Home / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 103 Musuh Baru

Share

Bab 103 Musuh Baru

last update publish date: 2026-05-09 23:07:02
Ruangan menjadi hening. Semua mata melihat pada Sean. Mereka sedikit takut pada pria yang sedang terluka dan kalah dengan Aisyah. Dia menjadi penurut.

“Aku harus ke perusahaan.” David segera keluar.

“Papa juga. Sean, kamu istirahat yang cukup. Semoga cepat pulih.” Jordan tersenyum pada Sean dan menyusul David.

“Kak Sean, bagaimana kondisi kamu?” tanya Maria mendekati Sean.

“Menjauh dariku!” Sean menatap tajam pada Sean.

“Maria.” Leana menarik tangan Maria agar menjauh dari Sean. Dia tidak mau me
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungan teman-teman. Semoga suka.

| 20
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
syicinhai
lanjut lagi
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...️
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 123 Serangan

    Langit malam mulai diguyur hujan tipis ketika Sean mengendarai mobilnya pulang. Jalanan basah berkilau oleh lampu kota, namun ketenangan itu segera pecah. Dari persimpangan gelap, dua mobil hitam meluncur cepat, memotong jalannya. Rem Sean berdecit keras, mobilnya berhenti mendadak.Pintu mobil musuh terbuka serentak. Anak buah Barron keluar dengan langkah mantap, jas hitam mereka basah oleh hujan, senjata berkilat di bawah lampu jalan. Sean tetap tenang, matanya menyapu sekeliling mencari celah.“Turun, Sean! Malam ini kau tak akan lolos!” teriak salah satu dari mereka, suaranya menembus deru hujan.Sean membuka pintu, berdiri tegak meski tubuhnya basah kuyup. Pria itu tidak pernah melepaskan musuhnya. Apalagi tidak ada sang istri di dekatnya. Tangan kedua tangannya meraih pistol dari jas hitam.Benturan pertama terjadi cepat. Peluru menghantam bodi mobil, memercikkan api kecil. Sean membalas dengan tembakan terarah, membuat dua penyerang langsung terjatuh. Namun jumlah mereka terlalu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 122 Khawatir

    Sean pergi ke penjara. Dia harus memastikan bahwa Khaled masih hidup. Pria itu cukup khawatir dengan keadaan mantan tunangan istrinya.“Khaled,” sapa Sean melihat Khaled yang duduk di kursi. Pria itu sudah mendapatkan perawatan.“Kenapa kamu tidak membunuhku? Apa takut Aisyah akan marah?” Khaled hanya mengenakan celana dengan bertelanjang dada. Tubuhnya seksi dan terbentuk sempurna. Sejak mendapatkan keringanan hukuman dan makanan, Khaled fokus merawat diri dengan Latihan di dalam penjara.“Jika kamu tidak menculik Aisyah, maka tidak akan ada permusuhan ini,” ucap Sean tenang.“Aku hanya meniru kamu, Sean. Kamu yang menculik Aisyah di hari pernikahan kami. Pria mana yang rela?” Khaled menatap tajam pada Sean.“Aku akan mengirim kamu pulang ke Kairo dan jadilah saudara Aisyah. Hapus semua rasa cinta dan sayang kamu padanya.” Sean berlalu.“Sean!” teriak Khaled memegang pintu besi. Pria itu benar-benar marah. Cinta yang tersimpan dan terjaga sepuluh tahun dengan harapan bisa bersama sirn

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 121 Penghancur dan Penyelamat

    Setelah identitasnya Aisyah terungkap ke public bukan hanya Sean yang dicari, tetapi juga dirinya. Mereka berdua sama-sama dalam bahaya karena obsesi manusia yang ingin memiliki segalanya.“Apa aku akan terkurung lagi di menara kaca ini?” Aisyah berdiri di balkon. Dia memperhatikan sekeliling. Taman indah dan luas begitu tenang karena jauh dari jalan raya. Ruamh mewah itu berada di lahan pribadi yang tidak terganggu sama sekali.“Apa yang kamu pikirkan, Sayang.” Sean memeluk Aisyah dari belakang dan mencium leher yang terbuka dengan tidak lupa menyibak rambut yang sedikit basah. Istrinya tidak mengenakan hijab ketika berada di menara kaca. Itu adalah permintaan sang suami.“Sayang, maaf. Aku sudah membawa kamu dalam bahaya.” Aisyah memutar tubuh menghadap Sean.“Apa maksud kamu, Sayang? Aku memang selalu dalam bahaya sejak dilahirkan di dunia ini.” Sean meletakkan kedua tangannya di leher Aisyah. Dia melumat bibir merah tanpa ada lipstick. Wanita itu cantik alami dengan perawatan mahal

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 120 Bukan Sean, tetapi Aisyah

