Share

Sembilan

Author: Zizizaq
last update Petsa ng paglalathala: 2022-08-24 14:54:15

Pernikahan yang menyedot perhatian semua orang telah berlalu dua hari. Termasuk salah satunya, seorang wanita yang sedang berusaha melejitkan karirnya di luar negri.

Saat ini wanita itu terus melihat ke arah arloji di tangannya dengan air mata berlinang, ia ditemani manajer yang sedang sibuk mendorong kopernya.

Jarum jam sedang menunjuk angka enam di pagi hari, ia langsung terbang dari luar negri setelah membaca berita.

"Jangan membuat masalah," ucap manajernya.

Begitu keluar dari bandara, ia langsung disambut oleh seseorang, orang itu mengamankan semua barang bawaannya dan memasukkannya ke bagasi mobil.

"Langsung ke alamat ini." Alea menyebutkan alamat rumah Danil pada sopir pribadinya

"Baik, Nona." ucap sopir itu.

Begitu ia tiba di rumah Danil, Alea langsung menerobos pintu utama. Ingatannya terus tertuju pada majalah ternama di mana semua info tentang pernikahan Danil dimuat hampir di seluruh halaman. Ia tidak melihat media sosial karena manajernya menyembunyikan fakta itu, agar modelnya tetap profesional.

"Dimana Danil? Dimana wanita jalang yang menikah dengannya?" Seru Alea sambil menangis.

"Ada kok, Nona." Kata salah seorang pelayan dengan panik.

Terlihat Danil sedang berjalan dengan elegan menuju meja makan, ketika Alea melihat itu, Alea langsung berteriak histeris.

"Danil! Kau tega!" Ia terisak dengan dada naik turun, sepertinya hatinya begitu sakit tak tertahankan.

"Alea!" Danil buru-buru menghampirinya dan menenangkannya, tapi disambut pukulan tepat di pipi kirinya.

"Aku sudah bilang padamu, tunggu aku sukses, kenapa kamu melakukan ini?" Tuntut Alea.

"Ada apa kok ramai-ramai?" Ucap Emili menghampiri ruangan yang sedang memanas itu, ia tercengang melihat ada wanita cantik tampak seperti sedang kesetanan.

"Siapa wanita cantik ini? Rasanya tidak asing," gumamnya memindai wajah Alea.

"Oh, ini Alea Miranda" Emili hendak berseru tapi keadaan sedang tidak baik, jadi dia urung dan ikut menyimak saja.

Danil menyadari kehadiran Emili tapi tidak memedulikannya, Alea juga sudah memberi tatapan maut pada Emili, untungnya Danil menyeret Alea ke kamarnya sebelum bom meledak dan mengenai Emili juga.

Rasa penasaran Emili sedang di ubun-ubun jadi dia mengikuti mereka dan mencuri dengar, ia tidak tau kalau para pelayan yang menyaksikan sedang memandangnya kasihan.

"Alea, tolong dengarkan aku dulu, ini tidak seperti yang kamu pikirkan, oke," hibur Danil sambil berusaha memberi penjelasan.

"Tidak bagaimana maksudnya?" Alex masih belum bisa tenang.

"Aku menikah? Iya, itu memang betul, tapi semua hanya sandiwara, ini hanya status, tidak ada yang istimewa. Alea, aku hanya cinta kamu," jelas Danil dengan tatapan begitu dalam pada Alea. Emili yang mendengar mulai memahami situasi.

"Oh, kekasihnya? Berarti dia berbohong ke media, katanya nggak punya pacar, dasar penipu" gumamnya, ia menujukan perkataannya pada Alea yang ke mana-mana selalu mengatakan dirinya single.

"Lalu apa semua ini?" bentak Alea di tengah Isak tangisnya.

"Seperti yang kamu lihat, kami menikah tapi sekedar menikah hanya status dan dia setuju, ini kesepakatan dan bagi dia ini semua hanya tentang uang (Danil tidak lupa menjelasakan tentang permintaan nenek, juga saat berniat melamar Alea sampai kepada keputusan menikahi Emili). Aku hanya cinta kamu, tentang Emili? Gadis itu cuma sebagai status, aku memilihnya karena, pertama_" Danil merasa harus benar-benar menjelaskan secara rinci. Ia lalu melanjutkan,

"Aku tidak mungkin jatuh cinta padanya, sangat jauh dari tipeku, kelakuannua sangat kekanak-kanakan, kau lihat sendiri 'kan?"

