مشاركة

Bab 54

مؤلف: Ajeng padmi
last update تاريخ النشر: 2026-07-29 14:40:26

“Mbak ini payungnya.”

“Buat apa, bu?” tanya Ica bingung. “Kita hanya petik sayur di kebun belakang kan?”

Bukan kurang kerjaan ya Ica ngintilin bu Mirah ke mana-mana. Skripsinya masih harus dia benahi lagi, meski Saka banyak membantunya tapi tetap saja Ica nggak mau dong tinggal terima beres saja. Tapi dia ingin tahu lebih banyak tentang suaminya lewat bu Mirah tanpa wanita itu sadari.

Bisa saja sih dia tanya langsung ke bu Mirah tapi dia segan saja, tidak mau membuka aib hubungan mereka
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 88

    Bu Mirah tetap tidak pulang hari ini meski jam sudah menunjukkan pukul lima sore. “Tata nggak jadi menginap, Bu,” kata Ica. “Kalau ibu mau pulang sekarang nggak apa-apa,” lanjutnya pada wanita paruh baya itu. “Ibu izin menginap di sini saja, boleh mbak. Ibu bisa tidur di kamar belakang.” Memang ada sebuah kamar kecil di dekat dapur, kata Saka dulu digunakan kakek dan neneknya sebagai gudang penyimpanan gabah, tapi karena sekarang mereka tidak menyimpan gabah, jadi tempat itu digunakan sebagai gudang ada banyak barang di sana, meski begitu jangan dikira banyak kecoa atau tikus, tempatnya bersih dan tertata rapi, tentu saja itu berkat bu Mirah juga. Meski begitu tetap saja sebutannya gudang dan udaranya juga pengap. Ica menatap bu Mirah, ini pertama kalinya wanita itu menginap di sini. “Boleh, bu. Tapi ibu tidur di kamar tamu saja jangan di sana.” “Halah nggak apa-apa, mbak di sana juga bersih kalau di kamar tamu nanti saya malah nggak enak.”“Nggak enak kenapa?” “Masak iya kamar

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 87

    Saka menutup ponselnya dengan helaan napas panjang. Tidak menyangka bantuan kecil yang dia maksudkan untuk menutup mulut mantan kekasih istrinya akan jadi bumerang untuknya. Satu hal yang dia syukuri dia tidak meminta Ica mentranfer uang itu dari rekening yang sudah atas namanya. Setidaknya dalam masalah ini Ica tidak akan terseret. Setidaknya itulah yang ingin Saka usahakan. “Aku mau bantu bu Mirah masak dulu mas, tehnya sudah aku taruh nakas.” Saka menoleh melihat istrinya yang sedang hamil muda itu tetap energik dan lincah seperti biasanya. Tidak seperti dirinya yang pagi-pagi sudah mendapat serangan mual hebat dan sekarang satu penyebab sakit kepala juga menyerangnya. Tapi Ica tidak boleh tahu ini semua. Saka membuka ponselnya dan mengirimkan pesan singkat pada seseorang yang tadi menghubunginya. ‘Aku akan datang, jangan sampai berita ini menyebar.’ Saka punya beberapa alasan kenapa melakukan hal itu, yang pertama tentu saja dia tidak ingin kondisi psikologis Ica tert

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 86

    “Aku lapar!! Kok nggak ada acara penyambutan!! Kan aku sudah bilang mau datanggg!!!” Dengarlah suara tamu tidak tahu diri itu. Mana ada tamu yang teriak-teriak minta makan seperti itu. “Siapa suruh datang kesini!” “Hei!!! Jangan durhaka ya, aku sudah bela-belain datang sambil membawa karung besar, sambutanmu malah tidak mengenakkan begini.” Ica mentap karung besar yang diangkat pak Sarmin dari dalam bagasi. Karung itu memang besar sekali dan terlihat penuh, tapi ica tak tahu apa isinya. Pengalamannya mengatakan jangan terlalu berharap pada temannya ini, karena Tata pernah memberinya kado kotak besar sekali, tapi begitu dibuka isinya satu bros kecil yang nyempil di pojokan yang ditahan dengan selotip. Benar-benar teman tak berperasaan. “Jangan lihat harganya dong, Ca. tapi lihat dari ketulusannya.” Prettt!!! Itu sih bisa-bisanya si Tata saja, niat banget ngerjain Ica.“Kamu mau mulung di sini?” tanya Ica sadis. Siapa juga orang yang mau bertamu jauh-jauh bawa karung jelek kay

