergerak naik turun pelan mengikuti irama nafas yang mulai melembut.

“Leo…”

Selene menurunkan tablet di tangannya, meletakkannya dengan aman di meja rendah depan sofa berwarna abu yang ada di tempat tinggal mereka, lalu bergerak mengusap rambut pirang yang sedikit berantakan itu.

“Leo, aku lagi kerja…”

“Hm.”

Pria itu hanya menggeram rendah dan masih tak memindahkan kepalanya, dan justru semakin mendekatkan wajahnya ke arah perut wanita bermata hazel itu.

“Aku harus nyelesain laporan.”

Leonard mendengus pelan dan malah menutup mata.

“Kamu harus istirahat sebentar, moonlight.”

Moonlight... Panggilan kesayangan yang diberikan Leonard hanya untuk Selene.

Pria itu lanjut memeluk pinggang Selene tanpa membuka mata, menahannya tetap di tempat.

“Matamu bakalan capek kalau menatap layar lama lama.”

Selene mendengus.

“Bukannya karena kamu mau manja?”

“Itu bonusnya.”

Selene menggeleng kecil. tanpa sadar, sebuah senyuman muncul di wajahnya dan dilanjutkan dengan tawa lembut.

Benar-benar seperti kucing besar yang manja.

Sulit dipercaya pria yang disegani dan ditakuti pesaing bisnis itu bisa bertingkah seperti ini. Kalau orang-orang yang biasa melihat Leonard di ruang rapat tahu bagaimana ia saat berada di dalam rumah, mungkin Selene akan dituduh sedang mengarang cerita.

Siapa sangka pria yang dulu dijodohkan dengannya dengan alasan perjanjian bisnis bisa bertingkah semanis ini? Selene benar-benar merasa seperti wanita paling beruntung di dunia.

Leonard membuka satu mata dan melirik istrinya.

“Kau tahu gak kenapa akhir-akhir ini aku betah di rumah?”

“Kenapa?”

“Karena di rumah… sekarang ada kamu.”

Selene terdiam sesaat.

Tangannya berhenti bergerak di rambut Leonard. Belaian tangannya digantikan dengan sebuah kecupan di dahi pria itu.

“Dasar gombal.”

Leonard hanya menggesekkan hidungnya tipis ke perut datar wanita yang kini telah menjadi istrinya, dan kembali menutup mata seolah tidak mempunyai beban hidup sama sekali.

"Aku serius, kalau bisa aku mau begini terus"

"Jangan ngaco nanti perusahaan bisa bangkrut"

"...Selene"

Walau Selene menjawab dengan tegas, jemarinya kembali memainkan rambut pirang sang suami.

"Tapi istrahat sejenak mungkin tidak apa-apa..."

Selene ikut menutup matanya.

Ia jadi ingat awal mula semua ini terjadi...

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • My Blissful Marriage   Chapter 27

    11.37Selene tidak bisa menyangka dirinya akan terlelap 4 jam setelah sarapan pagi tadi. Walaupun ia memang bergadang semalaman, ia pikir ia akan tertidur setidaknya dua atau tiga jam saja.Untung saja gadis itu libur hari ini.Selene lalu memutuskan untuk mandi karena merasa tubuhnya lengket. Walau ruangan itu full AC, tetap saja gadis itu merasa ia masih perlu untuk mandi setidaknya sehari sekali walau sedang libur.Setelah mandi dan mengenakan pakaian santai. Selene mengeringkan rambutnya dengan handuk sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum."Udah siang juga, enak masak atau beli ya…" Gumamnya.Selene akhirnya memutuskan untuk membuka ponselnya awalnya ia hanya ingin membuka app untuk bisa memesan makanan, tetapi begitu menyalakan ponselnya, benda pipih berbentuk kotak itu langsung menunjukkan banyak notifikasi.Bukan cuma satu atau dua notifikasi ponsel baru dinyalakan.Tapi ratusan.Instagram: 847 notificationsTwitter: 589 notificationsWhatsApp: 125 messagesMis

  • My Blissful Marriage   Chapter 26

    Selene menatap langit-langit kamarnya.Jam digital di meja samping menunjukkan pukul 04:47."Bisa gila aku."Gadis itu sudah mencoba berbagai posisi tidur. Miring ke kanan, miring ke kiri, tengkurap, meringkuk dan juga terlentang. Tapi tidak ada yang berhasil membuatnya tidur.Benar-benar menyebalkan."Argh!" Selene akhirnya menyerah dan duduk di tempat tidur, rambutnya berantakan seperti sarang burung.Selene melirik jam lagi.05:15"Sudah jam segini dan aku masih belum tidur dari semalam…"Matanya sebenarnya terasa berat, tapi ia tetap tak bisa tertidur. Setiap kali ia menutup mata, bayangan Leonard tanpa baju terus muncul di benaknya.Untung saja ia hanya memiliki satu mata kuliah hari ini, dan itu di siang hari.Gadis itu mencoba untuk memejamkan mata kembali tetapi…Kruyuukkkk….Perutnya berbunyi, sepertinya sandwich yang semalam ia makan hanya mengganjal perutnya sebentar.Selene sekali lagi melirik jam digital di jam samping,05:30."…Dia sudah bangun belum ya?" Selene bertanya