"Kedua, dia dari keluarga menengah kebawah, jadi benar-benar hanya butuh uangku dan aku mampu memberikannya,"

"Ketiga, paling enak diajak kerja sama,"

"Keempat, dia tidak bisa menyaingimu dari segi manapun,"

"Kelima dan seterusnya, dia benar-benar tidak bisa dibandingkan dengannmu, dia hanya menggantikan tempatmu agar kamu tetap bisa terbang meraih mimpi, kalau kamu sudah sukses, maka ambil kembali tempatmu."

Penjelasan Danil berhasil menenangkan Alea, ia kemudian menuju ke sebuah meja dan mengambil kotak cincin dari lacinya.

"Ini milikmu," ucap Danil lalu memasangkan cincin itu ke Jari tangan Alea.

Alea akhirnya luluh, ia sedikit lebih tenang, membuat Danil merasa lega.

"Kamu harus janji, Kamu tidak akan berkhianat." Alea berucap lirih dengan suara yang terdengar sengau.

"Iya, percayalah padaku," ucap Danil meyakinkan Alea.

"Tapi tetap saja aku tidak bisa menerima situasi ini." Ternyata Alea belum sepenuhnya menerima alasan Danil.

"Kalau begitu menikahlah denganku, cuma itu caranya kalau kamu tidak suka keputusanku ini." Danil bersungguh-sungguh.

"Kamu tau aku tidak bisa sekarang."

"Kalau begitu kita jalani saja."

Alea melemah dan mengalah, ia tidak bisa mundur sekarang. Karirnya sedang merangkak naik.

Mereka tidak sadar ada hati yang sedang remuk redam, dan marah. Sama sekali bukan karena cemburu, tapi karena perkataan Danil yang tadi ia list.

"Oh, jadi itu alasannya? Apa katanya? Aku bukan tipenya? iya, memang. Kamu tidak salah tentang itu." omelnya dengan emosi yang tidak bisa ia luapkan.

"Aku memang tidak sebanding dengan tipemu, Aku orang menengah kebawah. Iya, semunya benar. Tapi itu takdirku." Rasanya ingin marah tapi percuma.

"Wah, tapi dia bilang aku adalah pengganti dari wanita itu? Jadi aku ini penyelamat hartamu? Dasar bajingan!" Gemas sekali rasanya, tapi tidak tau harus menumpahkannya kemana.

"Kalau aku bongkar ke media, habis kalian berdua. Aku adalah bom waktu untuk kalian, Kalau bukan karena keuanganku, aku juga tidak sudi denganmu, dasar bajingan!" Emili sangat emosi, ia meremas-remas ujung bajunya seolah itu adalah Danil.

Ia menepuk-nepuk dadanya untuk menghibur dirinya sendiri, hatinya jelas sakit dinilai serendah itu, ia pun ingin menangis juga, tapi ia tahan karena sudah waktunya berangkat kuliah.

Emili bergegas dari tempatnya, ia tersenyum pada pelayan yang tadi ikut menyaksikan drama Alea, membuat para pelayan itu terheran-heran, bukankah Emili harusnya marah atau setidaknya menangis karena suaminya ternyata punya simpanan.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Lingkaran Ke Hidupan
semoga aplikasinya bisa berkembang lagi (Semoga Menu Pilih episode/bab nya tersedia, agar kita dapat memilih episode yg ingin kita baca)
goodnovel comment avatar
Ima Sabrina
la ngu buka koin skli buka bab yg sama...... terus terkunci lagi ...
goodnovel comment avatar
Rita Septiyanti
sabar emili..tidak butuh waktu lama kurasa danil jatuh cinta padamu asalkan kmu bisa jaga sikap emili
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Enam

