Home / Romansa / Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan / BAB 213 BAKAT LUAR BIASA

Share

BAB 213 BAKAT LUAR BIASA

last update publish date: 2026-09-19 08:59:48

Beberapa menit kemudian, derap langkah kaki berlarian terdengar tergesa-gesa di belakangku. Aku spontan menoleh dan mendapati Axel tengah berdiri di ambang pintu rooftop dengan napas tersengal-sengal.

​Aku perlahan bangkit berdiri, menatapnya yang tengah memperhatikanku dengan raut cemas yang begitu dalam.

​Tanpa banyak kata, Axel melangkah lebar menghampiriku, lalu merengkuh tubuhku ke dalam dekapan eratnya.

​"Maafin gue... Gue gagal ngelindungin lo dari Bude Salma," bisiknya serak di sela nap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 218 KARMA

    Puas melampiaskan kecemburuannya, ia baru melepaskan pagutan bibirnya setelah lewat satu menit lamanya."Ini adalah terakhir kalinya gue melihat lo bertemu Miko tanpa sepengetahuan gue," ancamnya dengan napas memburu dan tatapan mata menuntut. "Gue nggak mau kejadian seperti di hotel waktu itu terulang lagi, Kayla!"Dadaku kembang-kempis setelah menerima ciuman dominannya yang pekat. "Maafin gue, Axel... Gue janji nggak akan pernah bertemu Miko lagi. Kami benar-benar sudah selesai!"Axel menarik tubuhku, membawaku tenggelam dalam dekapannya yang sangat posesif. "Gue cuma nggak mau lo diapa-apain lagi sama Miko," bisiknya lirih di atas puncak kepalaku.Ia mengusap rambutku dengan lembut, merapatkan kepalaku di dada bidangnya yang berdetak kencang. "Lo tahu sendiri kan sejelek apa tabiat mantan lo itu?"Aku sangat mengerti kekhawatiran dan rasa cemburu Axel. Tapi tadi aku benar-benar tidak ingin mengganggu meeting pentingnya.Bersamaan dengan itu, mendadak terdengar suara gaduh yang cuk

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 217 POSESIF

    "Berani-beraninya lo berbuat kasar sama istri gue?!" bentak Axel dengan nada suara dingin yang menusuk hingga ke tulang.Aku segera menegakkan badan, menstabilkan pijakan kakiku di atas high heels ini.Melihat kedatangan Axel, Freya buru-buru ikut bangkit dengan raut wajah panik. Tanpa tahu malu, ia mendekati Axel dan langsung mencoba merangkul lengannya."Xel... lo jangan salah paham. Kayla yang mulai duluan dengan mengganggu kencan romantis kami!" jelas Freya penuh dengan kepalsuan.Axel yang emosinya masih teredam melirik sinis ke arah tangan Freya di lengannya. "Apa kita saling kenal? Jauhkan tangan lo dari gue!"Freya spontan menarik tangannya kembali dengan wajah panik dan serba salah. "Xel... gue ini fans basket lo! Sebagai fans, kami jujur kecewa banget lo lebih memilih Kayla sebagai pasangan!"Axel tersenyum miring, menatap Freya dengan sorot mata merendahkan. "Gue nggak butuh pendapat lo!"Freya menghentakkan kakinya di lantai dengan geram. "Xel! Kalau lo terus mengabaikan f

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 216 PEMBONGKARAN KEDOK

    "KAYLA?!" seru mereka kompak secara bersamaan."Ehm! Betul, gue Kayla..." ucapku seraya menyeringai tajam penuh maksud.Miko seketika panik. Ia menegakkan posisi duduknya, bergeming dengan raut wajah salah tingkah yang luar biasa."Kayla... balikin perhiasan gue!" pinta Freya seraya mencoba merampas kotak beludru itu dari tanganku.Namun dengan sigap, aku menjauhkannya dari jangkauan jarinya seraya tersenyum sinis. "Enak saja perhiasan lo! Mending lo tanyain dulu deh sama calon suami lo itu, dari mana dia dapat uang buat membeli set perhiasan mahal begini?"Freya menoleh menatap Miko yang makin gelisah. "Kak Miko... kamu beli perhiasan ini pakai komisi penjualan buku, kan?"Aku terbahak nyaring hingga kepalaku mendongak. "Komisi buku?! Lo pikir seberapa besar hasil jualan bukunya sampai bisa beli perhiasan eksklusif puluhan juta begini?!""Kak Miko..." Freya mencondongkan tubuhnya, menuntut penjelasan tegas.Miko yang tadinya panik mendadak menyeringai tajam menatapku. Wajahnya yang p

