MasukBella menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada Shin, lalu mendongak untuk memandang wajah pria itu. Ada senyum tipis di bibirnya.“Jangan bilang restoran itu juga bisnis barumu?”Shin mengangkat alis, tampak terkejut. “Bagaimana kau bisa tahu?”Bella tersenyum puas karena tebakannya benar. “Kau tidak akan tertarik mengunjungi restoran baru kalau bukan milikmu sendiri, bukan?”Shin menatapnya sejenak, lalu sudut bibirnya terangkat. “Bagaimana kalau restoran itu milik orang lain? Aku mengajakmu ke sana untuk menilai makanannya, supaya aku bisa memastikan mereka tidak akan menyaingi bisnisku.”Bella segera menegakkan tubuh dan menatapnya dengan ekspresi pura-pura terkejut. Ia bahkan sengaja membuka sedikit mulutnya, seolah baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa.“Ternyata seorang pebisnis muda terkenal seperti Tuan Shin juga bisa takut tersaingi?”Shin terkekeh pelan melihat wajah cantik kekasihnya yang jelas-jelas sedang mengejeknya. Ia meraih kedua tangan Bella, lalu mengecup
Malam itu, setelah saling mengungkapkan perasaan dan sepakat memberikan kesempatan kedua bagi hubungan mereka, Bella dan Shin kembali menjalin kasih. Perjodohan Bella dengan Caspian yang semula direncanakan Giovanni pun berakhir sebelum benar-benar dimulai. Bagi Bella dan Shin, hal itu tentu menjadi alasan untuk berbahagia. Namun, di antara mereka bertiga, Caspian mungkin merupakan orang yang paling lega karena tidak perlu melanjutkan perjodohan tersebut.Sejak awal, Caspian memang tidak pernah berniat menjadi pasangan Bella. Bukan karena Bella memiliki kekurangan, melainkan karena ia sudah mengetahui siapa pria yang sebenarnya dicintai perempuan itu. Baginya, mencoba merebut perempuan yang telah menjadi milik bosnya sama saja dengan mencari masalah dan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Caspian masih cukup menyayangi hidupnya untuk tidak melakukan tindakan sebodoh itu.Keesokan harinya, Caspian mendatangi ruangan Giovanni di gedung pemerintahan untuk menyampaikan keputusan mereka secar
Sesuatu tiba-tiba terlintas di benaknya. Ia kembali memandang Shin, kali ini dengan sorot mata yang perlahan berubah ketika mulai memahami maksud di balik perkataan pria itu. Shin tidak sedang membanggakan kebaikannya ataupun meminta Bella mengingat semua sumbangan yang pernah diberikannya. Ia sedang menunjukkan sesuatu yang lebih penting: selama berada di Whitesand, Red Line tidak semata-mata menjalankan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kota tersebut.Jika demikian, mungkin Shin ingin membuktikan bahwa keberadaan kelompoknya tidak selalu menjadi ancaman bagi Whitesand.Bella ingin mengatakan sesuatu, tetapi untuk sesaat ia tidak tahu harus memulai dari mana. Sebelum sempat menyusun pikirannya, Shin sudah bergerak lebih dahulu. Pria itu meraih salah satu tangannya, lalu menggenggamnya dengan lembut.Tangan Bella yang putih dan ramping tampak begitu mungil di dalam genggaman Shin yang besar. Kehangatan telapak tangan pria itu menjalar ke kulitnya, membuat Bella tanp
Bella tidak langsung mempercayai perkataan Shin bahwa semua mawar di ruangan itu berasal dari taman yang ditanamnya sendiri. Ia menatap pria itu dengan sorot mata penuh selidik, berusaha mencari tahu apakah ada maksud lain di balik pengakuan yang terdengar begitu tidak biasa.“Untuk apa kau melakukannya? Kau mengatakan ini hanya karena ingin menarik perhatianku, bukan?”“Menarik perhatian?” Shin mengulang perkataannya dengan senyum tipis, seolah menganggap pertanyaan itu cukup menggelikan.Sebelum Bella sempat menanggapi, Shin melangkah mendekat. Jarak di antara mereka semakin menyempit hingga punggung Bella hampir menyentuh meja di belakangnya. Shin meletakkan kedua tangannya di sisi tubuh gadis itu, mengurungnya dalam ruang sempit di antara kedua lengannya. Ia kemudian memiringkan kepala, mendekatkan bibirnya ke telinga Bella, lalu berbisik dengan suara rendah yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.“Aku menginginkan lebih dari sekadar menarik perhatianmu. Aku ingin memilikimu.
