Share

Bab 35 Karma

last update publish date: 2026-03-11 09:05:02
Orang-orang yang berhubungan dengan kasus Aisyah benar-benar ditarik kembali oleh Sean. Pria itu tidak melepaskan mereka dengan mudah. Perusahaan Jordan mulai kena imbasnya. Sang mafia tidak kekurangan uang, tetapi jika bukan dibayar dengan nyawa atau darah, maka diganti dengan uang. Dia mengulik kembali kejadian sepuluh tahun lalu yang menjadi penyebab dirinya dengan kekasih pujaan hati berpisah.

“Kita bereskan masalah di Pelabuhan Gioia Tauro! Barang-barang milikku harus kembali,” tegas Sean.
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungannya. Semoga suka.

| 12
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Siap. laksanakan. Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
syicinhai
lanjut lagi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 53 Menerima Takdir

    Aisyah terdiam menatap Sean yang bersikap lembut padanya. Pria itu bahkan membeli ponsel baru dan memberikan nomor keluarga kandungnya.“Aku akan ke ruang kerja.” Sean meninggalkan Aisyah di ruang tengah. Pria itu pergi bersama Elio.“Mm.” Aisyah melihat Sean yang pergi begitu saja. Itu cukup membuatnya bingung dengan sikap sang mafia muda.Sean duduk di kursi kerja. Dia tersenyum dan terlihat puas dengan pembicaraannya dengan Aisyah.“Apa yang membuat Anda senang, Tuan?” tanya Elio memperhatikan Sean.“Aisyah sudah mengatakan syarat untuk menikahinya. Aku akan melakukan itu,” jawab Sean.“Apa Anda benar-benar akan masuk islam dan meninggalkan bisnis ini?’ Elio menatap Sean.“Kita pelajari dulu tentang Islam. Aturan dan larangan agama Aisyah,” ucap Sean.“Baiklah. Saya akan mencari tahu tentang Islam untuk Anda.” Elio mengangguk.“Apa pun akan aku lakukan agar bisa menikahi kamu, Aisyah.” Sean tersenyum.Sean melihat layar computer yang menampilkan Aisyah di ruang tengah. Wanita itu m

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 52 Syarat Menikah

    Sean memandangi pungkung Aisyah. Pria itu menghela napas dengan berat. Di usia tiga puluh tahun, dia benar-benar tidak memiliki pengalaman mendekati wanita mana pun.“Kenapa Aisyah? Apa kamu membenciku? Kamu harus mencintaiku, Aisyah.” Sean keluar dari kamar Aisyah.“Apa dia benar-benar telah membunuh Kak Khaled? Bagaimana aku mengetahui keadaan Kak Khaled? Bagaimana dengan keluargaku?” Aisyah memutar tubuh dan melihat Sean yang telah menghilang dari balik pintu.“Dia benar-benar memborgolku.” Aisyah kembali duduk dan melihat tangan serta kakinya yang diborgol dengan besi.“Ya Allah berikan petunjuk untuk hamba. Apa yang harus aku lakukan untuk menyelesaikan masalah ini? Aku belum menemukan jawaban.” Aisyah turun dari tempat tidur. Dia masuk ke kamar mandi.“Aku akan memohon pada Sean agar melepaskan rantai ini.” Aisyah benar-benar tidak bisa melakukan apa pun di kamar mandi dengan kaki dan tangan yang dirantai.“Sean.” Aisyah mengetuk pintu kamar yang terkunci.“Ada apa, Nona?” Bibi y

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 51 Perjanjian Pernikahan

    Sean menatap tajam pada Aisyah. Tidak ada senyuman di wajah pria itu. Dia marah dan cemburu. Apalagi melihat kekasihnya melindungi lelaki lain.“Menyingkir, Aisyah! Aku tidak mau melukai kamu,” tegas Sean dengan satu tangan mengarahkan senjata pada Khaled.“Tidak!” Aisyah menggeleng.“Hey, Kau! Berlindung di balik wanita. Apa kamu tidak malu?” Sean memicing matanya. Dia mencari posisi yang tepat untuk menembaki Khaled, tetapi pria itu benar-benar ragu karena takut melukai Aisyah.“Aisyah benar-benar bisa menjadi kelemahan dan kekuatan ku,” ucap Sean di dalam hati.“Aku tidak seperti itu,” balas Khaled.“Aisyah. Menyingkirlah! Jangan permalukan aku di depan pria lain,” ucap Khaled pelan. “Dia tidak akan menyakitiku.” Aisyah melangkah pelan.“Sean, tolong lepaskan kami. Kita tidak bisa bersama. Aku sudah menikah dengan Khaled,” jelas Aisyah tenang.“Aku tidak peduli karena dari awal kamu memang milikku,” tegas Sean bergerak sedikit ke samping dengan cepat.“Dorr!” Sean berhasil menembak