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 215 SAATNYA PEMBALASAN

    Aku tersipu malu sambil memukul dada bidang Axel dengan manja. "Haruskah... kita memakai gaya nelayan yang sedang menjaring ikan?"Axel tampak berpura-pura berpikir sejenak, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum penuh intrik. "Wow... sepertinya... bakal ada ikan manis yang tertangkap basah di jaring sang nelayan."Aku terkekeh geli melihat tingkahnya.Axel makin mendekatkan wajahnya padaku dengan tatapan menggoda yang menahan tawa. "Dan lalu... sang nelayan akan menyantap ikan itu sampai habis tanpa sisa. Hap!"Ia menggigit gemas leherku dengan manja, membuatku tertawa geli hingga kepalaku mendongak pasrah. "Axel... geli!"Kami bercanda dan bersenda gurau selama beberapa menit, hingga atmosfer kembali menghangat dan bermuara pada ciuman mesra yang manis.Lagi-lagi, kami terbawa suasana dan lupa bahwa kami masih berada di dalam ruang rapat kantor, sampai akhirnya—"Pak, waktu meeting di luar sudah—"Aku dan Axel seketika terperanjat hebat, menoleh bersamaan ke arah pintu. Di sana,

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 214 KADO TERINDAH

    "Keputusannya adalah..." Axel memperbesar dokumen kontrak kerja sama di layar yang sudah dibubuhi tanda tangan elektronik. "Klien meminta kerja sama eksklusif selama lima tahun ke depan dengan total nilai investasi sebesar... lima puluh juta dolar!"Gasp!PROK! PROK! PROK!Seisi ruang rapat seketika riuh rendah oleh tepuk tangan meriah dan sorak-sorai gembira. Para petinggi dan staf saling bertukar pandang dengan raut wajah berbinar puas dan bangga atas pencapaian fantastis ini.Axel mengulas senyum lebar nan tampan, menatapku dengan pendar kebanggaan yang meluap. "Dengan begitu... selamat! Kayla berhak mendapatkan bonus khusus sebesar satu juta dolar untuk setiap tahunnya!""WAAAAAAH!"PROK! PROK! PROK!Atmosfer ruang rapat kembali meledak oleh gemuruh tepuk tangan yang jauh lebih riuh."Kayla... Selamat, ya! Kamu sudah membuktikan bakat luar biasamu!" ucap Pakde Arga dengan binar mata bangga yang tak bisa disembunyikan."Terima kasih banyak, Pakde..." jawabku haru.Satu per satu sta

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 213 BAKAT LUAR BIASA

    Beberapa menit kemudian, derap langkah kaki berlarian terdengar tergesa-gesa di belakangku. Aku spontan menoleh dan mendapati Axel tengah berdiri di ambang pintu rooftop dengan napas tersengal-sengal.​Aku perlahan bangkit berdiri, menatapnya yang tengah memperhatikanku dengan raut cemas yang begitu dalam.​Tanpa banyak kata, Axel melangkah lebar menghampiriku, lalu merengkuh tubuhku ke dalam dekapan eratnya.​"Maafin gue... Gue gagal ngelindungin lo dari Bude Salma," bisiknya serak di sela napasnya yang belum teratur.​Mendengar kalimatnya yang begitu tulus, kepalaku meluruh pasrah di dada bidangnya yang kembang-kempis akibat kelelahan.​Sekejap saja, sesak di dadaku mendadak sirna begitu Axel datang. Aku merasa memiliki pasokan keberanian baru untuk tetap bertahan di sisinya, meski di luar sana ada banyak orang yang berupaya memisahkan kami.​"Xel... maafin gue kalau terus-terusan jadi beban buat lo," bisikku lirih di balik dekapannya.​Axel mengurai pelukan, lalu menangkup kedua pi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status