Caspian berhenti sebentar, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih serius. “Kota Whitesand bahkan termasuk dalam tiga kota dengan keuntungan perdagangan laut tertinggi di Negara I. Selain itu, wisata laut kita juga menarik banyak pengunjung. Menurut saya, semua pencapaian itu harus dipertahankan.”Bella mendengarkan tanpa menyela. Shin sesekali menoleh kearahnya untuk memperhatikan ekspresinya yang menarik baginya.“Sejujurnya, saya berencana mempelajari dan memahami terlebih dahulu cara Wali Kota DeLuca menjalankan pemerintahan selama ini. Meskipun beliau sering mengajak saya berdiskusi, masih banyak hal yang belum saya ketahui. Saya tidak ingin mengambil keputusan besar hanya berdasarkan pengetahuan yang belum lengkap.”Caspian meluruskan punggungnya. Nada suaranya semakin mantap, memperlihatkan kesungguhannya dalam menjelaskan rencana tersebut.“Setelah memahami kebijakan yang sudah berjalan, saya akan melanjutkan kebijakan dan misi Wali Kota DeLuca agar Kota Whitesand tetap stabil
“Apakah kalian bermaksud menarikku masuk ke dalam faksi kalian?” tanya Bella, langsung menuju inti pembicaraan.Shin mengangguk tanpa berusaha menyembunyikan maksudnya. Ia meletakkan cangkir teh di atas meja, kemudian menatap Bella dengan ekspresi tenang.“Bagaimana kalau kita membuat semacam penawaran?”Bella mengamati wajahnya sejenak sebelum bertanya, “Penawaran seperti apa?”“Ini berkaitan dengan pemilihan Caspian sebagai wali kota pengganti.” Shin menyandarkan punggungnya dengan santai. “Meskipun rencana ayahmu untuk memilihnya sebagai penerus belum diumumkan secara resmi, banyak pejabat dan keluarga bangsawan yang sudah mendengar kabarnya. Sebagian menerima keputusan itu, tetapi sebagian lainnya tidak setuju. Terutama mereka yang sudah lama berkecimpung dalam dunia politik. Mereka pasti akan mengajukan keberatan dengan alasan Caspian masih terlalu muda dan belum memiliki cukup pengalaman.”Shin berhenti sejenak, memberi Bella waktu untuk mencerna penjelasannya.“Pada akhirnya, p
Ketika Bella membuka matanya, bau debu dan rokok yang pekat membuatnya terbatuk. Ia terbaring di lantai, disekitarnya terdapat kotak-kotak besi besar dengan beberapa sudah berkarat. Ingatan sebelum dirinya pingsan membuatnya sadar dari linglung, ia ingin bangun. Tapi kemudian menyadari kalau kedua
Lima hari berlalu... Tiga puluh enam anggota polisi yang diperintahkan untuk memeriksa daerah San Felice secara menyeluruh tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Pencarian hingga luar daerah pun dilakukan, tidak ada tanda-tanda adanya kejahatan yang pernah terjadi dan semuanya aman-aman saja.Se
Bella keluar dari kamar mandi dan melihat Adrian sibuk di dapur. Rambutnya tergerai masih setengah basah, matanya menatap senang pada Adrian yang datang membawakan makanan untuknya. Kebetulan Bella lapar, dia tidak perlu masak."Aku tadi buat minestrone, kamu pasti belum makan malam, makanlah." Adr
Bella duduk di kursi makan dan merenung. Benar kata Adrian, dirinya agak ceroboh membawa pria itu kerumahnya. Walau terluka dan tidak sadarkan diri, ia tidak mengenalnya.Siapa yang melukainya? Luka separah itu jika ia tidak melihatnya pasti tidak akan selamat sampai esok hari.'Apakah pelakunya su







