Share

Bab 35 Karma

last update publish date: 2026-03-11 09:05:02
Orang-orang yang berhubungan dengan kasus Aisyah benar-benar ditarik kembali oleh Sean. Pria itu tidak melepaskan mereka dengan mudah. Perusahaan Jordan mulai kena imbasnya. Sang mafia tidak kekurangan uang, tetapi jika bukan dibayar dengan nyawa atau darah, maka diganti dengan uang. Dia mengulik kembali kejadian sepuluh tahun lalu yang menjadi penyebab dirinya dengan kekasih pujaan hati berpisah.

“Kita bereskan masalah di Pelabuhan Gioia Tauro! Barang-barang milikku harus kembali,” tegas Sean.
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungannya. Semoga suka.

| 15
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Siap. laksanakan. Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
syicinhai
lanjut lagi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 106 Jatuh Cinta

    Sean benar-benar khawatir dengan posisi istrinya yang juga mungkin menjadi incaran Barron. Pria yang memiliki status cukup kuat untuk melawan dirinya. Seorang putra kesayangan presiden Amerika.“Sayang, apa kamu akan kembali lagi ke rumah sakit?” tanya Sean memperhatikan Aisyah yang sedang berganti pakaian di depannya. Wanita itu mengenakan piyama tidur yang cantik dan cukup seksi.“Siapa beli piyama ini?” Aisyah tersenyum melihat dirinya depan cermin.“Aku, Sayang. Itu hanya dipakai di dalam kamar. Tidak boleh keluar,” tegas Sean.“Sayang, aku tidak terbiasa pakai baju seksi.” Aisyah ingin melepas gaun malam yang disiapkan sang suami.“Jangan lepas, Sayang.” Sean hampir turun dari tempat tidur, tetapi Aisyah segera mendekati suaminya.“Kamu harus istirahat, Sayang. Jangan paksakan diri,” ucap Aisyah.“Aku tidak mengenakan pakaian seksi agar siap setiap saat dalam situasi dan kondisi apa pun. Pakaian panjang akan melindungi diriku,” jelas Aisyah.“Bagaimana jika terjadi gempat atau se

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 105 Gelang Aisyah

    Aisyah dan Sean duduk berdua di sofa. Mereka berpelukan sambil melihat layar tab. Pasangan suami istri itu menunggu Noah yang sedang mengurus kepulangan.“Permisi.” Pintu ruangan diketuk. Sean dan Aisyah menoleh bersama dengan tetap duduk bersama dengan mesranya.Sean segera memasang cadar di wajah Aisyah. Pria itu menutupi kecantikan sang istri. Tidak peduli di depan pria atau pun wanita. “Siapa?” tanya Sean menatap tajam pada dokter wanita yang sudah membuka pintu.“Kami mau menjemput dokter Aisyah.” Edo segera masuk dan menyingkirkan dokter wanita.“Untuk apa?” Sean menarik Aisyah duduk di pangkuannya.“Tuan Barron ingin bertemu dengan dokter Aisyah untuk berterima kasih,” ucap Edo memperhatikan Sean.“Tidak perlu. Istri saya memang suka menolong orang yang terluka. Dia tidak butuh ucapan terima kasih dan juga uang karena suaminya sangat kaya.” Sean tersenyum.“Kamu ini.” Aisyah mencubit hidung Sean dan beranjak dari pangkuan sang suami.“Sayang.” Sean terkejut melihat Aisyah yang

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 104 Pria Berkuasa

    Aisyah hanya diam saja dan merawat serta membersihkan tubuh Sean. Wanita itu menggantikan pakaian sang suami dengan yang baru. Dia tidak pergi ke ruangan Barron. Baginya pasien VIP bukanlah prioritas karena pasti ada banyak tim dokter dan perawat yang membantu pria kaya itu dalam segala hal. “Apa kamu marah?” tanya Sean.“Kenapa marah?” Aisyah balik bertanya dan tersenyum.“Kemarilah.” Sean melepaskan cadar Aisyah. Dia melahab bibir sang istri dengan lembut. Mencium pelan dan bergairah.“Aku merindukan kamu. Kapan kita pulang ke rumah?” tanya Sean menyentuh bibir Aisyah dengan jari jemboplnya.“Setelah rumah sakit ini tenang. Sekarang tenaga medis sangat dibutuhkan karena terlalu banyak korban jiwa,” jelas Aisyah.“Apa kamu mau ke ruangan pasien VIP?” Sean menatap Aisyah. Dia tidak mau sang istri marah padanya karena larangan ke kamar Barron.“Tidak. Biarkan pihak rumah sakit yang mengurus mereka. Aku hanya akan membantu pasien biasa yang mungkin tidak memiliki tunjangan kesehatan,” j

