Home / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 26 Titik Terang

Share

Bab 26 Titik Terang

last update publish date: 2026-03-03 06:42:10
Sean melangkahkan kaki masuk ke ruang tamu. Suasana langsung memancarkan keanggunan yang tenang. Lantai marmer putih berkilau memantulkan cahaya alami yang masuk melalui jendela kaca besar, menciptakan kesan luas dan terang.

“Silakan duduk, Tuan. Tuan Yasseen Mansour akan segera turun,” ucap seorang pria paruh baya.

Di tengah ruangan, sebuah sofa kulit berwarna krem tersusun rapi, dikelilingi kursi berlengan dengan desain kontemporer. Meja kopi dari kaca dan kayu mahoni berdiri elegan, di atasny
Fit Tree Fitri

Terima atas hadiah, ulasan, komentar dan like semuanya. Semoga berkah dan suka dengan karya ini.

| 18
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...
goodnovel comment avatar
Norehan Senin
wah Karen ceritanya *** lanjut
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Hehehe. Terima kasih ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 111 Perjanjian

    Sean benar-benar ingin membawa Aisyah meninggalkan aula pesta, tetapi dia dihalangi nenek Heta. Pria itu harus menghentikan kembali langkah kakinya.“Sean, Aisyah tidak bisa terus berada di sisi kamu,” ucap nenek Heta melihat pada Sean.“Kenapa tidak? Kami akan terus bersama dalam situasi dan kondisi apa pun,” tegas Sean merangkul Aisyah menempel pada dirinya.“Sean. Lihatlah! Istrimu tidak pantas berada di dunia kita.” Nenek Heta membentangkan tangan untuk menyadarkan Sean bahwa semua wanita di ruangan itu mengenakan gaun cantik dan seksi sedangkan Aisyah dengan pakaian tertutup rapat bahkan wajahnya pun tidak terlihat.“Istriku istimewa. Dia memang tidak pantas berada di sini karena Aisyah terlalu mulia untuk bisa bersama manusia rendahan.” Sean tersenyum.“Apa, Sean!” Nenek Heta melotot.“Aisyah akan tetap menjadi istri utama kamu, Sean. Kamu hanya perlu menambahkan istri pendamping,” ucap nenek Heta tersenyum.“Tidak akan pernah ada wanita lain di sisiku,” tegas Sean menatap tajam

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 110 Rasa Iri

    Semua mata melihat pada layar. Mereka menyadari bahwa Aisyah adalah ahli medis dan seorang dokter bedah terkenal dari keluarg Kairo. Mereka memiliki perusahaan teknologi di di bidang kesehatan. Menciptakan perlengkapan kedokteran dan memiliki teknik hebat di ruangan bedah. “Dia dokter Aisyah.” Mata yang tadi fokus ke layar kini berpindah ke Aisyah.“Kita tidak bisa meremehkannya. Pantas saja Sean rela memeluk agama Islam agar bisa menikahi dokter Aisyah.” Orang-orang yang awalnya menganggap Aisyah aneh dan rendah dari mereka tidak menyangka bahwa istri Sean adalah seorang yang cukup terkenal dan dicari.“Kemari, Sayang.” Sean menggandeng tangan Aisyah dan naik ke podium. Pria itu terlihat jelas pada istrinya. Dia tidak ragu dan khawatir lagi akan pandangan orang. “Selamat malam semuanya.” Aisyah memperkenalkan diri di depan semua orang.“Dia pasti cantik,” ucap seorang pria.“Itu sudah jelas. Apa kamu tidak mengenal Leana? Model sekaligus perancang busana.” Para pria.“Benar. Mereka

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 109 Pesta Perkenalan

    Aula utama telah ramai oleh semua anggota keluarga mafia. Mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istri Sean. Wanita yang rela ditunggu hingga sepuluh tahun lamanya.“Apa Sean benar-benar sudah tiba di Amerika?” tanya seorang wanita paruh baya.“Tentu saja. Dia tidak akan bisa membantah permintaan Madam Heta.” Para wanita bergaya elit itu berbicara dengan angkuhnya.“Sean benar-benar setia. Tidak ada seorang wanita pun berani mendekatinya,” ucap seorang wanita.“Mereka tidak memiliki kesempatan untuk mendekat. Sean selalu dilindungi pengawal dan penjaga yang ketat sehingga tidak seorang pun bisa masuk ke dalam lingkarannya,” sambung yang lain.“Aku benar-benar penasaran dengan istri Sean. Apa dia sangat cantik?” tanya seorang wanita muda pada dirinya sendiri.Ruangan mewah tampak ramai, tetapi tetap elegan. Mereka adalah keluarga elit yang tahu aturan dalam permainan. Aula pesta berkilau dengan kemewahan yang nyaris tak tertandingi. Langit-langitnya menjulang tinggi, dihiasi lamp

