Home / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 93 Liburan berakhir.

Share

Bab 93 Liburan berakhir.

Author: SanASya
last update publish date: 2026-04-10 19:58:48

Kapal yang telah berlayar selama lebih dari seminggu akhirnya merapat di pelabuhan pantai Whitesand. Satu per satu penumpang turun dengan tertib. Suasana pelabuhan padat dan ramai oleh suara langkah kaki, percakapan, serta bisik-bisik orang yang masih belum puas menikmati perjalanan terdengar di mana-mana.

Beberapa penumpang tampak membicarakan betapa baiknya pelayanan dan fasilitas kapal tersebut.

“Perjalanannya nyaman sekali, ya,” ujar seorang wanita pada temannya.

“Iya, pelayanannya juga san
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 233

    Brak!!Pintu ruang kerja tiba-tiba terbuka dengan kasar dari arah luar. Suara hantaman kayu itu seketika memotong kalimat Bella dan mengejutkan seluruh orang di dalam ruangan. Kepala semua orang spontan menoleh ke arah ambang pintu dengan tatapan tegang."Ayah?!" seru Giovanni, langsung berdiri dari kursi kerjanya dengan mata membelalak."Kakek?" gumam Bella lirih. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Rasa terkejut dan gugup kini bercampur aduk di dalam dadanya.Chiara, Adrian, dan Komandan Lombardi segera membenarkan posisi berdiri mereka. Mereka menundukkan kepala dengan takzim, menyapa pria tua yang melangkah masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi sedingin es. Pria tua itu adalah Gan DeLuca. Suara ketukan tongkat kayu berkepala perak di tangan kanannya terdengar konstan, beradu dengan lantai bersamaan dengan langkah kakinya yang tegap dan berwibawa.Di belakangnya, berdiri seorang pria paruh baya yang memiliki gurat wajah sangat mirip dengan Giovanni. Dia adalah adiknya, Giorg

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 232

    Brak!Giovanni menepuk keras permukaan meja kerjanya karena geram. "Kurang ajar! Apakah dia sengaja melakukan hal itu agar bisa terus menjeratmu dengan hutang budi imbalan yang tidak berujung?! Jika begitu masalahnya, lebih baik kita segera memberikan sesuatu yang menguntungkan kepadanya agar ikatan ini cepat selesai!"Giovanni terdiam selama beberapa saat, otaknya berputar cepat mencari aset yang sepadan untuk menebus kesepakatan putrinya. "Bagaimana kalau kita berikan saja perusahaan konstruksi milik Ayah? Perusahaan kontraktor itu sangat besar, legal, dan menghasilkan keuntungan yang tinggi setiap tahunnya."Bella segera menggelengkan kepalanya dengan tegas. Ia mana mungkin tega memberikan bisnis besar milik ayahnya hanya untuk membayar kesepakatan pribadi yang ia buat sendiri dengan seorang bos mafia. Bagaimana pun dari bisnis inilah ayahnya bisa menghasilkan uang, meski ayahnya seorang walikota, tapi gaji tiap bulannya tidak tinggi dan ayahnya tidak pernah mengambil uang itu yang

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 231

    Bella dan Adrian sampai di kediaman DeLuca. Begitu turun dari mobil, atmosfer di sekitar rumah terasa jauh lebih menekan dari biasanya. Kepala pelayan menyambut mereka dengan ekspresi tegang, lalu memberitahu bahwa Giovanni, Chiara, dan Komandan Lombardi sudah menunggu di dalam ruang kerja pribadi Walikota.Langkah kaki Bella terasa berat, otaknya terus memikirkan jawaban apa yang sekiranya pasti akan ditanyakan ayahnya. Begitu pintu ruang kerja dibuka, keheningan yang kaku dan mencekam langsung menyergap mereka. Kedatangan Bella dan Adrian secara otomatis membuat ketiga orang di dalam ruangan itu menoleh serentak.Bella bisa merasakan bagaimana semua tatapan mata itu menghujam langsung ke arahnya, seakan sedang menuntut jawaban atas rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan. Jantungnya berdegup kencang, namun ia berusaha mengendalikan ekspresi wajahnya demi menenangkan diri dari rasa gugup saat ini.Tatapan Bella perlahan beralih ke arah Chiara. Sahabatnya itu menatapnya dengan ra

