Share

Bab 216

Author: Trya Dhafi
last update publish date: 2026-10-21 23:26:20

Harjo menelan ludah dengan susah payah, menatap Reno dengan binar mata yang dipenuhi rasa bersalah dan kerinduan mendalam seorang ayah.

"Lalu... bagaimana kehidupanmu selama 26 tahun ini, Reynald?" Bagaimana kamu bisa tumbuh dewasa sampai menjadi pria hebat seperti sekarang?" tanya Harjo.

Reno menghela napas pendek, lalu tersenyum tipis, mengingat ketabahan dari perjalanan hidup yang tak mudah.

"Dulu, saya ditemukan di depan rumah kontrakan oleh ibu di Jakarta. Beliau dari keluarga yang sangat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 219

    Harjo menggeleng cepat, lalu memegang kedua pundak Revan dengan tatapan mata yang sangat hangat."Pergi dari rumah ini? Tolong jangan pernah berpikiran seperti itu, Revan," tegas Harjo dengan sayang. "Rumah ini adalah rumahmu juga. Mau sampai kapan pun, kamu tetap anak Papa dan Mama. Kasih sayang dan pintu rumah ini tidak akan pernah tertutup untukmu."Ambar mengangguk cepat, menyapu air mata di pipi Revan dengan ibu jarinya. "Betul kata Papa, Nak. Jangan pernah merasa dibuang apalagi sampai merasa terusir dan harus pergi dari rumah ini."Harjo menghela napas panjang. "Tapi Revan... Coba pikirkan pelan-pelan. Apa kamu sama sekali tidak ingin bertemu dengan orang tua kandungmu? Tidak ada yang memintamu untuk memilih atau melupakan kami. Tapi bagaimanapun juga, di luar sana ada orang tua biologis yang mungkin selama ini juga tidak tahu kalau anak kandung mereka tertukar. Pastinya mereka juga berhak tahu kebenarannya dan ingin bertemu denganmu, Nak. Dan menurut cerita dari Reynald, Axel

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 218

    Revan hanya diam terpaku, menatap amplop cokelat di atas meja tanpa berniat menyentuhnya. Tatapannya kosong, otaknya menolak untuk mencerna kata-kata yang baru saja keluar dari mulut orang yang selama ini dipanggilnya papa. Hatinya menolak percaya. Baginya semua seperti mimpi, seperti lelucon buruk yang sama sekali tidak lucu."Papa pasti bercanda, kan?" tanya Revan, mencoba tertawa dengan suara yang bergetar. "Ma, ini bercandaan jenis apa sih? Revan ini anak Papa dan Mama. Revan tumbuh besar di rumah ini selama 26 tahun."Harjo menatap Revan dengan rasa iba dan penyesalan. Lalu menghela napas berat, coba menjelaskan kenyataan itu agar bisa masuk di logika Revan."Revan... Coba kamu perhatikan baik-baik," ujar Harjo pelan. "Pernahkah kamu menyadari, atau setidaknya merasa, kalau kamu sama sekali tidak memiliki kemiripan fisik dengan Papa maupun Mama? Garis wajahmu, postur tubuhmu, tak ada satu pun yang menurun dari kami."Kata-kata Harjo menohok Revan. Bukannya langsung percaya, dada

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 217

    "Pak, Bu..." ucap Reno memecah keheningan. Ia melirik Viona sejenak sebelum kembali menatap orang tua kandungnya. "Kalau dipikir-pikir lagi, dugaan kita soal Revan yang kemungkinan besar adalah anak kandung Pak Dandi Wijaya itu sangat kuat. Tapi, apakah menurut Bapak dan Ibu kita perlu segera memberitahu Axel atau bahkan Pak Dandi soal ini?"Viona mengangguk menyetujui suaminya. "Iya, Pak Harjo, Bu Ambar. Apalagi kalau mengingat kondisi Axel sekarang yang sudah diusir dan hidup hancur. Kalau terbukti Revan adalah anak kandung Pak Dandi, setidaknya Pak Dandi bisa tahu kebenarannya. Siapa tahu itu juga bisa mengubah hidup Axel atau meluruskan hubungan keluarganya."Harjo mendengarkan usulan itu dengan saksama. Ia menyandarkan punggungnya, lalu mengusap dagunya perlahan sambil menatap meja. Pikirannya berputar keras memikirkan rantai keluarga yang rumit ini."Ide kalian tidak salah, Nak Reynald, Nak Viona. Tapi sebelum kita melangkah sejauh itu, sebelum kita menghubungi pihak keluarga Pa

