LOGINMy Protective CEO buku pertama CEO Series- Demi melunasi hutang keluarganya, Sierra Harper harus menjajakan tubuhnya pada pria berbeda setiap malamnya. Pekerjaan lainnya sebagai asisten produksi di sebuah stasiun TV mengantarkannya pada klien-klien VVIP yang berasal dari golongan milyuner sampai pejabat pemerintahan. Suatu hari, atasannya mengancam akan membeberkan "pekerjaan sampingan" Sierra jika tidak berhasil mendapatkan wawancara eksklusif dengan River Clayton, CEO CL groups yang amat dingin, misterius sekaligus menawan di saat bersamaan. Siapa sangka, River malah jatuh hati pada pesona Sierra. Wanita berambut hitam legam dan panjang yang kerap terlihat kikuk di hadapannya. River yang menyentuh tubuhnya dengan penuh cinta, menghujani kecupan dan menghangatkan malam-malam Sierra. Namun Sierra selalu merasa tidak pantas dengan cinta River yang begitu besar padanya. Akankah River berhasil meyakinkan wanita itu jika cintanya memang tulus seperti ucapannya? Atau jangan-jangan... River hanya memanfaatkan tubuh Sierra seperti klien-kliennya selama ini?
View MoreEva's POV
I was staring at the one before me because I had never seen a naked man before. I didn’t want to call him a man because he was far from that. He had removed his pants and was now naked, stroking himself in my front.
I couldn't continue watching as it disgusted and irritated me. So I looked away. That was my mistake. Because as soon as I did, he brought the cane in his hand down across my n*****s, causing a searing pain through them. My n*****s became so hard and were pointing out and were on fire.
He then grabbed me by my arm, leading me to the back of the room where the couch was.
This wasn’t good. I had to stop this.
I tried to get out of his grasp, but it was too tight. I could feel his fingers leaving bruises on my skin.
He threw me down on the couch, and before I could blink, he was lying over me. I tried to kick him in the balls, but that was useless as he blocked it.
“You little b***h, you will regret that. You are nothing but a pack w***e and I will treat you as such. You will be my w***e to f**k when I want and right now that is exactly what I am going to do.” He said breathing hard.
I tried to break free with everything I had. It was useless because he was stronger and had his body weight on me and my hands pinned above my head. I was freely crying now, knowing what was coming and I couldn’t stop it.
“Your n*****s are so hard and red” he said as he leaned down, putting one in his mouth and sucking and biting hard. I started whimpering in pain. They hurt so bad from the cane earlier.
“You know, the more you cry and fight me, the more it turns me on.”
With those words, I tried to stop my crying and hold still.
“Please, Liam, don’t do this. You could be killed for rape.” I was reaching for anything to make him stop.
“Who is going to find out? You’re my w***e who I will do what I want with, and nobody will know because everyone thinks you’re dead.”
Why would they think I was dead?
That had me truly questioning things, but it didn’t last long because he grabbed me by my hair and yanked me up to my feet and shredded my underwear. He then shoved me face first onto the couch. He came up behind me and lifted my a*s in the air and sank his claws into my lower back. The excruciating pain was short-lived as he took the only thing I had left.
He shoved himself all the way into me forcefully. I could feel the b***d trickling out of me as I was crying uncontrollably now.
“You like that, don’t you w***e? Just wait until next time when Jack and I both claim you at the same time.”
It was over as fast as it started. I had b***d and semen dripping down my legs and Liam gave me a look that said this would happen again. He grabbed me by the arm again and led me to the center of the room for my punishment.
“If you speak about this to anyone, I will kill you.”
At this point, I didn’t care what he did to me. I wanted the world to swallow me whole. I wanted to disappear. I wanted to die. I had nothing anymore. All my hopes of a mate loving me were gone because of this disgusting monster and what he just took from me.
He came up behind me and the first blow quickly came down on my back. I screamed out, not even caring anymore. This was a whole new pain I had never felt before. I was waiting for the second blow to come but then I felt him down next to my ear.
“Hurts, doesn’t it? That's wolfsbane. Hurts like a b***h but doesn’t scar as badly but causes immense pain. I prefer it over silver. The silver leaves too many scars, but with wolfsbane the scars are slow, and I can leave way more. I was planning on killing you once my father handed down the title, but I may just keep you for my plaything.”
He gave me the last of my punishment and then walked to the door as I fell to the ground, not wanting to move.
He looked back and said, “Tidy up and go back downstairs and join the others in cleaning the house and help prepare for my birthday party tomorrow.” He tried to move again, but stopped and turned again to look at me. “Mind you, I will be sharing it with the Beta twins, which means there will be a lot of guests. So you can't afford to make mistakes. Do you hear me?”
I tried to ignore him.
He growled, leaning down dangerously. “Do. You. Hear. Me?”