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 230

    "Apa hubunganmu dengan Bella?"Shin cukup heran kenapa Walikota DeLuca berani untuk menanyakan hal sensitif itu di situasi seperti sekarang. Apakah pria paruh baya itu tidak takut jika putrinya sendiri akan ikut terseret dalam pusaran masalah ini?Arah mata Shin perlahan beralih, menatap ke arah dinding hitam yang berada tepat di belakang Giovanni dan Komandan Lombardi. Ia tahu di balik dinding itu terdapat sebuah ruangan khusus yang digunakan untuk mengamati proses interogasi yang hanya bisa dilihat dari satu arah, beserta dengan petugas yang merekam seluruh percakapan mereka. Kemungkinan, Giovanni sudah memberi arahan sebelumnya kepada seseorang di dalam ruangan tersebut untuk mematikan alat perekam sebelum mengajukan pertanyaan pribadi ini.Dugaan Shin memang tepat. Di ruang pengawas, Chiara segera meminta petugas operator untuk mematikan rekaman begitu melihat Walikota DeLuca memberikan kode rahasianya. Petugas itu langsung melakukannya tanpa banyak bertanya. Sebagai bawahan, ia t

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 229

    Giovanni sudah menyiapkan penawaran khusus jika Shin bersedia membuka mulut. "Kenapa? Bahkan bisnis musuhmu pun tidak ingin kau sebutkan? Kau masih ingin melindungi mereka?" Giovanni mencondongkan tubuhnya, lalu melanjutkan, "Saya akan memberikan penawaran bagus. Jika kau mau mengatakannya, hukumanmu akan diringankan."Shin tersenyum miring, menatap meremehkan. "Apakah Anda akan membebaskan saya?"Giovanni tidak langsung mengiyakan. "Tergantung seberapa berat kesalahanmu."Shin mengernyitkan dahi. "Tuan Walikota, apa sebenarnya tujuan Anda menangkap saya? Selama saya menjalankan bisnis di kota ini, saya tidak pernah melanggar hukum dan aturan apa pun yang ditetapkan oleh pemerintah."Giovanni tersenyum mengejek mendengar pembelaan itu. "Tidak pernah melakukan kesalahan, katamu?"Ia mendorong sebuah map dokumen tebal ke depan Shin. Dokumen yang berisi puluhan lembar kertas itu mencatat dengan rinci apa saja pelanggaran yang dituduhkan kepada Shin dan kelompok Red Line. Giovanni membuka

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 228

    "Kalau kau sudah mendapatkan hasilnya, jangan lupa kalau saya juga ambil bagian dalam tujuanmu."Suara berat Marco seketika menarik Bianchi dari lamunannya yang sedang membayangkan cara menguasai seluruh harta kekayaan milik Shin."Tentu saja, saya tidak akan pernah melupakan bantuan Anda, Tuan Marco. Apalagi ke depannya saya masih akan membutuhkan banyak kerja sama dengan Anda," ujar Bianchi dengan senyuman elegan khas bangsawan tua yang dipaksakan."Senang bekerja sama dengan Anda, Tuan Bianchi. Saya mendapatkan keuntungan yang sangat memuaskan dari konspirasi ini.""Kita sama-sama saling menguntungkan dan saling membantu untuk menjatuhkan musuh yang menghalangi jalan kita menuju kesuksesan. Maka dari itu, sebelum Giovanni DeLuca benar-benar turun dari jabatannya, tolong jangan tersinggung jika nantinya saya masih akan meminta bantuan Anda," kata Bianchi."Itu hal yang mudah. Dengan informasi akurat yang Anda berikan selama ini, hal itu juga memudahkan kami untuk menjalankan rencana

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 12

    Ucapan Adrian berhenti dengan sebuah pertanyaan. Matanya melirik ke rumah Bella, ragu-ragu ia berkata."Aku merasa dia memiliki sesuatu yang berbahaya dalam dirinya ... entah kenapa saat merawat lukanya, aku merasa ada sesuatu yang membuatku tidak nyaman, padahal pria itu sedang tidak sadarkan diri

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 11

    Alarm jam 04.30 pagi di handphone Adrian berbunyi, getaran di atas meja membuat suaranya lebih nyaring. Adrian membuka matanya dan meregangkan tubuhnya yang kaku. Tangannya meraih handphone untuk mematikan alarm, dahinya sedikit mengernyit, langsung teringat dengan pasien di kamar Bella.'Semalaman

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 10

    Kakek Ruggero dari tempat duduknya pun melihatnya tadi. Ini pertama kalinya sejak ia membawa Shin waktu kecil, senyum yang terlihat manusiawi itu muncul. Meski sekilas tapi nyata. Sebuah kilatan singkat, bukan kejam, bukan sinis, melainkan hangat.'Apa itu benar? Atau aku hanya mulai terlalu tua hi

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 7

    Pintu kamar Bella terbuka tanpa suara, seorang pria tinggi dengan pakaian acak-acakan penuh darah muncul dibaliknya. Pencahayaan minim tidak membuatnya sulit melihat keseluruhan ruangan itu.'Ini tidak seperti rumah Walikota,' pikirnya.Rumah walikota yang berada di pusat kota tentu sangat besar da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status