Home / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 7 Makan Malam

Share

Bab 7 Makan Malam

last update publish date: 2026-02-15 09:38:20
Kepulangan Sean masih dirahasiakan. David dan Noah pun tidak memberitahu keluarganya. Padahal dua bersaudara itu sudah tahu, tetapi mereka seakan sengaja menutupinya.

“Kak!” Maria bersemangat menuruni tangga menuju ruang tengah.

“Kak Noah. Kak David.” Maria memeluk dua pria tampan yang berdiri menunggu kedatangannya.

“Bagaimana kabar kamu, Maria?” tanya David merapikan rambut ikal Maria.

“Aku sangat senang. Tidak sabar lagi mau bertemu dengan Kak Sean,” jawab Maria tersenyum lebar.

“Kamu belum
Fit Tree Fitri

Jangan lupa tinggalkan berikan bintang, ulasan dan like yang banyak ya. Terima kasih.

| 20
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Tati S
bagus ceritanya thoor...
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
syicinhai
lanjut lagi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 104 Pria Berkuasa

    Aisyah hanya diam saja dan merawat serta membersihkan tubuh Sean. Wanita itu menggantikan pakaian sang suami dengan yang baru. Dia tidak pergi ke ruangan Barron. Baginya pasien VIP bukanlah prioritas karena pasti ada banyak tim dokter dan perawat yang membantu pria kaya itu dalam segala hal. “Apa kamu marah?” tanya Sean.“Kenapa marah?” Aisyah balik bertanya dan tersenyum.“Kemarilah.” Sean melepaskan cadar Aisyah. Dia melahab bibir sang istri dengan lembut. Mencium pelan dan bergairah.“Aku merindukan kamu. Kapan kita pulang ke rumah?” tanya Sean menyentuh bibir Aisyah dengan jari jemboplnya.“Setelah rumah sakit ini tenang. Sekarang tenaga medis sangat dibutuhkan karena terlalu banyak korban jiwa,” jelas Aisyah.“Apa kamu mau ke ruangan pasien VIP?” Sean menatap Aisyah. Dia tidak mau sang istri marah padanya karena larangan ke kamar Barron.“Tidak. Biarkan pihak rumah sakit yang mengurus mereka. Aku hanya akan membantu pasien biasa yang mungkin tidak memiliki tunjangan kesehatan,” j

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 103 Musuh Baru

    Ruangan menjadi hening. Semua mata melihat pada Sean. Mereka sedikit takut pada pria yang sedang terluka dan kalah dengan Aisyah. Dia menjadi penurut.“Aku harus ke perusahaan.” David segera keluar.“Papa juga. Sean, kamu istirahat yang cukup. Semoga cepat pulih.” Jordan tersenyum pada Sean dan menyusul David.“Kak Sean, bagaimana kondisi kamu?” tanya Maria mendekati Sean.“Menjauh dariku!” Sean menatap tajam pada Sean.“Maria.” Leana menarik tangan Maria agar menjauh dari Sean. Dia tidak mau membuat suami Aisyah marah dan menghancurkan mereka semua.“Leon, ikuti Aisyah dan kamu harus selalu berada di dekatnya. Lindungi dan jaga dia dengan nyawa kamu!” perintah Sean pada Leon.“Baiklah.” Leon melihat pada Elio yang duduk di sofa.“Aku keluar dulu.” Leon keluar dari ruangan. Pria itu segera menyusul Aisyah dan Noah. Dia masuk dalam tim kerja istri Sean. “Elio, apa yang kamu dapatkan?” tanya Sean. “Seorang memang masuk ke ruangan ini. Dia mengenakan pakaian dokter dan menutup wajah den

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 102 Rebutan

    Pria itu menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Aisyah. Dia menatap wajah lelah yang tenang dalam tidur.“Aisyah, aku menginginkan kamu,” ucap pria dengan wajah ditutupi masker.“Aisyah.” Pintu kamar diketuk.“Apa?” Pria itu keluar dari jendela dan bersembunyi di balik dinding. “Sean,” sapa Noah mendekati Sean yang berdiri di depan pintu.“Apa kamu meninggalkan Aisyah di kamar sendirian?” tanya Sean.“Aku mengambil sarapan untuknya. Dia sangat lelah.” Noah membuka pintu dan Sean segera masuk. Pria itu hampir membuat sang kakak ipar terjatuh. “Aisyah. Kamu selalu begini. Itu juga yang menjadi alasanku melarang kamu menjadi dokter.” Sean mencium dahi Aisyah.“Hm.” Aisyah membuka mata dan melihat wajah tampan Sean.“Bagaimana luka kamu?” tanya Aisyah tersenyum. “Aku tidak apa-apa, tetapi sangat tersiksa karena menahan rindu.” Sean duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur.“Kursi siapa ini? Apa ada yang berkunjung?” Sean benar-benar sangat waspada.“Siapa yang berani ber