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 108 Istana Keluarga

    Sean dan Aisyah telah berada di dalam pesawat pribadi. Mereka akan terbang ke Amerika dengan lama penerbangan kurang lebih sebelas jam. Pergi di malam hari dan akan tiba di pagi.“Tidurlah, Sayang.” Sean memeluk Aisyah.“Ya.” Aisyah membenamkan wajahnya di dada Sean dan memejamkan mata. Dia tersenyum tanpa ada rasa takut. Wanita itu percaya apa yang akan terjadi padanya adalah takdir yang telah ditetapkan oleh Tuhan.Penerbangan benar-benar aman. Tidak ada gangguan apa pun. Semua berjalan dengan lancar. Sean cukup heran karena tidak ada drama penyerangan dari mereka berangkat hingga tiba di bandara. Semua terasa tenang dan tidak biasa.“Elio, apa penerbangan ini benar-benar tidak ada yang tahu?” tanya Sean merasa aneh pada perjalanan dirinya sendiri.“Tidak, Tuan,” jawab Elio.“Ini pertama kalinya.” Sean menoleh pada Aisyah yang baru saja keluar dari kamar mandi. Istrinya aman dan kembali padanya tanpa gangguan. “Aku benar-benar takut, laut yang tenang akan diterjang ombak yang ganas.

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 107 Panggilan dari Amerika

    Aisyah tidak mendapatkan izin lagi keluar dari rumah. Sean tahu bahwa istri sedang dicari banyak orang gara-gara kecelakaan itu.“Apa kamu akan mengurung aku lagi?” tanya Aisyah pada Sean yang berada di ruang kerja. Pria itu dengan mudah pulih.“Untuk sekarang, kamu tidak boleh keluar rumah. Kejadian di atas jembatan benar-benar viral. Semua orang membicarakan kamu,” jelas Sean.“Aku merahasiakan bahwa Aisyah adalah istriku agar dia tidak menjadi sasaran musuh-musuhku.” Sean menatap Aisyah yang hanya diam.“Maaf,” ucap Aisyah lembut.“Sayang, apa kamu marah?” Sean bingung dengan permintaan maaf Aisyah karena dia tahu bahwa istrinya tidak bersalah.“Tidak. Kenapa aku marah?” tanya Aisyah tersenyum.“Kenapa kamu minta maaf? Kamu tidak pernah melakukan kesalahan apa pun,” tegas Sean.“Aku minta maaf karena telah membuat suamiku khawatir.” Jari-jari lembut Aisyah menyentuh pipi Sean. Dia duduk di pangkuan sang suami.“Tidak, Sayang. Kamu tidak perlu minta maaf. Aku terlalu mencintai kamu s

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 106 Jatuh Cinta

    Sean benar-benar khawatir dengan posisi istrinya yang juga mungkin menjadi incaran Barron. Pria yang memiliki status cukup kuat untuk melawan dirinya. Seorang putra kesayangan presiden Amerika. “Sayang, apa kamu akan kembali lagi ke rumah sakit?” tanya Sean memperhatikan Aisyah yang sedang berganti pakaian di depannya. Wanita itu mengenakan piyama tidur yang cantik dan cukup seksi.“Siapa beli piyama ini?” Aisyah tersenyum melihat dirinya depan cermin.“Aku, Sayang. Itu hanya dipakai di dalam kamar. Tidak boleh keluar,” tegas Sean.“Sayang, aku tidak terbiasa pakai baju seksi.” Aisyah ingin melepas gaun malam yang disiapkan sang suami.“Jangan lepas, Sayang.” Sean hampir turun dari tempat tidur, tetapi Aisyah segera mendekati suaminya.“Kamu harus istirahat, Sayang. Jangan paksakan diri,” ucap Aisyah.“Aku tidak mengenakan pakaian seksi agar siap setiap saat dalam situasi dan kondisi apa pun. Pakaian panjang akan melindungi diriku,” jelas Aisyah.“Bagaimana jika terjadi gempa atau ser

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 39 Tamu Tak Diundang

    Semua orang sibuk mempersiapkan acara pernikahan keluarga terkaya di Kairo. Sang mempelai wanita berada di dalam ruangan khusus. Aisyah mengenakan gaun putih bersih. Hijab dan cadar dengan warna senada. Di atas kepalanya terselip mahkota Mutiara putih. Dan selendang berbahan tile mahal menjuntai hin

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 38 Rencana Sean

    Pesta penikahan Aisyah dan Khaled telah siap dengan sempurna karena sudah direncanakan sejak lama. Anak sulung keluarga Nassef Sawiris dan putri angkat yang membanggakan. Wanita muda dengan kecerdasan di atas rata-rata dan cantik dengan bola mata hijau yang unik.Acara penikahan tertutup dan hanya d

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 37 Pulang

    Aisyah menyelesaikan ibadah umrah serta puasa Ramadhan di tanah suci Makkah dan Madinah. Dia bersiap untuk pulang dan merayakan hari raya idul fitri. Setelah itu melangsungkan pernikahan dengan Khaled untuk menyempurnakan agamanya. Mereka terbang dengan pesawat pribadi.“Alhamdulilah.” Aisyah tersen

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 36 Perebutan

    Pelabuhan tua di Napoli diselimuti kabut malam dan asin laut. Lampu-lampu kuning redup bergetar di tiang besi, memantulkan bayangan panjang di atas kontainer berkarat. Angin membawa aroma garam bercampur bau bensin, seolah menyiapkan panggung untuk sebuah tragedi.Di balik deretan peti kemas, Sean,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status