Share

73. Bidadari

Penulis: cyllachan
last update Tanggal publikasi: 2026-05-18 20:00:12

"Mana mungkin! Lihat gaunnya... itu kulit naga perak asli! Lysa Valerya tidak mungkin punya baju semahal itu!" 

"Wajahnya ... dia terlihat sangat berbeda. Cantik sekali."

"Dia pakai ramuan apa? Kok bisa berubah begitu?!"

Sekelompok cowok-cowok serigala yang biasanya rusuh dan

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Nau
lanjut lanjut ceritanya Thor... semangat
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Naga Penakluk Hati   85. Rex

    Melihat air mata May yang luruh berderai dan tubuhnya yang bergetar hebat di bawah tawa mengejek klan serigala, sesuatu di dalam dadaku mendadak meledak. Jiwa manusiaku, Nancy, tidak bisa tinggal diam melihat sahabat yang tulus bersikap baik kepadaku dihancurkan harga dirinya seketika oleh si brengsek Rio. Rasa jengkel dan amarah yang pekat membakar habis sisa kesabaranku.Aku melangkah maju dengan entakan kaki yang mantap dalam balutan gaun kulit naga obsidian hitamku. Membelah kerumunan serigala yang mendadak menghentikan tawa mereka, aku berjalan lurus naik ke atas altar batu, berdiri tepat di hadapan sang Beta dengan tatapan mata yang menghunus tajam."Lysa Valerya?" Rio mengernyitkan dahi, mencoba mempertahankan keangkuhannya meski ia sempat mundur selangkah karena terkejut. "Apa urusan klan Naga di Pesta Purnama kami? J

  • Naga Penakluk Hati   84. Rio

    May memakai gaun sutra perak yang membungkus tubuhnya dengan sempurna, membuat kulitnya tampak seputih pualam di bawah siraman obor api biru. Rambut hitam lebatnya disanggul anggun dengan beberapa helai dibiarkan jatuh membingkai wajahnya yang manis. Sementara itu, aku mendampinginya dengan memakai gaun kulit naga obsidian hitam yang menawan. Potongan gaun yang tegas dan berkilau gelap itu memberikan aura dominasi yang pekat, sangat kontras dengan rambut perak panjangku yang terurai bebas.Begitu kami melangkah lebih jauh ke dalam area altar batu, riuh rendah suara musik klan serigala seolah meredup, tergantikan oleh bisik-bisik tajam dari para tamu yang mulai timbul di kanan-kiri kami.Ada yang menatap dengan mata melebar, kagum dengan kecantikan May dan penampilanku yang mencolok, namun lebih banyak lagi yang mencibir denga

  • Naga Penakluk Hati   83. Pesta Purnama

    Beberapa hari telah berlalu sejak malam puncak Lumina Abyss, dan atmosfer di sekitar akademi perlahan-lahan mulai berjalan normal kembali. Koridor-koridor dan kafetaria yang sempat lengang kini kembali dipenuhi oleh suara bising para murid duyung yang baru saja pulang dari perayaan suci di bawah laut. Sisi baiknya, aku tidak perlu lagi merasa heran dengan koridor yang mendadak sepi.Sore itu, saat aku sedang berkumpul di taman asrama, May datang menghampiri kami dengan wajah yang bersemu merah dan sepasang mata yang berbinar penuh harap. Di tangannya, ia memegang beberapa lembar kartu undangan berwarna perak dengan aroma kayu pinus yang khas klan serigala."Teman-teman! Aku punya beberapa undangan untuk kalian!" May berseru riang. Ekornya bergerak-gerak kesana kemari begitu bersemangat.

  • Naga Penakluk Hati   82. Kecupan

    Kami mulai bergerak naik. Felix menggerakkan ekor birunya dengan ritme yang santai, sementara tangannya tetap menggenggam jemariku, membimbingku berenang kembali ke permukaan kolam. Namun, sebelum tubuh kami benar-benar mencapai batas air, sebuah fenomena magis yang luar biasa terjadi di bawah sana.Mataku menangkap cahaya yang datang dari bawah kami. Itu membuatku menunduk untuk melihat apa yang ada di sana.Celah-celah gua, dinding batu, hingga terumbu karang yang melingkari dasar kolam akademi mendadak meledak dalam pendaran cahaya warna-warni yang begitu apik. Warna hijau kebiruan, ungu pekat, hingga emas cair berbaur menjadi satu, memantulkan spektrum cahaya yang bergoyang dinamis mengikuti arus air."Itu adalah puncak dari Festival Lumina Abyss," suara Felix berden

  • Naga Penakluk Hati   81. Terumbu Karang

    Rasa hangat dari sihir 'Napas Duyung' masih mengalir nyaman di dadaku saat Felix mulai menggerakkan ekor birunya, membimbingku berenang melintasi kedalaman kolam akademi. Ternyata, tempat ini jauh lebih luas dari apa yang terlihat dari permukaan daratan. Di bawah sana, ruang air itu melebar menjadi sebuah area bawah air yang luar biasa besar.Aku terbelalak takjub. Di kejauhan yang samar, tampak struktur bebatuan dan celah-celah karang yang menyerupai pemukiman. Ada beberapa bayangan duyung lain yang bergerak lambat di batas pandangan, meskipun suasana sore ini terasa sangat lengang karena mayoritas dari mereka pulang ke kota asal. Kolam akademi ini jelas telah dimantrai sedemikian rupa dengan sihir ruang tingkat tinggi, berfungsi sebagai akses fungsional sekaligus miniatur kampung bawah air agar para murid duyung bisa tinggal dan hidup dengan nyaman selama menempuh pendidikan. Pe

  • Naga Penakluk Hati   80. Napas Duyung

    Aku mengubah posisiku menjadi duduk di tepi ranjang, meregangkan otot-ototku yang terasa sedikit kaku setelah penerbangan semalam. Mataku tertuju pada amplop hitam misterius di atas meja nakas itu. Segel lilin merah dengan cap kepala naga khas Ashen Peak tampak mencolok, seolah memancarkan aura kemarahan sang pemilik."Subuh, ya? Kau benar-benar tidak bisa tidur semalaman, Aegon," gumamku geli.Aku meraih amplop itu. Begitu jemariku menyentuhnya, kertasnya terasa agak kasar di beberapa bagian. Saat kuperhatikan lebih dekat, ada bekas goresan kecil yang nyaris merobek pinggiran amplop.Ah, dia pasti membaca suratku sambil mengeluarkan cakarnya karena menahan dongkol.Bayangan Aegon yang mengamuk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status