Share

Bab 28 Kecewa

last update publish date: 2026-03-05 06:44:36
Sean langsung keluar dari ruang tamu mewah dan Elio mengikuti tanpa aba-aba. Gamih yang bingung segera menyusul sang mafia muda sebelum masuk ke dalam mobil.

“Tunggu! Kenapa Anda mencari Aisyah?” tanya Gamih yang yakin Sean datang bukan untuk bisnis.

“Itu bukan urusan kamu,” tegas Sean masuk ke dalam mobil.

“Apa? Tunggu!” Gamih belum menyelesaikan bicaranya, tetapi Sean telah menutup pintu mobil.

“Mengapa Sean mencari Asiyah? Di mana mereka bertemu? Apa Sean salah orang?” tanya Gamih yang tidak
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas hadiah dan komentarnya. Semoga suka.

| 16
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Besok yeee. Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
Lilyan
tambahin up nya kk
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Siap. terima kasih
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 112 Persetujuan

    Jack kembali ke aula pesta. Dia meminta semua orang berpindah ke ruang pertemuan untuk membicarakan permintaan Barron.“Ada apa ini? Malam sudah sangat larut dan kita masih harus berkumpul di ruang pertemuan?” tanya beberapa orang yang heran. Mereka sudah lelah dan mengantuk. Siang yang sibuk dan hanya butuh istirahat di malam hari.Semua anggota keluarga dari muda hingga tua telah duduk di kursi mereka masing-masing. Mereka menunggu berita penting yang ingin disampaikan oleh Jack sehingga tidak bisa menunggu lagi esok hari.“Berita apa yang akan disampaikan oleh kakek Jack?” Mereka bertanya-tanya dan sudah tidak sabar.“Di mana Sean dan istrinya?” tanya kakek Jack memperhatikan ruangan dan tidak melihat cucu kandungnya.“Istri Sean tidak bisa bertahan di aula pesta. Mereka sudah kembali,” jawab seorang pria.“James, hubungi Sean!” perintah Jack dan James segera mengeluarkan ponselnya.“Sean, kita semua berkumpul di ruangan rapat keluarga,” ucap James langsung.“Aisyah sudah tidur. Ak

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 111 Perjanjian

    Sean benar-benar ingin membawa Aisyah meninggalkan aula pesta, tetapi dia dihalangi nenek Heta. Pria itu harus menghentikan kembali langkah kakinya. “Sean, Aisyah tidak bisa terus berada di sisi kamu,” ucap nenek Heta melihat pada Sean.“Kenapa tidak? Kami akan terus bersama dalam situasi dan kondisi apa pun,” tegas Sean merangkul Aisyah menempel pada dirinya.“Sean. Lihatlah! Istrimu tidak pantas berada di dunia kita.” Nenek Heta membentangkan tangan untuk menyadarkan Sean bahwa semua wanita di ruangan itu mengenakan gaun cantik dan seksi sedangkan Aisyah dengan pakaian tertutup rapat bahkan wajahnya pun tidak terlihat.“Istriku istimewa. Dia memang tidak pantas berada di sini karena Aisyah terlalu mulia untuk bisa bersama manusia rendahan.” Sean tersenyum.“Apa, Sean!” Nenek Heta melotot.“Aisyah akan tetap menjadi istri utama kamu, Sean. Kamu hanya perlu menambahkan istri pendamping,” ucap nenek Heta tersenyum.“Tidak akan pernah ada wanita lain di sisiku,” tegas Sean menatap tajam

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 110 Rasa Iri

    Semua mata melihat pada layar. Mereka menyadari bahwa Aisyah adalah ahli medis dan seorang dokter bedah terkenal dari keluarg Kairo. Mereka memiliki perusahaan teknologi di di bidang kesehatan. Menciptakan perlengkapan kedokteran dan memiliki teknik hebat di ruangan bedah. “Dia dokter Aisyah.” Mata yang tadi fokus ke layar kini berpindah ke Aisyah.“Kita tidak bisa meremehkannya. Pantas saja Sean rela memeluk agama Islam agar bisa menikahi dokter Aisyah.” Orang-orang yang awalnya menganggap Aisyah aneh dan rendah dari mereka tidak menyangka bahwa istri Sean adalah seorang yang cukup terkenal dan dicari.“Kemari, Sayang.” Sean menggandeng tangan Aisyah dan naik ke podium. Pria itu terlihat jelas pada istrinya. Dia tidak ragu dan khawatir lagi akan pandangan orang. “Selamat malam semuanya.” Aisyah memperkenalkan diri di depan semua orang.“Dia pasti cantik,” ucap seorang pria.“Itu sudah jelas. Apa kamu tidak mengenal Leana? Model sekaligus perancang busana.” Para pria.“Benar. Mereka

