Beranda / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 69 Lebih Manis dan Enak

Share

Bab 69 Lebih Manis dan Enak

Penulis: SanASya
last update Tanggal publikasi: 2026-03-01 21:19:44

Bella menatap Luca, lalu pada kemeja yang diulurkan kepadanya. Ekspresinya ragu-ragu. Ia ingin menolak, tetapi tiba-tiba angin malam berhembus lebih kencang. Gaunnya yang setengah basah menempel di kulit, membuat tubuhnya kembali menggigil dan kepalanya semakin pusing.

Tangannya akhirnya terulur, menerima kemeja itu. Wajahnya memerah, entah karena malu atau karena suhu tubuhnya yang mulai naik.

"Terima kasih... maaf merepotkan," ucap Bella pelan.

"Tidak apa-apa," jawab Luca tenang. "Sepertinya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 297

    Sesuatu tiba-tiba terlintas di benaknya. Ia kembali memandang Shin, kali ini dengan sorot mata yang perlahan berubah ketika mulai memahami maksud di balik perkataan pria itu. Shin tidak sedang membanggakan kebaikannya ataupun meminta Bella mengingat semua sumbangan yang pernah diberikannya. Ia sedang menunjukkan sesuatu yang lebih penting: selama berada di Whitesand, Red Line tidak semata-mata menjalankan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kota tersebut.Jika demikian, mungkin Shin ingin membuktikan bahwa keberadaan kelompoknya tidak selalu menjadi ancaman bagi Whitesand.Bella ingin mengatakan sesuatu, tetapi untuk sesaat ia tidak tahu harus memulai dari mana. Sebelum sempat menyusun pikirannya, Shin sudah bergerak lebih dahulu. Pria itu meraih salah satu tangannya, lalu menggenggamnya dengan lembut.Tangan Bella yang putih dan ramping tampak begitu mungil di dalam genggaman Shin yang besar. Kehangatan telapak tangan pria itu menjalar ke kulitnya, membuat Bella tanp

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 296

    Bella tidak langsung mempercayai perkataan Shin bahwa semua mawar di ruangan itu berasal dari taman yang ditanamnya sendiri. Ia menatap pria itu dengan sorot mata penuh selidik, berusaha mencari tahu apakah ada maksud lain di balik pengakuan yang terdengar begitu tidak biasa.“Untuk apa kau melakukannya? Kau mengatakan ini hanya karena ingin menarik perhatianku, bukan?”“Menarik perhatian?” Shin mengulang perkataannya dengan senyum tipis, seolah menganggap pertanyaan itu cukup menggelikan.Sebelum Bella sempat menanggapi, Shin melangkah mendekat. Jarak di antara mereka semakin menyempit hingga punggung Bella hampir menyentuh meja di belakangnya. Shin meletakkan kedua tangannya di sisi tubuh gadis itu, mengurungnya dalam ruang sempit di antara kedua lengannya. Ia kemudian memiringkan kepala, mendekatkan bibirnya ke telinga Bella, lalu berbisik dengan suara rendah yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.“Aku menginginkan lebih dari sekadar menarik perhatianmu. Aku ingin memilikimu.

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 295

    Caspian berhenti sebentar, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih serius. “Kota Whitesand bahkan termasuk dalam tiga kota dengan keuntungan perdagangan laut tertinggi di Negara I. Selain itu, wisata laut kita juga menarik banyak pengunjung. Menurut saya, semua pencapaian itu harus dipertahankan.”Bella mendengarkan tanpa menyela. Shin sesekali menoleh kearahnya untuk memperhatikan ekspresinya yang menarik baginya.“Sejujurnya, saya berencana mempelajari dan memahami terlebih dahulu cara Wali Kota DeLuca menjalankan pemerintahan selama ini. Meskipun beliau sering mengajak saya berdiskusi, masih banyak hal yang belum saya ketahui. Saya tidak ingin mengambil keputusan besar hanya berdasarkan pengetahuan yang belum lengkap.”Caspian meluruskan punggungnya. Nada suaranya semakin mantap, memperlihatkan kesungguhannya dalam menjelaskan rencana tersebut.“Setelah memahami kebijakan yang sudah berjalan, saya akan melanjutkan kebijakan dan misi Wali Kota DeLuca agar Kota Whitesand tetap stabil

