INICIAR SESIÓNTerima kasih, semuanya. Semoga suka.
Aula pertemuan megah, dengan lampu gantung berkilau dan dinding marmer yang biasanya menjadi saksi perundingan antar keluarga mafia. Siang itu, meja panjang penuh dokumen perjanjian yang tak telah ditandatangani.Barron duduk dengan wajah tegang, jemarinya mengetuk meja. Jack berdiri di seberang, tatapannya dingin. Mereka benar-benar tidak menemukan kesepakatan karena Jack tidak mungkin menyerahkan Aisyah kepada Barron.“Tuan Jack, kau tahu apa yang kuinginkan. Pelabuhan bisa menunggu, uang bisa menunggu. Tapi Aisyah… Aku akan mengambilnya, dengan atau tanpa persetujuanmu.” Barron tersenyum.“Kau gila, Barron. Menyentuh istri Sean berarti kau menyalakan perang yang tak akan padam. Aku tidak akan ikut dalam kegilaanmu.” Jack menahan amarah. Dia telah salah langkah dengan tanda tangan perjanjian karena tidak pernah mengira bahwa Barron menginginkan Aisyah yang merupakan cucu menantunya.Ketegangan memuncak. Barron memberi isyarat halus, dan anak buahnya segera menarik senjata. Jack, yang
Teriakkan para wanita dan gadis terdengar di ruangan pertemuan. Suasana menjadi mencekam. Tidak ada yang berani berbicara. Mereka saling berpelukan.“Tuan Barron. Apa yang Anda lakukan? Ini kawasan kami,” tegas Jack berdiri berhadapan dengan Barron. Pria tua itu tidak takut sama sekali pada putra bungsu presiden Amerika.“Aku tahu, tetapi Anda telah melanggar janji yang sudah ditanda tangan. Aku menginginkan Aisyah,” balas Barron.“Kami tidak pernah berpikir bahwa Anda maunya Aisyah karena itu tidak mungkin. Aisyah adalah istri Sean.” Jack menatap tajam pada Barron. Dia sangat kesal dengan tindakan pemuda itu.“Hahaha. Aku sudah mengatakan wanita itu berbeda dari yang lain. Harusnya kalian semua sudah mengerti karena malam itu hanya Aisyah yang berbeda.” Barron tersenyum tipis.“Apa kamu gila?” James berdiri karena tidak bisa menahan diri lagi. Dia tidak mau merusak kebahagiaan Sean yang pernah kehilangan ibu dan adik yang masih di dalam kandungan.“James.” Jack menahan tangan James ya
Barron benar-benar datang ke rumah utama keluarga Jack dan semua orang telah menunggu pria itu. Mereka tidak sabar ingin tahu wanita mana yang beruntung menjadi pasangan putra bungsu dari pria paling berkuasa di Amerika.“Di mana Sean dan Aisyah?” tanya Jack memperhatikan semua orang yang telah duduk di kuris masing-masing. Dia tidak melihat cucu kesayangannya dan sang istri.“Tuan Sean dan Nyonya muda sudah pergi setelah sarapan bahkan matahari baru terbit,” jawab kepala pelayan yang mengatur semua urusan rumah utama.“Kemana?” tanya Jack.“Tuan muda tidak memberitahu kami, Tuan. Elio ikut serta dengan mobil lain,” jawab kepala pelayan.“Aku akan menghubungi Sean.” James mengeluarkan ponsel dari saku jasnya.“Tidak perlu. Sean tidak akan peduli dengan kehadiran Barron. Dia juga tidak memiliki saudari kandung yang mungkin akan dipilih,” ucap Jack.“Baiklah.” James menyimpan kembali ponselnya.“Tidak aka nada orang yang mampu mengganggu kesenangan Sean,” gumam James.Semua gadis muda da
Setelah sarapan Sean dan Aisyah meninggalkan kastil. Lokasi keluarga yang masih sepi karena semua orang masih terlelap di dalam tidur yang indah. Mereka berdua pergi ke padang rumput di mana terdapat peternakan kuda serta tempat Latihan.“Kita sampai, Sayang.” Sean mengendarai sendiri mobil. Dia berdua saja dengan Aisyah.“Cantik.” Aisyah melihat pemandangan yang hijau. Kuda tampak bebas tanpa ada tali pelana.“Ayo kita berkuda,” ajak Sean.“Ya.” Aisyah dan Sean bergandengan menuju kandang kuda.“Ini kuda milikku, Sayang. Black.” Sean mencium kuda hitam tinggi dan tampak dingin.“Tuan muda.” Pengurus kuda berlari mendekati Sean dan membungkuk.“Kapan Anda kembali?” tanya pria itu.“Kemarin,” jawab Sean.“Tuan ….” Pria itu melihat pada Aisyah.“Dia istriku. Aisyah. Satu-satunya wanita yang aku cintai di dunia ini.” Sean merangkul Aisyah dan tersenyum.“Nyonya muda.” Pria itu memberi hormat pada Aisyah. Dia benar-benar terkejut melihat wanita yang berbeda dan menjadi istri Sean.“Pilihl