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 101 Penyusup

    Dalam kekacauan di rumah sakit, sangat mudah bagi orang asing atau penjahat untuk masuk. Mereka menyamar menjadi relawan, tim penyelamat, dokter hingga perawat. Apalagi, para penjahat adalah orang-orang yang terlatih sehingga dengan mudah menyusup dan berkamuflase di lingkungan apa pun.Aisyah berada di dalam ruang operasi. Dia sangat fokus menolong para pasien. Tangan cekatan tidak melepaskan pisau medis. Wanita itu bersama sang kakak tidak keluar dari ruangan paling menegangkan.“Di mana dokter Aisyah?” tanya seorang pria dengan pakaian dokter. Wajahnya ditutupi masker.“Dokter Aisyah berada di dalam ruangan operasi,” jawab seorang perawat.“Kapan dia akan keluar?” tanya pria itu lagi.“Tidak tahu karena banyak pasien yang harus segera ditangani. Mereka mengalami luka bakar dan juga sobekan,” jelas perawat.“Di mana ruangannya?” Pria itu terlihat tidak sabar ingin bertemu dengan Aisyah.“Di ujung saja.” Perawat menunjukkan tangannya.“Ikut aku!” perintah pria itu pada perawat.“Baik,

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 100 Rumah Sakit

    Tim dokter terbaik telah menunggu Sean. Pria itu benar-benar mendapatkan perlakuan khusus. Semua orang harus menampilkan diri untuk memberikan servise terbaik untuk sang penguasa muda.“Cepat! Cepat! Tuan muda Sean terluka,” teriak kepala rumah sakit. Mereka telah menunggu Sean di atas rumah sakit. Disiapkan kursi roda dan juga tempat tidur perawat.Balutan malam masih terasa di atas kota ketika baling-baling helikopter berputar kencang, menimbulkan hembusan angin yang mengguncang kaca-kaca rumah sakit. Lampu sorot dari ekor helikopter menembus kabut tipis, menciptakan bayangan dramatis di dinding gedung.Roda pendarat menyentuh atap rumah sakit dengan hentakan tegas, suara logam beradu bergema di antara sirene ambulans yang meraung di bawah. Pintu samping terbuka perlahan, dan dari dalam, Sean melangkah turun lebih dulu—mantap, penuh kewaspadaan. Jaket hitamnya berkibar tertiup angin baling-baling, matanya tajam menyapu sekeliling, memastikan situasi aman.Aisyah menyusul, hijabnya b

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 99 Sang Idola

    Para korban mulai dievakuasi ke rumah sakit. Api telah dijinakkan. Aisyah bersama tim masih sibuk memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan serta kebakaran dari ledakan mobil.“Aisyah, di mana dia?” Sean beranjak dari aspal. Dia mencari sosok sang istri yang tidak terlihat lagi di kekacauan tim medis dalam menolong para koran.“Tuan, Nyonya terus bergerak. Dia benar-benar tidak bisa diam,” jelas Elio yang juga terluka.“Anda tidak boleh memanggil Nyonya, Tuan. Itu akan memancing para musuh,” ucap Elio.“Aku harus mencari dia. Aku benar-benar khawatir dengan tindakan Aisyah. Dia hanya peduli pada orang lain, tetapi melupakan keselamatan diri sendiri.” Sean sedikit tertatih. Dia menyusuri jalanan untuk menemukan Aisyah.“Aisyah.” Sean melihat sekeliling. Dia berharap segera melihat Aisyah.Sirene mobil polisi dan ambulans masih meraung di jalan raya dan jembatan yang basah oleh hujan. Aisyah berlari cepat menuju tubuh seorang korban kecelakaan yang tergeletak tak sadarkan d

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 20 Pesta Ulang Tahun

    Sean sibuk mencari informasi sepuluh tahun yang lalu. Dia hampir tidak pulang ke rumah dan lebih sering berada di kantor serta markas rahasia miliknya. Hubungannya dengan tunangan semakin merenggang. Pria itu memberikan kebebasan kepada calon istrinya.Maria yang tidak puas dengan acara pertunangan

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 19 Rahasia

    Leana terduduk lemas di sofa. Dia masih ditemani Noah yang juga hanya diam menatap sang ibu.“Bagaimana sekarang, Ma?” tanya Noah.“Mama sudah tidak tahu lagi. Mama tidak menyangka semua akan terungkap dengan cepatnya. Kita telah kehilangan Maria.” Leana menangis dan memeluk Noah.“Dosa yang tidak s

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 18 Mimpi Buruk

    Ruang terasa semakin sempit, seolah dinding merapat mendekat. Nafas Maria terputus-putus, bukan hanya karena tekanan yang mengekang, tetapi juga karena rasa panik yang merayap ke seluruh tubuh. Tangannya berusaha memukul lengan kekar Sean, mencari celah untuk melarikan diri. Pikirannya berputar anta

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 17 Kenangan Masa Lalu

    Seorang pria duduk di ruangan kerja yang tenggelam dalam kesunyian. Lampu tidak menyala, hanya cahaya samar dari luar yang nyaris tak menembus tirai tebal. Meja kayu penuh dengan berkas yang tertinggal, seolah menunggu tangan yang tak kunjung kembali. Kursi berputar berdiri diam, bayangannya memanja

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status