LOGINTerima kasih atas hadiah dan komentarnya. Semoga suka.
Jack kembali ke aula pesta. Dia meminta semua orang berpindah ke ruang pertemuan untuk membicarakan permintaan Barron.“Ada apa ini? Malam sudah sangat larut dan kita masih harus berkumpul di ruang pertemuan?” tanya beberapa orang yang heran. Mereka sudah lelah dan mengantuk. Siang yang sibuk dan hanya butuh istirahat di malam hari.Semua anggota keluarga dari muda hingga tua telah duduk di kursi mereka masing-masing. Mereka menunggu berita penting yang ingin disampaikan oleh Jack sehingga tidak bisa menunggu lagi esok hari.“Berita apa yang akan disampaikan oleh kakek Jack?” Mereka bertanya-tanya dan sudah tidak sabar.“Di mana Sean dan istrinya?” tanya kakek Jack memperhatikan ruangan dan tidak melihat cucu kandungnya.“Istri Sean tidak bisa bertahan di aula pesta. Mereka sudah kembali,” jawab seorang pria.“James, hubungi Sean!” perintah Jack dan James segera mengeluarkan ponselnya.“Sean, kita semua berkumpul di ruangan rapat keluarga,” ucap James langsung.“Aisyah sudah tidur. Ak
Sean benar-benar ingin membawa Aisyah meninggalkan aula pesta, tetapi dia dihalangi nenek Heta. Pria itu harus menghentikan kembali langkah kakinya. “Sean, Aisyah tidak bisa terus berada di sisi kamu,” ucap nenek Heta melihat pada Sean.“Kenapa tidak? Kami akan terus bersama dalam situasi dan kondisi apa pun,” tegas Sean merangkul Aisyah menempel pada dirinya.“Sean. Lihatlah! Istrimu tidak pantas berada di dunia kita.” Nenek Heta membentangkan tangan untuk menyadarkan Sean bahwa semua wanita di ruangan itu mengenakan gaun cantik dan seksi sedangkan Aisyah dengan pakaian tertutup rapat bahkan wajahnya pun tidak terlihat.“Istriku istimewa. Dia memang tidak pantas berada di sini karena Aisyah terlalu mulia untuk bisa bersama manusia rendahan.” Sean tersenyum.“Apa, Sean!” Nenek Heta melotot.“Aisyah akan tetap menjadi istri utama kamu, Sean. Kamu hanya perlu menambahkan istri pendamping,” ucap nenek Heta tersenyum.“Tidak akan pernah ada wanita lain di sisiku,” tegas Sean menatap tajam
Semua mata melihat pada layar. Mereka menyadari bahwa Aisyah adalah ahli medis dan seorang dokter bedah terkenal dari keluarg Kairo. Mereka memiliki perusahaan teknologi di di bidang kesehatan. Menciptakan perlengkapan kedokteran dan memiliki teknik hebat di ruangan bedah. “Dia dokter Aisyah.” Mata yang tadi fokus ke layar kini berpindah ke Aisyah.“Kita tidak bisa meremehkannya. Pantas saja Sean rela memeluk agama Islam agar bisa menikahi dokter Aisyah.” Orang-orang yang awalnya menganggap Aisyah aneh dan rendah dari mereka tidak menyangka bahwa istri Sean adalah seorang yang cukup terkenal dan dicari.“Kemari, Sayang.” Sean menggandeng tangan Aisyah dan naik ke podium. Pria itu terlihat jelas pada istrinya. Dia tidak ragu dan khawatir lagi akan pandangan orang. “Selamat malam semuanya.” Aisyah memperkenalkan diri di depan semua orang.“Dia pasti cantik,” ucap seorang pria.“Itu sudah jelas. Apa kamu tidak mengenal Leana? Model sekaligus perancang busana.” Para pria.“Benar. Mereka
Aula utama telah ramai oleh semua anggota keluarga mafia. Mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istri Sean. Wanita yang rela ditunggu hingga sepuluh tahun lamanya.“Apa Sean benar-benar sudah tiba di Amerika?” tanya seorang wanita paruh baya.“Tentu saja. Dia tidak akan bisa membantah permintaan Madam Heta.” Para wanita bergaya elit itu berbicara dengan angkuhnya.“Sean benar-benar setia. Tidak ada seorang wanita pun berani mendekatinya,” ucap seorang wanita.“Mereka tidak memiliki kesempatan untuk mendekat. Sean selalu dilindungi pengawal dan penjaga yang ketat sehingga tidak seorang pun bisa masuk ke dalam lingkarannya,” sambung yang lain.“Aku benar-benar penasaran dengan istri Sean. Apa dia sangat cantik?” tanya seorang wanita muda pada dirinya sendiri.Ruangan mewah tampak ramai, tetapi tetap elegan. Mereka adalah keluarga elit yang tahu aturan dalam permainan. Aula pesta berkilau dengan kemewahan yang nyaris tak tertandingi. Langit-langitnya menjulang tinggi, dihiasi lamp
