Beranda / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 93 Liburan berakhir.

Share

Bab 93 Liburan berakhir.

Penulis: SanASya
last update Tanggal publikasi: 2026-04-10 19:58:48

Kapal yang telah berlayar selama lebih dari seminggu akhirnya merapat di pelabuhan pantai Whitesand. Satu per satu penumpang turun dengan tertib. Suasana pelabuhan padat dan ramai oleh suara langkah kaki, percakapan, serta bisik-bisik orang yang masih belum puas menikmati perjalanan terdengar di mana-mana.

Beberapa penumpang tampak membicarakan betapa baiknya pelayanan dan fasilitas kapal tersebut.

“Perjalanannya nyaman sekali, ya,” ujar seorang wanita pada temannya.

“Iya, pelayanannya juga san
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 246

    Setelah selesai makan nasi goreng telur buatan sang nenek, Bella menghabiskan waktu dengan berbincang hangat bersama Nenek Sara. Ia bahkan ikut membantu merawat kebun sayur kecil di halaman belakang vila. Tanpa terasa, waktu bergulir hingga momen makan siang tiba. Bella pun ikut menikmati hidangan siang bersama kakek dan neneknya di dalam suasana yang sangat hangat dan santai.Sebelum jarum jam menunjukkan pukul dua siang, Bella memutuskan untuk berpamitan pergi. Namun, ia tidak langsung mengarahkan tujuannya untuk pulang ke rumah utama DeLuca. Pertama-tama, ia menyuruh sopirnya, yang tidak lain adalah Rico, untuk memacu kendaraan menuju ke beberapa alamat acak yang ia sebutkan secara berurutan. Di daftar terakhir, Bella mencantumkan sebuah kawasan perumahan elit khusus keluarga militer sebagai tujuan akhir mereka.Dari balik kemudi, Rico hanya bisa membatin heran mendengar rentetan alamat yang disebutkan oleh Bella. Namun, sebagai seorang pengawal yang cerdas, ia segera menyadari kal

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 245

    Bella mengernyitkan dahinya dalam-dalam, merasa heran. "Apakah seorang Bianchi memiliki barisan penjaga pribadi yang sekuat itu?"Kakek Gan menggelengkan kepalanya perlahan. "Awalnya, Kakek juga berpikiran demikian. Namun, setelah mendengar laporan intelijen terbaru dari ayahmu beberapa hari yang lalu, Kakek baru bisa menarik kesimpulan yang sebenarnya. Orang-orang kuat yang dihadapi oleh dua tentara rahasia Kakek saat itu... kemungkinan besar adalah anggota elit dari kelompok mafia Black Serpent, yang sengaja ditugaskan khusus untuk menjaga gudang penyimpanan rahasia milik Bianchi."Bella diam-diam menggerutu di dalam hatinya, Sudah kuduga, pria tua itu memang memelihara ular di rumahnya.Ia kembali mencondongkan tubuhnya ke depan, mencoba meyakinkan kakeknya dengan sungguh-sungguh. "Kakek... percayalah kepadaku, aku pasti bisa menyelesaikan misi ini dengan aman. Aku berjanji tidak akan pernah mengambil tindakan gegabah yang mampu memicu risiko besar bagi keluarga kita. Namun, aku be

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 244

    Bella pun segera memutar tubuhnya, melangkah cepat mendekat sambil mengulas sebuah senyuman manis untuk menyapa sang nenek. "Nenek... maafkan aku ya, aku datang bertamu terlalu pagi begini dan mengganggu waktu bersantai kalian."Nenek Sara memasang gurat wajah yang berpura-pura marah mendengar kalimat formal itu. Namun, tangan kanannya yang lembut segera bergerak mengelus pucuk kepala cucunya dengan penuh rasa sayang. "Marah apa? Cucu kesayangan sendiri datang berkunjung kenapa harus marah, hm? Kamu itu sudah sangat jarang datang ke sini, jadi tentu saja Nenek dan Kakek merasa sangat senang kau datang sepagi ini."Tangan hangat Nenek Sara kemudian menarik pelan lengan Bella, menuntunnya menuju ke deretan kursi rotan tempat mereka duduk tadi. "Duduklah dulu. Apakah kamu sudah sempat sarapan di rumah?""Sudah, Nenek," jawab Bella langsung, memberikan konfirmasi dengan anggukan kepala yang pasti.Kakek Gan yang sejak tadi memperhatikan dari kursinya mendadak mendengus kecil, menatap cucu