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 85

    Ica tidak menyangka berita kehamilannya ternyata sudah didengar ibu dan bapaknya, bahkan mertuanya yang masih harus rutin kontrol ke rumah sakit juga ikut datang. Saat datang tadi Ica kaget dengan rumah yang ramai, dan begitu dia masuk dengan dipapah Saka. Ibu langsung memeluknya dan mengusap perut Ica yang masih rata. “Kok pada tahu kalau ica hamil?” tanya ica pada semua orang yang ada di sana, lalu dia menoleh pada suaminya yang tersenyum lebar. “Mas yang kasih tahu?” Yah siapa lagi. Pasti saat dia ngomong sama Adam tadi Saka mengirim pesan pada keluarganya. Pantas saja pak Sarmin tadi juga tidak kaget saat melihat ica duduk di kursi roda padahal saat datang tadi yang sakit Saka. “Iya, berita baik seperti ini mana boleh kami lewatkan,” kata ibu dengan wajah sumringah bapak yang tak mau kalah juga langsung memeluk dan mencium pipinya seperti saat ica masih duduk di bangku SMP dulu. “Jaga baik-baik, Ca, mulai sekarang jangan lasak ingat di dalam perutmu ada cucu bapak.” “Padaha

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 84

    “Kamu bisa ngobrol dengan temanmu dulu, mas ambil obat sebentar.” Ica lupa kalau suaminya ini orang paling logis dan nggak peka yang pernah dia temui di dunia ini. bahkan dengan mantan istri yang jelas-jelas berkhianat saja Saka masih tetap baik bahkan memberinya pekerjaan. Saka bukannya tidak tahu kalau Adam adalah mantan calon suami yang membatalkan pernikahan dengannya. Meski tidak saling sapa, tapi hari ini Saka pasti masih mengenali Adam, juga kata-kata penuh hinaan ibu pria itu untuknya. Tapi bukannya marah saat Adam tiba-tiba marah padanya karena melihat Ica menangis. Saka hanya menatapnya lembut mengusap air matanya dan mengusap rambutnya. Gestur yang sering dilakukan Saka untuk menenangkannya. Apa Saka tidak cemburu pada Adam? Seperti Ica yang marah ketika Saka bersama mantan istrinya atau Farah? Ica menatap suaminya yang berjalan tenang ke tempat pengambilan obat, jaraknya memang tidak sampai lima meter dari tempat praktek bidan tempat ica sekarang berada tapi entah me

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 83

    Kali ini Ica percaya kalau masa depan itu tak bisa diprediksi bahkan satu detik setelahnya. Bagaimana tidak percaya jika kurang dari sepuluh menit yang lalu dia masih menggandeng suaminya yang bertubuh lemas masuk ke dalam ruang rawat dokter, saat mereka keluar gantian Ica yang digandeng suaminya karena shock. Ica sendiri heran kok bisa suaminya yang tadi lemas dan mengeluh pusing tiba-tiba sehat, bahkan dokter hanya meresepkan vitamin untuk Saka, lalu bilang, “Nanti juga bapak akan sembuh, penyakit itu datang dari hati kalau hati senang penyakitnya juga ilang,” sambil tertawa lebar. Tahu begitu ngapain juga mereka dari tadi antri untuk periksa. “Kamu duduk dulu, Ca. Nunggu di sini,” kata Saka setelah mereka ada sampai di kursi tunggu yang tadi mereka duduki. “Kok di sini, kata dokter ruang kebidanan ada di bagian depan?!” “Ya itu makanya jauh, kamu tunggu di sini.” “Hah!! Jauh dari mana coba. Tadi kita juga lewatian pas mau ke sini aku baca tulisannya.” “Sudah kamu t

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 6

    Tadi malam ibu meluk Ica sambil nangis. Lamaaa banget. Ica mengira ibu kesurupan. Siapa tahu kan, aura negatif yang tadi dibawa Adam menarik para mahluk halus ke kamarnya hiiiii Mana Haji Jali, kyai dan sesepuh yang biasa ngobati orang kesurupan pasti sudah tidur jam segini dan orang-orang pas

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 5

    Benar kata orang zaman dahulu, calon pengantin memang pamali bepergian yang tidak perlu takutnya ketemu setan. Ica baru saja membuktikannya. Harusnya dia menuruti omongan ibu buat ke salon mempercantik diri, bukannya nongkrong di café. Padahal Ica sudah mau menyingkir lho meski sambil ngomel dan

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 2

    Ica sih bukan cewek yang matre-matre amat ya. Dia hanya coba realistis. “Gini lho, Ca. Soal biaya pesta, bapak tidak masalah. Ini memang sudah keinginan bapak dan ibu mengadakan pesta meriah untukmu.” Namanya Saka, begitu kata bapak setelah pria itu permisi pulang untuk mengabarkan pada keluarga

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 1

    “Saya tidak perlu mengantar kalian bukan? Pintu keluarnya ada di sana.”Ica berusaha setegar mungkin mengucapkan kata-kata itu. Susah payah dia menahan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.Cewek mana sih di dunia ini yang tidak sakit hati saat pernikahannya dibatalkan, apalagi hubungan mere

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status