Sean dan Aisyah telah berada di dalam pesawat pribadi. Mereka akan terbang ke Amerika dengan lama penerbangan kurang lebih sebelas jam. Pergi di malam hari dan akan tiba di pagi.“Tidurlah, Sayang.” Sean memeluk Aisyah.“Ya.” Aisyah membenamkan wajahnya di dada Sean dan memejamkan mata. Dia tersenyum tanpa ada rasa takut. Wanita itu percaya apa yang akan terjadi padanya adalah takdir yang telah ditetapkan oleh Tuhan.Penerbangan benar-benar aman. Tidak ada gangguan apa pun. Semua berjalan dengan lancar. Sean cukup heran karena tidak ada drama penyerangan dari mereka berangkat hingga tiba di bandara. Semua terasa tenang dan tidak biasa.“Elio, apa penerbangan ini benar-benar tidak ada yang tahu?” tanya Sean merasa aneh pada perjalanan dirinya sendiri.“Tidak, Tuan,” jawab Elio.“Ini pertama kalinya.” Sean menoleh pada Aisyah yang baru saja keluar dari kamar mandi. Istrinya aman dan kembali padanya tanpa gangguan. “Aku benar-benar takut, laut yang tenang akan diterjang ombak yang ganas.
Aisyah tidak mendapatkan izin lagi keluar dari rumah. Sean tahu bahwa istri sedang dicari banyak orang gara-gara kecelakaan itu.“Apa kamu akan mengurung aku lagi?” tanya Aisyah pada Sean yang berada di ruang kerja. Pria itu dengan mudah pulih.“Untuk sekarang, kamu tidak boleh keluar rumah. Kejadian di atas jembatan benar-benar viral. Semua orang membicarakan kamu,” jelas Sean.“Aku merahasiakan bahwa Aisyah adalah istriku agar dia tidak menjadi sasaran musuh-musuhku.” Sean menatap Aisyah yang hanya diam.“Maaf,” ucap Aisyah lembut.“Sayang, apa kamu marah?” Sean bingung dengan permintaan maaf Aisyah karena dia tahu bahwa istrinya tidak bersalah.“Tidak. Kenapa aku marah?” tanya Aisyah tersenyum.“Kenapa kamu minta maaf? Kamu tidak pernah melakukan kesalahan apa pun,” tegas Sean.“Aku minta maaf karena telah membuat suamiku khawatir.” Jari-jari lembut Aisyah menyentuh pipi Sean. Dia duduk di pangkuan sang suami.“Tidak, Sayang. Kamu tidak perlu minta maaf. Aku terlalu mencintai kamu s
Aisyah duduk di dalam helicopter. Di sampingnya ada Sean. Wanita itu hanya diam saja. Gaun putihnya ada percikan darah dari pelayan yang ditembak. Dia memalingkan wajah dari pria di sebelahnya.“Kamu memang sudah bertunangan denganku sejak usia sepuluh tahun,” ucap Sean menoleh pada Aisyah.“Tidak m
Semua orang sibuk mempersiapkan acara pernikahan keluarga terkaya di Kairo. Sang mempelai wanita berada di dalam ruangan khusus. Aisyah mengenakan gaun putih bersih. Hijab dan cadar dengan warna senada. Di atas kepalanya terselip mahkota Mutiara putih. Dan selendang berbahan tile mahal menjuntai hin
Pesta penikahan Aisyah dan Khaled telah siap dengan sempurna karena sudah direncanakan sejak lama. Anak sulung keluarga Nassef Sawiris dan putri angkat yang membanggakan. Wanita muda dengan kecerdasan di atas rata-rata dan cantik dengan bola mata hijau yang unik.Acara penikahan tertutup dan hanya d
Aisyah menyelesaikan ibadah umrah serta puasa Ramadhan di tanah suci Makkah dan Madinah. Dia bersiap untuk pulang dan merayakan hari raya idul fitri. Setelah itu melangsungkan pernikahan dengan Khaled untuk menyempurnakan agamanya. Mereka terbang dengan pesawat pribadi.“Alhamdulilah.” Aisyah tersen







