แชร์

Bab 97 Tamu terhormat.

ผู้เขียน: SanASya
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-14 21:55:03

Chiara masih belum yakin, apakah Luca benar-benar orang baik, atau justru menyimpan sesuatu di balik sifat ramahnya saat mendekati Bella. Keraguan itu terus mengganggunya, meski ia sudah memastikan tidak ada yang salah dengan latar belakang keluarganya.

Sementara itu, orang yang sedang diam-diam ia curigai justru tengah menghadiri sebuah pertemuan penting.

Di sebuah ruang konferensi mewah, Luca duduk tenang di hadapan meja panjang. Di depannya terhampar dokumen-dokumen resmi. Tanpa ragu, ia men
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 229

    Giovanni sudah menyiapkan penawaran khusus jika Shin bersedia membuka mulut. "Kenapa? Bahkan bisnis musuhmu pun tidak ingin kau sebutkan? Kau masih ingin melindungi mereka?" Giovanni mencondongkan tubuhnya, lalu melanjutkan, "Saya akan memberikan penawaran bagus. Jika kau mau mengatakannya, hukumanmu akan diringankan."Shin tersenyum miring, menatap meremehkan. "Apakah Anda akan membebaskan saya?"Giovanni tidak langsung mengiyakan. "Tergantung seberapa berat kesalahanmu."Shin mengernyitkan dahi. "Tuan Walikota, apa sebenarnya tujuan Anda menangkap saya? Selama saya menjalankan bisnis di kota ini, saya tidak pernah melanggar hukum dan aturan apa pun yang ditetapkan oleh pemerintah."Giovanni tersenyum mengejek mendengar pembelaan itu. "Tidak pernah melakukan kesalahan, katamu?"Ia mendorong sebuah map dokumen tebal ke depan Shin. Dokumen yang berisi puluhan lembar kertas itu mencatat dengan rinci apa saja pelanggaran yang dituduhkan kepada Shin dan kelompok Red Line. Giovanni membuka

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 228

    "Kalau kau sudah mendapatkan hasilnya, jangan lupa kalau saya juga ambil bagian dalam tujuanmu."Suara berat Marco seketika menarik Bianchi dari lamunannya yang sedang membayangkan cara menguasai seluruh harta kekayaan milik Shin."Tentu saja, saya tidak akan pernah melupakan bantuan Anda, Tuan Marco. Apalagi ke depannya saya masih akan membutuhkan banyak kerja sama dengan Anda," ujar Bianchi dengan senyuman elegan khas bangsawan tua yang dipaksakan."Senang bekerja sama dengan Anda, Tuan Bianchi. Saya mendapatkan keuntungan yang sangat memuaskan dari konspirasi ini.""Kita sama-sama saling menguntungkan dan saling membantu untuk menjatuhkan musuh yang menghalangi jalan kita menuju kesuksesan. Maka dari itu, sebelum Giovanni DeLuca benar-benar turun dari jabatannya, tolong jangan tersinggung jika nantinya saya masih akan meminta bantuan Anda," kata Bianchi."Itu hal yang mudah. Dengan informasi akurat yang Anda berikan selama ini, hal itu juga memudahkan kami untuk menjalankan rencana

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 227 Identitas yang sebenarnya.

    Di penjara bawah tanah, Giovanni sudah menunggu kedatangan rombongan Komandan Lombardi yang membawa Shin. Melihat kondisi Luca atau yang sekarang harus ia panggil sebagai Shin, begitu mengenaskan, Giovanni dilingkupi perasaan campur aduk. Meski sekarang di matanya pria muda itu adalah seorang penjahat kelas satu, ia tetap memberikan perintah tegas untuk memanggil dokter pribadi dan mengobatinya. Setidaknya, jangan sampai tahanan yang sudah susah payah ditangkap ini langsung kehilangan nyawa begitu sampai di penjara, tanpa sempat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah.Selama Shin menerima pengobatan medis, Komandan Lombardi melaporkan setiap detail kejadian yang berlangsung saat proses penjemputan di vila perbatasan tadi. Mendengar klaim Bianchi yang mengatakan bahwa kondisi luka-luka Shin sama sekali tidak ada kaitan dengan dirinya, Giovanni mendengus tidak percaya. Justru karena pria tua itu bekerja sama dengan musuh bebuyutan kelompok Shin, proses penangkapan ini dipasti

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 226 Pulang sekarang.