    Matahari telah berada di puncak peraduannya ketika sebuah mobil mewah yang membawa keluarga kecil melesat memasuki rumah bak istana. Iya, itu mereka Danil, Emili dan putri kecilnya Dania, ada juga Bu Eni yang telah resmi jadikan oleh Danil sebagai pengasuh tetap untuk putri kecilnya Dania.Akhirnya Emili kembali lagi ke rumah itu, rumah yang dulu pernah menjadi saksi perjalanan singkat tentang hubungannya, hubungan yang tercipta dari sebuah ide gila Danil untuk melakukan sebuah pernikahan kontrak yang memakan korban yaitu Emili, yang kemudian menumbuhkan rasa cinta di antara mereka, yang satu karena ambisi yang satu karena keterpaksaan yang di sebabkan faktor ekonomi.Kini keduanya bersatu kembali dengan hubungan yang sehat dan terkontrak tanpa syarat sepanjang hidup mereka.Emili mau ikut Danil setelah meyakinkan segala urusannya yang harus di selesaikan telah beres, Danil dapat melakukan itu dalam waktu singkat.Demi agar lebih cepat berkumpul dengan keluarga kecilnya ia bahkan rela

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Lima

    Danil tiba di rumahnya, ia tau bertemu dan memohon pada Nenek Marita tidak akan memberi solusi, ia ke ruang kerjanya menghubungi Alex untuk mengumumkan tentang hubungannya dengan Emili dan kehadiran Dania sebagai putrinya di semua aplikasi Sosial media, tak lupa memintanya menghubungi stasiun tv juga supaya mertuanya yang agak gaptek soal sosial media tidak ketinggalan berita."Saya ingin membaca berita ini dalam waktu tidak lebih dari tiga puluh menit, jangan lupa kau juga harus memberinya judul sedramatis mungkin, Oke" Jelas Danil antusias."Iya Pak Danil, tapi tolong bisakah kamu membiarkan saya berbulan madu dengan santai?" Alex berbicara sebagai sahabat."Sory, tapi kali ini kau harus membantuku karena ini penting" Danil agak sedikit bersalah dengan sahabatnya."Oke Aku akan membantumu" ucap Alex."Thank's bro, selamat bersenang-senang" Danil mengakhiri peanggilannya lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan mata, ia sepertinya tidak sabar menunggu sebuah berita viral

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Empat

    "kesayangan Ayah sudah wangi" Danil berdiri menyambut putrinya."Apa katamu?" Nenek Marita kaget mendengar Danil."Ini putri Danil Nek, Saat Nenek mengusir Emili dia sedang mengandung anakku, Ah Nenekku sungguh keterlaluan! Mengusir cucu menantu yang sedang hamil tapi menampung wanita hamil lainnya" Ucap Danil membuat nyali Neneknya menciut dan tampak bersalah, sebenarnya ia sudah menunggu momen ini dari tadi."Apa benar dia putrimu?" Ekspresi Nenek Marita berubah sembilan puluh derajat, yang tadinya dingin menjadi hangat. Ia bertanya demi memastikan pendengarannya. Matanya terpaku pada Dania."Iya Nek, apa Nenek meragukannya? padahal dia begitu mirip denganmu Nek" Ucap Danil. Fakta itu juga yang membuatnya tidak bertanya saat pertama kali melihat putrinya, Dania begitu mirip Neneknya yang juga mirip dengan dirinya sendiri."Betul Kamu hamil saat pergi dari rumah?" Nenek beralih pada Emili, kebenciannya pada menantunya itu agaknya berangsur hilang."Iya Nek, tapi Emili juga tidak tahu

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Tiga

    Danil benar-benar menginap di rumah keluarga Emili, ia tidak memberitahu hal itu pada siapapun, karena itu ponselnya berdering beberapa kali entah itu panggilan dari asistennya Alex, klien bahkan ada panggilan juga dari Neneknya.Ia terbangun dan mengucek matanya, ia sadar sedang berada di kamar orang lain, namun sedetik kemudian ia tersenyum karena menyadari ia sedang menginap di rumah orang tua istrinya. Ia pun meraih ponsel dan memeriksanya.[Apakah kamu bersama sahabat istriku? Aku bingun harus menyebutnya apa, Nenek Marita mencarimu dan ku beri tahu Kamu bersamanya, mungkin Nenek sedang ke sana sekarang, jadi siapkan alat untuk bertempur, dia terdengar tidak senang karena panggilannya di abaikan cucu kesayangannya, Oh iya aku rela mengorbankan masa cuti bulan maduku untuk menggantikanmu mengurus klien, jadi fokus saja bertempur dengan Nenek Marita] tulis Alex panjang lebar. Danil hanya membacanya dan tidak bermaksud membalas."Aku akan menyambutnya" Ucap Danil tersenyum menyering