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 294

    “Apakah kalian bermaksud menarikku masuk ke dalam faksi kalian?” tanya Bella, langsung menuju inti pembicaraan.Shin mengangguk tanpa berusaha menyembunyikan maksudnya. Ia meletakkan cangkir teh di atas meja, kemudian menatap Bella dengan ekspresi tenang.“Bagaimana kalau kita membuat semacam penawaran?”Bella mengamati wajahnya sejenak sebelum bertanya, “Penawaran seperti apa?”“Ini berkaitan dengan pemilihan Caspian sebagai wali kota pengganti.” Shin menyandarkan punggungnya dengan santai. “Meskipun rencana ayahmu untuk memilihnya sebagai penerus belum diumumkan secara resmi, banyak pejabat dan keluarga bangsawan yang sudah mendengar kabarnya. Sebagian menerima keputusan itu, tetapi sebagian lainnya tidak setuju. Terutama mereka yang sudah lama berkecimpung dalam dunia politik. Mereka pasti akan mengajukan keberatan dengan alasan Caspian masih terlalu muda dan belum memiliki cukup pengalaman.”Shin berhenti sejenak, memberi Bella waktu untuk mencerna penjelasannya.“Pada akhirnya, p

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 293

    Bella menyeruput tehnya, berharap minuman hangat itu bisa membantu menenangkan dirinya. Kedatangan Shin yang begitu tiba-tiba kembali membuat jantungnya berdebar tidak terkendali. Ia sudah berusaha meyakinkan diri bahwa hubungan mereka telah berakhir, tetapi hanya dengan melihat pria itu duduk di hadapannya, ketenangan yang susah payah ia bangun kembali terusik. Setelah meletakkan cangkirnya, Bella menatap Shin dengan ekspresi dingin. “Jadi, perjodohan ini palsu? Kalian sengaja melakukan ini?” Shin sudah duduk santai di kursi di hadapannya. Ia mengambil teko, lalu menuangkan teh ke dalam cangkirnya sendiri dengan gerakan lihai, seolah kedatangannya merupakan hal yang sangat wajar. “Kalau kau ingin perjodohan ini benar-benar terjadi, aku tidak akan keberatan.” Bella tidak menganggap serius jawabannya. Ia bahkan tidak bisa memastikan apakah pria itu sedang bercanda atau sengaja menggodanya. “Baiklah. Aku datang karena perjodohan yang diusulkan oleh kakekku dan Kakek Vanko. Namun, kar

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 292

    Bella mendengarkan seluruh penjelasan itu dengan saksama. Semakin banyak yang ia dengar, semakin sulit baginya untuk percaya bahwa pria yang berdiri di hadapannya pernah menjalani kehidupan seperti itu.Ia akhirnya bertanya, "Apakah Kakek Vanko mengizinkanmu masuk kelompok Red Line?"Caspian mengangguk. "Kakek awalnya menolak. Namun, waktu itu saya keras kepala dan bahkan hampir melarikan diri. Pada akhirnya, saya malah dikunci di gudang bawah tanah."Bella mengangkat alis.Caspian menghela napas kecil sebelum melanjutkan. "Dibandingkan hukuman Kakek yang tidak berarti apa-apa, saya pernah mengalami siksaan di Arena Bawah Tanah. Jadi, saya berpikir jika saya bertahan, Kakek akan mengizinkan saya."Ia tersenyum tipis mengingat masa lalu tersebut. "Tetapi setiap tiga hari sekali, Kakek akan masuk dan bertanya apakah saya masih akan tetap pada keinginan itu. Saya terus menjawab hal yang sama sampai tidak terasa sebulan pun berlalu."Bella dapat membayangkan betapa keras kepala anak itu p

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 15

    Lima hari berlalu... Tiga puluh enam anggota polisi yang diperintahkan untuk memeriksa daerah San Felice secara menyeluruh tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Pencarian hingga luar daerah pun dilakukan, tidak ada tanda-tanda adanya kejahatan yang pernah terjadi dan semuanya aman-aman saja.Se

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 5

    Bella keluar dari kamar mandi dan melihat Adrian sibuk di dapur. Rambutnya tergerai masih setengah basah, matanya menatap senang pada Adrian yang datang membawakan makanan untuknya. Kebetulan Bella lapar, dia tidak perlu masak."Aku tadi buat minestrone, kamu pasti belum makan malam, makanlah." Adr

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 4

    Bella duduk di kursi makan dan merenung. Benar kata Adrian, dirinya agak ceroboh membawa pria itu kerumahnya. Walau terluka dan tidak sadarkan diri, ia tidak mengenalnya.Siapa yang melukainya? Luka separah itu jika ia tidak melihatnya pasti tidak akan selamat sampai esok hari.'Apakah pelakunya su

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 17

    Ketika Bella membuka matanya, bau debu dan rokok yang pekat membuatnya terbatuk. Ia terbaring di lantai, disekitarnya terdapat kotak-kotak besi besar dengan beberapa sudah berkarat. Ingatan sebelum dirinya pingsan membuatnya sadar dari linglung, ia ingin bangun. Tapi kemudian menyadari kalau kedua

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status