    Bella belum mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Shin, tetapi hatinya terasa kurang nyaman sejak perpisahan mereka semalam. Hari ini ia hampir tidak bisa fokus mengajar, hingga Miss Clara beberapa kali menegurnya. Ia tidak mengerti apa yang membebani pikirannya. Pagi tadi ia sudah menghubungi ayahnya dengan sedikit basa-basi agar tidak menimbulkan kecurigaan, dan ia merasa lega karena sang ayah baik-baik saja. Namun, bayangan wajah Shin yang tersenyum semalam terus muncul di kepalanya. Bella berulang kali menggeleng pelan, menepis pikiran itu dan fokus dengan anak-anak di kelas.Tepat pukul satu siang, pekerjaan Bella akhirnya selesai. Ia baru saja bersiap untuk pulang ketika ponselnya bergetar, menampilkan pesan dari Chiara.Chiara: Bella, bisa kita bertemu sekarang di pusat kota Whitesand?Chiara: Ada hal penting yang ingin kubicarakan. Kita bertemu di kafe depan gedung kejaksaan.Bella mengernyit bingung. Tempat itu sangat jarang mereka datangi, seingatnya baru sekali mereka b

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 225 Memindahkan Tahanan.

    Satu mobil tahanan antipeluru, delapan mobil berisi lima puluh lima pasukan elit yang dipimpin oleh Komandan Richard Lombardi, serta satu mobil kejaksaan yang membawa empat orang jaksa termasuk Chiara telah mengepung sebuah vila mewah yang terletak di daerah perbukitan Barat Kota Whitesand.Suasana di dalam barisan penjemput terasa sangat tegang sekaligus membakar semangat. Jantung mereka berdebar kencang dilingkupi rasa penasaran yang luar biasa untuk melihat langsung sosok pemimpin mafia tertinggi di kota Blackstone. Di kalangan aparat keamanan, siapa yang tidak tahu reputasi mengerikan dari penguasa bayangan tersebut? Kekuasaannya bahkan disebut-sebut melebihi pengaruh Walikota Blackstone sendiri.Mereka sering mendengar rumor bahwa pria ini masih berusia cukup muda. Namun, sangat jenius dalam berbisnis, mematikan dalam bertarung, dan hanya butuh waktu lima tahun untuk memaksa seluruh kelompok mafia tunduk di bawah perintahnya. Mengingat betapa kuatnya kelompok kriminal di kota itu

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 224 Terlibat.

    "Anda terkejut, bukan, Walikota DeLuca? Saya pun juga demikian," ucap Bianchi dengan nada yang terdengar sangat puas.Giovanni menatapnya dengan pandangan penuh selidik. "Bagaimana Anda bisa tahu kalau pria di dalam foto ini adalah Shin Vitali?"Seingat Giovanni, tidak ada satu pun orang luar yang mengetahui bagaimana rupa asli dari sosok pemimpin di balik bayangan ini. Namun, ia teringat pada laporan Richard semalam bahwa pria di depannya ini bekerja sama dengan kelompok mafia Black Serpent. Giovanni menahan dirinya agar tidak menyuarakan hal itu. Ia memilih untuk berpura-pura tenang dan menunggu jawaban dari mulut Bianchi."Saya pun sebenarnya baru mengetahuinya. Beberapa hari yang lalu, saya mengajukan cuti dan pergi ke luar kota untuk mengunjungi kerabat. Lalu, kerabat saya memberikan sebuah informasi penting yang mungkin akan berguna. Dia menunjukkan sebuah foto Luca Vitali yang sedang duduk bersama dengan para pemimpin kelompok mafia Blackstone," ujar Bianchi sembari menyodorkan

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 93 Liburan berakhir.

    Kapal yang telah berlayar selama lebih dari seminggu akhirnya merapat di pelabuhan pantai Whitesand. Satu per satu penumpang turun dengan tertib. Suasana pelabuhan padat dan ramai oleh suara langkah kaki, percakapan, serta bisik-bisik orang yang masih belum puas menikmati perjalanan terdengar di ma

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 83 Kunci Kemenangan.

    Di luar kamar penahanan, waktu tanpa terasa sudah lebih dari setengah jam sejak Luca, Matteo, dan Vito masuk ke dalam. Akan tetapi, pintu itu belum juga terbuka.Salah satu pengawal yang berdiri paling dekat dengan pintu mulai gelisah. Ia beberapa kali melirik ke arah daun pintu yang tertutup rapat

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 77 Nomor Handphone.

    Klinik di kapal pesiar itu cukup luas dan tertata rapi. Beberapa alat medis modern tersusun di sepanjang dinding, lengkap dengan tempat tidur pasien, lemari obat, serta lampu pemeriksaan yang terang menggantung di atas meja medis.Begitu mereka sampai di sana, Adrian dan Matteo langsung mengambil a

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 37 Mengajak Liburan.

    Bella masih berdiri di dekat sofa ketika pria itu melangkah ke hadapannya. Pria itu tersenyum lebih dulu, senyum yang hangat dan sopan.“Selamat sore, Nona Muda,” sapanya. “Masih ingat saya?”Bella menatapnya lebih saksama, lalu mengangguk. “Tentu saja, kamu Rico, kan?Aku tidak menyangka akan berte

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status