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 109 Pesta Perkenalan

    Aula utama telah ramai oleh semua anggota keluarga mafia. Mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istri Sean. Wanita yang rela ditunggu hingga sepuluh tahun lamanya.“Apa Sean benar-benar sudah tiba di Amerika?” tanya seorang wanita paruh baya.“Tentu saja. Dia tidak akan bisa membantah permintaan Madam Heta.” Para wanita bergaya elit itu berbicara dengan angkuhnya.“Sean benar-benar setia. Tidak ada seorang wanita pun berani mendekatinya,” ucap seorang wanita.“Mereka tidak memiliki kesempatan untuk mendekat. Sean selalu dilindungi pengawal dan penjaga yang ketat sehingga tidak seorang pun bisa masuk ke dalam lingkarannya,” sambung yang lain.“Aku benar-benar penasaran dengan istri Sean. Apa dia sangat cantik?” tanya seorang wanita muda pada dirinya sendiri.Ruangan mewah tampak ramai, tetapi tetap elegan. Mereka adalah keluarga elit yang tahu aturan dalam permainan. Aula pesta berkilau dengan kemewahan yang nyaris tak tertandingi. Langit-langitnya menjulang tinggi, dihiasi lamp

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 108 Istana Keluarga

    Sean dan Aisyah telah berada di dalam pesawat pribadi. Mereka akan terbang ke Amerika dengan lama penerbangan kurang lebih sebelas jam. Pergi di malam hari dan akan tiba di pagi.“Tidurlah, Sayang.” Sean memeluk Aisyah.“Ya.” Aisyah membenamkan wajahnya di dada Sean dan memejamkan mata. Dia tersenyum tanpa ada rasa takut. Wanita itu percaya apa yang akan terjadi padanya adalah takdir yang telah ditetapkan oleh Tuhan.Penerbangan benar-benar aman. Tidak ada gangguan apa pun. Semua berjalan dengan lancar. Sean cukup heran karena tidak ada drama penyerangan dari mereka berangkat hingga tiba di bandara. Semua terasa tenang dan tidak biasa.“Elio, apa penerbangan ini benar-benar tidak ada yang tahu?” tanya Sean merasa aneh pada perjalanan dirinya sendiri.“Tidak, Tuan,” jawab Elio.“Ini pertama kalinya.” Sean menoleh pada Aisyah yang baru saja keluar dari kamar mandi. Istrinya aman dan kembali padanya tanpa gangguan. “Aku benar-benar takut, laut yang tenang akan diterjang ombak yang ganas.

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 107 Panggilan dari Amerika

    Aisyah tidak mendapatkan izin lagi keluar dari rumah. Sean tahu bahwa istri sedang dicari banyak orang gara-gara kecelakaan itu.“Apa kamu akan mengurung aku lagi?” tanya Aisyah pada Sean yang berada di ruang kerja. Pria itu dengan mudah pulih.“Untuk sekarang, kamu tidak boleh keluar rumah. Kejadian di atas jembatan benar-benar viral. Semua orang membicarakan kamu,” jelas Sean.“Aku merahasiakan bahwa Aisyah adalah istriku agar dia tidak menjadi sasaran musuh-musuhku.” Sean menatap Aisyah yang hanya diam.“Maaf,” ucap Aisyah lembut.“Sayang, apa kamu marah?” Sean bingung dengan permintaan maaf Aisyah karena dia tahu bahwa istrinya tidak bersalah.“Tidak. Kenapa aku marah?” tanya Aisyah tersenyum.“Kenapa kamu minta maaf? Kamu tidak pernah melakukan kesalahan apa pun,” tegas Sean.“Aku minta maaf karena telah membuat suamiku khawatir.” Jari-jari lembut Aisyah menyentuh pipi Sean. Dia duduk di pangkuan sang suami.“Tidak, Sayang. Kamu tidak perlu minta maaf. Aku terlalu mencintai kamu s

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 41 Tiba di Italia

    Aisyah duduk di dalam helicopter. Di sampingnya ada Sean. Wanita itu hanya diam saja. Gaun putihnya ada percikan darah dari pelayan yang ditembak. Dia memalingkan wajah dari pria di sebelahnya.“Kamu memang sudah bertunangan denganku sejak usia sepuluh tahun,” ucap Sean menoleh pada Aisyah.“Tidak m

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 39 Tamu Tak Diundang

    Semua orang sibuk mempersiapkan acara pernikahan keluarga terkaya di Kairo. Sang mempelai wanita berada di dalam ruangan khusus. Aisyah mengenakan gaun putih bersih. Hijab dan cadar dengan warna senada. Di atas kepalanya terselip mahkota Mutiara putih. Dan selendang berbahan tile mahal menjuntai hin

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 38 Rencana Sean

    Pesta penikahan Aisyah dan Khaled telah siap dengan sempurna karena sudah direncanakan sejak lama. Anak sulung keluarga Nassef Sawiris dan putri angkat yang membanggakan. Wanita muda dengan kecerdasan di atas rata-rata dan cantik dengan bola mata hijau yang unik.Acara penikahan tertutup dan hanya d

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 37 Pulang

    Aisyah menyelesaikan ibadah umrah serta puasa Ramadhan di tanah suci Makkah dan Madinah. Dia bersiap untuk pulang dan merayakan hari raya idul fitri. Setelah itu melangsungkan pernikahan dengan Khaled untuk menyempurnakan agamanya. Mereka terbang dengan pesawat pribadi.“Alhamdulilah.” Aisyah tersen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status