Share

Hasutan

Author: Sedap Malam
last update publish date: 2026-10-26 23:20:24

"Syarat? Apapun itu, aku pasti kabulkan," ujar Anto dengan tergesa, harapan kesembuhan putrinya sangat membuat dia bersemangat seolah Yudha merupakan seorang Dewa penyembuh.

"Aku butuh bintang laut, rumput laut dan beberapa tanaman apotek hidup. Aku tidak bisa mencarinya sendiri, aku butuh bantuan untuk mendapatkan itu," lanjut Yudha.

"Cu--cuma itu? Aku kira apa. Baiklah aku akan cari apa yang kamu mau, malam ini juga." Pak Anto menyanggupi permintaan Yudha, ia segera mengumpulkan orang-orangny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
artisebuahnama
lanjutin seru ceriranya bagus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Ranjang Panas Nyonya Kaya

    "Tuan, kamu terlalu hebat. Aaaahh!" Nirmala merancau, tubuhnya gemetar hebat saat lidah Yudha menggapai bagian paling sensitifnya.Napasnya tersengal, Nirmala bingung saat Yudha menarik wajahnya dari depan pahanya. "A---ada yang salah? Aduh, maaf ... mungkin terlalu becek," kata Nirmala salah tingkah."Tidak, justru punyamu wangi dan keset. Hahaha!" Yudha tertawa, ia berbaring dengan bersandar pada dua bantal yang ditumpuk. Lalu membiarkan Nirmala bergerak berjongkok di depan pahanya yang terbuka."Uhnmmm, gede banget ini, aduh ... lihatnya aja udah bikin aku gemetar, bagaimana kalau masuk mungkin bisa membuat ruhku terlepas dari raga," ujar Nirmala, ia menggenggam pusaka berotot itu lalu menempelkan pada bibirnya. Saat membuka mulut, benda itu masuk namun hanya bisa sampai setengahnya. "Uuughh! Terasa menyenggol kerongkonganku," puji Nirmala, mulutnya terasa pegal tak mampu menutup karena terganjal pusaka Yudha."Naiklah, aku dengar tenaga perempuan lebih kuat dari laki-laki soal uru

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Kamar Si Janda Kembang

    Dari sebuah bilik muncul empat orang perempuan cantik berpakaian transparan, mereka membawa nampan berisi makanan dan minuman. Aroma wangi sudah tercium dari segelas anggur berwarna ungu yang dituangkan, Yudha mengendusnya namun wangi aroma para perempuan itu yang hampir membuatnya pingsan karena pusing.Nirmala dengan seluruh penampilannya yang mempesona telah membuat Yudha salah tingkah. Melon kembar yang dibalut kain tipis transparan, lekukan bagian pinggul dan juga senyuman yang membuat Yudha membeku."Anggur ini telah disimpan sejak dua ratus tahun silam, diminum oleh para bangsawan dan disuguhkan dalam setiap acara besar di Pulau ini. Namaku Nirmala, sejujurnya aku beruntung telah bertemu denganmu. Tubuh yang kuat dan wajah yang tampan, pesona apa yang kamu bawa ke desa kami, Tuan?" tanya Nirmala dengan suara pelan namun tegas."Jangan panggil aku dengan panggilan begitu, aku cuma nelayan kecil dari Pulau Nelayan. Kedatanganku ke sini ingin membeli perahu bagi warga desa kami, s

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Undangan Penting

    Menunggu pengerjaan perahu di Pulau Dipa memakan waktu cukup lama, setidaknya Yudha harus berada di sana selama dua Minggu penuh. Kini telah berlalu satu Minggu, persediaan uang untuk menginap dan makan pun menipis. Meski memiliki sekarung uang di kotak penyimpanan ikan ia tetap enggan menggunakan karena ia tahu itu bukan miliknya, masa depan warga Desa Nelayan lebih ia prioritaskan."Dengan perahu-perahu itu akan banyak warga yang kembali menjadi nelayan," gumam Yudha dalam hati, ia mengamati proses pengerjaan itu dari kejauhan."Awaaaas!" tiba-tiba sebuah teriakan keras terdengar, Yudha dengan cepat menoleh. Matanya menangkap sebuah pohon yang sedang ditebang yang patahannya jatuh ke arah seseorang yang lewat di bawahnya. Dia seorang perempuan, berpakaian mewah dengan beberapa barang belanjaan di tangan, mereka yang melihat saat perempuan itu hampir tertimpa patahan kayu seberat kurang lebih 100 kilogram pun cuma bisa menahan napas berharap keajaiban terjadi.Yudha bergerak cepat,