    Aisyah dan Sean tiba di bandara internasional Italia. Pria itu benar-benar tidak ingin lagi kembali ke Amerika. Keluarganya telah mempertaruhkan nyawa sang istri sehingga dirinya menjadi benci dan memutuskan hubungan dengan semua anggota keluarganya.“Tuan Muda.” Paman Rome menyambut kedatangan Sean dan Aisyah. Pria itu cukup terkejut dengan kepulangan sang mafia yang mendadak.“Kami mau istirahat.” Sean membawa Aisyah ke menara kaca.Aisyah dan Sean masuk ke kamar. Mereka benar-benar lelah dan butuh istirahat. Sang istri harus ke rumah sakit untuk memastikan tidak ada lagi racun di tubuhnya.Elio membawa sampel darah Aisyah ke laboratorium untuk diperiksa. Pria itu tidak lelah sama sekali. Dia terus bekerja untuk melindungi majikannya.“Bagaimana?” tanya Elio pada Leon.“Sudah tidak ada lagi racun,” jawab Leon.“Barron benar-benar gila. Dia membunuh banyak orang untuk bisa mendapatkan Nyonya Aisyah,” ucap Elio kesal.“Dia terobesesi pada dokter Aisyah karena pernah diselamatkan dari

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 119 Perlawanan

    Rahang Sean mengeras. Dia tidak akan pernah menyerahkan istrinya kepada siapa pun. Jika harus mati pria itu siap untuk mati bersama.“Serahkan Penawar!” Sean melepaskan pelukan dan menembaki kaki Barron. Dia dengan cepat merebut jarum dari tangan pria itu dan menancapkan di leher pemiliknya.“Aarrghh!” Barron berteriak kesakitan. Semua terdiam. Tidak ada pasukan yang berani bergerak.“Serahkah Penawar!” Sean menekankan pistol di leher Barron yang telah tertancap jarum beracun.“Tuan.” Edo terkejut melihat gerakan cepat Sean.“Lepaskan Tuan Barron!” Guilia mengarahkan pistol pada Aisyah.“Dorr!” Sean tanpa ragu menembaki tangan Guilia sehingga pistol dari jari-jarinya terlepas.“Berikan Penawar!” teriak Sean di telinga Barron. Dia kembali menekan pistol di leher Barron. “Sean!” Semua orang ketakutan dengan tindakan Sean yang dengan beraninya melukai Barron. Pria itu benar-benar tidak takut pada apa pun. Dia tidak akan menyerahkan istrinya kepada siapa pun. Walaupun telah menjadi mayat.

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 118 Bukan Keluarga

    Sean menggandeng Aisyah berjalan bersama menuju pintu utama. Pria itu merasa tidak aman bahkan di rumah sendiri. Dia tidak ingin jauh dari istrinya.“Ini bukan rumah kita, tetapi sarang musuh,” bisik Sean di telinga Aisyah.“Inilah dunia suamiku. Keluarga pun menjadi musuh demi keuntungan dan keselamatan diri.” Aisyah tersennyum. Dia bisa merasakan bahwa mereka berdua benar-benar dalam bahaya.“Duduklah, Sean.” Nenek Heta dan Kakek Jack duduk di sofa tunggal. Aisyah dan Sean berdampingan. Pasangan yang tidak ingin dipisahkan.“Sean, ini salah Kakek yang terjebak oleh perjanjian Barron.” Jack memberikan Salinan perjanjian kepada Sean.“Apa yang dia minta?” tanya Sean.“Aisyah,” jawab nenek Heta cepat dan melihat pada Aisyah.“Apa?” Sean melempar berkas ke meja.“Aku dan Aisyah akan meninggalkan Amerika hari ini juga. Kalian urus sendiri masalah ini,” tegas Sean berdiri dengan menggenggam tangan Aisyah.“Sean, lihat ini.” Nenek Heta menyalakan televisi dan memperlihatkan para gadis muda

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 87 Meledak

    Mata Aisyah yang terpejam tiba-tibat terbuka. Dia seakan mendengarkan suara Sean yang berteriak memanggil namanya.“Kak Sean.” Aisyah turun dari kasur dan berlari keluar kamar. Dia naik ke atas kapal.“Nona.” Alexa yang hampir terlelap terbangun dan menyusul Aisyah.“Kak Sean!” teriak Aisyah. Dia me

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 86 Kehilangan

    Langit malam diguyur oleh deras yang hujan. Kaca depan mobil Sean dipenuhi butiran air yang berkilau seperti pecahan kaca. Jalanan sepi, hanya suara gemuruh petir dan deru mesin yang menemani kepulangannya. Namun tiba-tiba, dari balik kabut hujan, sekelompok mobil hitam melaju cepat, memotong jalann

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 85 Bukan Musuh

    Vito masih belum bisa menghubungi Khaled. Pria itu kehilangan jejak partner dalam mengalahkan Sean dan menculik Aisyah.“Sial! Khaled benar-benar hanya memanfaatkanku.” Vito membuang ponsel.“Tuan, Anda tidak boleh terlalu banyak bergerak.” Monica mengambil ponsel yang dilempar ke lantai. Dia meliri

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 84 Gelisah

    Aisyah terdiam. Dia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Khaled. Pria yang dulu tampak tenang dan dewasa kini tidak ada bedanya dengan Sean.“Istigfar, Kak.” Suara Aisyah terdengar lembut.“Aku sudah melakukan itu, Aisyah. Aku bahkan meminta kamu kepada Tuhan di setiap sujudku, tetapi ken

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status