Pergulatan panas tersebut berlangsung sampai empat puluh lima menit lamanya! Baik River mau pun Sierra tidak menyadarinya.Mereka berhenti juga karena security mansion sudah menghubungi telepon di unit River yang mengabarkan jika ada pengantar pizza.“Astaga, kau sudah kelaparan sekali?” sergah River sambil terperangah melihat Sierra yang baru saja menghabiskan potongan kedua pizzanya.Sierra mengangguk, “Untung saja kau memesan dua kotak. Sepertinya aku bisa menghabiskan satu kotak,” terang Sierra kemudian menelan lagi potongan pizzanya.River menggeleng penuh takjub,”Kau hanya mengkhawatirkan perutmu saja?”“Seharian ini aku hanya memakan steik saat makan siang. Aku melewatkan sarapan bahkan untuk menegak sekotak susu untuk menghilangkan rasa lapar karena pekerjaanku yang tidak ada habisnya!” keluh Sierra kemudian menggigit lagi pizzanya. “Sudah sepatutnya aku memikirkan kondisi perutku.&rdquo
Jika wanita lain akan melonjak kegirangan diberikan akses ke mansion mewah dengan fasilitas serba ada juga eksklusif milik River Clayton.Namun berbeda dengan Sierra Harper. Justru tanggapan pertama wanita itu malah menghembuskan napas dengan kesal selama beberapa kali.“Kau tidak menyukainya?” tanya River.Sierra menggeleng sambil menghentakkan kakinya dengan kesal, “Bohong banget kalau aku bilang tidak menyukainya.”“Lalu?”“Begini ya, Riv.” Sierra menghentikan langkahnya kemudian menatap kedua mata River lekat-lekat. “Jangan berikan hal berlebihan begini. Aku bukan siapa-siapamu… Kau harusnya juga tahu, aku tidak akan pernah bisa membalasnya.” Sierra mengedarkan seluruh pandangannya terhadap mansion mewah tersebut dengan tatapan menyindir.Pada sekali kerjapan mata, River menarik wajah Sierra kemudian melumat bibirnya tanpa ampun. Sierra nyaris tidak bisa bernapas akibat m
“A-Ak Aku harus—” sergah Sierra terbata-bata. River tersenyum jenaka menangkap kegugupan Sierra. Kini wanita itu mengedipkan matanya berkali-kali dan napasnya belum teratur. Sierra merapikan bajunya usai kedua kakinya bisa kembali menapak di trotoar. Sementara kedua mata River langsung terarah pada bibir Sierra yang noda lipstiknya berantakan. “Aku akan mengantarmu ke kantor,” seru River kemudian mengelap noda lipstick yang berantakan tersebut dengan saputangannya. Belum sempat menarik napas, Sierra terkesiap lagi oleh sikap santai River mengelap sisa-sisa lipsticknya yang berantakan akibat ulah adiknya! Beberapa orang di sekitar tentu memperhatikan aksi mereka. Bahkan, diam-diam ada yang memotret mereka. Sierra hanya bisa mengangguk tanpa mengatakan apa pun lagi. Pikirannya Sierra dipenuhi beragam rasa yang sulit dijelaskan. Rasa bersalah juga bingung yang paling mendominasi. “Kau tidak menanyakan kabarku?” tanya River yang be
Kepala River berdenyut-denyut tiada henti kala menatap jadwal bekerja yang baru saja disodorkan sekretarisnya. Belum pulih dari jet lag, namun sekarang River harus menyapa rekan bisnis ayahnya yang sedang berada di New York.Begitu tiba waktu makan siang, River izin pamit dengan alasan ada lunch meeting padahal sebenarnya mampir ke Paul’s Time. Salah satu bistro favoritnya di New York yang dikelola oleh Paul Martinez, sahabat lama ayah River.River menyetir sendirian karena sedang tidak ingin diganggu oleh siapa pun. Ia butuh waktu untuk bernapas sejenak saja dari business trip selama seminggu belakangan.Mungkin memang River membutuhkan waktu untuk berlibur. Bersama seseorang yang dirindukannya begitu dalam selama beberapa waktu.Seseorang itu tentu saja wanita yang memiliki senyum manis sehangat matahari pagi di bulan Desember. Seperti Sierra Harper.Sementara itu di tempat dan waktu yang sama Sierra masi
“Harper, temani aku malam ini, ya?” pinta Terry.Sierra nampak tersentak ketika menemukan Terry yang menjawil pundaknya dari belakang. Yang lebih mengejutkan lagi Terry nampak kehilangan separuh kesadarannya.“Kita langsung saja menuju apartemenku,” ajak Terr
They said when you accidentaly met someone once, that's a coincidence. But, twice at the exactly same place? Probably destiny.Dari seluruh kafe yang tersebar di New York yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan pada setiap distrik, mengapa River dan Sierra harus bertemu kembali di D
Di luar dugaan, rupanya pertemuan dengan River terjadi besok sore. Terry langsung meminta pada River untuk mengkosongkan waktunya.Semuanya terjadi begitu cepat. Telepon Bree pada pagi hari ke nomor ponselnya, undangan langsung ke ruangan River Clayton di CL Headquarters. Sierra tidak semp
“Sir, maaf aku tidak sengaja!” ujar Sierra dengan amat bersalah karena baru saja menabrak seseorang yang tengah membawa segelas es kopi. Refleks, Sierra segera mengeluarkan saputangan berwarna broken white dari dalam tasnya. Kemudian wanita itu mengelapkan pada sisi bawah kemeja seorang p












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews