Partager

KARTU YANG LAIN

Auteur: Rania Arkana
last update Date de publication: 2026-10-06 11:37:28

Kamis, 21 November 2002

Pintu kamar hotel baru terkunci ketika Sato berbalik dan mencium Nadya. Ciumannya masih ragu, tangannya hanya berhenti di pinggang, sampai Nadya sendiri menarik kerah kemejanya dan mendekatkannya. Barulah ciuman itu berubah lebih dalam, menghapus jarak yang sejak dari Ginza masih tersisa

Bibir Sato berpindah ke lehernya, tetapi Nadya masih ingat kenapa malam ini terjadi. Harjono sudah bertanya apakah ia masih yakin proyek Yamashiro akan jalan. Nadya menjawab iya, sementa
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Nadya di Antara Dua Dunia   KARTU YANG LAIN

    Kamis, 21 November 2002Pintu kamar hotel baru terkunci ketika Sato berbalik dan mencium Nadya. Ciumannya masih ragu, tangannya hanya berhenti di pinggang, sampai Nadya sendiri menarik kerah kemejanya dan mendekatkannya. Barulah ciuman itu berubah lebih dalam, menghapus jarak yang sejak dari Ginza masih tersisaBibir Sato berpindah ke lehernya, tetapi Nadya masih ingat kenapa malam ini terjadi. Harjono sudah bertanya apakah ia masih yakin proyek Yamashiro akan jalan. Nadya menjawab iya, sementara uang untuk gudang sudah keluar dan trial belum punya tanggal. Sore tadi, kartu nama Tetsuo Sato, Purchasing Manager terselip di dompetnya. Nadya tahu satu hal dari Ginza: sebagian laki-laki lebih terbuka ketika meja meeting dan jas kerja sudah tidak ada.Ia membawa kartu itu ke Ginza dan menelepon setelah berganti pakaian. Nadya memperkenalkan diri sebagai Nadya dari Bumi Lintas, lalu mengundang Sato minum selepas kerja. Ketika ditanya apakah ini urusan bisnis, jawabannya sengaja mengambang.

  • Nadya di Antara Dua Dunia   DITUNDA

    Rabu, 20 November 2002Garis-garis kuning baru sudah membagi sebagian lantai gudang ketika Nadya tiba di Cakung selepas kuliah. Di dekat dinding sebelah kanan, beberapa pallet kosong dipindahkan ke area yang sekarang diberi nomor. Sebuah bagian kecil di sudut gudang dipisahkan dengan garis merah dan papan bertuliskan HOLD.Quotation Yamashiro sudah dikirim Senin siang. Sehari setelahnya, Januar mulai mengerjakan perbaikan minimum yang disepakati. Belum ada pembatas permanen dan belum ada tambahan kendaraan, tetapi marking, area sementara, pallet, serta pencatatan barang mulai dirapikan.Nadya berhenti di depan tulisan HOLD.“Cepat juga.”Januar yang sedang berbicara dengan salah seorang pekerja menoleh. “Kalau nunggu order dulu baru bikin, nanti pas order datang kita belum siap.”“Berarti uangnya sudah keluar?”“Sedikit.”Nadya tersenyum. “Sedikit menurut Ab

  • Nadya di Antara Dua Dunia   UANG DI DEPAN

    Minggu, 17 November 2002Minggu siang, kantor depan PT Bumi Lintas Persada terasa lebih penuh daripada biasanya. Benny Tjong duduk di salah satu sisi meja bersama Januar, sementara Arman menyiapkan beberapa lembar hitungan dan hasil inspeksi Yamashiro. Benny datang ke Jakarta Sabtu malam setelah Januar menghubunginya soal hasil inspeksi Yamashiro.Di ujung meja duduk seorang lelaki berusia menjelang enam puluh dengan rambut yang mulai banyak memutih.Kolonel (Purn.) Harjono Wiratama.Nadya belum pernah bertemu langsung dengannya. Nama Harjono beberapa kali ia dengar dari Januar dan Benny sebagai partner Jakarta yang sejak awal membantu membuka jaringan bisnis di kota itu. Dalam pekerjaan sehari-hari, sebagian besar urusannya dijalankan Arman. Namun untuk keputusan yang menyangkut modal cukup besar, lelaki itu datang sendiri.Nadya sebenarnya tidak berencana ke Cakung hari itu. Januar menelepon pagi-pagi dan mengatakan Bang Benny serta Pak Harjono mem

  • Nadya di Antara Dua Dunia   LANTAI GUDANG

    Jumat, 15 November 2002Jumat pagi Nadya tidak memiliki jadwal kuliah. Biasanya ia memakai waktu kosong seperti itu untuk membaca di kos, mencuci pakaian, atau tidur lebih lama setelah pulang dari Ginza. Namun sebelum pukul sembilan, ia sudah berada di gudang Cakung.Januar datang lebih pagi. Arman juga sudah berada di kantor depan dengan map hasil meeting kemarin. Di dalam gudang, beberapa pekerja memindahkan pallet kosong dan membersihkan jalur dekat pintu loading. Januar sempat menghentikan seorang pekerja yang hendak memindahkan barang hanya agar bagian depan terlihat lebih lapang.“Rapikan yang memang harus rapi,” katanya. “Jangan bikin gudang ini kelihatan beda cuma karena ada tamu.”Arman tertawa kecil. “Bagus. Nanti kalau mereka datang lagi kita enggak perlu sulap dua kali.”Nadya berjalan perlahan di antara tumpukan barang. Ia mulai memperhatikan hal-hal yang kemarin hampir tidak terpikirkan ketika melih

  • Nadya di Antara Dua Dunia   MEJA PURCHASING

    Kamis, 14 November 2002Pukul setengah tujuh pagi Nadya sudah duduk di kursi belakang sedan operasional PT Bumi Lintas Persada. Blus putih, rok gelap di bawah lutut, dan sepatu tertutup membuat penampilannya jauh berbeda dari pakaian kampus maupun Ginza. Di pangkuannya terletak salinan bahan presentasi yang diberikan Arman dua hari sebelumnya. Beberapa halaman sudah dipenuhi tanda kecil dan catatan dengan tulisan tangannya sendiri.Arman duduk di depan bersama Januar. Sepanjang perjalanan menuju Cikarang, lelaki itu hanya mengulang pembagian peran mereka. Ia akan memimpin presentasi, Januar menangani pertanyaan operasional, sedangkan Nadya mengikuti jalannya pertemuan dan membantu bila memang diperlukan.“Jangan merasa harus jawab semua,” pesan Arman. “Kalau purchasing tanya sesuatu yang bukan bagian kamu, kasih ke Pak Januar atau saya.”Nadya mengangguk. “Kalau bahasa Jepang?”Januar melirik dari balik kemudi. &

  • Nadya di Antara Dua Dunia   KARTU NAMA

    Selasa, 12 November 2002Kelas terakhir Nadya baru selesai ketika ponsel biru tua di dalam tasnya bergetar. Pesan Januar singkat, memintanya datang ke gudang setelah kuliah karena ada kabar dari Cikarang. Nadya hanya membalas bahwa dirinya akan datang, lalu memasukkan buku ke tas dan berjalan menuju jalan raya.Selama dua bulan terakhir, urusan PT Bumi Lintas Persadatidak banyak masuk ke jadwal hariannya. Kuliah tetap mengambil sebagian besar siang, sementara beberapa malam masih dihabiskannya di Ginza. Company profile perusahaan Januar sudah selesai dibuat, lalu email perkenalan dikirim ke Purchasing PT Yamashiro Automotive Components Indonesiamelalui alamat yang sebelumnya diberikan Yamamoto. Beberapa kelengkapan sempat diminta setelahnya, mulai dari legalitas perusahaan, informasi gudang, sampai data armada. Namun sejak dokumen terakhir dikirim sekitar dua minggu lalu, tidak ada kabar lagi.Nadya juga tidak terus

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status