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 50 Kemarahan

    Sean sadar bahwa Khaled tidak memberikan ponsel kepada Aisyah, tetapi langsung mematikannya. Pria itu melempar ponsel Jordan ke lantai.“Jika tidak ada ponsel itu. Aisyah tidak akan bisa menghubungi Khaled,” tegas Sean. “Siapa yang mau dikorbankan agar Aisyah bisa kembali?” tanya Sean.“Kami tidak bisa menghubungi Aisyah. Dia tidak memiliki ponsel,” ucap Noah.“Aarrgh!” Sean benar-benar tidak bisa mengontrol diri ketika itu berhubungan dengan Aisyah.“Dorr!” Sean menembak kaki Jordan.“Aargh!” Jordan memegang kakinya yang ditembak.“Sayang!” Leana hanya bisa berteriak dan menangis melihat Jordan terjatuh di lantai dengan paha bocor dan mengeluarkan darah.“Sayang.” Leana memeluk Jordan. Wanita itu benar-benar lelah menangisi nasibnya yang kacau. Kehidupan damai mereka hancur dalam sekejap mata. Bertemu putri kandung dan terjadi hal-hal yang tidak terduga. “Pa!” teriak David yang segera menurunkan Maria dari gendongannya. Dia melepaskan sang adik di sofa.“Sean. Izinkan aku obati papa

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 49 Keegoisan

    Sean duduk di balik meja kerja. Pria itu menatap layar computer dengan jari-jari bergerak cepat di atas keyboard. Dia tidak percaya Aisyah hilang begitu saja dari menara.“Shit!” Sean berhasil memperbaiki rekaman cctv dan melihat Aisyah yang turun dengan mudahnya dari menara. Melompat dari Gedung dan balkon.“Hah!” Sean menghela napas dengan kasar.“Bagaimana dia melakukan ini? Aisyah, kamu benar-benar suka menandang maut.” Sean memijit kepalanya.“Anda juga sudah menantang maut. Kalian benar-benar cocok,” gumam Elio.“Pergi ke rumah Jordan!” Sean beranjak dari kursi kerja. Pria itu mengambil senjata dari laci meja yang terkunci. Dia memakaikan di tubuhnya dan mengenakan jas hitam.“Baik, Tuan.” Elio mengerti dengan sikap Sean. Pria itu pasti menggunakan senjatanya dan membuang peluru tanpa sia-sia.Sean mengendarai mobil sport seorang diri. Elio dan anak buahnya mengikuti dari belakang. Mereka harus memastikan Sean aman hingga sampai tujuan. Tidak ada musuh yang mengikuti. Apalagi men

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 48 Pulang

    Mobil Jordan dan David tiba di rumah. Mereka terdiam memikirkan Aisyah yang merupakan putri semata wayang yang telah diberikan kepada keluarga di Kairo dan kini hadir di depan mata.“Maria. Mariaku. Bola mata hijaunya sangat terang. Dia gadis kecil kita.” Leana terus menangis. Dia memeluk Jordan.“Sayang, kita harus menerima konsekuensi bahwa Maria sudah menjadi putri orang lain, tetapi kini dia berada di tangan Sean.” Jordan terlihat sangat gelisah. “Sean benar-benar gila.” Noah terlihat jelas sangat kesal karena Sean mengurung Aisyah.“David, kita harus merebut Aisyah dari Sean,” tegas Noah.“Tidak bisa, Noah. Itu Sean,” balas David.“Apa yang harus kita lakukan agar Maria kembali ke rumah ini?’ tanya Leana terisak.“Ma, nama dia Aisyah. Dia adalah dokter bedah yang hebat dan sering berada di daerah konflik. Aku sudah mengaguminya. Tidak disangka dia adik kandungku.” Sean terduduk di sofa.“Sepertinya Khaled tidak akan tinggal diam,” ucap David.“Benar. Pria itu sangat mencintai Ais

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status