Jack kembali ke aula pesta. Dia meminta semua orang berpindah ke ruang pertemuan untuk membicarakan permintaan Barron.“Ada apa ini? Malam sudah sangat larut dan kita masih harus berkumpul di ruang pertemuan?” tanya beberapa orang yang heran. Mereka sudah lelah dan mengantuk. Siang yang sibuk dan hanya butuh istirahat di malam hari.Semua anggota keluarga dari muda hingga tua telah duduk di kursi mereka masing-masing. Mereka menunggu berita penting yang ingin disampaikan oleh Jack sehingga tidak bisa menunggu lagi esok hari.“Berita apa yang akan disampaikan oleh kakek Jack?” Mereka bertanya-tanya dan sudah tidak sabar.“Di mana Sean dan istrinya?” tanya kakek Jack memperhatikan ruangan dan tidak melihat cucu kandungnya.“Istri Sean tidak bisa bertahan di aula pesta. Mereka sudah kembali,” jawab seorang pria.“James, hubungi Sean!” perintah Jack dan James segera mengeluarkan ponselnya.“Sean, kita semua berkumpul di ruangan rapat keluarga,” ucap James langsung.“Aisyah sudah tidur. Aku
Sean benar-benar ingin membawa Aisyah meninggalkan aula pesta, tetapi dia dihalangi nenek Heta. Pria itu harus menghentikan kembali langkah kakinya. “Sean, Aisyah tidak bisa terus berada di sisi kamu,” ucap nenek Heta melihat pada Sean.“Kenapa tidak? Kami akan terus bersama dalam situasi dan kondisi apa pun,” tegas Sean merangkul Aisyah menempel pada dirinya.“Sean. Lihatlah! Istrimu tidak pantas berada di dunia kita.” Nenek Heta membentangkan tangan untuk menyadarkan Sean bahwa semua wanita di ruangan itu mengenakan gaun cantik dan seksi sedangkan Aisyah dengan pakaian tertutup rapat bahkan wajahnya pun tidak terlihat.“Istriku istimewa. Dia memang tidak pantas berada di sini karena Aisyah terlalu mulia untuk bisa bersama manusia rendahan.” Sean tersenyum.“Apa, Sean!” Nenek Heta melotot.“Aisyah akan tetap menjadi istri utama kamu, Sean. Kamu hanya perlu menambahkan istri pendamping,” ucap nenek Heta tersenyum.“Tidak akan pernah ada wanita lain di sisiku,” tegas Sean menatap tajam
Tidak ada yang mengawasi villa Aisyah sehingga tidak ada yang tahu bahwa Fatma telah dibawa ke Italia oleh Sean.Sean yang tidak bisa melakukan apa pun untuk segera bertemu dengan Aisyah menyibukan diri dengan bisnis. Pria itu memikirkan sesuatu yang bisa menjadi luapan emosinya.“Tuan, di depan ada
Aisyah mengikuti kejuaraan berkuda dan memanah untuk kelas umum. Wanita muda itu benar-benar suka dengan hal-hal yang menantang dan menguji adrenalin.“Para hadirin. Di sini telah hadir peserta berkuda dan memanah dari berbagai negara,” ucap pembawa acara.“Apa kalian tahu? satu-satunya peserta berc
Fatma yang tidak mengerti apa-apa diculik oleh Sean dan dibawa dengan mudahnya ke Italia. Pria itu ingin mengetahui setiap pergerakan Aisyah melalui sang asisten. Dia tidak bisa menyusul ke Mekah karena bukan seorang muslim.“Aku harus menunggu sebulan lagi.” Sean benar-benar kesal. Dia sedang memik
Sean langsung keluar dari ruang tamu mewah dan Elio mengikuti tanpa aba-aba. Gamih yang bingung segera menyusul sang mafia muda sebelum masuk ke dalam mobil.“Tunggu! Kenapa Anda mencari Aisyah?” tanya Gamih yang yakin Sean datang bukan untuk bisnis.“Itu bukan urusan kamu,” tegas Sean masuk ke dala