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Dua

    "Kenapa Emili lama sekali? Kemana pula perginya Nak Danil?" Ucap Bu Tiara merasa tidak senang, ia sudah bersusah payah masak untuk mereka tapi justru mereka yang tidak hadir di meja makan."Tidak apa Bu, biarkan saja" Pak Feri masih setia menghibur sang istri."Mungkin lagi melepas rindu, Bu" Celetuk Bu Eni asal, sebenarnya ia hanya bercanda karena dirinya sendiri tidak tau kemana kedua orang itu berada, Pak Feri yang memahami langsung tersedak."Ayah, hati-hati dong makannya" Kata Mila yang dari tadi menyuapi Dania yang tampak asyik dengan mainannya."Iya, ayah akan hati-hati" Ucap Pak Feri gelagapan."Itu sama sekali tidak boleh dibiarkan, mereka baru saja bertemu setelah berpisah selama tiga tahun" Seru Bu Tiara menanggapi candaan Bu Eni ia segera bangkit dari duduknya, ia hendak melabrak Emili."Ibu mau apa?" Pekik Pak Feri, ia juga berdiri untuk mencegah sang istri.Bersamaan dengan itu Danil keluar dari kamar Emili dengan penampilan yang lebih cerah dari sebelumnya, ia tampak sep

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Satu

    Setelah selesai merapikan mainan Dania, seluruh orang berkumpul di ruang keluarga, karena memang tidak ada lagi ruangan yang lebih luas dari tempat itu, kecuali Bu Eni dan Bu Tiara yang sedang sibuk di dapur, demi menyambut menantunya yang tiba-tiba datang dan tampaknya tidak berniat untuk pergi, dan juga Emili yang sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi."Apa rencana kalian kedepannya?" Pak Feri memulai obrolan, ia bertanya pada Danil sebagai kepala keluarga dari pernikahan kontrak putrinya."Saya ingin tetap melanjutkan pernikahan Kami Yah, tidak ada lagi kontrak atau apapun itu, tolong restua hubungan kami" Danil berbicara sungguh-sungguh, ia menatap kedua mata mertuanya."Bagaimana dengan keluargamu, mereka tidak menerima Emili lagi, Nyonya Marita bahkan mengusirnya dari rumahmu" "Nenek melakukan itu karena terpengaruh omongan setan, informasi yang dia dapatkan tidak sesuai dengan kenyataan" Danil membahas soal Alea. Tampak kebencian dari raut wajahnya."Apa yang membuatmu m

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh

    "Aku belum siap melakukan ini?" Keluh Emili berharap Danil melepasnya."Kau tidak perlu bersiap, Kau cukup menyerahkan tubuhmu saja" ucap Danil semakin nakal, ia menyentuh kancing baju yang berderet di atas dada Emili yang tampak membusung satu persatu, ia malah berpikir benda itu tampak lebih besar

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Delapan Puluh Sembilan

    Ketika mobil memasuki rumah bak istana milik Danil, ingatan Emili kembali mengembara saat pertama kali ia memasuki rumah itu, ia mengingat ketika Danil tidak peduli padanya dan masih sangat mencintai Alea, seolah tidak ada wanita lain selain Alea saat itu, lalu kemudian dengan perlahan Danil agak pe

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Delapan Puluh Delapan

    Emili sudah meninggalkan Danil yang masih mencerna ucapan Emili dengan dada bergemuruh, ia segara mengejar Emili saat tau Emili sudah tidak ada di tempatnya."Aku akan mengantarmu, itu akan lebih cepat" Ucap Danil begitu berhasil menemukan Emili tampak tidak tenang bahkan sudah menangis, sepertinya i

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Delapan Puluh Tujuh

    Emili tiba di alamat yang Maya kirim padanya, itu cafe yang tidak terlalu besar tapi pengunjungnya lumayan banyak, sesampainya di sana Emili langsung di sambut oleh kedua sahabatnya itu."Sory ya Em, kemaren kita ga sempat ngobrol banyak, ternyata jadi pengantin itu sangat merepotkan" Sesal Maya saat

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status