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 243

    Mobil yang membawa Bella perlahan memasuki gerbang besi hitam yang berukuran tinggi. Setelah petugas penjaga mengenali siapa sosok yang datang, ia segera memberikan kode kepada penjaga lainnya agar pintu gerbang raksasa itu dibukakan. Mobil pun melaju masuk dengan sangat mulus, sebelum akhirnya berhenti tepat di depan jalan setapak berbatu yang mengarah langsung ke halaman utama rumah.Villa ini berdiri megah di tengah hamparan alam yang asri, dengan latar belakang pegunungan hijau yang menjulang tinggi dan diselimuti kabut tipis serta awan mendung, menciptakan suasana yang tenang sekaligus memukau.Villa dua lantai ini berarsitektur modern yang menyatu dengan alam, menggabungkan material batu alam bertekstur kasar, kayu berwarna cokelat hangat, serta kaca bening berukuran besar yang mendominasi dinding dan jendela. Atapnya dirancang berupa atap genteng bergaya tradisional yang memberikan kesan elegan sekaligus kokoh.Halaman villa sangat luas dan tertata rapi dengan rumput hijau. Jal

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 242

    Di saat ketiganya sedang sibuk membicarakan pergerakan licik Marco Bellandi dan Bianchi Vittorio, pintu keluar penjara bawah tanah pusat perlahan terbuka. Bella, Chiara, dan Adrian melangkah keluar dari dalam gedung dengan tergesa-gesa. Ketiganya segera naik ke dalam mobil sedan hitam mereka dan langsung memacu kendaraan meninggalkan lokasi dengan diikuti oleh mobil pengawal dari belakang. Melihat pergerakan itu, Rico segera berpamitan kepada Zero dan Vito untuk kembali menaiki sepeda motornya dan menyusul sekaligus mengawal ketat pergerakan Nona Bella dari kejauhan.Hampir sepanjang malam itu, Bella sama sekali tidak bisa memejamkan matanya dengan nyenyak. Pikirannya terus berkecamuk, memikirkan detail ucapan dingin Shin di dalam ruang interogasi serta konspirasi politik yang sedang mengepung keluarganya. Ia hanya mampu tertidur selama kurang lebih dua jam saja, dan sebelum jarum jam menunjukkan pukul enam pagi, ia sudah terbangun dari tidurnya.Setelah berjalan-jalan sebentar menyus

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 241

    Rico yang sejak awal mengawal pergerakan dari jarak aman, memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan yang cukup gelap, tidak jauh dari kompleks penjara bawah tanah pusat. Ia kemudian berjalan santai ke salah satu mobil hitam yang terparkir di sana. Setelah memastikan situasi sekitar aman, ia membuka pintu di samping kemudi. Di dalam kendaraan, tampak Zero sedang bersandar, sementara adiknya, Vito, duduk tenang di kursi penumpang bagian belakang."Kamu akhirnya datang juga," sapa Zero menyambut kehadiran Rico."Kak Rico, apakah dua mobil yang baru saja masuk ke halaman penjara tadi membawa Nona Bella?" tanya Vito penasaran, menatap ke arah pintu masuk fasilitas tersebut."Ya, itu Nona Bella dan kedua sahabat dekatnya," jawab Rico sembari matanya tetap mengawasi area parkir penjara. Ia cukup familier dengan beberapa kendaraan yang terparkir di sudut lain halaman. Mobil-mobil itu memiliki kode tanda khusus yang samar. "Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan mereka bertiga di dalam sana te

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 11

    Alarm jam 04.30 pagi di handphone Adrian berbunyi, getaran di atas meja membuat suaranya lebih nyaring. Adrian membuka matanya dan meregangkan tubuhnya yang kaku. Tangannya meraih handphone untuk mematikan alarm, dahinya sedikit mengernyit, langsung teringat dengan pasien di kamar Bella.'Semalaman

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 10

    Kakek Ruggero dari tempat duduknya pun melihatnya tadi. Ini pertama kalinya sejak ia membawa Shin waktu kecil, senyum yang terlihat manusiawi itu muncul. Meski sekilas tapi nyata. Sebuah kilatan singkat, bukan kejam, bukan sinis, melainkan hangat.'Apa itu benar? Atau aku hanya mulai terlalu tua hi

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 7

    Pintu kamar Bella terbuka tanpa suara, seorang pria tinggi dengan pakaian acak-acakan penuh darah muncul dibaliknya. Pencahayaan minim tidak membuatnya sulit melihat keseluruhan ruangan itu.'Ini tidak seperti rumah Walikota,' pikirnya.Rumah walikota yang berada di pusat kota tentu sangat besar da

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 5

    Bella keluar dari kamar mandi dan melihat Adrian sibuk di dapur. Rambutnya tergerai masih setengah basah, matanya menatap senang pada Adrian yang datang membawakan makanan untuknya. Kebetulan Bella lapar, dia tidak perlu masak."Aku tadi buat minestrone, kamu pasti belum makan malam, makanlah." Adr

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status