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Fakta Berbeda

    Anto tak kalah kaget, yang dia lihat tidak seperti yang dikatakan oleh Samsul tadi. Alea dalam posisi duduk berpakaian lengkap, sedangkan tangannya yang bengkok kaku telah diurut oleh Yudha dengan kondisi yang jauh lebih baik. Tangan itu tidak lagi cacat, bisa digerakkan dengan normal dan kulitnya terlihat segar."Kenapa bapak masuk secara tiba-tiba? Kalau sampai saya kaget dan menarik tangan Alea terlalu kuat akibatnya bisa fatal," protes Yudha."Ta--tadi aku mendengar suara jeritan dari dalam, aku pikir kamu sedang memaksa putriku untuk berbuat mes---" ucapan atau terhenti, namun Samsul yang sudah memprovokasi justru buru-buru meninggalkan tempat tersebut seolah apa yang dia katakan bukan sesuatu yang berlebihan."Aku sedang membantumu untuk memulihkan kondisi Alea, jadi berilah ruang agar aku bisa bekerja dengan tenang," Yudha menarik nafas dalam-dalam lalu mau buka pintu seolah mempersilahkan Pak Anto keluar dari ruangan tersebut."Sejak dia, tangannya selalu dalam keadaan terteku

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Hasutan

    "Syarat? Apapun itu, aku pasti kabulkan," ujar Anto dengan tergesa, harapan kesembuhan putrinya sangat membuat dia bersemangat seolah Yudha merupakan seorang Dewa penyembuh."Aku butuh bintang laut, rumput laut dan beberapa tanaman apotek hidup. Aku tidak bisa mencarinya sendiri, aku butuh bantuan untuk mendapatkan itu," lanjut Yudha."Cu--cuma itu? Aku kira apa. Baiklah aku akan cari apa yang kamu mau, malam ini juga." Pak Anto menyanggupi permintaan Yudha, ia segera mengumpulkan orang-orangnya untuk menyelam dan mencari beberapa tanaman yang disebutkan oleh Yuda.Malam itu sekitar enam orang berkumpul, peralatan menyelam yang seadanya mereka siap untuk menuju ke dasar samudra dengan diantar sebuah perahu mesin berkapasitas kecil. Langit gelap, bintang dan rembulan tertutup awan dan sesekali terlihat kilatan petir yang menyambar dengan iringan ombak yang bergemuruh.Dalam kondisi cuaca seperti itu untuk mencari tanaman yang tumbuh di dasar laut sangatlah sulit, ombak yang tadinya ten

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Manjur

    Yudha memperhatikan perempuan muda itu, wajahnya pucat pasi dan badannya sedikit bau. Meski Dia memakai pakaian dengan harga mahal, namun mungkin karena kondisi fisiknya yang sakit membuatnya terlihat kusam tak terawat. Pada bagian baju terdapat bekas noda makanan dan minuman, Pak Anto ada yang biasa disebut Tuan Anto memapah gadis itu untuk berdiri.Tak!Tenaga Pak Anto yang sudah paruh baya, ternyata tidak cukup kuat untuk menopang gadis muda tadi sehingga dia hampir terjatuh."Pak," dengan cepat Yudha menyambar lengan Pak Anto agar tetap berdiri."Dia Alea, anakku. Lima tahun lalu dia gadis desa yang menjadi idola banyak pria. Namun sekarang lihatlah, dia hanya seorang gadis yang sakit dan tidak bisa merawat dirinya sendiri," ucap Pak Anto."Tangannya kenapa?" Yudha mengabaikan ucapan tersebut, ia justru fokus pada tangan kanan gadis tersebut yang tampak ditekuk ke depan menyerupai lengan belakang sembah."Dia jatuh, sempat mengalami koma hampir tiga tahun. Ketika dia mulai sadar,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status