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 103 Musuh Baru

    Ruangan menjadi hening. Semua mata melihat pada Sean. Mereka sedikit takut pada pria yang sedang terluka dan kalah dengan Aisyah. Dia menjadi penurut.“Aku harus ke perusahaan.” David segera keluar.“Papa juga. Sean, kamu istirahat yang cukup. Semoga cepat pulih.” Jordan tersenyum pada Sean dan menyusul David.“Kak Sean, bagaimana kondisi kamu?” tanya Maria mendekati Sean.“Menjauh dariku!” Sean menatap tajam pada Sean.“Maria.” Leana menarik tangan Maria agar menjauh dari Sean. Dia tidak mau membuat suami Aisyah marah dan menghancurkan mereka semua.“Leon, ikuti Aisyah dan kamu harus selalu berada di dekatnya. Lindungi dan jaga dia dengan nyawa kamu!” perintah Sean pada Leon.“Baiklah.” Leon melihat pada Elio yang duduk di sofa.“Aku keluar dulu.” Leon keluar dari ruangan. Pria itu segera menyusul Aisyah dan Noah. Dia masuk dalam tim kerja istri Sean. “Elio, apa yang kamu dapatkan?” tanya Sean. “Seorang memang masuk ke ruangan ini. Dia mengenakan pakaian dokter dan menutup wajah den

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 102 Rebutan

    Pria itu menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Aisyah. Dia menatap wajah lelah yang tenang dalam tidur.“Aisyah, aku menginginkan kamu,” ucap pria dengan wajah ditutupi masker.“Aisyah.” Pintu kamar diketuk.“Apa?” Pria itu keluar dari jendela dan bersembunyi di balik dinding. “Sean,” sapa Noah mendekati Sean yang berdiri di depan pintu.“Apa kamu meninggalkan Aisyah di kamar sendirian?” tanya Sean.“Aku mengambil sarapan untuknya. Dia sangat lelah.” Noah membuka pintu dan Sean segera masuk. Pria itu hampir membuat sang kakak ipar terjatuh. “Aisyah. Kamu selalu begini. Itu juga yang menjadi alasanku melarang kamu menjadi dokter.” Sean mencium dahi Aisyah.“Hm.” Aisyah membuka mata dan melihat wajah tampan Sean.“Bagaimana luka kamu?” tanya Aisyah tersenyum. “Aku tidak apa-apa, tetapi sangat tersiksa karena menahan rindu.” Sean duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur.“Kursi siapa ini? Apa ada yang berkunjung?” Sean benar-benar sangat waspada.“Siapa yang berani ber

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 101 Penyusup

    Dalam kekacauan di rumah sakit, sangat mudah bagi orang asing atau penjahat untuk masuk. Mereka menyamar menjadi relawan, tim penyelamat, dokter hingga perawat. Apalagi, para penjahat adalah orang-orang yang terlatih sehingga dengan mudah menyusup dan berkamuflase di lingkungan apa pun.Aisyah berada di dalam ruang operasi. Dia sangat fokus menolong para pasien. Tangan cekatan tidak melepaskan pisau medis. Wanita itu bersama sang kakak tidak keluar dari ruangan paling menegangkan.“Di mana dokter Aisyah?” tanya seorang pria dengan pakaian dokter. Wajahnya ditutupi masker.“Dokter Aisyah berada di dalam ruangan operasi,” jawab seorang perawat.“Kapan dia akan keluar?” tanya pria itu lagi.“Tidak tahu karena banyak pasien yang harus segera ditangani. Mereka mengalami luka bakar dan juga sobekan,” jelas perawat.“Di mana ruangannya?” Pria itu terlihat tidak sabar ingin bertemu dengan Aisyah.“Di ujung saja.” Perawat menunjukkan tangannya.“Ikut aku!” perintah pria itu pada perawat.“Baik,

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 29 Menjadi Sandera

    Fatma yang tidak mengerti apa-apa diculik oleh Sean dan dibawa dengan mudahnya ke Italia. Pria itu ingin mengetahui setiap pergerakan Aisyah melalui sang asisten. Dia tidak bisa menyusul ke Mekah karena bukan seorang muslim.“Aku harus menunggu sebulan lagi.” Sean benar-benar kesal. Dia sedang memik

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 28 Kecewa

    Sean langsung keluar dari ruang tamu mewah dan Elio mengikuti tanpa aba-aba. Gamih yang bingung segera menyusul sang mafia muda sebelum masuk ke dalam mobil.“Tunggu! Kenapa Anda mencari Aisyah?” tanya Gamih yang yakin Sean datang bukan untuk bisnis.“Itu bukan urusan kamu,” tegas Sean masuk ke dala

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 27 Kediaman Sawiris

    Ruang tamu menjadi sunyi, seolah semua orang menahan napas. Sean duduk tegak di kursi kulit gelap, jemarinya mengepal tangan sofa. Mata tajamnya menatap kosong ke arah dinding, namun di balik ketenangan itu, bara amarah bergejolak. Napasnya berat, teratur, seakan memaksa diri untuk tetap tenang.“Ak

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 26 Titik Terang

    Sean melangkahkan kaki masuk ke ruang tamu. Suasana langsung memancarkan keanggunan yang tenang. Lantai marmer putih berkilau memantulkan cahaya alami yang masuk melalui jendela kaca besar, menciptakan kesan luas dan terang.“Silakan duduk, Tuan. Tuan Yasseen Mansour akan segera turun,” ucap seorang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status