  • My Blissful Marriage   Chapter 25

    Nafas Leonard terasa berat, mata biru miliknya membulat melihat rumah tempatnya dibesarkan sekarang menjadi begitu hancur. Sofa kain berwarna putih gading yang selalu menjadi tempatnya bermain dan bercerita bersama kedua orang tuanya kini memiliki bercak-bercak merah yang begitu pekat.Ruangan yang dulu begitu rapi kini hancur. Vas bunga kristal kesayangan milik ibunya pecah berserakan di lantai, memantulkan cahaya lampu yang berkedip-kedip. Lukisan keluarga jatuh dari dinding, bingkainya retak. Meja kopi terbalik. Sofa robekIni adalah neraka."Leo! Bawa bundamu dan Arggghhh—"Nafas remaja berumur delapan belas tahun itu tercekat. Namun ia menuruti ucapan dari ayahnya, panutan hidupnya itu dan pergi mencari sang ibu."Bunda!""Leo! Lari jangan kesini!"Teriak sang ibu dari ujung lorong."Tapi—""LEO LARI!"BANG—"!!!"Pria dengan perawakan tinggi itu tersentak duduk di atas kasurnya. Nafasnya memburu, tangannya menggenggam seprai kasurnya erat."…Mimpi."Rambut pirangnya sedikit bas

  • My Blissful Marriage   Chapter 24

    Kelas terakhir Selene hari ini dibatalkan karena dosennya mendadak sakit. Gadis itu menatap pengumuman di group chat dengan perasaan lega sekaligus bingung.Jam menunjukkan pukul dua siang . Masih terlalu siang untuk pulang, tapi Selene juga tidak punya rencana lain. Hari ini ia tak ada jadwal lain selain kelas yang seharusnya berlangsung sampai jam empat nanti."Sel, kita ke cafe yuk?" Ajak Fiona yang seharusnya berada di kelas yang sama dengannya di dalam mata kuliah yang baru saja dibatalkan itu."Skip dulu Fi, aku mau pulang dulu."Fiona menyeringai."Pulang kemana? Ke 'rumah'?" gadis itu memberi penekanan pada kata rumah sambil mengedip-ngedipkan mata."Fi..."Selene sudah memberitahukan kalau ia semalam baru saja tiba-tiba pindah rumah, dan Fiona seperti biasa bereaksi heboh seperti biasa. Untung saja Selene memberitahukannya di tempat yang sepi dan bukan di kantin kampus atau di kafe Arcadia seperti biasanya."Oke, oke. Pulang yang aman ya~"Selene hanya menggelengkan kepala se

  • My Blissful Marriage   Chapter 23

    Selene tersentak bangun, tubuhnya terduduk kaget sambil melihat ke sekelilingnya.'Ini bukan kamarku.'Namun tak lama kemudian, gadis itu mulai menghela nafas dan merilekskan tubuhnya."Oh iya juga… Semalam kan aku diculik…"Apakah penculikan kata yang tepat?Jika benar diculik, maka tidak ada yang akan tahu dimana dirinya berada. tapi ini…Mungkin lebih tepatnya dipindahkan tanpa persetujuan?Selene menatap ruangan yang masih terasa asing ini. Interior yang benar-benar berbeda dari kamar tempatnya tumbuh besar. Kamar ini didominasi warna abu-abu dan putih. Cahaya matahari pagi menerobos masuk melalui jendela besar, menerangi ruangan. Berbeda dengan kamar miliknya yang didominasi warna soft dan feminim.Selene menunduk dan melihat piyama yang digunakannya, sebuah piyama satin berlengan panjang berwarna hitam. Sepertinya piyama yang sangat lembut itu memang masih baru karena Selene masih dapat mencium bau baju baru saat memakainya semalam.Selene mengambil ponselnya untuk melihat jam.

  • My Blissful Marriage   Chapter 22

    "Bertahanlah sebentar lagi. Kita bisa langsung pulang setelah pengumuman tanggal pernikahan."Itulah yang dikatakan Leonard satu jam yang lalu.Selene menatap pemandangan di luar jendela mobil dengan kening berkerut. Walau Selene tidak hafal setiap jalan yang ada di kota ini, setidaknya ia tahu jelas jalan menuju rumahnya.Atau lebih tepatnya jalan menuju ke kediaman Cromwell yang berada di area kompleks elit."Kita mau ke mana?" Tanya Selene setelah memberanikan diri."Kemana lagi? Pulang."Selene langsung menoleh ke arah Leonard yang berada di sebelahnya."Ini bukan jalan ke rumahku.""Of course, karena kita ke rumahku." Jawab Leonard sedikit terkekeh."Apa?""Ke rumahku," ulang Leonard. "Tenang, sebentar lagi kita sampai kok."Tak Selene duga perkataan "kita" yang pria itu ucapkan satu jam yang lalu benar-benar bermakna KITA.Dalam artian Selene dan Leonard.Bersama."Apa kau gila?!"Kalimat itu membuat Leonard menghembuskan nafas geli. Mereka telah bertemu lima kali dan dua diantar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status