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 216

    Harjo menelan ludah dengan susah payah, menatap Reno dengan binar mata yang dipenuhi rasa bersalah dan kerinduan mendalam seorang ayah."Lalu... bagaimana kehidupanmu selama 26 tahun ini, Reynald?" Bagaimana kamu bisa tumbuh dewasa sampai menjadi pria hebat seperti sekarang?" tanya Harjo.Reno menghela napas pendek, lalu tersenyum tipis, mengingat ketabahan dari perjalanan hidup yang tak mudah."Dulu, saya ditemukan di depan rumah kontrakan oleh ibu di Jakarta. Beliau dari keluarga yang sangat biasa," tutur Reno perlahan. "Lalu membawa saya pulang ke kampung halamannya. Saya dibesarkan di sana dalam kesederhanaan. Sampai akhirnya almarhum Bapak angkat saya meninggal dunia, dan mau tidak mau saya yang harus menjadi tulang punggung keluarga membantu ibu."Reno mengusap tengkuknya pelan. "Pendidikan saya cuma sampai lulusan SMA, Pak, Bu. Dulu saya kerja keras sebagai buruh di bengkel pabrikasi. Sampai akhirnya takdir membawa saya bertemu Papanya Viona. Beliau mempercayakan saya menjadi m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 215

    Harjo menatap putra kandungnya dengan tatapan penuh keharuan dan penyesalan mendalam, lalu menghembuskan napas berat."Maafkan Bapak, Nak. Maaf kalau tindakan Bapak terkesan lancang dan diam-diam," tutur Harjo. "Waktu pertama kali kita tidak sengaja melihatmu di restoran malam kemarin itu, Bapak sangat terkejut melihat wajahmu yang begitu mirip dengan Bapak waktu muda. Jadi sewaktu kamu ke toilet, Bapak ikut menyusul, menyapa dan perkenalan itu, lalu dengan sengaja Bapak mengambil sampel dari rambut kamu yang jatuh."Harjo berhenti sejenak, melirik Ambar yang mengangguk pelan sambil mengusap air matanya, lalu melanjutkan."Itu Bapak lakukan karena dugaanmu yang begitu mirip dengan Bapak. Nggak mungkin kalau bukan anak kandung, bisa semirip itu seperti fotocopy waktu masih muda. Jadi untuk memastikan terpaksa Bapak tes DNA. Tolong, baca lembaran kesimpulan di paling bawah kertas itu, Nak."Dengan tangan yang kini ikut gemetaran, Viona terus membaca kertas tersebut ke bagian akhir, seme

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 214

    Harjo tersenyum tipis, lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Dia berusaha menjaga intonasi suaranya agar tetap terdengar seperti obrolan santai, walau dadanya bergemuruh hebat."Maksud Bapak, wajah dan pembawaan Nak Reynald ini benar-benar mengingatkan Bapak pada masa muda Bapak dulu," tutur Harjo hangat. "Rasanya nggak asing."Ambar mengangguk cepat, menyetujui ucapan suaminya, kemudian mencoba memancing lebih jauh, mengarahkan pembicaraan ke arah masa lalu yang ingin mereka pastikan."Nak Reynald ini aslinya memang dari Jakarta, kan?" tanya Ambar dengan raut penuh rasa ingin tahu yang lembut. "Kalau boleh tahu, Nak Reynald tanggal lahirnya kapan? Siapa tahu usianya tidak jauh beda dengan anak kami."Reno yang tidak mencurigai apa pun tersenyum ramah mendengarkan pertanyaan itu. "Iya, Bu Ambar, saya lahir di Jakarta tapi besar di kampung ibu saya. Saya lahir tanggal..."Reno lalu memberitahukan tanggal lahirnya.Mendengar tanggal lahir yang disebutkan Reynald, napas Ambar

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 6

    Viona yang masih menarik pergelangan tangan Reno menuju dalam rumah, mendadak langkahnya berhenti saat mendengar pertanyaan itu. "Bagaimana dengan Axel? Apa kamu sudah dapat kabarnya lebih lanjut?" Tubuh Viona langsung menegang. Beberapa detik yang lalu dia masih sibuk mengomel soal acara keluar

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 5

    Keesokan paginya, Reno terbangun lebih dulu dibanding penghuni rumah lainnya, atau lebih tepatnya dibanding Viona yang masih berada di dalam kamar utama. Meski semalaman tidur di sofa ruang keluarga, tidurnya justru cukup nyenyak. Sofa itu bahkan jauh lebih empuk daripada kasur tipis yang selama

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 4

    Brakk! Suara itu begitu keras hingga membuat mata Reno langsung terbuka sempurna. Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris. Prang! Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 3

    Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status